NovelToon NovelToon
ANAK GENIUS: HEARTBEAT

ANAK GENIUS: HEARTBEAT

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Lunar Sirius

Airell Miranda baru saja menerima kenyataan bahwa ia telah menjadi selingkuhan sang kekasih bernama Bram Smith yang telah dipcarinya selama hampir 3 tahun. Istri Bram yang datang ke apartemen Airell bersama seorang pria yang Airell tidak tau siapa. Perempuan yang mengaku sebagai istri dari Bram memberi peringatan berupa ancaman dan pelajaran untuk tidak lagi mendekati suaminya, Bram.

Berita Airell yang merebut suami orang kini sudah tersebar di rumah sakit tempat di mana Airell bekerja sebagai seorang psikiater. Tidak hanya itu, Airell dipecat dari pekerjaannya dan nama Airell dikasih tinta hitam agar rumah sakit, biro ataupun perusahaan tidak menerima Airell sebagai pekerja. Selain Airell kehilangan pekerjaannya, Airel juga dijauhi dan ditinggalkan teman-temannya.

Kemalangan Airell masih berlanjut saat Airell tiba-tiba diculik oleh orang suruhan pria yang datang ke apartemennya bersama istri Bram yang Airell baru tau nama pria tersebut adalah Max Alexanders Wu. Max memperkosa Airell yang saat itu masih suci dan memberikan ancaman untuk tidak lagi mendekati Bram suami dari adiknya.

Airell menatap penuh dendam kepada pria yang merenggut kesuciannya. Namun, Airell tidak bisa melakukan apa-apa. Hingga akhirnya setelah kejadian itu Airell memutuskan untuk pindah keluar negeri.

Bagaimana perjuangan Airell setelah menghadapi kemalangan-kemalangan yang menimpa dirinya. Yuk, ikuti novel ini!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunar Sirius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Shot

Ketika Airell dan Max masuk ke dalam gedung tua mereka dihadang oleh sekelompok orang yang menjaga pintu gudang tersebut hingga perkelahian tidak terelak lagi.

Airell yang melihat itu segera melakukan tangkisan ketika ada seorang pria yang hendak memukulinya begitu juga dengan Max.

Ia harus segera membawa Airell lari dari sini karena melihat banyak sekali penjaga yang berbadan kekar. “Airell segera pergi dari sini, biarkan aku yang melawan mereka. Cepat.” Teriak Max namun hal itu tidak digubris oleh Airell ia terus menghajar penjaga tersebut dengan brutal.

Max yang melihat Airell tidak mengindahkan perkataannya segera berlari ke arah Airell dan memagang bahu Airell untuk berbicara agar wanita itu sadar akan bahaya yang mengintai. Ia takut Airell terluka walaupun ia tau Airell pandai dalam beladiri tapi itu sudah lama dan itu adalah dulu. Tenaga laki-laki dan perempuan itu berbeda.

“Tolong mengertilah, cepat kamu pergi dari sini. Biarkan aku yang menyelesaikannya.” Pinta Max dengan wajah memohon kepada Airell.

Dari arah belakang Airell melihat ada seseorang yang hendak memukul kepala Max dengan balok kayu. Airell segera memegang pundak Max untuk bergelanyut di pundak Max karena ia ingin menendang orang tersebut.

Buk

Satu tendangan mendarat dengan sempurna di pelipis wajah pria tersebut hingga mengeluarkan darah karena kerasnya sepatu dan tendangan yang Airell berikan.

“Airell.” Pekik Diego dengan menegang melihat aksi Airell di luar ekspektasinya, sedangkan Max masih dengan posisi Airell yang memegang bahunya.

“Berhati-hatilah.” Ucap Airell lalu melanjutkan aksinya untuk memberikan pelajaran kepada pria yang hendak memukuli dengan balok kayu tersebut.

Suasana semakin riuh saat segerombol orang masuk melihat keributan di dalam gedung tau tersebut. Situasi tidak kondusif lagi Airell, Max dan Diego terdesak.

Dengan nafas terengah-engah, mereka menatap ke sekeliling orang yang mengitari mereka bertiga.

“Kamu tidak apa-apa?” Tanya Max dengan khawatir melihat Airell yang sempat terkena pukulan di ujung bibirnya. Airell hanya menjawab dengan gumaman pertanyaan Max.

“Sepertinya kita bertiga tidak bisa melawan mereka, apalagi melihat mereka semakin banyak yang berdatangan.” Ucap Diego memandang tajam ke arah musuhnya.

“Kenapa mereka lama sekali datangnya.” Lanjut Diego lagi

“Dengarkan aba-abaku. El kamu segera berlari ke arah pintu dan selamatkan anak kita dan Queeny. Aku akan melindungimu dari belakang sampai pintu dan Diego kamu bantu halangi mereka.” Ucap Max mengatur strategi yang dijawab anggukan oleh Airell dan Diego.

Pertarungan kembali sengit, Airell sudah berada di depan pintu ruangan di mana Noel dan Queeny berada. “Noel sayang, Queeny ini momma.” Panggil Airell dengan keras hal itu membuat Queeny yang tadinya sudah berhenti menangis karena ketakutan kini menangis kembali mendengar suara Airell.

“Apakah kalian bisa mendengarkan momma sayang?” Tanya Airell yang dijawab dengan isakan Queeny sambil memanggil Airell.

“Iya, momma Noel bisa mendengar suara momma. Kami di sini baik-baik saja.” Teriak Noel d dalam.

“Bertahanlah sayang, momma akan menyelamatkan kalian.” Ucap Airell yang segera mencari sesuatu untuk memukul gembok yang terkunci.

Sedangkan Diego dan Max sudah merasa kewalahan menghadapi musuh yang ingin menyerang mereka. “Dasar pengecut. Kalian bukan laki-laki sejati.” Ucap Diego dengan geram.

“Jangan banyak berbicara Diego, kamu harus menghemat energimu untuk melawan mereka.” Ingat Max kepada Diego di sampingnya.

Beruntungnya tidak ada yang membawa senjata tajam karena mereka juga mengira bahwa Max, Airell, dan Diego tidak datang secepat ini untuk menyelamatkan dua bocah yang mereka kurung di dalam sana.

“Aku akan membuat kalian sangat menderita sampai kalian berpikir kematian lebih baik dari siksaan yang akan aku berikan nanti.” Geram Max dalam pikirannya menatap dengan nyalang.

“Queeny kamu tenanglah jangan menangis di sini ada kak Noel. Kak Noel tidak akan meninggalkanmu bersabarlah sebentar lagi momma, dadda dan uncle Diego akan menyelamatkan kita.” Ucap Noel di samping Queeny.

“Queeny ta-ta-kut.” Ungkap Queeny dengan sesegukan, “uncle baju hitam itu jahat. Matanya seperti burung hantu.” Lanjut Queeny saat melihat penjahat yang mengikat mereka berdua di atas kursi.

Airell terus berusaha memukul gembok tersebut dengan keringat yang memenuhi area wajahnya dan baju yang di belakangnya sudah basah karena keringat. “Bersabarlah sayang, momma akan menyelamatkan kalian.” Ucap Airell yang masih mendengar suara tangisan ketakutan Queeny di dalamnya.

Noel sebenarnya takut tapi ia tidak boleh lemah apalagi ada Queeny di sampingnya ia harus menunjukkan kepada Queeny bahwa ia laki-laki dan kakak yang baik buat Queeny.

“Iya, momma.” Teriak Noel, “momma berhati-hatilah.” Ingat Noel kepada Airell.

“Kak tangan Queeny lelah diikat dan sakit.” Ringis Queeny yang berusaha menggerakan pergelangan tangannya yang diikat di belakang kursi.

“Jangan terlalu banyak bergerak kita tidak bisa melepaskan ikatan ini Queeny.” Pinta Noel yang merasa kasihan dengan Queeny. Gadis cantik dan centil itu sangat lusuh dan kotor, pasti jika ia melihat penampilannya di cermin maka ia akan berteriak tidak suka. Sisa-sisa air mata yang melekat di pipinya membuat garis huruf sebelas, rambut yang dikuncir dua sudah tidak beraturan.

“Tapi Queeny pengen pipis.” Ungkap Queeny yang sudah tidak bisa menahan ingin buang air kecil.

“Aduh. Queeny bisa tahan sebentar kan, apa Queeny nggak malu nanti saat besar jika Queeny pipis di celana.”

“Nggak, kata mommy dan daddy Queeny kan masih kecil jadi wajar Queeny pipis di celana.” Ucap Queeny dengan polosnya membuat Noel meringis mendengarnya.

“Umur Queeny sudah berapa?” Tanya Noel berusaha mengalihkan perhatian Queeny dengan menjawab pertanyaannya.

“Tiga tahun lebih, sebentar lagi Queeny akan berulang tahun.” Ucap Queeny dengan sedih dan mulai kembali menangis, “bagaimana kalau nanti Queeny tidak merayakan ulang tahun Queeny.” Lanjut Queeny

Noel yang mulai mendengar Queeny menangis lagi meringis, “sepertinya aku bertanya dengan salah, kenapa perempuan itu selalu rumit.” Gerutu Noel.

“Berarti Queeny tidak boleh lagi pipis di celana, Queeny mau nanti teman sekolah Queeny mengejek Queeny yang masih mengompol?”

“Nggak mau. Tapi kan tapi kan ini hanya Queeny dan kak Noel yang tau. Kalau misalnya temannya Queeny tau bahwa Queeny mengompol di celana berarti kak Noel yang Queeny salahkan. Kak Noel tidak bisa dipercaya sebagai seorang laki-laki.” Cemberut Queeny.

“Kak Noel bisa dipercaya Queeny, yang tidak bisa dipercaya itu adalah Queeny.” Ungkap Noel dengan kesal.

“Sayang.” Panggil Airell dengan nafas terengah-engah membuat kedua anak kecil yang sednag beradu argumen itu menoleh ke arah Airell.

“Momma Airell.” Ucap Queeny dengan berbinar, sedangkan Noel tersenyum dan melihat penampilan Airell yang sangat berantakan. Mata Noel jatuh ke arah bibir Airell yang terluka hingga membuat Airell menatap dengan tidak suka. “Momma, tolong lepaskan ikatan ini di tangan Queeny, tangan Princess Elsa Queeny sakit momma

nanti Queeny tidak bisa mengeluarkan kekuatan untuk memberi hukuman kepada uncle jahat.” Airell yang mendengar itu segera melepaskan ikatan tangan Queeny terlebih dahulu. Dalam keadaan seperti ini Queeny masih sempat-sempatnya berkhayal.

Noel menatap ke arah luar di mana pintu yang dibuka Airell tadi tidak ditutup sehingga membuat Noel melihat bagaimana Max dan Diego yang sudah kewalahan melawan segerombolan penjahat tersebut.

Tak lama terdengar suara tembakan hingga membuat semua orang menoleh ke arah luar dan terdiam membeku saat melihat tubuh kekar seorang laki-laki jatuh terjerembab ke tanah.

Pasukan yang ditelepon Diego tadi baru saja datang dan segera berlari ke dalam gedung untuk segera melindungi Airell, Noel, dan Queeny. Sebagian dari mereka segera menembak kaki dan tangan agar mereka tidak leluasa.

“Uncle Max.” Teriak Queeny histeris saat melihat Max yang terkena tembakan sebelum ditutup oleh pasukan yang dipanggil Diego untuk segera memberikan perlindungan.

Jantung Noel berdetak kencang saat melihat Max yang terbujur kaku di tanah karena tembakan, Noel sempat melihat Max yang masih memberikan senyum kepada Noel sebelum Max memejamkan kedua matanya.

Sedangkan Airell tidak bisa melihat siapa yang terkena tembakan tersebut tapi ketika mendengar teriakan Queeny yang memanggil nama Max membuat Airell menegang dengan tatapan kosongnya.

*Bersambung*

1
Yulianti Yulianti
oke
Yulianti Yulianti
lanjutkan💪
nadira ST
ntar kalau aireli lihat kamu trauma goblok,
Nadia
binggung aku
Sativa Kyu
👍👍👍
miss see
apa yg diajar oleh steffy kpd anak kecil
Lee Fay
Thor, kenapa kamu sangat jahat sekali? Padahal yang salah dan biang kesialan itu Steffy, tapi knpa smua org dibuat menderita sdgkn dia bahagia?
Shuhairi Nafsir
Character dalam cerita ini semua nya membosankan. Ego sama goblok. Airell nikah aje sama Adam biarkan Noel puas. atau pun biarkan Noel kecelakaan serta memerlukan darah yang lanka. Baru Airell jadi bengong meminta bantuan Max.
Shuhairi Nafsir
Cerita nya lama kelamaan membaca jadi membosankan dan lembab.
Shuhairi Nafsir
cerita nya nga masuk diakal banget. katanya Airell jaguh bela diri. masakan cengkaman Max nga bisa ditangani. lembab lagi membosankan
Chiki Meong
cerita bagus. setiap kalimat mudah dipahami dan setiap episode ada cerita sendiri yang buat pengen tau kelanutan cerita.
Ana Mirfat
Kecewa
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
buntut klu bontot itu jungkookie adek nya jin Hyung
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
iya Iyah lah El klu panas mah gurun emang ada orang yg mau honey moon di gurun
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
MA(max) REL(airel)=MAREL
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
sebenci benci nya seorang anak pd ortunya itu tdk akan mengubah kata anak menjadi mantan anak jdi mau tidak mau anak di tuntut menghormati orang tua nya wlu sejuta luka tersemat.
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
entah knp sedikit sesak baca cerita ini ,tau sih luka tdk semudah itu sembuh tpi klu kita liat dri sisi pandang max jg terluka jgn hya menghakimi sepihak bagi aku part ini bikin sesak kerna mengingatkan kisah zico waktu ketemu zoey 🥺🥺
Rafanda 2018
katanya mini market ya punya max,trus uda tau makanan beracun kenapa di jual,,,aneh
Rafanda 2018
bertele tele kaya drama ikan terbang,,kelamaan bacanya
Neng Alifa
aku umur 3 thn masih ngempeng 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!