NovelToon NovelToon
ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:333
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

Arthur tumbuh di bawah perlindungan seorang pelayan tua yang setia, tanpa pernah benar-benar memahami ayahnya dan apa yang telah ia tinggalkan. Ketika waktu mulai merenggut kekuatan pelindung lamanya, Arthur dipaksa menghadapi dunia yang selama ini dijauhkan darinya dunia yang dibangun di atas hutang lama, keputusan sunyi, dan enam nama yang tidak pernah disebutkan secara utuh.

Sedikit demi sedikit, Arthur menemukan bahwa kebaikan ayahnya di masa lalu telah membentuk takdir banyak orang, namun juga meninggalkan retakan yang kini mengincar dirinya.

Di antara latihan, pengkhianatan yang tidak terucap, dan sosok-sosok yang mengawasi dari kejauhan, Arthur harus memilih:
meneruskan warisan yang tidak lengkap atau menyerah bahkan sebelum ia sempat memutuskan...

baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 - Perbincangan Yang Mulai Menghasilkan..

-~-Mereka yang Mengingat Lebih Dulu

Makhluk itu tidak langsung menyerang.

Itu justru yang paling mengerikan.

Kabut di sekitarnya berhenti bergerak, seolah waktu memilih menahan napas. Sosok tinggi itu berdiri dengan postur santai, tangan panjangnya terlipat di belakang punggung. Wajahnya menyerupai manusia, tetapi terlalu sempurna tidak ada pori, tidak ada bekas usia. Matanya kosong, seperti cermin yang memantulkan ketakutan orang lain.

“Arthur..” ucapnya.

Suaranya tidak keras, tapi langsung menembus kepala. Beberapa penjaga terhuyung, menahan pelipis mereka.

Arthur tidak menjawab.

Pedangnya terangkat, tetapi tubuhnya terasa berat bukan karena takut, melainkan karena sesuatu dalam dirinya… beresonansi.

“Kau tampak berbeda” lanjut makhluk itu. “Lebih rapuh dari yang kami ingat.”

Arthur menggeram. “Aku tidak pernah bertemu denganmu.”

Makhluk itu tersenyum tipis. “Tentu saja kau tidak ingat.”

Lucien melangkah maju satu langkah. “Jangan ucapkan nama lamanya.”

Senyum makhluk itu melebar. “Ah… kau sudah mulai mengingat, Penjaga Retakan.”

Beberapa penjaga menoleh ke arah Lucien dengan terkejut.

Arthur menoleh tajam. “Apa maksudnya?”

Lucien tidak langsung menjawab. Tangannya mengepal, seolah menahan sesuatu agar tidak keluar.

Makhluk itu mengangkat satu jari, dan kabut di belakangnya bergetar. Bayangan-bayangan lain berhenti, menunggu.

“Kami datang bukan untuk membunuh” katanya. “Kami datang untuk memastikan sejarah kembali ke jalurnya.”

Arthur tertawa pendek, dingin. “Sejarah versi siapa?”

“Versi dunia,” jawabnya ringan. “Sebelum ia rusak oleh pewaris yang menolak perannya.”

Udara mendadak berdenyut.

Arthur merasakan sakit singkat di dadanya seperti memori yang dipaksa bangun. Kilasan gambar muncul: ruang putih tanpa dinding, simbol melingkar, dan suara yang memanggil namanya… bukan Arthur.

Ia tersentak.

Lucien langsung berada di sampingnya. “Jangan dengarkan.”

Makhluk itu menghela napas, seolah kecewa. “Kau selalu seperti ini, Lucien. Selalu melindungi apa yang seharusnya dikorbankan.”

“Kau menyebutnya keseimbangan,” balas Lucien dingin. “Padahal itu hanya ketakutan kalian terhadap perubahan.”

Kabut berdesir, seakan tersinggung.

Arthur menatap Lucien. “Apa yang mereka maksud dengan pewaris?”

Lucien menutup mata sesaat. Ketika membukanya kembali, tidak ada lagi keraguan di sana hanya kelelahan panjang.

“Arthur...” katanya pelan, “kau bukan orang pertama yang memakai nama itu.”

Keheningan jatuh seperti palu.

“Apa?”

Makhluk itu terkekeh. “Ia belum tahu. Menarik.”

Lucien melanjutkan, suaranya tegas meski berat. “Kau adalah kelanjutan. Bukan darah tapi fungsi. Dunia ini… memilihmu untuk menggantikan sesuatu yang hilang.”

Arthur menggeleng. “Kau bicara omong kosong..”

“Tidak..” jawab Lucien. “Itulah sebabnya penyakitku ada. Itu segel. Untuk menunda saat ini.”

Makhluk itu mengangkat tangannya, dan simbol samar muncul di udara lingkaran yang sama seperti kilasan di kepala Arthur.

“Kami menyebutnya Poros Dunia” katanya. “Dan kau… adalah anomali yang dibiarkan hidup terlalu lama.”

Arthur merasakan dadanya panas. Pedangnya bergetar, bereaksi tanpa perintah.

“Aku tidak peduli dengan peran apa pun,” katanya tajam. “Aku memilih jalanku sendiri.”

Makhluk itu menatapnya lama. Lalu tersenyum bukan mengejek, melainkan puas.

“Jawaban yang sama” katanya. “Selalu.”

Ia menurunkan tangannya. Kabut mulai mundur perlahan.

“Kami akan pergi,” lanjutnya. “Untuk saat ini.”

Arthur menyipitkan mata. “Semudah itu?”

“Kalian belum siap, benar?” jawab makhluk itu jujur. “Dan jika kami memaksakan, dunia akan retak terlalu cepat.”

Ia menoleh pada Lucien. “Segelmu melemah. Penyakitmu akan kembali kali ini dengan ingatan utuh.”

Lucien tidak membalas.

Makhluk itu melangkah mundur ke dalam kabut. “Bersiaplah, Pewaris. Lain kali kami datang… bukan untuk berbicara rowr.”

Kabut menutup kembali.

Sunyi.

Api unggun menyala kembali seolah tidak pernah padam, tetapi tidak ada satu pun orang yang merasa hangat.

Arthur berdiri kaku. Tangannya gemetar, bukan karena takut melainkan karena sesuatu dalam dirinya bangun.

Ia menoleh ke Lucien. “Kau tahu semuanya sejak awal bukan?”

Lucien menunduk. “Aku tahu cukup untuk takut.”

Arthur menghela napas panjang. “Kalau begitu kita punya masalah yang lebih besar dari perang.”

Lucien mengangguk pelan. “Ya.”

Arthur menatap ke arah Wilayah Kekosongan kini terasa jauh lebih dekat.

“Karena jika mereka benar...” katanya, “maka dunia ini tidak sedang diserang.”

Ia berhenti sejenak.

“Dunia ini sedang bersiap menggantiku.”

Dan jauh di dalam kabut yang belum sepenuhnya pergi, sebuah simbol berdenyut menandai bahwa proses telah dimulai.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sukses selalu untuk semua karyanya kak
DavidTri: terimakasih kak🌞
total 1 replies
Vanillastrawberry
kritis banget tuan muda Arthur
Zan Apexion
Nice story 👍
DavidTri: Terima kasih 👋🏻
total 1 replies
Zan Apexion
Sedikit saran Thor, lupa tanda baca 'titik' setelah kata hentakan. letaknya di paragraf awal.
DavidTri: benar, lupa naruh titik di akhirannya, btw terima kasih
total 1 replies
DavidTri
21 nama yang sangat ...🗿
DavidTri
Episode 6 - 13 udah ada di draft😄 tinggal nunggu Minggu depan biar jadi jadwal up 1-2/Minggu🥳 Btw boleh baca Novel terbaru ku, Judulnya: Welcome To SERIAL KILLER
tentang orang jadi pembunuh gitu aja, kalau penasaran boleh di baca🔥
DavidTri: btw kenapa cover nya masih ngadep belakang dah🗿 padahal udah diganti si Arthur hadap ke depan ngelihat orang ganteng/cantik😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!