NovelToon NovelToon
Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .

Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Ulang tahun Raka

Raline dan Kania saat ini sedang berbelanja untuk menyiapkan pesta ulang tahun Raka. Pagi-pagi sekali Mama Ratna memberitahu Raline bahwa putra sulungnya hari ini berulang tahun. Meski ia tahu Raka tidak suka dengan perayaan ulang tahun, Mama Ratna tetap ingin merayakan pertambahan umur anaknya itu.

“Hei, kakak ipar, tidak perlu bersemangat memilihkan kue untuk Kak Raka. Lagipula, Kak Raka tidak pernah mau merayakan ulang tahunnya.”

“Kenapa seperti itu?”

“Waktu masih remaja, kakek kami meninggal tepat saat kami semua merayakan ulang tahun Kak Raka di pedesaan. Kakek tinggal di rumah sendirian. Dia tidak ikut karena sakit, tapi Kak Raka bersikeras tetap pergi sesuai janji Papa dan Mama. Setelah kami pergi dan belum sempat merayakan ulang tahun Kak Raka di pedesaan, kami mendapatkan kabar kalau kakek sudah meninggal. Kak Raka merasa bersalah, dan sejak hari itu dia selalu menghindari hari ulang tahunnya. Dia merasa bersalah setiap ulang tahunnya datang. Ia mengira kakek meninggal karena ulahnya,” jelas Kania.

Raline mengangguk pelan. “Itu pasti sangat membebani hidupnya,” ucap Raline. “Tapi meskipun begitu, aku akan tetap memilihkan kue. Aku yakin dia akan senang jika merayakannya denganku.”

“Cih... kamu tidak seistimewa itu untuk Kak Raka.”

“Kamu belum tahu. Aku dan Raka sekarang begitu dekat. Bukankah kamu melihat sendiri bagaimana kedekatanku dengan kakakmu? Ketahuilah, Kania, aku punya daya pikat yang kuat untuk meluluhkan kakakmu,” ucap Raline sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga dengan pose centil.

Begitu selesai menentukan pilihan, pelayan membungkus kue pilihan Raline, dan mereka keluar dari toko kue. Namun saat Raline keluar bersama Kania, seorang laki-laki datang menghampiri Kania.

“Kania... akhirnya aku ketemu juga sama kamu.”

“Rafa...” ucap Kania dengan raut tidak suka.

“Kania, kita harus kembali membicarakan hubungan kita. Kamu tidak bisa memutuskanku begitu saja. Aku akui aku salah, aku sudah menipumu soal guci antik itu, tapi aku sama sekali tidak bermaksud, Kania.” Rafa memegang erat tangan Kania. “Kania, maafkan aku. Kembalilah bersamaku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu.”

“Maaf, Rafa. Aku tidak ingin berpacaran denganmu lagi. Kamu tidak hanya menipuku, tapi kamu juga menyembunyikan identitasmu dariku, Rafa,” ucap Kania tegas.

Raline terus memandangi mereka, masih belum sepenuhnya mengerti pertengkaran dua orang tersebut.

“Kamu tidak pernah satu kampus denganku, bukan? Nama yang kamu gunakan juga bukan nama aslimu. Dan lebih mengejutkan lagi, kamu ternyata juga seorang pengedar. Aku tidak menyangka kenapa aku bisa jatuh hati kepada pria sepertimu. Aku bersyukur karena aku tahu lebih cepat siapa kamu sebenarnya.”

“Jadi kamu mau meninggalkanku begitu saja? Tidak bisa seperti itu, Kania. Kamu adalah milikku,” ucap Rafa sambil berusaha menyeret Kania.

Dengan gerakan cepat, Raline mendekat, memelintir tangan pria tersebut lalu mendorongnya.

“Kurang ajar! Kamu berani denganku!” ucapnya tajam.

“Sepertinya dia dalam pengaruh obat. Kania, pegang ini dan menjauhlah. Aku akan memberinya sedikit pelajaran,” ucap Raline. Kania menurut, sementara Raline memasang kuda-kuda.

Saat pria itu menyerang dengan gerakan sempoyongan, Raline langsung mengambil kesempatan. Ia menarik, memukul perut pria tersebut, lalu menyapu kakinya hingga pria itu terjatuh. Tas yang ia bawa terlepas dan menumpahkan isinya ke tanah.

Kegaduhan itu menimbulkan kerumunan orang. Orang-orang langsung membantu Raline dengan mengamankan pria tersebut. Raline hendak pergi bersama Kania, namun satu foto yang berada di tas laki-laki itu membuat Raline penasaran. Ia mengambilnya, lalu segera pergi dari sana, membiarkan pria itu diamankan warga.

Di dalam mobil, Kania tampak masih ketakutan dengan kejadian itu. Raline memegang tangan gadis itu lalu menenangkannya.

“Tidak akan terjadi apa pun. Kamu aman sekarang,” ucap Raline.

“Makasih, Kak. Tapi aku mohon, jangan bilang ini ke Mama, Papa, ataupun Kak Raka. Aku tidak mau dimarahi kalau mereka tahu aku berpacaran dengan orang seperti itu.”

“Tenang saja, aku tidak akan mengadukannya. Tapi, Kania...” Raline kemudian mengeluarkan foto yang ia ambil dari dalam tas laki-laki itu. “Kenapa foto ini bisa ada di tangan laki-laki itu?” tanya Raline sambil memperlihatkan foto yang ia temukan. Di sana terlihat foto keluarga lengkap Kania, namun gambar Raka dilingkari garis merah dengan tulisan target serta beberapa angka yang belum mereka pahami.

“Aku nggak pernah kasih ini ke dia, Kak, tapi...” Kania memperhatikan angka-angka yang tertulis di foto itu.

“Kenapa, Kania?”

“Angka ini sangat cocok dengan tanggal kecelakaan Kak Raka. 23.5.23.50. Tanggal 23, bulan 5, jam 23.50. Itu adalah tanggal dan waktu di mana Kak Raka mengalami kecelakaan.”

Kania kemudian terbelalak. “Kalau dipikir-pikir, hari itu juga hari di mana aku bertemu dengan dia di rumah sakit. Dia mendekatiku lalu mengaku-ngaku sebagai teman kampusku, menenangkanku, dan berbuat baik, memberikan perhatian penuh hingga aku berpacaran dengannya.”

“Kalau begitu, mungkin saja dia mendekatimu ada maksud lain dan mungkin dia juga terlibat dalam kecelakaan Raka. Apa Raka tidak menyelidiki penyebab kecelakaannya?” tanya Raline.

“Kecelakaan Kak Raka karena Pak Tarno yang diduga mengonsumsi obat terlarang saat berkendara, menyupiri Kak Raka malam itu. Hanya itu yang dikatakan polisi. Karena Kak Raka tidak ingin memperpanjang masalah ini, ia pun menyudahi penyelidikan dan menutup kasus itu semua,” jelas Kania.

Raline terdiam, memikirkan semua yang tersusun di kepalanya." Tidak mungkin ini semua hanya kebetulan. Pasti ada sesuatu antara laki-laki itu dan kecelakaan Raka," batin Raline.

“Kak, kamu tidak akan menceritakan ini kepada Kak Raka, kan?”

“Aku tidak akan menceritakannya, tenang saja,” ucap Raline sambil mencoba tersenyum.

"Tapi aku akan menyelidikinya. Tidak adil untuk Raka jika dia hanya menerima begitu saja jika memang kecelakaan itu sudah direncanakan," batin Raline.

______

Acara ulang tahun Raka diadakan di mansion Kusumawardani agar kejutannya benar-benar terasa, karena jika dilakukan di rumah Raka sendiri, ia pasti akan mengetahuinya. Seluruh keluarga Pranoto kini berkumpul di tengah rumah dengan lampu yang sengaja dipadamkan. Begitu pintu dibuka dan Raline mendorong kursi roda Raka masuk, suara letusan langsung terdengar, diikuti dengan lampu yang menyala.

Bar!

Kertas-kertas kecil beterbangan menghujani Raka. Mama Ratna memegang kue ulang tahun sambil tersenyum lebar, diapit oleh Pranoto dan kedua adiknya.

“Happy birthday, Mas,” ucap Raline sambil tertawa bahagia melihat kejutan itu berjalan sempurna.

“Happy birthday, anak Mama dan Papa,” ucap Ratna dan Pranoto serempak.

“Happy birthday, Kak,” sahut Kania dan Farel.

Semua orang tertawa bahagia menikmati hari pertambahan umur Raka. Namun, Raka terlihat sedikit cemberut.

“Mama kan tahu aku sangat tidak suka hari ulang tahunku. Kenapa kalian masih merayakannya?” jelas Raka.

Raline segera angkat bicara.

“Aku yang memaksa keluargamu untuk merayakan ulang tahunmu, Mas. Lagi pula, tidak sepantasnya kamu menyalahkan dirimu atas kejadian yang bukan salahmu. Kamu berhak bahagia, Mas. Dan hari ini bukan hanya sekadar hari ulang tahunmu, tapi juga hari perjuangan Mama melahirkanmu ke dunia. Kamu seharusnya bangga dan bahagia,” jelas Raline lembut.

“Jadi kamu harus happy dan menikmati hari ini, ya!” ucap Raline penuh semangat.

Raka kehabisan kata-kata, lalu akhirnya tersenyum kecil dan mengangguk.

“Baiklah.”

“Yeeey!” seru semuanya bersorak.

Acara pun dilanjutkan dengan pemotongan kue. Raka menyuapi Mama dan Papanya, lalu Raline dan kedua adiknya. Malam itu, Raka benar-benar menikmati keceriaan yang diciptakan oleh Raline, sebuah kebahagiaan sederhana yang selama ini hampir ia lupakan.

_____.

Di kolam renang mansion mewah itu, Raka sedang menemani Raline yang tengah mabuk berat. Langkahnya sempoyongan karena habis bertanding dengan Farel dan menghabiskan wine yang dibeli oleh papanya.

“Mas… kamu tahu aku sangat bahagia hari ini. Melihatmu tersenyum seperti tadi membuat dadaku terasa penuh. Kamu menggetarkan hatiku, Mas,” ucap Raline sambil mengitari kursi roda Raka dengan langkah yang tak stabil.

“Aku juga sangat bahagia. Terima kasih kamu sudah merencanakan ini semua untukku,” jawab Raka lembut.

Raline tertawa kecil, lalu merungkuk, menatap wajah Raka dari jarak sangat dekat.

“Kalau kamu bahagia, harusnya kamu memberiku hadiah,” ucap Raline sambil memanyunkan bibirnya, wajahnya semakin mendekat.

“Bagaimana?! Satu kecupan… atau mungkin dua, tiga…” katanya lagi, tertawa menggoda. Raka terdiam, menatap wajah perempuan itu yang kini hanya berjarak beberapa senti dari bibirnya.

Tanpa berkata apa pun, Raka menarik Raline duduk di pangkuannya, memegang wajahnya dengan kedua tangan, lalu mengecup bibirnya dengan pelan—hangat, lembut, tanpa tergesa.

“Apa itu cukup untuk hadiahmu?” tanya Raka setelah mengecupnya.

“Sekarang aku menginginkan hadiah lebih,” ucap Raline, mempererat pelukannya. Ia kembali menyatukan bibir mereka, semakin dalam, hingga lidah mereka saling bertaut. Tangan Raka mulai menjalar, mengikuti suasana panas yang tercipta di antara mereka. Beberapa cupangan kini terbentuk di leher dan bagian dada Raline, menjadi bukti ciuman panas yang mereka lakukan

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuan ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Aisyah Suyuti
menarik
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 di tunggu karya wokeh selanjut nya Thor
Cindy
lanjut
vj'z tri
apa lagi ini thor 😭😭😭😭😭😭😭😭
vj'z tri
apa lah author ini 😭😭😭😭😭😭 jangan Sampai anes terluka lagi dah mati hidup lagi masak harus mati lagi 😭😭😭😭
vj'z tri
lagi lagi lagi lagi 🎉🎉🎉🎉
Cindy
lanjut
vj'z tri
kamu bertanya kamu bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣🤣
Osie
lah malah dimasukin kulkas bukannya dibawa ke RS...stres dah nih laki
Anaraka Ana
Raline terlalu sombong,senjata makan tuan👎👎👎👎👎
vj'z tri
lanjuttttt 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
bener tepat betul🤧🤧🤧🤧 horang yang sama
vj'z tri
what gak terima akoh beneran gak terima 🤧🤧🤧🤧kenapa begini Thor 🤧🤧🤧
Mila Julia: biar melekat sifat manipulatif nyaaa, sabar2 yaa belum saat nyaaa😅😅
total 1 replies
vj'z tri
Alhamdulillah 🤲🤲🤲🤲🤲 kawus orang koe
vj'z tri
lanjutttt Thor 🤭🤭🤭
Osie
nahkaaann karma makan makan nih utk celine🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
iya iya iya iya di bayar cash no keri keri keri 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉hayoooo siapa yang mau tantrum guling guling di lantai
vj'z tri
termasuk akoh juga kaget 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!