Frans Brian Eddison
berawal dari pengkhianatan kakak kandung nya yang menikahi kekasih nya,
Menjadi seorang yang sangat suskes,
mengawali karir nya dari nol, meninggalkan kekayaan orang tua nya, menjadi tangan kanan dan seorang kepercayaan millioner muda sekaligus pengusaha terbesar di negri ini.
Tapi tidak untuk masalah percintaan, tidak satupun mampu meluluhkan hati nya, hanya sebatas angin dan berlalu.
Hingga akhirnya dia pertemukan dengan seorang wanita yang selalu membuat nya berjuang dan jatuh bangun.
[Sekuel dari novel 'Pernikahan luar biasa']
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pelaku nya
Brakkk....
Frans melempar kasar foto-foto hasil cctv,
5 tahun lalu yang berikan Jordan kepada nya, memperlihatkan jelas Carollina, Viry dan Nancy pun seorang pria yang hanya tampak belakang nya ada di dalam foto itu.
"Kenapa kau menutupi nya!!"
Brrrugh..
mendorong kursi kuat wajah tampan nya tak lagi teduh, garis rahang nya sudah menegak sempurna menatap benci pada Jordan.
Jordan meringsut memundur ketakutan.
"Ma-maf, saya takut kehilangan istri saya!"
"Kau tau akibat nya!, kau tau!!
Nancy menderita karena ini semua, shit...
ternyata Caroll dan kau lah dalang dari semua! "kesal nya memijat pelipis nya.
"Ma-mafkan sa-ya..... Frans, saya menyesal, tapi sungguh bukan saya yang menembak Virly, mana mungkin saya membunuh anak saya sendiri!"
Frans memejamkan mata nya, mendengus kesal, "Tetap saja karena perselingkuhan mu semua terjadi, sialan mudah sekali kau mengucap maaf!!"
Brugh.... Kursi pun terdorong, jauh nafas nya tersenggal-senggal menahan amarah.
"Maafkan saya, saya menyesal... "lirih nya.
"Terserah, aku tak ingin dengar apapun lagi!!,
"Pak Ferd tolong rapikan bukti-bukti ini, saya tunggu di mobil!"
"Baik, pak Bos.. "
Frans pergi meninggalkan tempat pertemuan nya dengan Jordan itu, Ferdian pun dengan cepat merapikan foto-foto yang di lemparkan Bos nya di atas meja tadi, di lain sisi Jordan tampak terpuruk frustasi menundukkan kepala nya.
"Maafkan Papa Virly, maafkan Papa..."sesekali kata-kata penyesalan keluar dari bibir tua nya.
"Virly...Papa menyesal.... "
*
Langit sudah berubah senja, sahut-sahutan klakson dan deru halu lalang kendaraan terdengar jelas di pendengaran, Frans terus mengarahkan pandangan nya ke jalanan padat menatap tajam ke jalan dengan fikiran melayang.
Selesai,cuma ingin ini cepat selesai.
Tujuan nya saat ini adalah kerumah nya, kerumah kelurga Eddison, ingin memperjelas semua nya, rasa nya tak sabar ingin menghardik kasar Caroll, menanyakan semua kejelasan sebenar nya.
"Shit Caroll, kau wanita iblis!"kesal nya mengepal kedua tangan nya.
45 menit perjalanan , Frans dan Ferdian pun sampai di kediaman rumah besar keluarga nya, mobil berhenti tepat di halaman besar rumah keluarga Eddison, tak ingin menunggu lama Frans segera turun dari mobil nya.
Mata nya menangkap seseorang wanita bule paruh baya sedang berjalan pelan di halaman nya.
"Mama... "panggil nya melihat mama yang tampak baru akan masuk ke dalam rumah nya.
"Uh.. Si bungsu Mama datang, sayang kau pulang " Mama mengembangkan senyuman berhenti di ambang pintu masuk utama.
Frans memeluk Mama nya,
"Mama dari mana!?"
"Punggung Mama seperti biasa lagi kumat" ucap nya mengelus punggung nya,"Jadi Mama coba bawa jalan muterin rumah!, eh iya itu Jullian ada di dalam berasama Armand..."
"Benarkah? Aku fikir dia sudah kembali ke Singapore..."ucap nya berjalan kedalam dengan tangan kekar nya merangkul Mama di iringi candaan kecil khas Mama kepada anak nya.
"Bagaimana pekerjaan mu?"tanya Mama
"Semua nya lancar, Papa kemana Ma?"
"Papa tidur, Kolesterol nya naik lagi, Frans lihat lah, Mama sama Papa sudah tidak muda lagi, kapan lagi kalian memberikan kami cucu, kapan lagi Mama menggendong cucu, teman-teman Mama semua nya sudah pada gendong cucu-cucu nya!"
Frans seketika mencium pipi Mama nya.
"Sebentar lagi Ma, cucu mama lagi on the way, ...dahhh..."ucap nya melambaikan tangan dan berlalu meninggalkan mama ke arah lain menemui Jullian.
"Anak nakal, hemmm kebiasaan... "gerutu Mama menggeleng-geleng di tinggal anak bungsu nya.
Sebenar nya sangat malas berada di rumah ini, sangat tidak sudi melihat wajah Armand dan Caroll, shit tapi mau tidak mau dia harus datang, sial nya tujuan nya adalah untuk mencari Caroll.
Frans pun sampai ke halaman belakang rumah, di sisi pinggir kolam berenang, tempat biasa mereka dulu nongkrong Dan menghabiskan waktu, Ya... Benar Jullian dan Armand tampak bersantai di sana dengan ponsel nya masing-masing, Beberapan beer di atas meja, dan snack kecil lain nya.
Terdengan suara derap langkah yang beradu di lantai, Jullian memutar leher nya.
"Wuih...pengantin baru datang! pekik Jullian tertawa mendapat kehadiran Frans di sana
"Cieh...yang baru pulang honey moon!"timpal nya lagi..
"Ssstttt....Kau Berisik!!!" bisik Frans meletakan kan jari ke bibir nya.
Armand terkesiap, melihat bergantian ke arah kedua nya."Pengantin baru, Honeymoon? Siapa yang menikah, kau Menikah Frans?"
"Tidak ada..."jawab nya acuh menatap tak suka. "Mana istri mu yang berengsek itu?"
Jullian dan Armand terhelak saling berpandangan "Kau mencari Caroll? Seru Jullian memastikan, "Ada apa?"
"Katakan dimana Istri mu Ar...!!" tanya Frans mulai lagi.
"Ada apa dengan mu, apa lagi masalah yang di buat nya...?"jawan Armand datar.
"Jawab aku cepat!" tangan Frans menarik cepat kerah baju Armand , Armand seketika terperanjat. "Aku sudah muak berbasa-basi dengan pasangan pengkhianat!,katakan dimana istri mu cepat!!"
"Frans!! teriak Jullian "Kau kanapa?" tarik nya tubuh Frans memisahkan.
"Lepaskan Jul, aku sudah tau semua nya!"
Armand hanya diam memasrahkan tubuh nya yang di tarik.
"Apa tau apa?, kita bisa menyelesaikan baik-baik... "
Brugkk..
Frans melepas kasar Armand membuat nya terduduk ke sofa, Armand semakin keheranan, menatap takut Frans.
"Duduk Frans, duduk dulu... "pinta Jullian mengelus pundak nya yang seketika di tepis Frans.
Nafas nya kembang kempis, terus menatap dengan tatapan kebencian ke arah Armand.
"Pembunuh, Caroll pembunuh!"
"APA? Caroll?" Jullian menganga, tak percaya.
"Ya dia yang membunuh anak Jordan!"
Seketika Armand terperanjat,menelan susah payah saliva nya,anak Jordan?
"Apa Caroll?kau yakin, Frans?" mata Jullian membulat penuh.
Sukses membuat Armand semakin terpengarah, terbayang lagi kejadian beberapa tahun silam, di malam itu perselingkuan Caroll dengan seorang pria tua pemilik Klub malam, Armand mengikuti nya sampai ke Bandung.
Caroll hampir di bunuh oleh anak si pria, namun Armand kelepasan menembak nya lebih dulu,menggunakan pistol yang tidak sengaja di bawa nya dari mobil saat melihat Caroll di tarik-tarik oleh si wanita yang akhir nya menjadi korban nya.
"Bagaimana bisa? kau yakin, bukan kah saat itu kau masih berhubungan dengan Caroll?"
Cih, Frans berdecak kesal.
"Saat itu dia sudah berselingkuh dari ku, atau jangan-jangan kau yang menembak nya! Kau pria itu kan? ucap sangat tajam mengarah ke Armand.
Jullian mendekat,"Kau jangan asal menuduh Frans!, kau tidak punya bukti"
Frans mendengus kasar."Cih bukti, Nih lihat ini!"seru nya melemparkan map foto yang di bawa nya, di ambil di dalam Jas nya.
Jullian segera membuka Map coklat itu, membuka mata nya lebar-lebar melihat satu persatu foto, sangat jelas ya sangat amay jelas, walau hanya terlihat punggung belakang nya saja itu seperti Armand dengan style rambut yang tidak pernah berubah.
Armand tehelak shit bagaimana bisa mereka langsung mengarah kepadaku.
Jullian menggeleng, "Astaga Arr kau pelaku nya, Arr katakan!,kenapa kau melakukannya?"
Armand mengusap kepala nya Frustasi,dia tidak bisa mengelak lagi, entah lah.
Aku sudah lelah menutupi ini semua, lagi pula hubungan ku dengan Caroll semakin menjauh, sampai sekarang pun Caroll masih terus berselingkuh tak pernah berubah apa lagi yang harus ku tutupi, apa lagi yang harus di pertahankan.
"Berengsek!!! Katakan sekarang Sialan!" sarkas Frans menarik lagi kerah baju Armand."Kau tau gara-gara kematian anak Jordan istriku jadi bulan bulanan tunangan nya Virly anak Jordan itu!, kau tau dia bahkan menjual istri ku!"
"Istri?"
"Ya istriku, Wanita yang bersama Virly anak nya Jordan di malam kematian nya itu!, kau pelaku nya kan, KAU KAN!!!!!"
"Awas, Biar aku jelaskan! "tepis nya kuat lengan kokoh Frans
*
Di tempat lain.
Nancy baru saja keluar dari sebuah super market tidak jauh Appartemen nya, membawa sebuah kantong berisi penuh belanjaan, mengendik-ngendik, ke dinding sedari tadi terasa ada seseorang yang mengikuti langkah nya.
Nancy berbalik lagi, "Tidak ada!" gumam nyan
Namun dia Jelas merasa derap langkah sedari tadi mengikuti nya berjalan kaki hingga sampai belakang pintu masuk Appartemen nya.
Nancy bergidik ngeri menyentuh tengkuk nya, satu tangan nya cepat meraih ponsel nya, dengan satu tangan nya lagi membawa kantong belanjaan nya.
Tut..... Tut....tut.....
Sayang angkat, sayang.....ucap nya terus menggigiti bibir bawah nya ketakutan.
Setelah lama akhirnya Frans mengangkat.
"Hal-hallo, sayang kau dimana?,sudah sampai?"
"Aku di rumah mama tunggu sebentar lagi aku pulang.."
"Sa-sayang, aku baru selesai belanja, aku seperti melihat Aditya..."
"APA!!, kau dimana sayang, aku akan datang? pergilah ketempat yang ramai, tunggu lah aku di sana tetap hati-hati jaga diri mu"
"Brughhhtt....." Sayang-----
Tit.... tit... tit....
Terdengar suara teriakan panjang seketika panggilan terputus.
.
"Hallo,Sayang?....sayang kau kenapa?"
Sayangggg!!!!!!!!!!!!
Frans mengepalkan jari-jari nya,
"Shit Aditya!!!"
"Kenapa? Ada apa Frans?" tanya Jullian khawatir.
"Jull, Aditya membawa Nancy"
"Apa!, bagaimana bisa!" Jullian terkesiap.
"Jul ayo cepat, aku tidak ingin hal buruk terjadi dengan istri ku,shit...aku lupa Mobil ku di bawa Ferdian mengisi bahan bakar!" ingat nya kemudian
Frans mengusap wajah nya kasar, wajah nya memerah panik.
Armand seketika berdiri.
"Ayo pakai mobil ku!" ajak nya.
Dengan penuh kepanikan Frans mengangguk dan cepat berlari ke luar mengikuti Armand.
"Cepat Ar, ku mohon tolong tolong aku kali ini,.." lirih nya panik nya berlari cepat.
Armand seketika meraih kunci mobil di saku nya dan masuk kedalam mobil di ikuti Frans di sebelah nya.
Mobil pun melaju sangat kencang meninggalkan Jullian yang baru sampai di parkiran depan, terperangah mengusap wajah nya tertinggal oleh kedua nya.
*
Di dalam sebuah mobil Jeep keluaran terbaru, Nancy sudah tak sadarkan diri, sesuatu zat membuat nya terbaring lemas dengan sebuah luka memar tepat di dahi nya, dan robekan besar menampakan dalaman di bagian dada kembar nya, Aditya tertawa penuh kemenanangan duduk di sebelah supir yang mengemudikan mobil nya.
Beberapa orang di kawasan Appartemen, melihat Nancy di bawa kedalam mobil berhamburan ke pintu masuk belakang itu, namun tak sempat mengejar, mobil lebih cepat melaju, hanya menyisahkan belanjaan-belanjaan yang jatuh dan berantakan.
.
.
.
To be continue
LIKE,VOTE,COMMENT hehhee jangan cuma lewat aja ya 😂,nanti lagi ya...
5 bunga
1 like
1vote
part paling melow
udah lama aku nungguin cerita kk,