Seorang pemuda biasa yang memiliki mimpi untuk menjadi Kultivator terkuat untuk suatu kedamaian alam semesta
Namun semua itu harus terhalang banyak nya kultivator serakah dan iri pada dirinya.
Karna tubuh spesial dan juga memiliki 4 dantian di tambah lagi dia juaga memiliki garis darah yang sangat kuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR.QUINZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Kota Bagian Barat
QIN SHAN tiba di depan para tetua.
Tanpa rasa malu sedikit pun, QIN SHAN mendekati Heng Gongzi lalu berbisik pelan.
"Tetua agung. Dalam dua hari lagi akan ada pelelangan besar di kota bagian barat Negera Zhao.
Aku bolehkan meminjam sedikit uang mu.
Tetua agung tenang saja, aku akan secepatnya mengembalikan uang anda."
QIN SHAN mengangkat dua jarinya dan bersumpah.
Kedua tetua yang melihat tindakan QIN SHAN menjadi sedikit penasaran tentang pembicaraan mereka.
Namun Heng Gongzi memberikan kode lambaian tangan.
"Terimakasih atas bantuannya hari ini. Kalian bisa kembali untuk beristirahat."
Kedua tetua itu buru-buru menangkupkan tangan. "
Baik, tetua agung."
Begitu kedua tetua pergi dari sana.
Heng Gongzi memandang pemuda di depannya dengan tidak berdaya.
Seraya menghela napas Heng Gongzi bertanya."
Memangnya berapa tael yang kamu butuhkan?"
QIN SHAN terkekeh pelan seraya mengacungkan satu jari telunjuknya.
"100.000 tael emas!"
Heng Gongzi kaget.
"Apa?!
100.000 tael, yang benar saja?"
Heng Gongzi menggelengkan kepala dengan tersenyum pahit.
Dia tidak pernah berpikir kalau QIN SHAN akan membutuhkan sumber daya sebanyak itu.
"Tetua agung, sebenarnya aku.."
QIN SHAN tidak lagi menyembunyikan niatnya untuk belajar memurnikan pil.
DIa menjelaskan mengenai tujuannya meminjam sumber daya sebanyak itu.
"Ternyata kamu ingin membeli tungku, ya."
Heng Gongzi akhirnya paham dengan maksud tujuan QIN SHAN meminjam tael sebanyak itu.
Melihat Heng Gongzi yang hanya terdiam. QIN SHAN menghela napas.
"Kelihatannya tetua agung tidak memiliki sumber daya sebanyak itu.
Lalu dimana lagi aku harus meminjamnya."
QIN SHAN berpikir, walaupun ia tidak mendapatkan barang yang dijual di pelelangan, namun setidaknya ia bisa membawa pulang tungku pil.
Ketika QIN SHAN sedang merenung terdiam.
Tidak disangka Heng Gongzi bersedia meminjamkan sumber daya untuknya.
Heng Gongzi secara tiba-tiba mengeluarkan sebuah kantung kain merah yang di dalamnya berisi 150.000 tael.
Meletakkan itu ke tangan QIN SHAN seraya berkata.
"Ambilah sumber daya ini dulu.
Jangan pikirkan untuk mengembalikannya terlebih dahulu, karena yang terpenting kamu harus membawa pulang tungku pil yang kamu inginkan."
Heng Gongzi tersenyum.
Dalam hal ini, Heng Gongzi mendukung keputusan QIN SHAN untuk belajar memurnikan pil.
QIN SHAN merasa terharu dengan kebaikan Heng Gongzi.
Dia ragu-ragu menerimanya.
QIN SHAN menundukkan kepala dan berterima kasih.
"Tetua agung, terimakasih banyak.
Selain aku berjanji akan mengembalikannya secepat mungkin, murid ini tidak akan pernah melupakan kebaikan anda."
QIN SHAN sangat bersuka cita. Ia tidak pernah menyangka, ternyata masih ada orang baik yang perduli padanya.
Heng Gongzi menepuk bahu pria itu.
"QIN SHAN, kamu adalah murid sekte ku.
Jika kamu membutuhkan apa saja, maka katakan padaku.
Membantu mu juga sudah menjadi kewajiban ku."
QIN SHAN mengangguk dan menangkupkan tangan sekali lagi.
Malam harinya.
QIN SHAN duduk seorang diri di ruangan pribadinya.
Sudah hampir mendekati 2 hari, murid-murid lain belum juga kunjung keluar dari Kolam Qi.
Memanfaatkan kesempatan pada malam itu sambil menunggu hari pelelangan tiba, QIN SHAN melatih kembali kemampuan mengontrol suhu api.
Kali ini, meski pekerjaan yang dia lakukan cukup merepotkan, QIN SHAN sama sekali tidak mengeluh.
Setiap kali terjadi perubahan pada suhu api yang memanggang tungku, maka QIN SHAN langsung mengamati dan mengingatnya baik-baik.
Beberapa saat kemudian. Ketika masih sedang mengamati suhu api yang membakar tungku.
QIN SHAN kembali mengeluarkan sekantung tael emas yang dipinjamkan Heng Gongzi.
"Di dalam kantung ini ada sekitar 150 ribu tael.
Sementara aku memiliki 20.000 tael milik ku secara pribadi.
Mudah-mudahan saja, modal yang aku bawa ke pelelangan nanti tidak kekurangan."
QIN SHAN bergumam.
Untungnya QIN SHAN masih memiliki beberapa sisa gajinya sebagai buruh sapu dan tael yang pernah dia dapat dari kelompok iblis.
Karena jika tidak, mungkin dirinya hanya akan mengandalkan sumber daya dari Heng Gongizi.
QIN SHAN kembali mengingat janjinya terhadap Luo Shen.
"Hanya dalam waktu satu sampai dua tahun, aku pasti akan mendapatkan pil itu untuk membangkitkan mu, pak tua!"
QIN SHAN bergumam seraya berbaring di atas tempat tidurnya.
Dua hari kemudian.
Brak!
Seseorang mendobrak pintu kamar QIN SHAN dengan keras.
"Teman, apakah kamu sudah siap?"
Seorang pria masuk dengan tergesa-gesa ke dalam ruangan pribadi QIN SHAN.
Dia adalah Cang Yan yang telah keluar dari Kolam Qi.
Hari itu, dia datang ingin mengajak QIN SHAN pergi ke kota Negara Zhao bagian barat, mengingat hari itu adalah hari pelelangan akan di adakan di gedung Danfei.
QIN SHAN membuka matanya saat ia baru saja terbangun dari meditasinya.
QIN SHAN sepanjang hari hanya duduk bersila di depan tungku pil yang telah lama padam.
"Kemana kamu ingin mengajakku?"
QIN SHAN bertanya.
"Haish, tentu saja kita akan pergi ke gedung Danfei!
" Cang Yan memaksa QIN SHAN untuk berdiri.
Setelah QIN SHAN berdiri, Cang Yan langsung menariknya keluar.
"Meskipun kita tidak memiliki cukup banyak uang untuk membelinya, tapi setidaknya kita dapat melihat-lihat barang tersebut!"
QIN SHAN mau tidak mau harus ikut dengan ditarik Cang Yan terus menerus.
"Bocah ini?
" QIN SHAN tersenyum kecil melihat tingkah laku Cang Yan.
Dia cukup senang saat hanya melihat sekali, bahwa Cang Yan telah berhasil mengaktifkan nadi ke-4.
Ketika di perjalanan melintasi hutan dengan santai.
Cang Yan memamerkan empat nadi meridian yang baru saja ia bangkitkan.
Swing!
"Bagaimana teman, bukankah pria di depan mu ini seorang jenius?
" Cang Yan meminta pendapat QIN SHAN.
QIN SHAN menggelengkan kepala tersenyum.
Swing!
QIN SHAN mengaktifkan 9 titik nadi yang telah ia bangkitkan.
Dia memamerkan peningkatannya di depan Cang Yan.
Cang Yan tercengang melihat ada 9 titik nadi yang telah temannya bangkitkan.
Cang Yan merasa malas dan mengeluh.
"Ah, yang benar saja.
Kamu telah mengaktifkan sembilan nadi, sedangkan aku baru mengaktifkan ke-4 nadi, ini benar-benar tidak adil!"
Keluh kesah Cang Yan dan merasa sedikit iri dengan keberuntungan yang dimiliki QIN SHAN.
QIN SHAN tersenyum menepuk bahu temannya itu.
"Teruslah berusaha lebih keras, karena aku yakin kamu juga pasti bisa mencapainya!"
QIN SHAN mencoba menghibur Cang Yan, agar pemuda itu tidak memandang rendah dirinya sendiri.
Cang Yan dengan wajah cemberut mengangguk.
"Ayo pergi, sebaiknya kita fokus saja pada perjalanan menuju kota bagian barat!
" QIN SHAN tersenyum.
Cang Yan mengangguk, hingga kedua pemuda itu melanjutkan perjalanan.
Kali ini, untuk mempersingkat waktu menuju kota, mereka berlari sekencang mungkin, mengabaikan rasa lelah, keduanya sangat bersemangat, bahkan sesekali di dalam perjalanan mereka saling bercanda dan tertawa. tetak Di tempat lain.
Terlihat ada sekelompok murid sekte yang menaiki seekor kelelawar besar.
Kelelawar ini yang menjadi tunggangan mereka untuk menuju ke suatu tempat.
Kelelawar ini bukan hewan asli, melainkan itu sebuah boneka yang di desain sebagai kendaraan terbang.
Ada sekitar 3 murid di atas boneka kelelawar itu.
Semuanya merupakan pria.
Dari ketiganya, ada satu seorang pria berpakaian merah gelap, dia berdiri tenang di paling depan.
Namanya Wu Xue.
Wu Xue telah mengaktifkan 10 nadi meridian. Dia salah satu generasi murid muda yang paling berbakat di sektenya.
Usia Wu Xue 17 tahun, dia cukup tampan dan tinggi,rambutnya berwarna hitam panjang tanpa di ikat.
Sedangkan rekan di sampingnya baru mengaktifkan 7 nadi meridian.
Dalam kelompok ini, tentu saja Wu Xue yang paling berkuasa.
"Bos, menurut mu apakah pelelangan kali ini akan sangat mengejutkan?"
Seorang murid pria bertanya pada Wu Xue. Wu Xue tersenyum jahat sembari berkata.
"Tentu saja, pelelangan kali ini akan sangat mengejutkan dan menyenangkan.
Kalian semua perlu ingat, jika nanti kita kalah dalam pelelangan, maka tetua bilang cukup abaikan saja.
Yang terpenting bagi kita bukan memenangkan, melainkan mendapatkannya!"
"Kami mengerti bos!" Jawab kedua murid juga ikut tersenyum jahat.
Mereka sekarang sudah mengerti, bahwa kehadiran mereka dalam pelelangan sebenarnya hanya peralihan saja.
Dalam perjalanan melintasi hutan yang sangat luas.
Ekspresi mata Wu Xue menjadi serius.
Dia melirik ke bawah dan mendapati ada dua anak laki-laki yang sedang berlomba lari.
“Bos, lihatlah mereka! Apakah mereka berasal dari Sekte Hengyue?"
Kedua murid pria berpendapat.
Wu Xue tersenyum mendengus.
"Humph, di wilayah sekte mana lagi yang mau menerima seorang sampah seperti mereka!"
"Bos, apa yang harus kita lakukan terhadap mereka?
" Tanya salah satu murid meminta saran.
Wu Xue sementara terdiam, tatapannya menjadi tajam saat melirik ke salah satu pemuda yang berlari, yaitu QIN SHAN.
Mengetahui berapa banyak nadi yang telah QIN SHAN bangkitkan, Wu Xue seketika tertarik untuk melakukan sesuatu terhadap kedua murid sekte Hengyue itu.
"Mari kita turun dan melihatnya!"
Wu Xue mengerahkan boneka kelelawar untuk mendarat ke bawah, sementara senyuman di bibirnya tampak mengandung niat jahat.