Arjuna sangat terkejut saat membuka kedua matanya, statusnya yang lajang berubah menjadi menikah. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak terus kelanjutannya yuk!
Follow IG: @thalindalena
Add FB : Thalinda Lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Loss Dolll
Sementara itu Afika dan Nue sedang mendebatkan masalah Aluna dan Arjuna.
"Sebaiknya kita bawa Aluna ke rumah utama dan jujur kepada menantu kita siapa kita sebenarnya," ucap Nue kepada istrinya.
"Biarkan Arjuna yang bertindak, kita tidak boleh ikut campur dengan rumag tangga mereka," jawab Fika sembari mendengus kesal.
"Tapi, aku kasihan dengan Aluna yang harus hidup sumpek di rumah kecil itu," balas Nue sembari menggerakkan tangan gemulainya.
"Sudahlah kamu diam saja. Aku jadi merasa sangat gerah," ucap Fika sembari mengibaskan salah satu tangannya di depan wajahnya. "Pak, ke salon ya," pinta Fika kepada sopir yang menyamar menjadi driver taxi online.
"Baik, Nyonya," jawab sang Sopir mengangguk patuh.
"Bukankah kamu kemarin habis perawatan di salon?" tanya Nue kepada istrinya.
"Memangnya kenapa? Bukankah itu salon-ku sendiri!" sewot Fika sembari mendengus kesal.
"Iya, maaf. Aku kan hanya bertanya," jawab Nue sembari menekuk bibirnya ke bawah, seperti anak kecil yang akan menangis karena di bentak oleh ibunya.
*
*
*
Sampai di Salon, Fika dan Nue berjalan beriringan menuju ruangan mereka yang ada di gedung putih itu.
"Jeng Fika!" seru seorang wanita memanggil Fika dengan nada heboh.
Fika dan suaminya menoleh ke arah sumber suara.
"Bukankah itu ibunya Aluna, Nyonya Kim?" bisik Nue kepada istrinya yang berdiri di sebelahnya.
"Iya, Pi. Kamu naik ke atas dulu, nanti aku menyusul," jawab Fika sembari menyerahkan tas-nya kepada Nue.
"Siap, Bu Boss!," jawab Nue, seraya mengecup pipi istrinya dengan mesra, barulah ia beranjak menuju ruangannya yang berada di lantai paling atas.
"Eh, Nyonya Kim, sudah lama tidak ke sini," sapa balik Fika saat melihat Nyonya Kim berjalan kearahnya.
"Saya setiap minggu perawatan di sini, Jeng. Jeng Fika saja yang tidak pernah kelihatan," jawab Nyonya Kim dengan sangat ramah.
"Iya, Maaf saya lagi sibuk dengan menantu saya," balas Fika dengan nada sedikit kesal.
"Hah? Menantu? Apakah anak Jeng Fika yang katanya pebisnis sukses itu sudah menikah?" tanya Nyonya Kim penasaran.
"Iya sudah menikah tiga minggu yang lalu. Menantu saya sangat baik dan juga sopan," jawab Fika membanggakan menantunya di depan Nyonya Kim yang notaben-nya adalah ibu kandung Aluna.
"Benarkah? Jarang sekali Jeng, di jaman sekarang mendapatkan menantu seperti itu, apakah menantu Jeng Fika dari kalangan selebriti atau model?" tanya Nyonya Kim.
"Menanatu saya dari kalangan biasa Nyonya, yang terpenting 'kan orangnya baik," jawab Fika yang mulai dongkol dengan wanita yang bergaya glamour di hadapannya itu.
"Saya rasa tidak sepadan, Jeng. Jeng Fika 'kan orang terpandang dan sangat kaya raya, sayang sekali jika harus mendapatkan menantu biasa saja," jawab Nyonya Kim, mulai julid.
"Sepertinya Nyonya Kim harus banyak memahami tentang kehidupan ini. Saya dulu adalah orang biasa malahan sangat miskin, tapi suami dan keluarga suami saya mengangkat derajat saya, dan saya sangat bersyukur akan hal itu," jawab Fika dengan telak, dan berhasil membungkam mulut pedas Nyonya Kim.
"Jeng Fika, maaf kalau anda tersinggung," ucap Nyonya Kim dengan wajah sedihnya.
"Tidak apa-apa," jawab Fika, lalu segera pamit undur diri menuju ruangannya.
"Aduh! Mulut kalau bicara suka loss dolll. Jangan sampai Jeng Fika marah, nanti aku tidak mendapatkan diskon perawatan di salon ini lagi," ucap Nyonya Kim sangat cemas.
Saweran ya sawerannn jangan lupa 💃💃🤣