NovelToon NovelToon
Pembalasan Untuk Para Penghianat

Pembalasan Untuk Para Penghianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Ibu Tiri / Saudara palsu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.

Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.

Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.

Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Ini rumah nenek?" Tanya Risa ketika mereka tiba di sebuah rumah kecil yang berada tidak jauh dari area pembuangan sampah.

"Iya nak, ini rumah nenek!" Jawab nek Karmin dan dia pun mempersilahkan Risa untuk masuk ke dalam rumah nya.

"Nenek tinggal bersama siapa?" Tanya Risa pada nek Karmin, karena dia tidak melihat rumah nek karmin dalam keadaan sepi.

"Nenek tinggal bersama kedua cucu nenek nak, mereka sekarang sedang pergi ke sekolah. Orang tua mereka sudah lama meninggal!" Jawab Nenek Karmin lagi.

Risa merasa kasihan melihat nenek Karmin, ternyata dia berjualan kue keliling untuk menghidupi cucu nya. Tapi ada orang yang tidak bertanggung jawab yang sudah membuat nya celaka

Setelah mengantar kan nek Karmin ke rumah nya, Risa pun segera pamit untuk berangkat ke kantor. Risa tahu dia sudah sangat terlambat, tapi dia harus pergi ke kantor. Dia menerima apapun konsekuensi nya atas keterlambatan diri nya.

"Sudah jam 9 pagi, seharus nya aku tiba di kantor lebih awal karena aku harus menemani pak Alvian meninjau proyek pembangunan hotel itu. Tapi mungkin ini akan jadi hari terakhir ku bekerja di sana, aku tahu ini salah ku!" Guman Risa sambil melakukan motor nya menembus jalanan yang sudah cukup ramai.

Risa tahu, diri nya salah. Dia sudah mengingkari janji nya pada pak Abi untuk menemani pemilik perusahaan tempat nya bekerja. Tapi melihat kondisi nenek Karmin yang terluka parah membuat Risa merasa kasihan dan tidak tega melihat nya.

Risa tiba di kantor nya setengah jam kemudian, semua karyawan di kantor memandang nya dengan tatapan yang tidak biasa, Risa tahu apa penyebab nya.

Risa segera memasuki ruangan nya, tapi baru saja dia masuk seseorang datang menemui diri nya dengan tergesa - gesa.

"Bu Risa, ibu di minta ke ruangan pak Abi sekarang juga!" Ujar karyawan itu dengan wajah tegang.

"Baik lah, saya akan ke sana sekarang!" Jawab Risa.

Risa pun bergegas pergi ke ruangan pak Abi, jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya. Risa merasa karir nya di ujung tanduk, karena dia sudah membuat kecewa sang pemilik perusahaan.

Tok, tok, tok.

Risa mengetuk pintu ruangan pak Abi dengan perasaan yang tidak menentu.

"Masuk!" Terdengar suara tegas nan berwibawa dari dalam ruangan itu.

Risa memutar gagang pintu dan mendapati wajah pak Abi yang tampak sangat marah.

"Duduk!" Perintah pak Abi dengan tegas di sertai dengan tatapan dingin.

"Pak Abi, maaf,,,,!" Tapi belum selesai Risa berkata pak Abi dengan cepat memotong ucapan nya.

"Kamu tahu kesalahan mu Risa?" Tanya pak Abi dengan raut wajah datar.

"Iya pak, saya tahu kesalahan saya!" Jawab Risa tanpa menunduk kan kepala nya sama sekali.

"Risa, kau sudah melakukan kesalahan besar dengan membuat pak Alvian marah besar!" Pak Abi berkata pada Risa.

"Saya tahu pak, saya tidak bisa menepati janji saya. Tapi saya punya alasan kenapa saya bisa terlambat!" Risa berusaha menjelaskan alasan yang membuat nya harus terlambat tiba di kantor.

"Risa, orang seperti pak Alvian tidak menerima alasan apapun atas suatu ketidak disiplinan karyawan nya. Bagi nya waktu adalah uang, dan kau sudah membuang waktu nya!" Pak Abi berkata pada Risa.

"Saya punya alasan kemanusiaan kenapa saya bisa terlambat pak, tapi jika semua itu memang tidak bisa di terima. Maka saya siap menerima semua konsekuensi nya!" Risa berkata dengan berani di hadapan atasan nya.

"Jadi maksud bu Risa, pekerjaan yang saya berikan itu tidak penting sehingga bu Risa berani mengabaikan nya!" Pak Abi tampak sangat kesal dengan ucapan Risa.

"Bukan nya tidak penting pak, tapi jika apa yang saya lakukan pagi ini sudah membuat perusahaan merugi, maka saya siap menanggung semua konsekuensi nya!" Risa berkata dengan tegas tanpa berbelit- belit.

"Bu Risa,,,,!" Tapi sebelum pak Abi sempat menerus kan ucapan nya tiba- tiba pintu ruangan pak Abi terbuka.

Seorang laki - laki muda dengan wajah tegas dan dingin masuk ke dalam ruangan itu, Risa merasa familiar dengan wajah itu. Tapi dia tidak bisa mengingat nya, kapan dia bertemu dengan laki - laki itu.

"Pak Alvian, bapak bisa memanggil saya jika bapak butuh sesuatu!" Pak Abi segera berdiri dan menyambut orang yang di sebut nya sebagai pak Alvian dengan cara menunduk kan kepala nya.

"Pak Abi, biar kan dia menjadi urusan saya. Pak Abi bisa lanjut kan pekerjaan nya!" Pak Alvian berkata dengan tegas.

"Baik pak!" Jawab Pak Abi dengan patuh.

"Kamu silahkan ikut saya!" Perintah pak Alvian dengan tegas pada Risa.

"Baik pak!" Jawab Risa dan dia pun mengikuti langkah pak Alvian keluar dari ruangan pak Abi.

Risa mengikuti pak Alvian hingga memasuki ruangan nya, Alvian segera duduk di kursi kebesaran nya tanpa mempersilahkan Risa untuk duduk. Jadi mau tidak mau Risa pun tetap berdiri di depan meja nya pak Alvian.

"Bisa jelas kan pada saya kenapa kamu bisa terlambat?" Tiba - tiba pak Alvian berkata pada Risa.

"Saya,,,,!" Belum selesai ucapan Risa, pak Alvian memotong ucapan nya dengan cepat.

"Kamu mau terus berdiri di sana?" Tanya pak Alvian dengan tatapan tajam seperti mata elang.

"Maaf pak!" Risa pun segera duduk di kursi yang ada di hadapan pak Alvian, padahal pak Alvian secara langsung tidak meminta nya untuk duduk.

Setelah duduk di kursi yang ada di depan meja nya pak Alvian, Risa menghirup udara sebanyak - banyak nya. Risa berusaha menetral kan kegugupan nya di hadapan sang CEO perusahaan ini.

"Berikan alasan yang logis pada ku, yang membuat mu mengabaikan tugas mu di kantor ini. Jika alasan mu masuk akal, maka kau bisa terus bekerja di tempat ini. Tapi jika Alasan mu tidak masuk akal, maka bersiap lah keluar dari tempat ini tanpa pesangon sepeser pun!" Pak Alvian berkata sambil mengetuk meja nya dengan satu jari nya.

Risa kesulitan menelan saliva nya, lidah nya terasa kelu untuk menjelaskan semua nya. Dia menghirup oksigen dengan rakus hanya untuk menenangkan detak jantung nya yang berpacu lebih kuat dari biasa nya.

"Saya terlambat karena saya harus menolong sekarang nenek yang mengalami kecelakaan di jalan raya tadi pagi!" Risa menjelaskan alasan di balik keterlambatan diri nya.

"Jadi menurut mu pekerjaan yang di berikan oleh pak Abi pada mu, itu tidak penting?" Pak Alvian menatap Risa dengan mata elang nya.

"Saya tidak bilang seperti itu, pak. Tapi saya hanya tidak tega melihat seorang nenek tua yang terluka karena menjadi korban tabrak lari. Saya hanya menggunakan hati nurani saya pak, tidak lebih!" Jawab Risa dengan penuh keyakinan.

Pak Alvian terdiam mendengar jawaban yang keluar dari mulut Risa, dia menganguk - angguk kan kepalanya tanpa bicara apapun lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!