NovelToon NovelToon
Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:42k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

hai semua ini novel pertama Rayas ya🤭
kalau ada saran atau komentar boleh tulis di kolom komentar ya. lopyouuuu 😘😘

Dalam keputusasaan, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawanya di tahun 2025. Namun, maut ternyata bukan akhir. Safira terbangun di tubuhnya yang berusia 17 tahun, kembali ke tahun 2020—tepat di hari di mana ia dikhianati oleh adik tirinya dan diabaikan oleh saudara kandungnya hingga hampir tenggelam.

​Berbekal ingatan masa depan, Safira memutuskan untuk berhenti. Ia berhenti menangis, berhenti memohon, dan yang terpenting—ia tak lagi berharap pada cinta keluarga Maheswara.

kalau penasaran jangan lupa mampir ke novel pertama Rayas 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Jebakan

Di sebuah kafe mewah yang jauh dari keramaian mahasiswa biasa, Cleo duduk bersama dua pengikut setianya. Wajahnya yang cantik tampak terdistorsi oleh amarah yang masih membekas sejak kejadian di parkiran kemarin.

"Aku tidak peduli bagaimana caranya, pokoknya dia harus keluar dari kampus ini dengan cara yang paling memalukan," desis Cleo sambil mengaduk kopinya dengan kasar.

"Tapi Cleo, dia cukup pintar. Profesor Miller sangat menyukainya. Kalau kita hanya menjebaknya dengan masalah sepele, itu tidak akan berhasil," sahut salah satu temannya, seorang gadis berambut pirang bernama Sarah.

Cleo tersenyum licik, sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya. "Siapa bilang ini masalah sepele? Aku sudah mengatur semuanya. Aku tahu dia sering berada di ruang referensi lantai tiga perpustakaan setiap jam sepuluh pagi. Aku sudah menyuruh orang untuk meletakkan jam tangan edisi terbatas milikku yang 'hilang' di dalam tasnya. Jam itu harganya ratusan ribu dolar."

"Lalu?"

"Lalu, aku akan melaporkan pencurian ke pihak keamanan kampus. Dengan statusnya sebagai mahasiswa beasiswa, sekali dia tertangkap tangan membawa barang curian semahal itu, pihak universitas tidak akan memberikan ampun. Beasiswanya akan dicabut, dan dia akan dideportasi dengan label pencuri. Dia pikir dia bisa mengancamku? Kita lihat siapa yang akan berlutut sekarang."

Cleo tertawa kecil, membayangkan wajah pucat Safira saat polisi kampus memborgol tangannya. Baginya, menghancurkan masa depan seseorang hanyalah permainan harga diri.

Kira-kira dua jam kemudian, Safira melangkah memasuki area kampus. Ia mengenakan sweater oversized berwarna abu-abu dan celana panjang hitam, memberikan kesan santai namun tetap elegan secara misterius. Rambutnya diikat kuda dengan rapi, menonjolkan garis rahangnya yang tegas.

Baru saja ia melewati pintu masuk gedung fakultas, Cleo sudah berdiri di sana, sengaja menghalangi jalannya.

"Selamat pagi, Safira. Masih bisa tidur nyenyak setelah mengancamku kemarin?" Cleo melipat tangan di dada, menatap Safira dengan pandangan merendahkan.

Safira berhenti sejenak, matanya menatap Cleo datar, seolah ia sedang melihat noda kecil di dinding yang tidak penting. "Aku selalu tidur nyenyak, Cleo. Kamu seharusnya lebih khawatir tentang dirimu sendiri. Kurang tidur membuat kerutan di wajahmu makin terlihat."

Beberapa mahasiswa yang lewat menahan tawa mendengar balasan dingin Safira. Wajah Cleo memerah padam. "Nikmati kesombonganmu selagi bisa, 'Gadis Beasiswa'. Karena sebentar lagi, kamu akan sadar di mana tempatmu yang sebenarnya."

Safira tidak membalas lagi. Ia hanya berjalan melewati Cleo dengan bahu yang tegak, sama sekali tidak terpengaruh oleh intimidasi murahan itu. Baginya, Cleo hanyalah gangguan kecil seperti lalat yang berdengung; menjengkelkan, tapi tidak berbahaya jika diabaikan.

Safira melangkah menuju perpustakaan. Sesuai rutinitasnya, ia langsung menuju lantai tiga, area yang lebih tenang dan jarang dikunjungi. Ia meletakkan tasnya di atas meja kayu panjang, lalu berjalan menuju deretan rak buku ekonomi internasional.

Tanpa ia sadari, dari balik rak lain, seorang pria suruhan Cleo mengawasi dengan teliti. Saat Safira sedang fokus membaca punggung buku, pria itu bergerak sangat cepat. Dengan gerakan tangan yang terlatih, ia menjatuhkan sebuah kotak kecil berlapis beludru ke dalam kompartemen samping tas ransel Safira yang terbuka sedikit.

Pria itu kemudian mengirimkan pesan singkat kepada Cleo: "Sudah masuk. Kamu bisa panggil keamanan sekarang."

Safira kembali ke mejanya, duduk dengan tenang, dan mulai membuka laptopnya. Ia tidak merasakan ada yang aneh. Ia hanya ingin menyelesaikan tugas analisis pasarnya sebelum jam makan siang. Namun, ketenangan itu hanya bertahan selama lima belas menit sebelum suara langkah kaki sepatu bot yang berat mendekat ke arah mejanya.

Di belahan kota yang lain, di sebuah kantor pribadi dengan pemandangan langsung ke arah Sungai Charles, suasana terasa jauh lebih berat. Pria yang diselamatkan Safira semalam duduk di balik meja kerja mahoni yang besar. Luka memar di sudut bibirnya sudah diobati, namun tatapan matanya tetap tajam dan penuh teka-teki.

Pria itu adalah Alexander van Doren, pewaris tunggal dari dinasti bisnis Van Doren yang memiliki pengaruh besar di Eropa dan Amerika Utara. Di sampingnya, Leo, asisten pribadinya, berdiri dengan wajah penuh penyesalan.

"Laporannya, Leo," ucap Alexander tanpa basa-basi.

Leo berdehem, lalu membuka map hitam di tangannya. "Sangat sulit, Tuan. Gadis itu... dia seperti hantu digital. Semua informasi tentangnya seolah dipagari oleh sistem keamanan yang sangat canggih. Saya hampir kehilangan akses dua kali saat mencoba masuk ke basis datanya."

Alexander sedikit mengangkat alisnya. "Bahkan tim IT kita tidak bisa menembusnya?"

"Tidak sepenuhnya, Tuan. Informasi yang berhasil kami dapatkan sangat terbatas. Namanya terdaftar sebagai Safira K.M. berasal dari Indonesia. Dia masuk ke Harvard melalui jalur beasiswa prestasi dengan nilai ujian masuk yang nyaris sempurna—sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir."

Alexander mengetuk-ngetukkan jarinya di meja. "Hanya itu? Latar belakang keluarganya? Pekerjaan orang tuanya di Indonesia?"

Leo menggeleng pasrah. "Kosong, Tuan. Di dalam dokumen resminya, kolom pekerjaan orang tua hanya diisi dengan informasi minimalis. Dia tinggal di apartemen kelas menengah secara mandiri. Tidak ada catatan kepemilikan aset mewah, tidak ada keterlibatan dalam organisasi sosial kelas atas. Benar-benar seperti mahasiswa biasa yang sangat pintar."

"Mahasiswa biasa tidak memiliki kemampuan bela diri tingkat tinggi yang bisa melumpuhkan sepuluh mafia dalam hitungan menit, Leo," Alexander menyandarkan punggungnya, menatap ke arah jendela. "Dan dia tidak akan memiliki sistem keamanan data yang bisa membuat timmu berkeringat."

"Saya setuju, Tuan. Ada sesuatu yang dia sembunyikan. Dan yang lebih aneh lagi, pagi ini saya mendapat kabar bahwa ada pergerakan kecil dari seorang mahasiswi bernama Cleo untuk menjebak Nona Safira dalam kasus pencurian."

Alexander langsung menoleh, matanya berkilat tajam. "Jebakan? Di kampus?"

"Benar, Tuan. Sepertinya ini masalah kecemburuan antar mahasiswa."

Alexander berdiri, mengambil mantel panjangnya. "Siapkan mobil. Kita ke Harvard sekarang."

Leo terkejut. "Tapi Tuan, jadwal Anda hari ini sangat padat. Pertemuan dengan dewan direksi—"

"Batalkan semuanya," potong Alexander dengan suara yang tidak menerima bantahan. "Gadis itu sudah menyelamatkan nyawaku semalam. Aku tidak akan membiarkan segerombolan anak manja merusak reputasinya hanya karena mereka merasa tidak aman dengan kecerdasannya."

Leo terdiam, lalu mengangguk hormat. Ia tahu bahwa jika Alexander sudah tertarik pada sesuatu, atau seseorang, maka tidak ada yang bisa menghentikannya. Sambil berjalan menuju lift, Alexander membatin, Safira K.M... mari kita lihat siapa kamu sebenarnya di balik topeng 'mahasiswa beasiswa' ini.

...****************...

Jangan lupa like dan komen nya ya guys 😘🥰😘

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut up yg bnyak thor💪💪💪💪
eza
pelaminan? kayak nikahan
itu di depan kan?
"mimbar" kayak acara resmi,
kenapa gak diganti aja "panggung drama" gitu
Sribundanya Gifran
lanjur
laaa~
bagaimana nasib abian?
ay
sumpah ini karya novel yang paling menarik
ceritanya bagus jalan alurnya juga menarik bukan seperti kebanyakan novel yang lain terlalu lambat alurnya atau pun novel kecepatan
LING
menarik
LING
ini masih update kaga?
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
nama yg sbnernya siapa sih Thor. Arkan apa Abian.. klo nmnya kyk gini jd nnti d sangka plagiat Thor .. maaf
RAYAS: makasih kak udah ingatin🙏,,
total 1 replies
Cty Badria
lanjut 💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Wahyuningsih
lanjut thor jgn lma upnya thor gk enak menunggu dikau up sehat sellu thor n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya n makacih tuk upnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Lala Kusumah
kereeeeeennn Fira 👍😍💪
CaH KangKung,
🥀
CaH KangKung,
👣👣
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
omg nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!