Ini bukan tentang perjodohan bukan pula tentang pengorbanan seorang anak yang membantu keluarga nya , tetapi ini tentang....
Syeila Rinjani Ahmad (17 th) , merupakan gadis cantik yang polos, ceria dan manja kepada siapapun yang dia anggap dekat dengannya.
Faishal Amarkhan (30 th), merupakan pribadi yang dingin dan tak tersentuh kecuali keluarga dan wanita nya, ya wanitanya yang sekarang berstatus sebagai istri temannya.
Bagaimana kisah Syeila dan Faishal ? bagaimana mereka bisa terikat dengan status pernikahan ? Dan apakah mereka bisa menerima kenyataan ? Penasaran ? Tetap pantau terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Tanpa menunggu lama, Faishal segera melanjutkan aktivitasnya kembali yaitu mendaratkan bibir tebal nya ke bibir mungil Syeila untuk kembali mereguk segala nikmat yang ada.
Dan jangan lupa, tangannya sudah memberikan rem*san rem*san pelan di bukit kembar Syeila, supaya tidak mengganggu si empunya yang tidur.
Setelah puas mengeksplor mulut Syeila, Faishal beralih turun keleher jenjangnya, memberikan jil*tan jil*tan dan kecup*n kecil diarea leher namun tidak meninggalkan bekas.
Faishal masih terus sibuk dengan aktifitasnya, tidak menyadari jika gejolak birahinya sudah memuncak dan membutuhkan kepuasan. Yang ada, dia semakin instens untuk tetap menikmati biji sawinya.
Setelah puas dengan leher jenjangnya, Faishal semakin turun kebawah.Sekarang, wajahnya berhadapan dengan bukit kembar Syeila. Melihat bukit kembar yang mengacung tegak membuat jakunnya naik turun dan nafasnya semakin memburu.
Pelan pelan didaratkannya sekilas bibir tebal Faishal ke punc*k bukit kembar biji sawi. Entahlah, Faishal bingung untuk mengekspresikan bagaimana rasanya.
Namun, setelah mendaratkan sekilas, kembali bibir tersebut didaratkan di punc*knya. Pelan pelan dijil*tinya, diku*lum dan dilumat bergantian.
Faishal melakukannya sepelan mungkin, supaya biji sawinya tidak terganggu seperti biasa. Namun, ketika bibir dan tangan bekerja secara bersamaan dibukit kembar Syeila , tiba tiba terdengar bunyi
“Ahh” desahan sensual keluar dari bibir mungil Syeila diikuti dengan gerakan tubuh yang menggeliat merasa tidak nyaman
.
Faishal yang mengetahui itu, segera menghentikan aktifitasnya, dan di puk puk puncuk kepala Syeila supaya kembali terlelap.
Setelah itu kembali dikecupnya masing masing punc*k bukit kembar Syeila, kemudian di benarkan kembali bra dan kaos Syeila yang sempat disingkap.
Dipandanginya wajah Syeila sangat dalam, kemudian berucap dalam hati “Sepertinya saya mulai suka sama kamu biji sawi, maafkan saya tadi hampir kebablasan tidak seperti malam sebelumnya. Padahal saya berjanji akan pelan pelan sambil mengajarimu”.
Dikecupnya kening Syeila lama, setelah itu segera turun dari ranjang dan berlalu ke kamar mandi.
Satu jam kemudian, Faishal keluar kamar mandi dengan keadaan sudah segar kembali. Setelah itu, Faishal keluar kamar dan menuju ke ruang kerjanya untuk mengecek laporan yang sudah dikirim oleh asistennya.
Satu jam Faishal mengecek keseluruhan laporan yang diberikan oleh asistennya. Dilihatnya jam yang bertengger manis di dinding yang berhadapan tepat dengan meja kerjanya.
“Hmm, sudah jam enam sore. Pasti sebentar lagi dia akan bangun, mending gue disini aja. Kan gue masih mengacuhkan dia kalau dia bangun” lirih Faishal dengan senyam senyum sendiri
Bayangkan saja, ketika biji sawinya tidur dia mengeksplor habis habisan yang bisa dieksplor. Tetapi, ketika biji sawinya bangun dia kembali ke mode mengacuhkan.
Kemudian, Faishal memilih istirahat dikursi kebesarannya yang ada diruang kerja. Dan tidak lama Faishal tertidur.
Maklum, tadi Faishal sama sekali belum tidur dan istirahat, karena sibuk mengesplor biji sawinya yang berakhir dengan solonya.
***
Empat puluh menit kemudian, Syeila mulai membuka matanya sambil menggeliatkan badannya. Setelah sadar sepenuhnya, Syeila mengambil hape di meja nakas samping tempat tidur.
“Astaga, sudah mau jam tujuh malam. Syeila harus cepet cepet mandi, kan malam ini Syeila mau diajarin masak sayur sama om” ucap Syeila pada dirinya
Kemudian, Syeila segera meletakkan kembali hap nya dan segera mandi secepat kilat. Lima belas menit kemudian Syeila keluar dari kamar mandi.
Setelah memakai pakainnya dan sedikit memakai riasan, segera Syeila keluar kamar. Dlihatnya suasana apartemen sangat sunyi sepi seperti tidak ada penghuni.
“Dimana ya om? Katanya mau ngajarin Syeila masak?” gumam Syeila pelan melihat sekitar ruangan apartemen
Beberapa saat kemudian, keluarlah Faishal dari ruang kerjanya, masih dengan muka bantalnya. Syeila yang melihat om Fainya, segera menghampiri dengan wajah riangnya.
“Om”
Tidak ada sautan dari Faishal tapi jelas sekali Faishal memberikan aura dingun ke Syeila
“Om. Syeila mau masak makan malam” ucap Syeila pelan setelah merasakan aura yang tidak enak
“Terserah”, kemudian Faishal berlalu menuju kamar
DEG
Hati Syeila mencelos. Syeila yang awalnya ingin menagih janji om Fai nya untuk memasak bareng sekaligus mengajarinya, diurungkan, ketika melihat aura dan suara dingin dari om Fai nya.
“Om kenapa sih? Dikit dikit marah, dikit dikit berubah manis dan dikit dikit dingin kayak gini. Emang Syeila punya salah apa sih? Perasaan Syeila nggak melakukan apa apa deh. Apa urusan pekerjaan ya? Tapi ya jangan Syeila juga yang kena imbasnya” cerocos Syeila pelan dengan kaki dihentak hentakkan menuju ke dapur
Akhirnya, Syeila masak makan malam dengan gerutuan tidak jelas. Untungnya, gerutuan Syeila tidak berimbas ke masakannya seperti gosong gitu. Karena, Syeila hanya masak nasi dan goreng telur dan beberapa nugget.
Ingat ya, Syeila masih belum jago buat masak sayur kecuali tumis kangkung.
Kemudian, Syeila segera menata makanannya dimejak makan tidak lupa minumannya. Susu dan air putih buat dirinya kemudian teh hangat dan air putih buat om Fai nya.
Setelah semua siap, segera Syeila memanggil om Fai nya untuk bergabung masak
“Fiuuuuuh, nggak papa Syei. Mungkin sekarang om sudah tidak dingin lagi. Jadi jangn takut lagi. Semangat “ batin Syeila dalam hati menguatkan dirinya sendiri sambil berjalan menuju kamar
“Om, makan malamnya sudah siap” ucap Syeila ketika berada didekat Faishal yang sibuk dengan hape nya.
Tanpa menjawab, Faishal segera berlalu menuju ruang makan.
Syeila yang melihat itu hanya menghela napas berat dan berucap lirih “ Semoga urusan pekerjaannya cepat selesai ya om”
Kemudian, Syeila segera menyusul ke ruang makan.
Setelah sampai disana, segera Syeila mengambilkannya nasi dan lauknya.
“Maaf ya om, Syeila hanya bisa membuat ini. Syeila belum bisa membuat sayur” ucap Syeila sembari memberikan piring yang sudah dia isi dengan nasi dan lauknya
“Hm”
Kemudian Faishal langsung makan tanpa berkata apa apa lagi.
Syeila yang melihat itu semakin bingung saja sambil membatin “apakah sangat besar masalahnya sampai harus mengacuhkan Syeila, atau jangan jangan….”
Kemudian Syeila membekap mulutnya dengan menggeleng gelengkan kepala nya. Menghalau semua pikiran buruk yang bercokol di otaknya bahwa yang menyebabkan om Fai nya kayak gitu adalah dirinya.
Faishal yang melihat semua gerak gerik Syeila hanya acuh dan tetap melanjutkan makannya.
Akhirnya, Syeila juga memakan makanannya dengan beberapa pemikiran yang membuatnya tidak nyaman .
Acara makan malam sangat hening dan dingin. Faishal yang telah selesai lebih dulu langsung meninggalkan ruang makan dan menuju ke kamar
Syeila yang melihat itu, segera menghabiskan makannya kemudian meninggalkan ruang makan, karena penasaran apakah om Fai nya beneran marah sama Syeila apa bukan .
Sesampainya dikamar, Syeila yang melihat om Fai nya duduk disofa dengan kembali fokus ke hape , segera Syeila berucap “ Om, Syeila malam ini lanjut baca artikelnya ya?”
“Terserah” dingin Faishal tanpa melihat ke Syeila
Syeila yang mendengar ucapan om Fai nya, yakin bahwa om Fai nya dingin karena dirinya. Tanpa menunggu lama segera Syeila melangkah mendekat kearah Faishal.
Syeila langsung duduk ngangkang di paha Faishal dengan mengalungkan tangannya dileher Faishal. Kemudian
Cup
Dikecupnya sekilas bibir tebal nya Faishal, lalu
“Om marah ya sama Syeila, dari tadi om ngacuhkan Syeila terus dan dingin dengan Syeila. Emang Syeila punya salah apa sama om?” cerocos Syeila polos sambil mendongakkan wajahnya melihat wajah Faishal yang sedikit syok dengan ulahnya
Ya, Faishal yang mendapat perlakuan seperti itu sangat syok. Biji sawinya yang polos kenapa bisa agresif seperti ini, apakah dia sudah mulai berfikiran dewasa sekarang . Kurang lebih begitu pikirnya om Fai.
Sedangkan, Syeila yang tidak mendapatkan jawaban dari om Fai, kembali bertanya namun seperti merengek manja “Oooom? Om marah ya sama Syeila?”.
“Haaaaah, iya saya marah, karena kamu sudah membuat saya frustasi malu” ucap Faishal jujur setelah menghela napas beratnya
“Hah, malu kenapa om?”
“Tadi, kamu bilang ke saya mau beli roti bantal, padahal jelas jelas itu softex. Kan, kamu bisa bilang ke saya kalau mau beli pembalut Syeila. Saya malu tadi, karena banyak pengunjung yang cekikikan” terang Faishal
“Syeila juga malu kali om kalau mau bilang beli pembalut ihhh”
“Tetapi, kamu kan hanya pada saya Syei malunya. Lah saya?”
“Iya iya om, Syeila minta maaf deh. Nggak akan gunain istilah istilah itu lagi”
“Jangan dingin dan acuhkan Syeila lagi ya om” lanjut Syeila, kemudian
Cup
Didaratkannya kembali kecupan sekilas dibibir tebal Faishal dengan tangan masih bergelayut manja di leher Faishal
“Sudah nggak marah lagi kan om?” tanya Syeila memastikan
“Hm, baiklah saya nggak marah lagi. Tapi jangan memberikan kosa kata atau istilah yang aneh dan tentunya akan memalukan saya lagi kedepannya”
“Siap om” sahut Syeila riang, beberapa saat setelah itu
“Yess, yess yess yess” jingkrak jingkrak Syeila yang masih berada di pangkuan Faishal dengan tangan yang bergantian mengepal keuadara.
“Hei, kamu kenapa bocah?” tanya Faishal bingung
“Syeila seneng om. Ternyata novel yang Syeila baca itu manjur”
“Maksutnya?”
“Kan tadi om marah sama Syeila, terus Syeila praktekkan deh cara dinovel yang menceritakan cara istri meluluhkan suaminya yaitu dengan duduk dipangkuan suaminya kemudian dicium bibir suaminya sambil minta maaf om”
“Hah, jadi kamu kayak gini dari novel?”
“Iyaa om, dari novel hihihihi” sahut Syeila sambil cengingisan.
Faishal yang mendengar itu cengo sesaat kemudian mendatarkan wajahnya.
.
.
.
TBC
LIKE+KOMENTAR nya dong kaaaaak. :)
dulu aq baca pkek akun lma q kk,, sekarang aq lnjut kn pkek akun yg baru