NovelToon NovelToon
Someone To You

Someone To You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Anak Genius / Beda Usia / Tamat
Popularitas:117k
Nilai: 5
Nama Author: C.Y.J

Author: Renata From Indonesia
(NOT MINE)

Riana Lee adalah seorang perempuan yang baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar di ibukota berkat kecerdasannya, selain pintar ia juga cantik dan ceria, namun disana ia bertemu dengan seorang remaja laki-laki yang tanpa ia sadari. Laki-laki itu perlahan tapi pasti mengambil tempat terbesar di hatinya.

***

Aldrian Weist seorang remaja laki-laki kaya kelas 3 sekolah menengah atas,dia cerdas, tampan, dan ramah, tetapi di balik kepribadiannya yang karismatik itu, ia juga memiliki aura misterius yang dapat membuat orang di sekitarnya merasa sadar untuk tidak membangunkan sisi lain dalam dirinya itu.

Bagaimana keduanya bisa bertemu dan terikat satu sama lain? Dan bagaimana mereka bisa bersama dengan segala perbedaan yang mereka miliki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C.Y.J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Panas

***

Aku rasa seluruh umat manusia di dunia pernah mengalami hal ini, bagaimana rasanya disaat kita sedang enak enaknya tidur dan sudah pada posisi nyaman tapi terganggu karena ingin ke kamar kecil atau karena haus, dan kita terpaksa harus bangun dan berjalan ke kamar mandi atau ke dapur. Itulah yang sedang aku rasakan sekarang.

Kerongkonganku terasa kering tapi mataku terasa berat untuk dibuka dan badanku terasa kaku untuk digerakkan. Aku mengabaikannya untuk beberapa menit sampai akhirnya aku menyerah dan memaksakan badanku untuk bangkit, aku menyeret tubuhku ke dapur dengan mata yang masih setengah terpejam. Sesampainya di dapur aku langsung membuka kulkas dan meminum air dingin langsung dari botolnya, sepertinya aku benar-benar kehausan karena aku menghabiskan satu botol dalam satu kali tenggak.

Udara malam ini terasa panas yang memang biasa terjadi di musim hujan, malamnya akan terasa panas dan berubah dingin saat menuju fajar. Setelah makan malam aku dan Aldrian kembali ke kamar masing-masing karena kami berencana untuk bangun pagi, agar besok kami bisa jalan jalan lebih awal.

Aku melihat jam di dinding, masih tengah malam, dengan badan yang terasa lebih segar setelah minum, aku kembali ke kamarku dan melepaskan bajuku lalu kembali tidur, saat udara panas begini aku terbiasa tidur tanpa mengenakan atasan.

Namun satu hal yang tidak aku sadari, aku seharusnya tidur dikamar adikku tapi badanku secara refleks menuju ke kamarku.

***

Beberapa saat sebelum Riana masuk

"Argh dia bahkan gak punya kipas angin di kamarnya, padahal udah buka baju tapi masih aja panas."

Aldrian berguling ke kanan dan ke kiri di atas tempat tidur sambil bertelanjang dada, dia kesulitan tidur karena hawa panas, dia terbiasa tidur dengan AC dikamarnya yang mewah, sedangkan sekarang di kamarnya Riana bahkan tidak ada kipas angin. Tapi mungkin karena lelah setelah perjalanan jauh dan perut yang sudah terisi penuh, akhirnya Aldrian tertidur juga karena tidak kuat menahan rasa kantuknya.

Saat menuju fajar udara yang tadinya panas berubah menjadi dingin, Aldrian berguling ke kiri ditengah tidurnya, tangannya meraba raba mencari guling atau selimut yang tadi dia lempar, kemudian tangannya menyentuh sesuatu yang empuk dan hangat, dia menarik dan memeluk erat benda yang dia kira guling itu, pikiran bawah sadar Aldrian merasa bahwa guling yang dipeluknya itu terasa berbeda, aromanya juga berbeda, guling ini berbau buah-buahan berbeda dengan bau guling yang sebelumnya, tapi yang ini terasa jauh lebih hangat dan nyaman jadi dia tidak memperdulikannya dan justru memeluk guling itu lebih erat dan tertidur lebih lelap.

***

Pagi harinya seperti biasa Ibu Riana bangun paling pagi dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Ayahnya orang kedua yang bangun dan sekarang sedang duduk di teras sambil membaca koran pagi. Sedangkan Riana dan Aldrian masih tidur tanpa atasan sambil memeluk erat satu sama lain, mereka belum menyadari bencana yang akan segera mereka alami.

"Yah, Ayah lihat Riana gak?" Tanya ibu Riana sambil menaruh kopi hitam untuk suaminya di atas meja.

"Belum, mungkin dia masih tidur, coba ibu bangunkan, malu kan sama tamu kita, jangan sampai tamu kita bangun lebih dulu." Jawab Ayah Riana sambil menyeruput kopinya.

"Ibu udah ke kamarnya tadi buat bangunin dia, tapi dianya gak ada, di kamar mandi juga gak ada, apa mungkin dia sama den Al udah pergi keluar dari pagi sekali ya Yah?"

"Coba ibu lihat den Aldrian ada dikamarnya gak, kalau gak ada berarti mereka memang sudah pergi keluar sebelum kita bangun."

"Sebentar biar ibu lihat dulu."

Ibu pergi menuju kamar Riana yang sekarang ditempati oleh Aldrian, dia mengetuk pintu kamar beberapa kali tapi tidak ada jawaban, perlahan dia memutar handle pintu dan ternyata tidak dikunci. Ibu Riana membuka pintu kamar secara perlahan dan saat pintu terbuka lebar matanya juga ikut membelalak terbuka lebar, syok dengan apa yang dilihatnya, anak perempuannya tidur berpelukan bersama seorang pria dirumahnya, dan parahnya mereka tidak mengenakan atasan.

"GUSSSTTTTIIIIIIIIIIII"

Sontak teriakan Ibu membangunkan dua umat yang jiwanya masih belum terkumpul semua itu dan belum menyadari apa yang terjadi.

"Apa? Kenapa? Dimana?" Ucap Aldrian yang masih ling lung.

"Ibu !! Kenapa teriak teriak? Ada apa toh?" Riana juga masih ling lung dan masih belum menyadari bahwa dia tidak sendirian di atas kasurnya.

"Kau ini bikin malu keluarga, bisa bisanya kau tidur dengan seorang pria di rumah, ayah sama ibu masih disini, dimana etika kamu, tinggal di kota beberapa minggu saja sudah membuat mu kehilangan adab begitu?" Ucap ibu penuh emosi.

Riana bingung dengan apa yang diucapkan ibunya, dia tidak berkata apa-apa dan hanya mengikuti arah pandang ibunya ke sebelah kanannya. Dan betapa syoknya dirinya saat dia mendapati Aldrian yang sedang duduk di atas tempat tidur disampingnya dengan dada bidangnya yang terpampang nyata.

"KAU NGAPAIN DISINI?"

"Kau yang ngapain disini? Dan... B-Cup?" Aldrian yang tidak kalah syok balik bertanya dengan tangan yang menunjuk ke arah dada Riana yang hanya tertutup bra.

Saat melihat apa yang ditunjuk oleh Aldrian, wajah Riana berubah merah padam, tangannya refleks menarik seprai dan menutup tubuhnya, dia kehabisan kata kata.

"Kalian harus mempertanggung jawabkan apa yang kalian perbuat."

Ucapan Ibu Riana seolah membawa mereka kembali ke alam sadar setelah over syok, "Tanggung jawab apa bu? Kami gak ngelakuin apa apa sumpah."

"Iya bu ini cuma salah paham, kayanya aku jalan sambil tidur dan masuk ke kamarku sendiri semalam." Riana mencoba memberi penjelasan, karena dia tahu betapa adab sangat penting di keluarganya.

Tak berselang lama ayah Riana datang setelah mendengar keributan, dan dengan sekali lihat saja dia faham apa yang sepertinya terjadi. Mereka hanya melihat apa yang tampak dipermukaan dan mau tidak mau anak mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang telah dia perbuat.

"Kalian harus menikah."

Tiba-tiba ucapan ayahnya terdengar seperti petir disiang bolong. Terlebih bagi Aldrian yang masih SMA, kata menikah masih sangat tabu untuknya.

"Pak kami bisa menjelaskan semuanya, ini tidak seperti yang kalian kira, lagipula saya masih sekolah mana mungkin saya menikah." Aldrian mencoba meluruskan keadaan, hal ini sangatlah diluar nalar baginya, tapi tampaknya apa yang menurut Aldrian konyol justru sangatlah serius bagi keluarga Riana.

Keluarga mereka tidak akan membiarkan anak gadis mereka yang sudah ternoda menurut mereka tetap lajang, bagaimanapun pria yang telah menjamahnya harus bertanggung jawab, jika orang tersebut tidak mau bertanggung jawab, maka mereka akan menikahkan Riana dengan pria pilihan mereka, dan Riana tahu betul hal itu.

"Kau masih bisa meneruskan sekolahmu setelah menikah, kalian bisa menikah agama dulu dan mendaftarnya setelah Aldrian lulus nanti." Ucap Ayah.

"Ini konyol, kenapa aku harus bertanggung jawab untuk hal yang tidak ku perbuat?"

Riana meraih tangan Aldrian dan memegangnya erat, hal itu membuat Aldrian menoleh padanya dan apa yang diucapkan Riana selanjutnya sungguh diluar perkiraan Aldrian.

"Nikahi aku untuk sekarang, tolong aku." Ucapnya lirih sambil menundukkan kepalanya, Aldrian bisa melihat air mata Riana yang menetes di pipinya, dan entah kenapa hal itu membuat dadanya terasa sakit.

"Baiklah, meskipun sepertinya aku akan menyesali keputusanku nanti."

END OF SEASON 1

1
Hapus Akun
seperti mau bertemu pacar yakkk🤣🤣🤣
Hapus Akun
malu bertanya sezaaad di jalan wkwkwkkw
Hapus Akun
syukuurlahhhh
Hapus Akun
apanya yg tinggi, tpi tak setinggi angankuu🤣🤣🤣
Muhammad Bagus
thor ini lanjut ga sih? cerita bagus gini syg banget lho thor kalo brenti gini aja. karakter Aldrian dan Riana kuat banget.

author menggambarkan Riana yg menunduk trus Aldrian melihat airmata Riana dan Aldrian merasa dadanya sakit.. yaa Allah thor sampe kerasa banget sampe ke hatiku
S.Y.S
perbarui lebih banyak penulis 💯🎉
Dewi Purwati
kok tamat...aaaaa
Musri
up nya jngan lama2 thour
Dewi Purwati
enak pacaran setelah halal
Dewi Purwati
keren ini mah
Dewi Purwati
menarik nih
Dewi Purwati
keren sih tata bahasanya...aku langsung nyambung
Rosmi Yanti Yanti
lanjut
Erlangga Saputra
ya allah.ini beneran bikin sakit perut baca nya gokil abisss
Dee
Biasa
Erni Fitriana
lanjuttttt
Erni Fitriana
mampir
¸.•♥•.¸¸.••[SKY]•♥•.¸¸.•♥•🎤🎧
Semangat
MG
bagus kak
⚕|•𝐄velyn
Semangat Author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!