Perjalanan kisah cinta seorang CEO yang hilang ingatan dan jatuh cinta pada kurir yang telah menabraknya yang ternyata cinta masa kecilnya.
Keduanya sama-sama tidak pernah jatuh cinta. Namun, ketika rasa cinta itu hadir, mereka harus memperjuangkan kisah cinta mereka agar tetap bisa bersama.
"Cinta itu datang karena terbiasa bersama," ucap Sean Alinskie dengan wajah datarnya.
"Bukan!" bentak Laluna yang tidak mau kalah.
"Cinta itu bisa tumbuh karena kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan," ucap Laluna dengan senyuman manisnya.
Bagaimanakah kisah cinta CEO dingin dengan gadis kecilnya itu? Apakah rahasia di antara mereka bisa terbuka satu demi satu dan memperkuat ikatan cinta mereka?
Simak kisah serunya dalam cinta romantis ala Laluna yang dilengkapi dengan kebucinan ala Sean, ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29. AKHIRNYA SELESAI
Sorot mata Nyonya Hana mengatakan jika ia tidak bisa menerima kedatangan Laluna di pesta pertunangan putrinya. Apalagi kali ini Laluna datang bersama dengan Sean salah seorang pebisnis nomor satu yang paling diperhitungkan di kota itu.
Saat Nyonya Hana hendak mendekati Laluna sebuah tangan mencekal langkah Nyonya Hana hingga membuatnya menoleh.
"Angel? Lepaskan tangan Mama!"
"Ma, biarkan Laluna menyaksikan bagaimana meriahnya pesta pertunanganku dengan Chryst. Lalu setelah itu mama bisa melakukan apapun terhadapnya tetapi jangan mengacaukan acara pertunanganku dengan Chryst," pinta Angel dengan sorot mata memohon.
"Ta-tapi Angel, apa kau tidak takut jika ia bisa menghancurkan semua acara di pesta pertunanganmu kali ini?"
Angel tampak menggeleng.
"Tidak akan terjadi apapun, Ma. Angel berani memastikan hal ini. Jika saja Mama tahu, semua ini sudah menjadi bagian dari rencana Angel. Mama tinggal menunggu beres saja."
"Benarkah yang kamu maksud itu?"
Angel mengangguk lalu segera memasang wajah tersenyum ke arah tamu undangan. Raut wajah Nyonya Hana yang semula tegang kini sudah berangsur terlihat tenang.
"Mama tidak usah khawatir semua akan berjalan dengan indah. Angel bisa memastikan hal ini, Ma."
"Baiklah, Mama percaya semua perkataan darimu," ucap Nyonya Hana sambil menepuk tangan Angel.
Tidak berapa lama kemudian terlihat Tuan Han mendekati putrinya dengan tersenyum.
"Kamu cantik sekali, Sayang?"
"Terima kasih, Ayah."
Mari kita menuju tempat Chryst berdiri. Dari arah berlawanan Laluna semakin mengeratkan tangannya ke lengan Sean.
"Jangan takut, semua akan baik-baik saja. Aku yakin jika rencana kali ini akan berjalan dengan lancar."
Laluna tampak memejamkan matanya sejenak untuk berdoa untuk kelancaran rencana mereka kali ini.
Dari tempat persembunyiannya itu, Jo dan Frans masih mengawasi sebuah monitor di depannya kali ini. Mereka juga berharap-harap cemas kali ini.
Bagaimana pun ini menyangkut kehidupan Laluna dan kebahagiaannya. Sean bagaikan saudara bagi Frans, maka kebahagiaan Sean merupakan kebahagiaannya juga.
Awalnya acara tersebut berlangsung dengan lancar sampai akhirnya di puncak acara terjadi sebuah keributan kecil di luar rumah. Ada beberapa orang yang datang ke arah Nyonya Hana. Mereka adalah aparat kepolisian yang bersiap untuk menangkap Nyonya Hana.
Tentu saja Nyonya Hana memberontak kala itu. Merasa jika ia tidak bersalah, Nyonya Hana melakukan sebuah perlawanan. Sementara itu Angel membiarkan ibunya ditangkap. Begitu pula dengan Tuan Han.
"Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian membiarkan aku ditangkap?"
Tentu saja tidak ada satu orang pun yang berani membela Nyonya Hana kala itu. Terlebih lagi sebuah monitor memutar sebuah pertemuannya dengan Chryst. Semua ucapan mereka berhasil diputar secara gamblang disana.
"Hei, itu tidak benar. Itu bukan aku!" teriak Nyonya Hana frustasi.
"Cepat matikan layar monitor!" ucapnya memohon kepada semua orang.
Bukannya mematikan monitor tetapi mereka justru semakin asyik menonton sebuah kebenaran di depannya kali ini. Kasak kusuk semakin terdengar membuat Nyonya Hana semakin histeris. Chryst yang merasa terpojok ikut-ikutan kaget.
"Bagaimana bisa aku terlihat di sana? Siapa yang melakukan semua ini?" tanyanya kebingungan di dalam hati.
Perlahan-lahan Chryst mencoba memundurkan langkahnya dan berusaha kabur dari sana. Sayang, langkahnya diketahui oleh Jo yang sudah bersiap di pintu bagian belakang.
"Mau kemana, Tuan Chryst yang terhormat, bukankah Kepala Polisi mengatakan jika tidak ada yang boleh keluar dari ruangan ini!"
Chryst tampak mengepalkan tangannya.
"Jadi semua ini ulah kalian?"
"Tentu saja bukan!" ucap Jo sambil menyeringai.
"Hhhh, dasar kalian bede*ah!"
Bukannya menyerah, Chryst justru melayangkan pukulannya ke arah Jo. Hampir saja Jo oleng karena pukulan dari Chryst. Namun, ternyata Jo lebih pandai daripada yang dibayangkan oleh Chryst.
Dari kejauhan Leo hanya menonton pertunjukan dari adiknya tersebut. Setelah mengetahui jika Chryst yang selama ini ia percaya tega mengkhianati dirinya, Leo merasa kesal sekaligus bahagia.
"Rasakan kehancuranmu, Chryst. Ketamakaanmu membuatmu hancur secara perlahan."
"Lagi pula aku tidak membutuhkan harta dengan cara licik. Aku memang pernah jatuh, tetapi tidak akan mengunakan cara yang salah lagi."
Beruntung semua yang dilakukan oleh Chryst segera diketahui oleh Sean. Sebenarnya hal itu terjadi karena bantuan dari Angel, hanya saja ia pernah membuat Sean berjanji. Agar ia tidak memberitahukan hal ini kepada Laluna.
"Maaf, jika aku masih merahasiakan hal ini darimu, Sayang," ucap Sean di dalam hati.
Tuan John hanya berdiam ketika salah satu putranya ditangkap oleh pihak kepolisian begitu pula dengan calon besannya. Tuan Han yang semula membenci Laluna sedikit menurunkan egonya dan mencoba memperbaiki hubungan ayah dan anak itu.
Laluna memundurkan langkahnya ketika ayah kandungnya mendekati dirinya.
"Laluna, maafkan Ayah!" ucap Tuan Han sambil membungkuk di depan Laluna.
Tentu saja pandangan semua orang menjadi tertuju pada Tuan Han dan Laluna. Kasak kusuk kembali terdengar di antara para hadirin.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa semua ini seolah telah diatur sedemikian rupa?"
"Entahlah, semoga semuanya bisa menjadi pelajaran bagi kita. Agar kita jangan pernah merubah takdir seseorang atau mencampakkannya tanpa tahu sebenarnya apa yang terjadi."
Laluna merasa iba karena ayahnya sampai membungkuk kepadanya. Angel yang semula hadir di sana ikut mendekati Laluna dan juga meminta maaf kepadanya.
"Maafkan aku karena telah membuat kehidupanmu menderita Luna."
"Iya, tetapi kalian tidak perlu bersujud seperti ini."
"Ke-kenapa? Apakah kau tidak memaafkan kami?"
Laluna segera menggeleng.
"Meskipun aku sudah memaafkan kalian, tetapi setidaknya kalian sudah aku maafkan tanpa harus seperti ini."
"Terima kasih karena sudah memaafkan kami, Nak."
Laluna membantu ayahnya berdiri. Tuan John yang semula melihat hal itu segera mendekati calon menantunya. Tuan Han merasa malu karena justru Tuan John bisa menerima Laluna lebih dahulu ketimbang dirinya.
"Sudahlah, semua sudah terjadi. Kalau Angel dan Chryst tidak jadi menikah, bukankah kita masih mempunyai Laluna dan Sean untuk bersama?"
Seketika senyum Laluna dan Sean merekah. Meskipun begitu ia merasa malu karena justru kedua orang tuanya yang lebih dulu memberikan restu sebelum mereka memintanya.
"Bagaimana, apakah kita akan secepatnya menikahlah mereka?"
"Eh, kenapa begitu?" tanya Laluna panik.
"Kalau aku sih, secepatnya pasti akan lebih baik!' ucap Sean penuh rasa percaya diri.
Sementara itu Laluna justru merasa aneh jika mereka bersama secepatnya. Apalagi ia belum terlalu dekat dengan Sean.
"Bukankah menikah juga butuh waktu?" tanya Laluna sambil mengalihkan pembicaraan.
"Sebenarnya bukan begitu, justru seharusnya penyesuaian itu dilakukan setelah menikah. Biar rasa cinta di antara keduanya semakin besar dan terjalin dengan erat."
"Nah, coba dengarkan kata Ayah, berarti seharusnya kita memang harus secepatnya menikah!"
"Aduhhhh! Nggak lagi-lagi, deh!"
"Ha ha ha ...."
Akhirnya justru tawa dari mereka membuat acara perjodohan tersebut menjadi kembali nyaman. Kepergian Nyonya Hana dan Chryst seolah tidak membuat suasana menjadi gaduh. Acara yang semula digunakan sebagai ajang pertunangan digantikan dengan acara baru yaitu perkenalan.
Sean kedua kali nya...tunggu pembalasan darie Jo Leo ♌♌.
dunia sempit ya Lun 😁😁 diusir dari kost merantau ke kota ketemu orang mencari orang bisa gambar...eh memang jodoh Lun ketemu deh sama Arogan Sean aasiap semangat 🤗🤗💪💪😄😄
pengitian CEO...tereng muncul CEO lama Sean....oh semua melongo mirip kerbo....ooooo...kocak CEO Arogan kekasih Aluna...Luna kasian di tinggal...😭😭😭🤫🤫🤫
Cinta emang datang jika kita saling mengisi d dalam perbedaan.
cinta emang datang ngk terduga.
cinta sejati hadir kalau sesama pasangan saling mengerti dan menghargai pasangany...dan sadar akan hak dan kewajiban masing"🥰🥰