Grace Eloise seorang wanita lulusan mahasiswi tingkat atas yang sekarang sudah menjadi seorang dosen jurusan kedokteran di suatu kampus terbilang cukup elit tidak kalah terkenal dari kampus lainnya.
Wanita satu ini tidak kenal lelah karena hidupnya sangat keras sehingga dia menjadi orang yang mampu berdiri di kakinya sendiri.
Dikatakan keluarganya juga tidak terlalu mewah karena ayahnya bekerja di suatu bar kecil ibunya telah tiada dan sekarang hidup mereka sudah terbilang cukup lumayan akan tetapi sang ayah hanya menghabiskan uangnya hanya untuk berjudi dan mabukan.
Grace pernah melarikan diri dari rumah karena begitu marahnya terhadap sang ayah sebab dia sangat tidak di hargai sebagai seorang anak.
Bukankah anak perempuan sangat bermanja dengan ayah mereka?
Namun tidak untuk Grace, dia hanya tahu mencari uang untuk melanjutkan kehidupan mereka.
Sampai suatu ketika dia bertemu lagi dengan mantannya di sebuah cafe brsma seorang wanita.
Yuk ikuti kisahnya... 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Elya Dan Grace, Takdir?
...『⇒Bab 29⇐』...
HALTE BUS
Pagi hari yang cerah tepat pukul 08.05 saat ini Grace sedang menunggu bus untuk pergi ke kampus karena biasanya memang ia menaiki bus sebab jika setiap harinya naik taksi akan sangat boros apalagi Grace tipe orang yang tak suka menghamburkan uang begitu saja.
Ocha pernah menawarkan dirinya untuk mengajarkan Grace naik motor namun yang ada Grace beberapa kali terjatuh dan tak ingin belajar lagi sebab Grace belum memiliki nyali berkendara seperti Ocha maka dari itu ia lebih memilih berjalan kaki daripada harus menggunakan motor.
Setiap paginya Grace tak pernah mengisi perutnya dulu di rumah sebab ia tak ingin berkumpul dengan keluarga yang di penuhi drama itu terlebih ayahnya yang tak sedikitpun memperhatikan dirinya dan entah sampai kapan dia harus hidup sendiri bagai tong kosong yang di anggap tak memiliki perasaan padahal selama ini ia terus menanggung rasa sakit serta penderitaan dalam hidupnya namun ia tetap berusaha menguatkan diri supaya tidak terlihat lemah sehingga ia bisa mengahadapi orang-orang yang tak menyukai keberadaanya.
Terkadang Grace melewatkan makan malam setelah ia merasa lelah dari pekerjaannya sehingga ia tertidur begitu saja di kamarnya namun tidak ada seorangpun yang perduli akan dirinya begitupula saat pagi harinya ia hanya minum teh dan makan roti yang ia beli di luar rumah itupun kalau suasana hatinya sedang baik jika tidak ia juga akan melewatkannya.
Sungguh berat melewati kehidupan yang di hadapi oleh Grace dan tidak semua orang mampu mengatasinya sebab ketika ia sedang berjuang tak ada seorangpun dari keluarganya yang berada di dekatnya namun Grace masih tetap bersyukur karena ia memiliki beberapa teman yang menerima dirinya serta menemaninya hingga sampai saat ini.
"Ssshh, kepala ku kok tiba-tiba pusing ya?" gumam Grace pula ketika ia sedang berdiri sembari memegang buku materi kuliahnya namun ia sesekali memijat dahinya sendiri serta memejam matanya karena pandangannya mulai tampak buram.
Grace menoleh ke belakang ternyata banyak orang yang sudah duduk untuk menunggu bus makanya ia tak punya tempat lagi dan akhirnya ia berjalan ke arah tembok sehingga ia bisa menahan tubuhnya di bagian tembok tersebut.
Tak pernah Grace mengalami hal seperti itu sebelumnya sebab ia seseorang yang di katakan jarang sakit makanya ia sampai bertanya dalam hatinya "ada apa denganku? kenapa tubuhku terasa berat?" begitulah sedari tadi yang di fikirkan oleh Grace bahkan ia terus memijat dahinya yang sudah berkeringat serta memejam matanya juga membuang nafas panjang dari mulutnya.
Grepp
Seorang wanita berpakaian dinas seperti guru sedang menahan punggung belakang Grace yang terlihat sudah tak stabil lagi.
"Nona, anda kenapa? wajah anda pucat," riuh wanita itu ketika ia berhasil menahan bahu Grace dengan tangannya sebab ia melihat sangat jelas ketika Grace mencoba tersenyum padanya.
"Sa- saya baik-baik saj-"
Brukkk
"Nona, nona! sadarlah nona, bangun nona!" ricuh wanita itu membuat yang lainnya jadi merasa kaget.
Grace kini berada di pangkuan wanita tadi sementara yang melihatnya sibuk ikut menyadarkan Grace yang sudah tak sadarkan diri lagi.
"Minyak angin, ada yang bawa? jika ada yang membawanya tolong berikan pada saya," riuh wanita itu lagi.
Seorang wanita tua tampak langsung merogoh tasnya kemudian ia mendapati minyak angin berbentuk botol kaca lalu ia berikan pula ke wanita tersebut.
"Ini berikan sedikit lebih banyak supaya dia dapat menghirupnya," kata wanita tua itu.
Wanita yang memangku Grace itupun langsung menyambut minyak angin tersebut dan membuka tutupnya secara sigap kemudian sesekali ia mengoleskan ke beberapa bagian mulai dari hidung, dahi, leher, dan mendekatkan minyak tersebut di lubang hidung Grace namun tampaknya Grace belum ada bereaksi sedikitpun.
Was, wes, wos
Orang-orang yang mengitari tempat Grace saat ini sedang ricuh dan heboh karena Grace belum juga sadar.
"Ada apa ini? apa yang terjadi dengan anak gadis ini?" tanya seorang wanita lainnya tampak baru saja datang dan masuk ke dalam keramaian tersebut.
"Saya juga tidak tahu tiba-tiba saja dia jatuh," jawab wanita sebelumnya secara cepat.
Wanita yang datang barusan mendekat ke arah Grace serta menumpukan kedua kakinya dan langsung memeriksa kondisi Grace sehingga ia merasakan nafas Grace sudah tak beraturan lagi di tambah pula tubuhnya terasa dingin namun denyut nadi masih dapat ia rasakan.
"Tolong bantu saya masukkan gadis ini ke dalam mobil," tegas wanita yang baru datang tadi lalu ia berdiri seketika.
"Anda siapa? keluarganya?" tanya wanita berpakaian guru itupula.
"Saya seorang dokter, biarkan saya membawanya ke rumah sakit!" ia menjawab sambil membuka sedikit jas yang ia kenakan supaya wanita yang bertanya barusan dapat melihat bed namanya.
"Oh baiklah! saya akan membantu sampai ke mobil," balas wanita yang bertanya tadi setelah ia melihat bed nama tersebut makanya ia langsung percaya.
"Oke, pelan-pelan saja bawanya!" kata dokter itupula ketika Grace sudah berada di rangkulannya.
Keduanya pun berusaha membawa Grace sampai mengarah ke mobil dengan penuh kehati-hatian dan tak berapa lama sampailah mereka berdua di sebuah mobil yang di tuju.
Waaahhh mobilnya mewah, baru kali ini aku lihat mobil sebagus ini... Enak ya punya banyak uang bisa membeli apa saja, aku mana mungkin mampu membeli yang sebagus ini sedangkan gajiku saja habis untuk makan anak-anak di rumah! batin wanita itupula hingga ia tak sadar sudah melamun sambil merangkul Grace sementara dokter wanita tadi tampak berada di dalam mobil.
"Halo, bisakah bantu saya menaikinya?" tegur dokter tersebut sebab ia telah menunggu beberapa saat ketika wanita tadi terdiam.
"O- oh, i- iya! saya akan bantu," jawab wanita itu dengan kelabakan setelah ia tersadar dengan teguran barusan.
Pada akhirnya dari usaha mereka Grace tampak sudah di rebahkan di atas bangku belakang mobil kemudian keduanya pun keluar dari dalam mobil.
"Kalau begitu saya kembali lagi, sepertinya itu bus saya sudah datang!" kata wanita itu hendak pamit pergi.
"Iya, iya terima kasih sudah membantu sampai di sini," balas ramah dokter itu.
"Sama-sama nyonya, mari..."
Dokter itu hanya membalas dengan senyuman tipis setelah wanita tadi berlalu pergi kemudian ia secara cepat menutup pintu mobil belakang dan masuk ke bagian depan untuk menyetir.
Sejenak ia menoleh ke belakang tempat Grace di rebahkan lalu ia sedikit tersenyum tipis.
"Anak yang manis," gumam dokter itupula setelahnya ia kembali menatap ke arah depan dengan melajukan mobil perlahan.
.
.
.
"Hahhgh."
Grace saat ini tampak terbangun dari ketidaksadarannya beberapa saat sebelumnya sehingga ia terduduk dan setelah itu ia melihat tangan kanannya sudah di pasang alat infus.
"Aku kenapa bisa ada di sini?" gumam Grace celingukan melihat ruangannya saat ini sempat ia menduga dirinya sudah berada di ruang kelas belajar namun malah di ruangan yang berbeda.
Tap
Tapp
"Halo, sudah bangun?" tegur dokter sebelumnya yang menolong Grace tampak sedang berdiri di hadapan Grace sekarang serta memberikan senyuman hangat di wajahnya.
"Anda siapa? saya kenapa bisa berada di sini?" balik bertanya pula namun dokter tersebut hanya membalas dengan senyuman saja.
Sungguh wajah yang manis juga cantik ternyata masih ada gadis secantik ini, aku fikir hanya di dunia dongeng saja karena wajahnya terlihat seperti putri di kerajaan. Batin dokter itu sehingga ia terdiam dalam beberapa saat namun Grace masih menunggu pertanyaannya di jawab.
"Saya dokter Elya, saya juga yang membawa kamu ke rumah sakit ini."
Yeap, Elya Vata ibu kandung dari Gibran yang saat ini sedang bersama Grace.
"Rumah sakit?" kagetnya Grace setelah mengetahuinya.
"Ya, kamu tadi tak sadarkan diri makanya saya bawa kamu supaya cepat di tangani," jawab Elya pula secara ramah.
"Tak sadarkan diri?" beo Grace masih terdengar bergumam sendiri.
"Oh iya ini tas kamu dan ini buku kamu juga," ucap Elya sembari memberikannya pada Grace.
"Terima kasih banyak," tutur Grace sekaligus menyambut yang di berikan oleh Elya padanya. "Maaf saya jadi merepotkan," lanjut Grace dengan merendah pula.
"Dengan senang hati saya bisa membantu kamu," jawabnya masih menunjukkan sikap ramahnya. "Maaf saya tadi sekilas melihat sampul buku yang kamu bawa, kamu berada di fakultas mana?" lanjut Elya sembari menatap buku yang di pegang Grace kemudian ia menyimpulkan senyuman ke arah Grace.
"Ah, itu saya di-"
Drrttt....
Gibran memanggil...
^^^To be continued^^^
^^^🍁 aiiWa 🍁^^^
...Kutipan :...
Terkadang kita bertanya pada diri sendiri, mengapa di dunia ini ada orang yang bisa sukses dan melampaui yang lainnya, mengapa ada orang yang hidupnya selalu terlihat tenang dan damai sementara kita merasa kacau hingga tak karuan. Pada dasarnya hidup adalah sebuah perjuangan bahkan ada banyak momen yang akan kita lewati jadi kita tidak selalu bahagia terus maka suatu saat kita akan di hadapkan pada sebuah cobaan dimana kita akan merasa di titik paling bawah, kesedihan, kegalauan, rasa sakit, amarah, rasa jenuh itu semua akan terlintas seiring waktu. ~ Grace Eloise.
kisah perjuangan seorang Grace wanita hebat dan tangguh yang menjalani kehidupannya dg ayahnya dg kekuatannya sendiri...
sangat suka dg cerita seorang wanita tangguh yg sll di suguhkan author u para readers dg jalur cerita yg sangat menarik u di baca...
semangat ya thor u semua karya2 mu yg luar biasa. God bless always.
anak tiri di sayang sayang anak kandung di sia sia kan... sungguh ayah yg tidak bertanggung jawab terhadap anaknya
ngakak aq beb boy dpet baju ocha, warna apa sih.. jan bilang pink boy🤣🤣
untung aja OCHA msh selamat, bhya gk bisa renang