NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cara pdkt?

Hani menutup mata sembari menepuk jidatnya, ia berharap ada suatu hambatan seperti tadi yabg menyelamatkan kondisi nya kali ini.

...--------------------------------...

"Emm... anu itu- " ucap Hani terhenti ketika permohonan nya dikabulkan oleh tuhan yang maha kuasa, dengan berdering nya ponsel Hani yang berada di atas meja.

Dreett... Dreett

Drett..

Hani mengambil ponsel nya, lalu tertera nama Einar Johnson. Pemegang kendali perusahaan server tersembunyi dunia milik Hani yang berada di Islandia, biasanya Einar akan menghubungi Hani jika terjadi suatu masalah yang cukup serius.

Mata Hani menyipit memikirkan segala macam masalah yang mungkin terjadi pada perusahaan nya itu. Berbeda dengan Darren, Jack dan juga Mama Diana yang hanya memperhatikan rasa penasaran nya ketika Hani seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Di angkat saja sayang, kami tidak akan mengganggu mu disini" ucap Mama Diana meyakinkan, membuat Hani tersadar akan pikiran nya.

"E-eh iya tante" ucap Hani gugup, ia pun segera mengangkat telepon tersebut tanpa ragu, karena ia yakin bahwa mereka semua tidak bisa menggunakan bahasa Islandia.

Góðan daginn, frú. Ég vildi bara láta þig vita að það eru nokkur vandamál innan fyrirtækisins. Mörg erlend kerfi eru að reyna að hakka og ráðast á kerfin okkar eftir að við höfnuðum samstarfi við þekkt breskt fyrirtæki. Við grunar að þessi erlendu kerfi tengist þessari höfnun.

(Selamat sore bu, Saya hanya ingin mengabarkan bahwa terjadi beberapa masalah dalam perusahaan. Yaitu banyak sistem asing yang mencoba meretas dan menyerang sistem perusahaan setelah kami menolak kerja sama dengan perusahaan ternama dari Inggris, kami menduga bahwa sistem asing tersebut ada kaitannya dengan penolakan kerja sama ini.) ucap Einar di sambungan telepon.

Hani mengangguk-anggukan kepalanya, ia mengerti masalah yang terjadi pada perusahaan nya itu, rupanya ada yang berani bermain kotor dengan nya.

Góðan daginn Einar, þú gast ekki leyst þetta vandamál svo þú hafðir samband við mig?

(Selamat sore Einar, jadi kau tidak bisa mengatasi masalah ini sehingga menghubungi ku? ) Balas Hani santai.

Darren, Jack dan Mama Diana sontak melototkan matanya tak percaya, sungguh benar benar luar biasa. Hani dapat berbicara bahasa asing dengan sangat fasih, bahkan mereka tidak tahu bahasa apa yang sedang Hani gunakan.

'Kau selalu membuat kejutan gadis kecil' Batin Darren.

'Calon nyonya muda benar-benar multitalenta' Batin Jack.

'Darren memang sangat pandai memilih calon istri, lihatlah betapa cerdas nya dia' Batin mama Diana.

Mereka semua terkagum-kagum dalam benak nya masing-masing.

Fyrirgefðu, frú, við höfum reynt að koma í veg fyrir að erlenda kerfið komist inn í kerfi fyrirtækisins, en án árangurs. Fjöldi notenda er að yfirbuga okkur.

(Maaf bu, kami sudah mencoba menghentikan sistem asing yang menerobos masuk dalam sistem perusahaan, tetapi hasilnya nihil. Jumlah yang terlalu banyak membuat kami kewalahan.) ucap Einar bersalah.

Allt í lagi, ég skal sjá um þetta strax. Ekki hafa áhyggjur, ég skal kenna hvaða fyrirtæki sem þorir að klúðra mér lexíu.

(Baiklah, aku akan segera menangani masalah ini. Kalian tidak perlu khawatir, aku akan memberi sedikit pelajaran pada perusahaan yang berani bermain-main denganku. ) balas Hani, ia memang sering menangani masalah perusahaan jika para orang kepercayaan nya tidak dapat menyelesaikan itu.

Þakka þér fyrir, frú, fyrirgefðu að ég trufli þig.

(Terima kasih bu, maaf karena telah merepotkan anda.) ucap Einar bersyukur.

Engin vandamál, ég lýk þessu símtali núna.

(Tidak masalah, saya akhiri dulu panggilan ini.) ucap Hani lalu mematikan sambungan telepon.

tutt...

Hani harus segera kembali ke apartemen nya untuk menangani masalah ini, dan dia juga telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat nya bekerja besok.

"Wah kamu hebat sekali sayang, bahasa apa yang kamu gunakan tadi? kami hanya bisa melongo melihat mu berbicara bahasa asing dengan sangat lancar seperti itu." ungkap mama Diana antusias.

Hani reflek melihat ke arah mama Diana yang terlihat begitu antusias menanyakan hal itu, ia tersenyum getir karena sudah menduga akan hal itu. "Tadi itu bahasa Islandia tante" jawab Hani.

Mama Diana tampak paham, ia sangat sangat bangga. Sedangkan Darren dan Jack saling pandang, mereka benar-benar tak menduga akan hal ini 'Ini di luar nalar, dia benar-benar sangat cerdas' isi pikiran Darren dan Jack.

"Yang menghubungi mu tadi siapa? " tanya Darren kali ini, karena dia cukup penasaran.

'Aduh kenapa tanya ini sih, dasar om kutub' batin Hani.

"Tadi itu temen ku sewaktu kuliah di Amerika om" jawab Hani santai seolah meyakinkan.

Darren hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, walaupun ia tak sepenuhnya percaya akan hal itu. Mama Diana tampak bingung, bagaimana bisa Hani memanggil putranya dengan sebutan om?

"Om? " ulang mama Diana.

Hani nampak menoleh ke arah mama Diana, ia paham pasti wanita itu bingung kenapa Hani memanggil putra nya dengan sebutan om.

"Oh iya tante, soalnya om Darren kaya om om. Yang jelas lebih tua dari saya" jawab Hani santai, tidak tahu malu sedikit pun.

Mama Diana hanya menggeleng pelan sembari tersenyum, itu benar-benar lucu menurutnya. "Darren mama harap kamu bisa menahan dirimu melihat calon istrimu ini yang sangat lucu, dan mama ingin kau tidak usah terlalu terburu-buru untuk menikahi nya terlebih lagi umurnya yang masih sangat muda." nasehat mama Diana kepada Darren.

Gluuk

Ucapan mama Diana sontak membuat Hani menelan ludah nya kasar. 'Apa apaan ini, calon istri? siapa yang dimaksud calon istri dengan tante Diana? t-tapi diruangan ini hanya ada aku' batin Hani yang tidak tidak.

Darren hanya memutar malas bola matanya, iya tahu bahwa sang mama sudah sangat menyukai keberadaan Hani jika telah berkata seperti itu. "Baiklah ma" jawab Darren singkat.

"Emm... maaf semua saya harus kembali ke apartemen sekarang, ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan." ucap Hani untuk segera pergi dari kantor Darren, ia malas dijodoh-jodohkan dengan Darren yang menyebalkan.

"Kenapa buru buru sekali sayang?" tanya mama Diana, dia belum rela berpisah dengan calon menantunya.

"Pekerjaan apa? bukankah kau sudah mengundurkan diri dari perusahaan Chiper Tech" pertanyaan maut Darren.

'Sialan om kutub, awas aja ya' batin Hani kesal akan pertanyaan Darren.

"Aku harus mengurus surat pengunduran diri untuk besok om, soal di ruang meeting tadi aku hanya berbohong" jawab Hani cengir.

Mama Diana terkekeh geli, calon menantunya benar benar sangat lucu menurutnya. Sedangkan Darren hanya memutar malas bola matanya, ia sudah tidak heran akan tingkah Hani yang menurutnya unik, tetapi ia juga menduga pekerjaan yang Hani maksud ada kaitan nya dengan seseorang yang baru saja menghubungi Hani.

Hani bangkit dari duduknya, ia mengambil laptop yang berada di meja.

"Sorosoro shitsureishimasu. Sō sō, ojisan, watashi no haihīru wa dokodesu ka?"

(Saya pamit undur diri, oh ya sandal heels ku mana om?) ucap Hani sembari menunduk, Lalu menanyakan sandal Heels nya pada Darren.

"Anata mo nihongo o hanasemasu ka?"

(Kamu bisa berbahasa Jepang juga sayang?) bukan Darren yang menanggapi melainkan mama Diana yang lebih antusias ketika Hani berbahasa Jepang.

"Mochirondesu yo, obasan."

(Tentu saja bisa tante). jawab Hani.

"Anata no haihīru wa hondana no shita ni arimasu yo, ojōsan."(Sandal heels anda ada dibawah rak buku itu nona) jawab Jack sembari menunjuk rak buku dipojok dinding.

"Wakarimashita. Mazuwa ie ni kaerimasu."

(Baiklah, aku pulang dulu) balas Hani kemudian ia meraih sandal heels dan membuka pintu ruangan Darren.

Belum sempat menutup kembali pintu ruangan yang ia buka, Hani masuk kedalam sembari mengucap...

"Arigatō" (terimakasih) Hani membungkuk hormat kepada Darren, Jack dan mama Diana.

Hani keluar dari perusahaan dan langsung menuju ke parkiran mobil, ia langsung masuk dan mengendarai mobil nya keluar dari wilayah perusahaan.

Sedangkan didalam ruangan kerja Darren. Mama Diana tampak sangat antusias untuk menceritakan calon menantu nya pada Papa Marco.

"Aku harus segera memberi tahu papa bahwa kau sudah memiliki calon istri yang sangat cantik, agar papa tidak menjodohkan mu lagi Darren" ucap mama Diana.

"Rahasiakan dulu mengenai hal ini ma, aku tidak ingin gadisku menjadi incaran para musuh jika hal ini tersebar." jawab Darren.

"Hmm baiklah, mama tidak akan membiarkan calon menantu mama dalam bahaya" ucap mama Diana pasrah.

"Jack perintahkan pengawal bayangan untuk bergerak, lindungi gadisku jangan sampai dia terluka" ucap Darren pada Jack.

"Baik tuan" jawab Jack, ia segera menghubungi para pengawal bayangan terbaik milik Darren untuk terus mengawasi Hani.

Mama Diana tampak berfikir sejenak, ada banyak hal yang harus ia tanyakan mengenai calon menantunya kepada Darren.

"Rupanya calon menantu mama luar biasa cerdas, dia bahkan bisa beberapa bahasa luar negeri" ucap Mama Diana pada Darren.

"Dia memang istimewa" balas Darren sembari tersenyum, senyum yang jarang sekali terlihat kini muncul ketika membicarakan Hani.

Mama Diana dan Jack saling pandang, mereka yakin bahwa Darren sudah benar-benar jatuh cinta kali ini.

"Tapi mama lihat sepertinya hubungan mu dengan Hani masih sangat kaku Darren, cobalah belajar cara pdkt dengan wanita" saran mama Diana.

"Cara pdkt?" ulang Darren.

"Sebelum kau menikah, sebaiknya kau harus mengenal lebih jauh mengenai kehidupan Hani, maka dari itu kau harus berupaya untuk bersikap romantis padanya agar hubungan kalian bisa tambah dekat" jelas mama Diana.

"Hmm aku gagal mendapatkan informasi karena kedatangan mama" ucap Darren.

"Informasi apa?" tanya mama Diana penasaran.

"Informasi mengenai diri Hani yang sebenarnya, dia sangat misterius. Dan ia memiliki dendam dengan Steven Lorenzo De Luca" balas Darren.

"APA!? bagaimana bisa Darren?" mama Diana tersentak kaget akan ucapan Darren.

"Aku belum tau pasti alasan nya, yang jelas keberanian nya untuk membalaskan dendam pada Steven berarti menunjukkan bahwa dia bukan orang biasa." jawab Darren.

"Mama sudah menduga akan hal itu, beberapa waktu lalu papa memerintahkan teknisi IT terbaik keluarga kita untuk menelusuri data pribadi milik Hani, tetapi hasilnya nihil tidak ada informasi yang penting. Mama hanya mendapatkan nama lengkap nya saja" ucap mama Diana.

Darren dan Jack saling pandang, kejadian itu sama hal nya seperti yang mereka dapatkan tadi.

"Aku juga tidak dapat melacak data diri nya" balas Darren.

Mama Diana menghela nafas frustasi, ia ingin sekali mendapatkan informasi mengenai calon menantunya. Kemudian ia terfikir akan nama panjang Hani yang menggunakan marga Arclight.

"Darren mama teringat akan satu hal, nama calon istri mu itu Hani Ravenna Arclight, bukan kah marga Arclight itu keturunan dari keluarga Alexander Crowe Arclight? tapi mengapa dia tinggal di Indonesia" tanya mama Diana.

Darren baru menyadari akan hal itu, ia tidak membaca secara teliti mengenai nama panjang Hani, kemudian ia teringat bahwa papa Marco pernah mengatakan padanya ada beberapa anggota keluarga Arclight yang disembunyikan jejaknya.

"Papa pernah mengatakan ada beberapa keluarga Arclight yang disembunyikan jejaknya" jawab Darren.

"Jadi apakah benar calon istri mu itu keturunan Arclight? dan warna mata nya mirip sekali dengan Alexander, mama ingat sewaktu pernah bertemu dengan beliau." ucap Mama Diana mengingat ingat warna mata Alexander dan Hani yang sama.

Darren menghela nafas, ia juga tidak tahu yang sebenarnya. "Tapi mengapa dia tetap menggunakan nama aslinya jika dia memang keturunan Arclight yang disembunyikan selama ini?" ucap Darren tak habis fikir.

Mama Diana berfikir keras untuk mengingat ingat kejadian pertemuan nya dengan Alexander Crowe Arclight beberapa tahun lalu. "Ah iya mama ingat Darren, sewaktu itu Tuan Alexander pernah berkata, jika mama menemukan seseorang keturunan Arclight yang disembunyikan dan dia tidak menutupi nama aslinya, berarti dia adalah sosok yang sangat luar biasa pada keluarga itu."

Darren mengangguk mengerti, sedangkan Jack hanya melongo tidak mengerti akan siapa keluarga Arclight.

"Jika benar itu dia, berarti dia adalah pewaris darah keturunan Arclight" ucap Darren.

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!