Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.
Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.
Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.
Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.
"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -
Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?
Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa lalu yang menyakitkan
Bianca susah payah membawa Elgard masuk ke dalam apartemennya. Dia menidurkan Elgard di ranjangnya karena saat ini suhu tubuh Elgard sangat panas. Pria itu juga sudah setengah sadar saat ini.
Bianca lekas mengambil handuk untuk mengompres Elgard. Sayangnya dia tidak pernah punya persediaan obat sama sekali. Bianca hanya melakukan yang ia bisa untuk menurunkan suhu tubuh Elgard.
Bianca melepas dasi yang sebenarnya sudah tidak terpasang dengan rapi. Elgard juga sudah tidak memakai jasnya dan sudah berantakan.
"Bee" Lirih Elgard dengan mata sedikit terbuka.
"Hmm? Mana ponselmu? Hubungi asistenmu untuk menjemputmu di sini. Pergilah ke rumah sakit!"
Tapi Elgard malah memejamkan matanya dan tak mengeluarkan suara lagi. Entah pria itu tidur atau memang tak sadarkan diri.
Sekarang Bianca tidak tau harus berbuat apa. Mengusir pria itu pergi juga tidak mungkin karena dia tak sadarkan diri. Sedangkan dia tidak tau harus menghubungi siapa.
"Meriana?" Bianca bergumam. Namun dia baru ingat kalau tadi sore dia langsung menghapus nomor Meriana dari riwayat panggilannya.
Bianca memilih turun untuk membeli obat di apotek yang ada di dekat apartemennya. Saat sampai di bawah dan keluar ke tempat parkir mobil, dia melihat mobil Elgard di sana dengan banyak puntung rokok di samping mobil Elgard.
Dari banyaknya pentung rokok itu, Bianca menduga kalau Elgard sudah cukup lama di sana. Mungkin itu yang menyebabkan pria itu jatuh sakit mengingat malam ini udara cukup dingin.
Tak lama kemudian, Bianca kembali membawa obat dan juga air putih untuk Elgard. Handuk dingin yang tadi ia letakkan di kening Elgard kini sudah berubah menjadi hangat karena terkena suhu badan Elgard.
"Bangunlah, kau harus minum obat!" Bia nca mencoba membangunkan Elgard.
"El! Bangunlah!" Bianca terus berusaha sampai akhirnya Elgard mulai merespon.
"Bee, tolong jangan usir aku. Biarkan aku di sini dulu. Besok pagi aku akan pergi!"
"Siapa yang mau mengusirmu? Ayo minum obat dulu!"
Elgard berusaha untuk sedikit mengangkat kepalanya untuk meminum obat yang diulurkan Bianca.
Tapi Bianca justru terkejut, bukannya menerima obat dari tangannya, Elgard justru langsung melahapnya dari tangan Bianca begitu saja.
"Bee!" Elgard menegur Bianca yang malah terdiam.
"Ya?" Bianca mengerjabkan matanya.
"Minum!" Elgard memintanya dengan suara agak bergumam karena masih menahan obatnya di lidah.
"I-iya maaf!" Bianca mendadak gugup karena dia malah terpaku karena ulah Elgard tadi.
Bianca membantu Elgard untuk minum kemudian membiarkan pria itu untuk berbaring kembali di ranjangnya. Untuk malam ini, Bianca harus merelakan ranjangnya ditiduri oleh Elgard sementara dia harus tidur di sofa.
"Terima kasih Bee!"
"Hmm" Sahut Bianca hanya dengan bergumam dan enggan menatap Elgard.
Saat Elgard sudah terlelap, Bianca masih duduk di tepi ranjang. Dia menatap wajah Elgard yang lebam di beberapa titik namun tak mengurangi ketampanannya.
Entah apa yang dipikirkan Bianca saat ini, sampai akhirnya Bianca mendongak, kemudian mengedipkan matanya berkali-kali agar air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya tidak jatuh membasahi pipinya.
Bianca meninggalkan Elgard yang napasnya mulai teratur. Tampaknya Elgard memang mulai terlelap saat ini karena pengaruh obat yang baru saja Elgard minum.
Wanita berusia dua puluh delapan tahun itu membuka laci paling bawah yang letaknya ada di lemari tepat di samping meja kerjanya.
Sudah lama sekali Bianca tak membuka laci itu hingga pintunya agak susah untuk dibuka. Bianca memang sengaja tidak membukanya karena di dalam sana, tersimpan masa lalu yang begitu menyakitkan untuknya.
Bianca mengambil kotak yang ukurannya tak terlalu besar dalam sana. Kotaknya juga sudah cukup berdebu dan usang karena sudah begitu lama. Bahkan lapisan luar kotak itu sudah ada yang mengelupas.
Dia membawa kotak itu menuju ke sofa, namun sudah beberapa detik berlalu, Bianca tak kunjung membukanya. Tangannya justru bergetar seperti enggan membuka kotak itu.
Cukup lama Bianca hanya memandangi kotak itu, sampai akhirnya Bianca berhasil membukanya. Beberapa barang dari masa lalunya tersimpan di dalam sana.
Entah mengapa, Bianca menyimpan semua itu meski semua kenangan yang ada di dalam kotak itu hanyalah kenangan yang menyakitkan. Tapi, Bianca rasanya tak kuasa untuk membuangnya.
Bianca memgambil salah satunya, masih teringat dengan jelas kapan dia menerima gantungan kunci berbentuk boneka kelinci putih yang lucu. Setiap barang yang ada dalam kotak itu, Bianca benar-benar mengingat dengan detail kapan dia mendapatkannya.
Sampai akhirnya, air mata Bianca benar-benar tak tertahan lagi saat melihat satu benda terakhir dalam kotak itu. Bianca bahkan sampai memeluknya dengan baju bergetar hebat. Tangannya membekap mulutnya sendiri untuk menahan suaranya agar tak keluar dan bisa saja membangunkan Elgard.
Dari tangisan Bianca yang terlihat memilukan itu, tampaknya masa lalunya itu benar-benar menyakitkan. Sampai-sampai Bianca seperti masih bisa merasakan sakitnya sampai detik ini.
Lama Bianca mengenang masa lalunya yang menyakitkan, dia kembali menutup rapat kotak itu, kemudian menyimpannya kembali ke dalam laci. Entah kapan lagi dia berani membukanya. Tadi saja Bianca sempat heran karena dia punya keberanian untuk membuka luka lamanya.
Elgard terbangun saat matahari hampir terbit. Dia sempat lupa kenapa bisa ada di dalam apartemen Bianca saat ini. Tapi sekelebat bayangan saat Bianca membantunya masuk ke dalam apartemen kemudian memberinya obat langsung melintas di kepalanya.
Elgard kemudian merasakan ada sesuatu di keningnya. Dia mengambil handuk yang masih ada di sana dengan keadaan kering. Elgard tersenyum tipis karena dia tau siapa yang telah merawatnya.
Pria dengan wajah babak belur itu langsung terbangun, mencari wanita yang telah mengijinkannya untuk tidur di ranjang kecil itu.
Sudah dua kali ini Elgard mengamati Bianca saat tidur, dan Elgard sudah bisa memutuskan kalau dia begitu menyukai wajah Bianca saat tidur seperti saat ini.
Mata Elgard kembali tertuju pada pergelangan tangan Bianca yang terdapat bekas luka. Elgard menyentuh bekas luka itu dengan lembut. Mengusapnya dengan penuh rasa bersalah yang mendalam.
"Apa yang kau lakukan?!" Bianca membuka matanya, dia menatap Elgard dengan tatapan marah dan tak suka. Dia langsung terduduk dan menyembunyikan tangannya ke dalam selimut yang ia gunakan.
"Ternyata melompat dari gedung rumah sakit bukan pertama kalinya kau mencoba mengakhiri hidupmu Bee!"
Bianca memalingkan wajahnya, dia tak ingin membahas soal ini dengan Elgard.
"Itu bukan urusanmu!"
Elgard kembali mendapatkan jawaban yang dingin dan ketus, sama seperti saat pertama kali mereka bertemu setelah sekian lama.
"Itu menjadi urusanku karena apa yang terjadi padamu, semua karena kesalahanku waktu itu. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Seharusnya aku membantumu, seharusnya..."
"Seharusnya kau tidak datang lagi ke dalam hidupku!" Potong Bianca dengan cepat.
"Bee!"
"Tampaknya kau sudah sembuh, silahkan pergi dari sini!" Pinta Bianca kemudian meninggalkan Elgard masuk ke dalam kamar mandi.
andai masih hidup si janin akan mengikat lebih kuat hubungan Elgar Bianca
Kamu udh pernah mengalami hal tersulit, harusnya sekarang bisa lebih kuat.. gak mudah terpengaruh.. jadi makin terlihat lemah, gak ada apa2 nya km Bee..
Elgard jatuh saat sedang memperjuangkan km, harusnya jadi sumber kekuatan.. bukan malah jadi penoreh luka...
sadar banget Klo mereka saling cinta zaa
semoga kamu yg akhirnya melepaskan dan memudahkan Bianca kembali Pd El Royyy
jahat banget Ndak sie ini Bianca
jangan bohongi hatimu Beeee
ini akan membuat rumit
Royyyy Bianca tidak cinta sama kamu!
kamu menitipkan Bianca Pd Roy
gak kebayang hancurnya kamu 😬😬💔💔💔💔