21+++++ tolong bijak, kalau tak suka bisa di lewati.
cinta adalah anugrah dari Tuhan, dengan siapa kita mencintai itu juga sudah di jodohkan oleh takdir.
Tapi bagi seorang pria seperti Aris, cinta adalah sebuah kesengsaraan dan luka, tapi dia baru menyadari apa itu cinta saat bertemu dengan gadis yang bisa mencuri hatinya di pandangan pertama.
Ayu seorang gadis sederhana yang mampu menggoyahkan hati juragan kasar itu, tapi sebuah kenyataan melukai cinta mereka.
Apa mereka akan bahagia, atau malah akan Sengsara?
Apa cinta Aris tulus atau itu hanya cinta sementara yang membutuhkan kehangatan saja?
Dukung terus yuk karya otor yang satu ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menolong gadis
setelah selesai dari tempat Rafa, Aris pun memutuskan pulang, tapi saat di perjalanan pulang.
tak sengaja dia melihat ada segerombolan pria sedang menganggu dua gadis.
bahkan dengan berani pra pria itu menarik kedua gadis itu dan mulai menyentuh tubuh gadis itu.
dia pun membunyikan klaksonnya berkali-kali agar mereka semua mundur dan bubar.
tapi hal itu seakan tak di pedulikan oleh ke-enam pria itu, melihat hal itu Aris menghentikan motornya dan turun.
"hei kalian semu sedang apa? bubar, jangan mesum di sini," kata Aris dengan sedikit membentak.
"hei pria tua jangan ikut campur, mereka ini kekasih ku," kata salah satu pemuda yang sudah sedikit mabuk itu.
Aris melihat kedua gadis itu yng menangis sambil menggeleng, "kenapa kalian diam, cepat pergi," kata Aris menarik salah satu gadis dan mendirikan motor gadis itu.
keduanya pun mengangguk dan berterima kasih, melihat itu para pemuda pemabuk itu mulai kesal dan mulai ingin menyerang Aris.
tapi Aris mencekik salah satu pria itu, "kalian maju dia mati, pilih mana?" kata Aris tersenyum.
"tak peduli, ayo serang," kata pria yang lain.
mereka pun menyerang Aris, dan langsung menendang hingga masuk kedalam sungai.
pria yang di cekik pun di dorong hingga masuk kedalam sungai yang cukup lebar dan dalam.
semua pun tak menyerah dan terus mencoba menumbangkan Aris, tapi Karena mereka mabuk jadi tak sepenuhnya bisa mengontrol dirinya sendiri.
tak berhenti di sana, setelah membuat keenamnya main air, RIS langsung pergi setelah menendang ketiga motor itu hingga jatuh.
"sialan!!! aku akan membalasnya nantikan itu!!" teriak para pemuda itu.
"aku tunggu," jawab Aris.
dia pun segera pulang karena sudah sangat telat, terlebih di tak mau di marahi oleh istrinya.
benar saja Ayu sudah pulang sesudah mengawasi panen kali ini dengan wajah kesal.
"halo sayang," sapa Aris dengn senyum mengembang.
"gak ada jatah malam ini, ma nyebelin," kesal ayu yang langsung berlari masuk kedalam rumah.
"loh dek kok marah, kamu Kenapa, aduh jangan gitu dong, ya kali mas gak di kasih jatah,bisa pilek ini adek kecil mas," kata Aris yang masuk kedalam rumah.
Eko datang bersama dengan Sugik, mereka juga nampak tak baik-baik saja, "ada apa dengan muka kalian berdua?" tanya Aris.
"maaf juragan bos, tadi Bu bos hampir di lecehkan oleh pria busuk yang kemarin bos pecat, tapi beruntung Sugik lewat dan menolong Bu bos," jawab Eko.
mendengar itu Aris langsung menghampiri istrinya di lantai dua, ternyata ayu Sesnag di kamar mndi sambil mencakar tubuhnya sendiri.
"hentikan, ada apa sayang? jangan seperti ini?" tanya Aris sedih.
"dia menyentuhku, dia mencoba menyentuhku, dia bilang di mencintaiku tapi Krena aku memilih mas Aris, di ingin melecehkannya ku, agar mas membuang ku, di berusaha melecehkan ku," tangis ayu.
"dia benar-benar cari mati, aku tak kan mengampuninya, Kren berani menyentuhmu," kata Aris yang marah.
dia pun membantu ayu mandi dan istirahat terlebih dahulu, saat istrinya susah lelap tidur, Aris menemui kedua anak buahnya.
"Sugik kamu kan pernah bertanya padaku, apa kegemaran ku hilang, jawaban ku tidak, karena aku masih melakukannya, jika tak percaya nanti jam satu malam ikut aku jalan-jalan cari mangsa," kata Aris menyeringai.