NovelToon NovelToon
Kadus Idaman

Kadus Idaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Harem / Romansa pedesaan
Popularitas:100.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Di usianya yang sudah 26 tahun, Arya masih betah menganggur. Cita-citanya bekerja di kantor besar bahkan menjadi CEO, tidak menjadi kenyataan. Bukan itu saja, tiga kali pula pria itu gagal mendaftar sebagai CPNS.

Ketika di kampungnya diadakan pemilihan Kepala Dusun baru, dengan penuh percaya diri, Arya mencalonkan diri. Tidak disangka, pria itu terpilih secara aklamasi.

Kehidupan Arya berubah drastis semenjak menjabat sebagai Kadus. Pria itu kerap dibuat pusing dengan ulah warganya sendiri yang terkadang membuatnya darah tinggi sampai turun bero.

Selain pusing mengurus warga, Arya juga dibuat pusing ketika harus memilih tiga wanita muda yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya.

Ada Arini, dokter muda yang menjadi alasan Arya menjadi Kadus. Lalu ada Azizah, gadis manis dan Solehah anak Haji Somad. Terakhir ada Arum, janda beranak satu yang cantik dan seksi.

Yang mau follow akun sosmed ku
IG : Ichageul956
FB : Khairunnisa (Ichageul)
TikTok : Ichageul21

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan Gombal

“Preettt … Pak Kadus pagi-pagi udah gombal aja,” jawab Mang Adeng sambil memasukkan bubur ke dalam mangkok.

“Mang Adeng sirik aja. Ngga pernah gombalin istrinya ya?”

“Ngga mempan istri saya kalau digombalin. Kalau saya ngegombal, yang ada malah digetok pakai panci. Tapi kalau saya tepuk pipinya pake lembaran merah muda, langsung dibalas cium pipi saya.”

“Yee … bukan istri Mang Adeng doang. Semua perempuan juga senang kalau dikasih uang warna pink.”

“Nah itu dia. Intinya harus punya duit kalau mau buat perempuan bahagia. Jaman sekarang gombalan doang ngga akan mempan. Benar kan, bu dokter?”

Mang Adeng melihat Airin yang hanya dijawab senyuman saja oleh dokter tersebut. Gadis itu lebih asik memperhatikan Mang Adeng yang sedang memasukkan toping ke dalam buburnya.

“Mau pake sate ngga, Bu dokter?”

“Boleh, Mang. Sate telur puyuh sama ati ampela.”

“Sip.”

Mang Adeng mengambil sate ati ampela dan sate telur puyuh, kemudian menaruh di atas bubur pesanan dokter cantik itu.

Bersamaan dengan selesainya pesanan Airin, bubur untuk Dio juga selesai dibuat. Arya buru-buru mengeluarkan uang untuk membayar pesanannya juga Airin.

“Biar sama aku aja, Rin.”

Tanpa menunggu jawaban dokter tersebut, Arya langsung memberikan selembar lima puluh ribuan pada Mang Adeng.

“Makannya di warung Ceu Romlah aja yuk. Aku juga lagi sarapan di sana.”

“Boleh.”

Setelah menerima uang kembalian, bersama dengan Airin, Arya kembali ke warung Ceu Romlah. Ketika kembali, Maman dan Rano sudah berada di sana. Maman sengaja datang bersama Rano. Dia ingin ikut syuting bersama Arya.

“Eh … udah sarapan belum? ayo sarapan dulu. Kalau mau bubur, pesan aja ke Mang Adeng.”

“Boleh Pak, pesan bubur?” tanya Rano.

“Sana pesan. Nih uangnya.”

Arya memberikan selembar dua puluh ribuan pada Rano. Dengan semangat empat lima, pria itu segera menuju Mang Adeng, sementara Maman memilih sarapan di warung Ceu Romlah.

“Ceu … biasa kopi hitam,” pinta Maman.

Sambil berbincang, mereka pun menikmati sarapan. Ceu Romlah ikutan nimbrung. Dia cukup tertarik mendengar gagasan Arya tentang kampung wisata.

“Eceu nanti mau kan kalau warungnya dipindah?”

“Mau atuh, siapa tahu malah lebih ramai pembelinya.”

“Bikin burasnya ditambah, Ceu. Kalau bisa tambah sama lemper, risoles atau kroket. Biar tambah banyak pilihan gorengannya.”

“Siap. Tapi modalnya harus nambah.”

“Eceu kan bisa pinjam ke koperasi yang dikelola Kang Ridho. Syaratnya mudah. Apalagi udah jelas pinjamnya buat modal usaha. Pasti dikasih.”

“Wah iya. Makasih Pak Kadus buat sarannya.”

Sambil mendengarkan perbincangan antara Arya dengan Ceu Romlah, Arum menyuapi Dio bubur. Dalam hatinya mengagumi kecerdasan Arya. Jarang-jarang pria muda seperti Arya mau mengabdi pada desanya. Biasanya mereka memilih bekerja di kota.

Belum tahu saja Arum, kalau banting stirnya Arya karena selalu ditolak saat melamar pekerjaan. Dan motivasi utamanya menjadi Kadus agar bisa bergaya ketika mendekati Airin, dokter cantik yang baru saja bertugas di desa Sukawangi.

“Rum, nanti kalau BUMK sudah berjalan, kamu bantu aku ya. Aku butuh pengalaman kamu sebagai sekretaris.”

“Ada gajinya ngga?” goda Arum.

“Ada dong. Ngga mungkin aku cuma kasih cap nuhun aja.”

“Siap. Lagian aku senang kok. Jadi aku punya kegiatan di sini.”

“Kamu kalau punya uang, mending investasi aja, mau ngga? Aku juga lagi cari pemodal buat BUMK. Sekarang ini modalnya baru dari desa dan kas kampung. Tapi kalau ada yang mau nyumbang modal, pasti diterima. Tenang aja, ada bagi hasilnya juga.”

Arya memang sudah memikirkan hal ini semalam. Demi menutupi biaya untuk membuka desa wisata, dia tidak bisa hanya mengandalkan dana dari desa saja. Tapi harus ada sumber dana lain.

Yang terpikir olehnya sekarang adalah mengajak warga yang memiliki harta berlebih untuk berinvestasi, seperti Haji Somad, Pak Basri dan Abahnya.

“Ehm … boleh juga. Kamu ajuin aja proposalnya.”

“Ngapain ajuin proposal? Kan nanti kamu juga yang nyusun proposalnya. Aku kasih gambaran besarnya aja nanti ke kamu. Terus soal cashflow-nya ada Zia yang buat.”

“Zia? Maksudnya Iza?” tanya Airin yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.

“Iya.”

“Ciee … panggilannya udah beda aja. Kamu naksir ya sama Iza?” goda Arum.

Arya cukup terkejut mendengar pertanyaan Arum. Pasalnya wanita itu mengatakannya di depan Airin. Padahal dia masih membuka peluang pada siapa saja, termasuk Airin juga Arum. Entah siapa yang menerima umpan cinta darinya.

“Aku cuma mau terlihat beda aja pas manggil dia,” Arya beralasan.

“Iza nantinya juga gabung di BUMK?” tanya Airin lagi.

“Iya. Dia tugasnya jadi bendahara, kalau Arum jadi sekretaris.”

“Wah kayanya seru tuh. Aku bisa bantu apa?” tanya Airin antusias. Dia juga ingin menjadi bagian tim Arya untuk memajukan kampung ini.

“Kalau kamu cukup kasih dukungan dan doa aja buat ku. Jadi penyemangatku di saat aku lelah.”

“Hoek ....”

Sebuah jitakan langsung mendarat di kepala Maman akibat reaksinya barusan.

“Gombal teruuuuss … dari dulu kebiasan gombal kamu ngga hilang-hilang,” celetuk Arum.

“Itulah kelebihanku. Emangnya kenapa? Kamu kangen aku gombalin juga?” balas Arya.

“Aku bukan anak SMA yang mempan digombalin kamu, Ar.”

“Ah masa? Milea aja baper digombalin sama Dylan. Masa kamu ngga?”

“Itu mah Mileanya aja yang bloon. Mau aja dikasih gombalan sama Dylan.”

“Gombalan ngga bikin kenyang,” timpal Ceu Romlah.

“Tul,” sahut Arum.

Arya langsung terdiam diserang dari dua arah. Airin hanya tertawa saja melihat Arya dibuat mati kutu oleh duo janda.

“Ceu … lusa kan kerja bakti. Seperti biasa, kita makan-makan lagi. Terus nanti ajak semua Ibu-ibunya kumpul di bale dusun. Aku mau ada pengumuman.”

“Sip.”

“Ceu … perelek masih jalan ngga di sini?” tanya Maman. Pria itu memang bertugas mengumpulkan perelek setiap seminggu sekali.

“Masih. Lumayan, Man. Kadang yang belanja, kembaliannya dimasukkin ke perelek.”

“Syukur atuh. Nanti pas kerja bakti aku ambil.”

“Oke.”

“Ayo ah mulai kerja. Kita ke rumah Pak RW dulu ya, mau ambil data,” ajak Arya pada Maman dan Rano.

“Siap!”

“Ai … aku kerja dulu ya. Jangan rindukan aku,” ujar Arya seraya mengedipkan sebelah matanya dan sukses membuat wajah Airin memerah.

“Ke aku ngga bilang gitu?” tanya Arum sambil melemparkan senyuman menggoda.

“Ngga ah, satpamnya galak.”

“Hahaha ….”

Suasana di warung Ceu Romlah seketika sepi ketika Arya, Maman dan Rano beranjak dari sana. Diam-diam Arum menatap punggung Arya yang mulai menjauh. Ada kekaguman lain menyusup di hatinya pada pria itu.

***

Di kantor desa, Wira tengah menerima kunjungan dari kepala dusun dari kampung Mekarwangi dan Sekarwangi. Ditambah dua orang perwakilan dari ketua RW dusun Padawangi.

Mereka tengah melakukan audiensi dengan kepala desa dengan agenda pembiayaan kegiatan kampung.

“Saya dengar Pak Wira akan mengocorkan dana untuk pembuatan digester di kampung Sukawangi,” ujar Bambang, Kadus Mekarwangi.

“Iya.”

“Saya juga dengar kalau kampung Sukawangi mau buka kampung wisata. Dananya pasti dari desa juga kan?” lanjut Dani, Kadus Sekarwangi.

“Itu masih dalam tahap pembicaraan. Memangnya kenapa?”

“Pak Wira sadar kan kalau desa kita ini terdiri dari empat kampung. Tapi kenapa kesannya Bapak itu pilih kasih? Kenapa Bapak hanya peduli pada Kampung Sukawangi?” tanya Bambang dengan nada berapi-api.

Sejak kampung Sukawangi memiliki Kadus baru, Bambang merasa kalau Wira hanya memperhatikan kampung Sukawangi saja.

Itulah yang membuatnya geram dan mengajak perwakilan dari kampung lain untuk menemui Wira. Tujuan sebenarnya datang adalah untuk memprotes kebijakan Wira yang dinilai berat sebelah.

***

Ehm ... bau² ada yang sirik nih😏

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Aamiin 🤲🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
good job Arya 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kl bergerak pasti bonyok 🤣🤣🤣
Atik Kiswati
ttp smangat thor.....
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Aamiin...
Munas Tuti
yaaa jangan gitu ceu othor masa cerita barunya mau tampil apl lain...aku kan males buka apl baru lg, btw Arya ada kemajuan yaa gak cuma bisa ngegombal, tp ternyata programnya mulai menampakkan hsl...sumangat pak Kadus Arya, jangan kasih kendor💪
♋잋하그울💞: Aku juga butuh cuan😅 kalau di sini ngga menghasilkan, aku harus cari di tempat lain
total 1 replies
anonim
Bambang akhirnya memilih damai dan minta maaf telah memukul Arya. Rupanya Bambang takut kalau Arya melapor pak Dedi tentang tambang ilegalnya. Arya
tahu itu.

Bu Dedeh tak melupakan hadiah titipan cubit untuk Bambang dari Ceu Romlah 😄.

Emak-emak segera pergi setelah Bu Dedeh melaksanakan amanah dari Ceu Romlah.
anonim
Bambang tetap ngotot mau lapor ke polisi.

Arya tidak mau kalah, mau lapor ke polisi atas pemukulan dirinya oleh Bambang. Juga mau melaporkan tambang ilegal milik Bambang.

Kebetulan Kades Wira datang. Ketika Arya bertanya, Kades Wira belum menjawab.

Brama yang bertanya, Kades Wira memutuskan mengatakan yang sejujurnya. Tidak peduli dengan intimidasi Bambang.

Brama menganggap masalah ini impas.

Bambang tidak mau, dia tetap mau melaporkan perbuatan mereka.

Arya juga tidak terima atas maunya Bambang.

Kedatangan Wira untuk memberitahu Arya kalau utusan Pak Dedi datang ingin bertemu Arya. Pak Dedi juga mau video call sama Arya.
anonim
Ternyata kalau emak-emak bersatu lebih unggul dari pada bapak-bapak.

Ceu Iroh lucu juga - duduk di atas perut salah satu centeng. Lasmini memang top banget menghajar para centeng.

Emak-emak lainnya mengepung Bambang, Dani, Munir, dan Agus yang diam-diam mau kabur.

Arya sangat mengkhawatirkan Ibunya.

Haji Somad yang baru datang dilaporin Bambang yang tidak terima atas pengeroyokan emak-emak. Bambang mau melaporkan ke polisi.

Lasmini tidak terima dengan apa yang dikatakan Bambang pada Haji Somad.

Haji Somad minta diceritakan yang sebenarnya terjadi. Ceu Edoh yang tampil jadi juru bicara - menceritakan masalah yang terjadi.

Bambang belum mau mengakui kesalahannya.

Arya menjelaskan pada Haji Somad kenapa Bambang marah dan memukul dirinya.

Dani bersaksi palsu - Bambang tidak mukul Arya, yang lainnya ikut jadi bersaksi palsu.

Haji Somad yakin kalau Arya tidak bohong
Safitri Agus
Aamiin 🤲, rejeki bisa datang dari mana saja, sehat terus ya Mak othor 😍
Safitri Agus
beratnya jadi saksi
Kas Mi
💪💪/Rose//Rose/
Hendra Yana
semangat
LANY SUSANA
wah pak bambang takut ni Arya lapor pak dedy tambang ilegal nya mknya suruh di beresin dulu seblm. kena sidak🤣🤣🤣
sum mia
emang syaratnya lolos 40 bab apa kak .... dan apa efeknya , jujur nanya .
tapi gemes juga sih sama noveltoon yang kayak ngadi-ngadi . terlalu banyak aturan dan tuntutan .
kasihan para penulis yang ingin mengembangkan bakatnya dan kadang nulis ceritanya bagus tapi harus berhenti di tengah bab/jalan . sungguh di sayangkan . please deh jangan terlalu ribet .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
♋잋하그울💞: Harusnya dari pembaca, yg ngga nabung bab, terus baca sampai akhir. Tapi kalau sekrng entah karena ada campur tangan sistem dan Edi juga. Mungkin novelku bukan selera mereka atau ngga bagus di mata mereka.

Kalau lolos pasti dapat uang, kalau ngga ya kerja bakti aja😅
total 1 replies
Nabila hasir
Aamiin
Mak Author
semoga Alloh buka rezeki Mak author sekeluarga lewat arah manapun yg dari atas turun.yg dari bawah keluar.yg dari samping datang rezeki Barokah
Aamiin
♋잋하그울💞: Aamiin🤲🏻
total 1 replies
Carlina Carlina
pihak novel toon lhat nya gmn sih,smua crita author karya" nya bagus lho🤔knp bisa g lolos yaa🤔😏
Dinar Keke
Aamiin yang kenceng. 🤲🤲🤲
echa_batara
ceritanya selalu menarik. jadi tiap hari saya cuma nunggu up date ceritanya ka Icha aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!