Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.
Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.
Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menonton Pertunjukan
Saat Guan Shiqing merasa berada di puncak kejayaan, bayangan Donghae tiba-tiba muncul tanpa suara. Sebuah pukulan telak menghantam leher Xiao Gui, merenggut kesadarannya dalam sekejap. Wanita itu ambruk ke lantai dingin tanpa ampun.
Guan Shiqing tersentak, berputar menghadap Donghae. Keterkejutan melukis jelas di wajahnya saat melihat Xiao Gui tergeletak tak berdaya.
Belum sempat mencerna kejadian itu, ia merasakan cengkeraman kuat di lehernya. Napasnya tercekat, tulang-tulangnya terasa remuk di bawah tekanan tangan Pangeran Chu yang mencekiknya tanpa ampun. Kegelapan mulai menari di pelupuk matanya, mengancam akan menelannya bulat-bulat.
Song Zhiwan menyaksikan segalanya dengan tubuh lemahnya.
Melihat Song Zhiwan, Pangeran Chu dengan kasar melemparkan Guan Shiqing hingga wanita itu terjerembab ke lantai.
Guan Shiqing mengaduh kesakitan.
Pangeran Chu mengabaikannya, bergegas mendekati Song Zhiwan dengan cemas. "Wanwan, kau tidak apa-apa?"
Song Zhiwan tidak menjawab. Dengan bantuan Pangeran Chu yang memegang bahunya, ia mencoba berdiri. Namun, tubuhnya limbung, hampir terjatuh, membuat sang pangeran semakin panik.
Pangeran Chu segera menggendong Song Zhiwan. Mereka bertukar pandang sejenak, sebelum sang pangeran membawa calon istrinya pergi.
Namun, langkahnya terhenti. Dengan nada dingin membeku, ia berkata, "Bukankah dia suka memberi obat? Biar dia rasakan sendiri bagaimana nikmatnya."
Ia pun pergi.
Donghae mengambil teko arak di atas meja, berjongkok di depan Guan Shiqing yang berusaha mundur. Namun, tidak ada jalan untuk melarikan diri.
"Apa maumu?" tanya Guan Shiqing dengan suara bergetar.
"Pangeran Chu kami bilang, gunakan cara mereka untuk membalas," jawab Donghae lembut, namun suaranya sarat dengan niat jahat dan kebencian. "Ini juga untuk melampiaskan amarah Putri Chu. Bukankah kau sudah mencarikan tiga pria terkenal dari rumah bordil? Mereka semua mengidap penyakit kelamin... kau bisa mencoba keahlian mereka."
Donghae menggoyangkan teko di tangannya, seolah memastikan obat di dalamnya benar-benar larut. Senyum miring menghiasi wajahnya.
Detik berikutnya, Donghae dengan kejam menuangkan arak dari teko ke mulut Guan Shiqing yang berusaha memuntahkannya.
"Telan semua arak ini," desis Donghae dingin, lalu berdiri.
Perlahan, Guan Shiqing mulai merasakan efek obat.
Donghae mengabaikannya, mengangkat Xiao Gui dan membawanya pergi.
Di luar pintu, Donghae meletakkan Xiao Gui dengan kasar. "Ingat tugasmu," bisiknya tajam. "Katakan pada mereka, Nona Guan Shiqing ingin mereka melayaninya dengan 'baik'."
Xiao Gui mengangguk ketakutan, lalu bergegas memanggil ketiga pria itu.
Tiga pria masuk dengan tawa mesum dan wajah penuh nafsu.
"Jangan ... jangan!" seru Guan Shiqing lemah. "Jangan mendekat!"
Guan Shiqing menggeleng, berusaha mempertahankan kesadaran dan kewarasannya. Namun, arak yang mengandung afrodisiak telah menguasai dirinya.
Ketiga pria itu menyeringai, mendekati Guan Shiqing sambil melepaskan ikat pinggang mereka.
Guan Shiqing meronta, tapi tak berdaya.
"Ahhhh...."
Di tempat lain, Donghae membawa Xiao Gui ke halaman samping dan membaringkannya di atas rerumputan. Dengan penutup wajah hitam, ia membangunkan Xiao Gui.
Saat membuka mata, Xiao Gui terkejut melihat Donghae. Ia beringsut mundur. "Siapa kau?"
"Nona Shiqing menyuruhku menyampaikan pesan, kau harus pergi ke aula dan panggil semua orang untuk menonton pertunjukan," kata Donghae datar. "Kau juga harus mengundang Nyonya Ketiga dari Rumah Changyuan dan Tuan Muda Xie," tambahnya.
Xiao Gui menatapnya curiga, tanpa menjawab.
Donghae mengeluarkan sekantung uang perak, melemparkannya ke hadapan Xiao Gui.
"Baik, akan segera kulakukan." Xiao Gui segera meraih uang itu dan berdiri dengan semangat.
Donghae menatap Xiao Gui dengan dingin. "Tugas yang diberikan Pangeran sudah selesai. Sekarang, aku akan memanggil Pangeran dan Putri untuk menonton pertunjukan yang menarik ini," katanya, lalu berbalik dan pergi.
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
semangat nulisnya😍😍😍