Kalimat 'Mantan Adalah Maut' rasanya tepat jika disematkan pada rumah tangga Reya Albert dan suaminya Reyhan Syahputra
Reyhan merasa jika dirinya yang hanya seorang staff keuangan tidaklah sebanding dengan Reya yang seorang designer ternama, setidaknya kata-kata itu yang kerap ia dengar dari orang-orang disekitarnya
Hingga pertemuannya dengan Rani yang merupakan mantan kekasihnya saat sekolah menengah menjadi awal dari kehancuran bahtera rumah tangga yang telah dibangun selama tujuh tahun itu
Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini pada akhirnya? Dapatkah Reya mempertahankan rumah tangga yang ia bina walaupun tanpa restu dari orang tuanya? Atau pada akhirnya semua akan berakhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTPS 29
Keduanya duduk, Reya memesan beberapa menu yang kini sudah ditata diatas meja mereka
Beberapa tatapan mengarah kepada mereka, bagaimana tidak, Reya yang begitu cantik duduk dan makan bersama seorang driver ojek online
"Semua orang ngeliatin kita!" Bisik Reyhan
"Ngapain kamu mikirin tatapan orang?" Reya kembali sibuk dengan makanannya, sepertinya wanita itu benar-benar kelaparan
"Oh iya, kamu udah ketemu sama Rani? Gimana sama kehamilannya?" tanya Reya tiba-tiba
Reyhan cukup canggung jika membahas tentang masalahnya bersama Rani
"Aku gak tau dia dimana sekarang, aku udah coba cari" Jawab Reyhan
"Emangnya dia gak ada dirumahnya gitu?"
"Rani diusir sama ayahnya karena hamil diluar nikah!"
Reya menatap prihatin, ia memikirkan tentang nasib wanita yang merupakan perusak rumah tangganya, yang sekarang entah bagaimana nasibnya
"Kamu harus cari dia Rey, bagaimanapun kamu harus bertanggung jawab untuk anak yang dia kandung!" ujar Reya membuat Reyhan diam
Ada rasa bersalah yang terpancar dari wajahnya, bagaiman bisa Reya masih memikirkan tentang keadaan wanita yang telah merusak rumah tangganya
Begitu keduanya selesai, Reya memanggil seorang pelayan untuk membayar
"Biar aku aja Reya" Reyhan hendak mengeluarkan uangnya namun Reya mencegah
Ia tahu keadaan ekonomi Reyhan, jadi tidak mungkin membiarkannya membayar makanan
"Aku aja Rey! Kan aku yang minta makan disini!" Reya memberikan kartunya
Lalu setelah membayar keduanya keluar, entah kenapa dan Reya tak sadar jika mereka bertepatan dengan Darren yang juga baru saja selesai meeting
"Reya?" Darren menatap tak percaya, ia menatap Reya dan Reyhan bergantian, terlebih penampilan Reyhan yang mengenakan jaket ojol
Sejenak ia berpikir apa Reya begitu mencintai Reyhan hingga ia kembali bersama dengan laki-laki baji___ ini
Bahkan saat Reyhan telah berubah hingga seperti ini pun Reya masih menerimanya kembali
"Kalian bersama?" Tatapan Darren penuh tanya
"Iya, tadi aku belanja dan"
"Ohh, kamu secepat itu melupakan kesalahannya?" Darren menggeleng tak percaya
Akhir-akhir ini hubungan antara dirinya dan Reya semakin dekat, Darren berpikir untuk melamar Reya dalam waktu dekat
Tapi apa yang ia lihat hari ini, membuatnya ragu untuk melakukannya
"Semoga kamu selalu bahagia Reya!" Darren berlalu, diikuti oleh seorang pria yang diketahui adalah asisten pribadinya
"Darren, Darren tunggu!" Reya berusaha menyusul, namun pria itu telah masuk kedalam mobil mewahnya
Reya menghela napasnya panjang, Darren pasti salah paham. Dan entah kenapa hatinya tak rela jika pria itu marah
"Dia salah paham!" Ujar Reyhan begitu dirinya berada disamping wanita itu
"Nanti deh aku jelasin!" Reya melangkah menuju motor Reyhan "Ayo!"
"Dia sangat mencintai kamu Reya!"
"Aku gak tau, selama ini Darren baik sama aku dan Arlo. Aku takut kalau hanya aku yang kepedean!" Ujar Reya
"Kamu juga suka sama Darren?"
Reya terkejut mendengar pertanyaan itu, ia sendiri bingung dengan perasaannya. Entah dirinya benar-benar jatuh cinta pada pria itu atau hanya sebatas nyaman
"Sebaiknya kamu bicara sama Darren secepatnya, jangan sampai kamu menyesal nantinya!" Reyhan memberi saran
"Aku lagi gak mau mikirin soal pasangan Rey, aku mau fokus sama Arlo dan mimpi aku dulu"
Reyhan menatap kagum mantan istrinya itu, Reya benar-benar wanita yang hebat. Ditengah masalah yang ia hadapi, Arlo tetap menjadi prioritas utamanya
"Maafkan aku Reya, semua ini terjadi karena aku!"
"Kita lupain masa lalu Rey, kita bisa berteman! Dan fokus untuk masa depan Arlo!" Ujar Reya dan Reyhan mengangguk
Kendaraan roda dua itu kembali melaju, Reya diam saja, Reyhan berpikir pasti wanita itu memikirkan tentang Darren yang salah paham
***
Reya yang tak bisa fokus memutuskan untuk menemui Darren dikantornya. Terserah jika pria itu mengusirnya nanti
Reya tak ingin jika Darren marah terlalu lama, beberapa bulan terakhir ia mulai terbiasa dengan keberadaan pria itu disampingnya
"Maaf mbak, saya mau bertemu dengan CEO perusahaan ini!" Ujar Reya pada seorang wanita berpakaian rapi yang berdiri dibelakang meja resepsionis
"Maaf tapi tuan Darren berpesan untuk tidak diganggu oleh siapapun!" Ujar sang resepsionis
"Tapi ini sangat penting, tolong!" Reya memelas
Namun wanita itu tak mungkin melanggar aturan demi seorang wanita yang tidak ia ketahui
"Maaf tapi ini pesan dari tuan Darren!"
Reya pasrah, tak mungkin juga ia memaksa, wanita itu hanya seorang resepsionis yang sudah seharusnya paruh pada atasannya
Saat hendak berbalik, seorang pria memanggilnya "Nona Reya?"
"Raka" Reya tersenyum dan menghampiri pria jangkung itu "Aku mau ketemu Darren, bisa kan?"
"Tentu nona! Mari ikut saya!" Reya mengikuti langkah asisten pribadi Darren itu dibelakangnya
Raka lebih dulu mengetuk pintu ruang sang CEO sebelum mendorongnya pelan
"Ada apa Raka?" Tanya Darren dingin, ia kesal setelah melihat Reya jalan bersama Reyhan
"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan" Ujar Raka
"Saya sudah katakan jika saya tidak ingin bertemu siapapun! Kenapa kamu tidak mengerti juga" kesal Darren
"Tapi dia..!"
Belum selesai Raka bicara, Darren sudah memotong ucapannya
"Siapapun dia saya tidak peduli!"
Mendengar itu Reya menunduk, ia tidak ingin memaksa dan membuat Darren semakin marah
"Tidak masalah Raka, sampaikan maaf saya pada tuan kamu!"
Reya berbalik, hendak meninggalkan perusahaan raksasa itu saja. Mungkin memang dirinya terlalu berharap banyak pada kedekatannya dengan Darren
"Maaf nona Reya!"
Raka kembali menampilkan kepalanya dicela pintu, tuannya tengah duduk bersandar dengan kepala mendongak dikursi kebesarannya
"Saya permisi dulu tuan!"
"Hmm"
"Dan nona Reya menitipkan permintaan maaf pada tuan"
Mendengar nama Reya, Darren segera bangkit dari kursinya
"Reya? Kenapa kamu gak bilang kalau yang nyari saya itu Reya?" Tanyanya dengan nada kesal
"Saya ingin bilang tapi tuan lebih dulu menyela" Raka membela diri
"Banyak alasan kamu!" Darren bergegas keluar dari ruangan tersebut dan mengejar wanita pujaannya
"Reya!" Darren berteriak dengan napas yang tersengal
Reya berbalik, tatapannya bertemu dengan pria tampan yang kini menghampirinya
"Darren aku.." ucapan Reya terhenti karena tiba-tiba saja Darren memeluknya
"Maafkan aku, aku gak tau kalau yang datang itu kamu!" Darren merasa bersalah karena sudah menolak kedatangan Reya
"Aku minta maaf, tadi aku dateng mau jelasin ke kamu" Ujar Reya masih dalam dekapan pria tinggi itu
"Kamu ngapain nyari aku?" Tanya Darren, pria tampan itu mengurai pelukannya
"Emm.. aku pikir kamu salah paham soal aku dan Reyhan!"
Mendengar nama Reyhan, tiba-tiba saja mood pria itu berubah kesal "Aku males dengar nama dia!"
"Darren aku mohon dengar dulu! Tadi aku mau ke toko kain, terus Sisil bilang kalau pake mobil takut macet makanya aku pesen ojek online, aku gak tau kalau driver nya itu Reyhan!"