"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 30. Seorang ayah berhati binatang.
Billie hendak pergi tapi Bilson memanggil nya lewat pak Irwan dan mengajak Billie bertemu di kolam. Billie terkejut, karena itu berarti dia berhasil sedikit demi sedikit masuk kedalam rumah itu. Pak Irwan mengantarkan Billie ke kolam dari pintu samping, dan Billie kembali mendapat kilasan - kilasan kenangan nya saat kecil.
Tiap sudut di taman itu menyimpan banyak luka, tidak ada momen bahagia sama sekali. Sekalinya dia sedikit bahagia maka ibunya akan mengalami penyiksaan, dan di dekat kolam itu juga ibunya meregang nyawa, di habisi oleh Bilson, Maya dan Arga.
Billie mendapat sedikit serangan panik karena bayangan - bayangan kenangan yang muncul secara tiba - tiba dan suara jeritan, tangisan, teriakan dan rintihan ibunya memenuhi kepalanya sekarang ini.
'Billie.. tahan." Batin Billie.
Billie melihat Bilson yang sedang duduk di tepian kolam, di tempat duduk santai dan sedang membaca koran di temani secangkir kopi, sungguh nyaman hidup nya.
"Bapak cari saya?" Tanya Billie.
"Hm." Jawab Bilson, dia melipat koran nya kemudian menyuruh Billie duduk, tapi Billie memilih untuk tetap berdiri.
"Kamu tidak mau duduk?" Tanya Bilson, Billie tersenyum.
"Terimakasih pak, saya tidak pantas." Ucap Billie, Bilson terkekeh.
"Billie, kamu bisa begitu tangguh dan serba bisa melakukan apapun, pasti hidupmu tidak mudah selama ini." Ucap Bilson, Billie tidak mengerti kemana arah pembicaraan Bilson.
"Saya di didik untuk menjadi pembunuh, tentu hari - hari saya hanya di isi dengan latihan." Ucap Billie, Bilson tersenyum mengangguk - anggukan kepalanya.
"Dengan hidupmu yang begitu apa kamu tidak mau mempunyai kehidupan yang lebih baik?" Tanya Bilson, Billie diam tidak menjawab.
"Maaf saya tidak mengerti maksud bapak." Ucap Billie.
"Dalam satu kali misi, kamu mendapat berapa komisi dari atasanmu?" Tanya Bilson.
"Variatif, tergantung dari tingkat bahaya nya." Ucap Billie.
"Sejauh ini berapa nominal yang paling besar yang kamu dapat?" Tanya Bilson, Billie makin mengernyitkan kening nya.
"Maaf pak, saya tidak akan menyebutkan nominal. Selama ini saya di besarkan oleh organisasi jadi berapapun yang saya dapat itu nominal yang pas untuk saya." Jawab Billie, Bilson terlihat kesal dan menyesap kopi nya.
'Dia bermaksud mau narik gue dari organisasi?' Batin Billie.
"Billie, saya punya satu tugas buat kamu. Kalau kamu bisa pecahkan tugas ini saya akan berikan berapapun nominal yang kamu mau." Ucap Bilson.
"Berapapun yang saya mau?" Tanya Billie, Bilson terkekeh sambil kembali menyesap kopi nya.
"Tentu kamu juga tau diri dan batasan, saya yakin kamu tidak akan meminta degan nominal yang keterlaluan." Ucap Bilson, Billie tersenyum tipis.
"Tugas apa?" Tanya Billie.
"Seperti yang kamu tau, berita yang kamu tangani pagi tadi.. itu memang benar ada nya. Saya memang pernah menikah dengan perempuan lain dan memiliki satu anak haram darinya, saya yakin anak itu masih hidup dan pasti dia yang membuat berita pagi tadi." Ucap Bilson, darah Billie mendidih sekarang, dia ingin sekali membunuh pria di hadapan nya itu.
"Anak haram?" Tanya Billie, Bilson mengangguk.
"Tugasmu adalah cari dia, dan bawa dia padaku." Ucap Bilson, Billie mengepalkan tangan nya.
"Kalo boleh tau, siapa namanya?" Tanya Billie, karena dia yakin Bilson tidak akan ingat namanya..
Dan benar.. Bilson seperti diam berpikir. Dia seperti mengingat - ingat siapa nama putri nya yang selalu dia panggil anak haram itu. Bilson pun menggeleng..
"Saya tidak ingat, lakukan tugas ini dan kalau kamu bisa bawa dia.. kamu kaan dapat imbalan besar." Ucap Bilson, Billie terdiam sejenak lalu mengangguk.
"Kamu boleh pergi." Ucap Bilson dan Billie pun pergi dari sana.
Billie berjalan dengan langkah lebar nya, dengan wajah dingin dan penuh amarah, dia lalu masuk ke dalam mobil nya dan tancap gas pergi dari sana. Tangan Billie gemetar hebat saat mendengar Bilson bicara dan menyebut nya anak haram, jelas - jelas dia adalah putri kandung nya.
"Binatang! Dia sama sekali bukan manusia." Gumam Billie.
"Bilson, kamu akan mati dengan segunung penyesalan." Gumam Billie lagi.
Karena marah, Billie sampai melaju dengan kecepatan tinggi, dan tak lama dia pun sampai di apartemen nya. Billie menutup wajah nya dengan nafas yang naik turun, dia menangis..
Dia bukan menangis karna tidak di anggap ada oleh ayah nya, dia juga bukan menangis karena di anggap anak haram. Yang dia tangisi adalah karena ketulusan ibunya dulu yang entah bagaimana bisa sampai mencintai seorang Bilson yang memiliki hati seperti binatang.
Billie sangat menyayangkan nyawa ibunya yang harus mati sia - sia janya karena Bilson seorang. Padahal, semua yang Bilson miliki sekarang, itu adalah jerih payah ibunya Billie dulu yang seorang perempuan mandiri juga hebat. Dia mendirikan perusahaan nya sendiri meski dia seorang perempuan, tapi entah bagaimana bisa bertemu dan terjerat dengan Bilson.
"Aku selalu bertanya - tanya, apa yang bikin mama sampe terjerat sama dia. Sampe semua hal mama kasih, semuanya.. Tapi akhir nya dia datang bawa istrinya yang baru." Gumam Billie sesak.
"Dia selingkuh jauh sebelum mama menikah sama dia, dia udah berkhianat sejak awal, punya anak diam - diam.." Gumam Billie lagi.
Billie meremas stir mobil itu, dia sangat ingin melampiaskan kemarahan nya itu. Tapi sekarang bahkan kaki nya gemetar saking dia marah, jiak dia mengemudi.. Itu hanya akan bunuh diri.
Akhir nya Billie merebahkan jok nya dan dia berdiam diri di mobil itu sambil memejamkan mata, dia akan menenangkan dirinya di sana.
Berpindah di sisi lain..
Noah sampai di gate apartemen itu dengan mobil nya dan dia mengernyit melihat mobil Billie sudah terparkir di sana, padahal biasanya Billie selalu tidak ada saat jam segitu. Noah mematikan lampu mobil nya dan dia pun parkir tepat di sebelah Billie, Noah melihat ke mobil Billie tapi tidak melihat orang.
"Billie nggak kerja? Tapi tadi pagi mobil nya udah pergi pagi - pagi." Gumam Noah, dia heran.
Noah pun turun dari mobil, tapi dia terkejut karena mesin mobil Billie masih menyala. Noah pun menghampiri mobil Billie dan mengintip dari kaca lalu dia melihat Billie sedang memejamkan mata dengan mata yang basah, Noah pun panik dan langsung mengetok kaca mobil Billie.
"Billie! Billie kamu nggak apa - apa??" Noah mengetuk kaca dengan khawatir dan Billie juga kaget.
"Noah.." Gumam Billie.
Billie bangun dan menghapus air matanya dengan panik, ia lalu membuka kaca mobil nya.
"Hey, kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya Noah panik.
"Eng- enggak kok, aku cuma ngantuk jadi rebahan di sini" Ucap Billie sambil tersenyum.
'Dia bohong, dia baru nangis.' Batin Noah, dia tau Billie menangis.
"Kalo capek jangan tidur di mobil, bahaya." Ucap Noah, dia tidak akan memperpanjang apa yang Billie katakan.
"Okay." Billie lalu mematikan mesin nya dan turun dari mobil.
"Kamu pucat, kamu yakin nggak sakit?" Tanya Noah, Billie menggelengkan kepalanya.
"Enggak kok, aman." Ucap Billie, dia tidak akan membiarkan siapapun melihatnya lemah.
"Ada masalah di tempat kerja?" Tanya Noah, Billie menatap Noah sejenak tapi kemudian menggeleng.
"Nggak ada, cuma tadi ngantuk jadi niat nya mau rebahan bentar, hehe." Ucap Billie, masih menutupi.
'Sudahlah, dia masih belum percaya sama aku. Gimanapun dia paranoid, harus lebih sabar dan pelan - pelan.' Batin Noah.
Mereka berjalan menuju ke pintu lift bersama, jika di lihat mereka memang seperti pasangan yang serasi. Yang satu tinggi, yang satu pendek, seolah bahu lebar Noah memang di takdirkan untuk melindungi Billie..
"Eh, kok kamu nggak kerja?" Tanya Billie, dia baru sadar juga.
"Oh, aku di liburkan. Bosku ada urusan di luar negeri beberapa hari, jadi aku free." Jawab Noah meyakinkan.
"Wiisshh, enak nya. Eh, kalo gitu kamu ada waktu nggak?" Tanya Billie.
"Ada, kamu butuh bantuan?" Tanya Noah, Billie terkekeh..
"Iya, hehe.. Kamu bisa ikut aku?" Tanya Billie, Noah tersenyum dan mengangguk.
"Sure." Ucap Noah, pintu lift terbuka. Billie menekan tombol nomor 2.
"Kita ke lantai dua?" Tanya Noah dan Billie mengangguk sambil tersenyum.
"Hehe.."
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅