Zivanya Aurelia Wardana (20) pergaulan bebas membuatnya mengalami mimpi terburuk dalam hidup. Menjadi ibu diusia yang masih begitu muda
Amarah Keluarga membuatnya mengambil keputusan besar untuk mengakhiri hidupnya. Namun hal itu bisa dicegah oleh seorang dokter tampan bernama Zionathan (24)
Ziva memberontak, memberi syarat pada Zio untuk mencarikan ayah bagi bayinya, menggantikan sang kekasih yang pergi entah kemana
Tak disangka jika Zionathan menjadikan dirinya sendiri sebagai ayah untuk bayi itu sekaligus suami untuk Zivanya
Bagaimana pernikahan atas dasar tanggung jawab itu dapat bertahan? dan bagaimana Zio bertindak saat ayah kandung bayi itu datang dan meminta Zivanya serta anaknya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tantangan
"Lagi sibuk?"
"Enggak kok kak! Ayo masuk!"
Walaupun status Zio sebagai adik iparnya namun Zavier tak bisa merubah panggilannya pada pria itu
"Tumben banget kesini?"
"Ziva lagi ngidam pengen bolu buatan Mama!" Jawab Zio
"Ziva banyak permintaan yaa kak?" Tanya Zavier
"Wajar kok!"
"Kak Zio happy setelah nikah sama Ziva?"
Entah kenapa pertanyaan itu malah keluar dari mulut pria yang merupakan kakak iparnya itu
"Bahagia itu kita yang ciptakan Zavi, dan kakak sedang berusaha untuk membuat pernikahan ini akan bahagia!"
Zavier mendengus, jawaban Zio tak membuatnya puas
"Kamu sendiri gimana? Gak mau nikah? Nanti keburu diambil orang" goda Zio
"Dia cinta banget sama aku kak, gak mungkin lah dia ngelirik cowok lain!" Ucapan Zavier terdengar sombong
Setelah cukup lama keduanya mengobrol, saling bertukar cerita. Pintu terbuka menampilkan seorang wanita cantik dengan senyum manisnya
"Kak!"
"Loh, udah bikin bolunya?" Tanya Zionathan pada istrinya
"Udah, Ziva mau manggil kak Zio buat makan bareng!" Ujar Ziva, ia hanya melirik kearah sang kakak
Hubungan antara dirinya dan Zavier sang kakak tengah dingin, setelah kepergian sang Oma, Zavier enggan bicara dengan adik perempuannya itu
"Ayo Zavier!"
"Kalau kak Zavi gak mau gak usah diajak!" Celetuk Zivanya membuat dirinya mendapat tatapan dari sang kakak
"Jangan sok tau kamu!"
Zio bangkit, ia hendak mengajak sang istri untuk keluar namun Zavier tiba-tiba saja memanggil
"Ziva!"
Melihat Zavier yang sepertinya ingin bicara, Zio memutuskan untuk keluar lebih dulu. Memberikan waktu bagi kakak beradik yang tengah perang dingin itu
"Kakak keluar dulu! Kamu bicara sama Zavi"
Ziva mengangguk, lalu membawa pandangannya pada sang kakak
"Maaf!" Lirih Zavier, ucapan itu bahkan hanya terdengar olehnya saja
"Kak Zavi ngomong sesuatu?" Zivanya benar-benar tak mendengar apapun
"Ck, gak usah ngeselin!"
"Kalau gak niat yaa gak usah kak, Ziva juga gak perlu kok!" Ziva jadi kesal sendiri
"Iya maaf" Zavier mengalah "Kakak mau minta maaf soal.."
"Soal kakak mukul Ziva?" Belum selesai ucapan sang kakak, Zivanya sudah memotong
"Kakak gak sengaja!"
"Ziva ngerti kok kak, siapapun pasti akan marah. Kak Zavi gak salah!"
Ziva sadar akan kesalahannya, tamparan dari sang kakak memang sudah seharusnya ia terima
"Kita baikan?" Tanya Zavier sembari mengulurkan tangannya
Ziva mengangguk, wanita cantik itu memeluk Kakak laki-lakinya itu dengan erat
Zavier tersenyum, ia usap punggung sang adik dengan lembut. Keduanya memang sangat dekat
Ada kerinduan yang tak bisa Zavier ungkapkan setelah adiknya itu tak lagi berada dirumah ini
"Kamu sama kak Zio... Udahh?"
Zavier menaik turunkan alisnya menggoda sang adik. Membuat Zivanya mengerutkan keningnya
"Udah apa?"
"Ituu!"
Ziva yang sadar memukul lengan kakak laki-lakinya dengan pelan, membuat pria tampan itu tertawa
"Kamu gak bisa godain suami kamu?" Tanya Zavier
"Buat apa digodain? Kak Zio mungkin jijik sama Ziva!" Wanita cantik itu menundukkan kepalanya
Zavier mengusap kepala adiknya itu dengan lembut, ia tau apa yang dialami adik perempuannya ini tidaklah mudah
"Kamu coba godain dulu! Emangnya kamu mau, suami kamu direbut sama perempuan lain?" Zavier ingin jika hubungan Ziva dan Zio selayaknya suami istri
Ia tak ingin jika adiknya jatuh ke tangan pria yang salah, dan Zio adalah pria yang tepat
Zivanya diam, ia mulai memikirkan ucapan sang kakak. Dirinya melihat sendiri bagaimana para betina itu menggilai suaminya
"Udah, ayo! Kita makan bolu"
***
Ziva memikirkan ucapan sang kakak hingga tiba di apartemen. Ia berpikir jika dirinya tidak bisa menjaga suaminya maka suaminya akan 'jajan' di luaran sana
Tapi sepertinya ia ragu untuk merayu suaminya, bagaimana jika Zio marah dan tidak ingin bersamanya
"Godain gak yaa?" Batin Zivanya
"Ada apa?" Tanya Zio, pria tampan itu duduk di sofa bersama sang istri
"Emm kak, kakak suka cewek yang seperti apa?" Tanya Ziva tiba-tiba membuat Zio heran
"Kakak gak tau!" Jawab Zionathan singkat
"Menurut kak Zio, Ziva cantik gak?"
Zio semakin dibuat bingung dengan pertanyaan istrinya itu
"Kamu cantik Ziva,semua orang pasti bilang kamu cantik!" Jawab Zio
"Ziva mau nantangin kakak!"
Zionathan mengerutkan keningnya, apa lagi yang istrinya ini inginkan. Rasanya tidak mungkin juga jika karena hormon kehamilan
"Nantangin apa?"
"Kita tatap-tatapan selama satu menit, kalau kak Zio gak tergoda Ziva bakal turutin semua permintaan kakak!"
Zio pikir ada-ada saja istrinya ini, apa Ziva tidak tau jika dirinya kesulitan menahan diri jika melihat wanita hamil ini
"Termasuk beresin kamar sendiri?" Tanya Zio, mengingat istrinya ini sangat tidak bisa menjaga kebersihan kamar
Wanita cantik itu hanya menyengir, menampilkan deretan giginya yang rapi
"Deal!" Ziva sepakat "Tapi kalau Ziva menang, Ziva mau tas baru!"
Zio mengangguk, hanya tas saja tidak akan membuatnya jatuh miskin "Deal"
Ziva mulai mengatur waktu satu menit, ia akan berusaha membuat suaminya tidak berpaling darinya
"Kita mulai!"
Keduanya saling menatap, Ziva mulai memasang wajah menggoda. Menatap suami tampannya dengan mata yang penuh godaan
Sementara Zionathan masih setia dengan wajah datar, berusaha menahan diri dari godaan istri kecilnya ini
Sudah hampir tiga puluh detik, namun Zio masih menatapnya dengan dingin. Seolah tatapan menggoda itu bukanlah apa-apa
Zivanya mencibikkan bibirnya, memasang wajah cemberut yang terlihat menggemaskan
Zio menelan salivanya berat, wajah menggemaskan Ziva benar-benar menggoda, bahkan keringat dingin mulai terlihat di keningnya
Ziva dikejutkan dengan alarm yang berbunyi, sudah satu menit ia mencoba menggoda suaminya namun pria tampan itu benar-benar tak menunjukkan reaksinya
"Kak Zio menang!" Ziva pasrah, mungkin memang benar jika suaminya itu merasa jijik padanya
Harusnya ia sadar dari awal dan tidak mengikuti saran aneh dari Zavier
Zio terdiam, tatapannya hanya terpaku pada wajah cantik istrinya. Sesuatu telah terjadi dan sepertinya ia tak bisa menahan diri lagi
Ziva hendak bangkit, ia ingin meninggalkan suaminya lebih baik ia kekamar saja. Rasanya begitu memalukan
Ternyata ia terlalu percaya diri untuk merayu suaminya, berulang kali Ziva mengutuk sang kakak yang telah memberikan saran seperti ini
Zio yang melihat istrinya hendak bangkit menarik lengan wanita cantik itu membuat Ziva kembali duduk ditempatnya
Ziva mengerutkan keningnya, suaminya terlihat berbeda, bahkan napas pria itu terlihat memburu
"Kak Zio kenapa?"
"Kamu menang!"
Mmmppphh
Ziva terkejut, suaminya bahkan tak memberi waktu baginya untuk melawan
Zio melumat habis bibir istrinya itu. Ziva memukul dada suaminya hingga Zio melepas ciumannya
Wanita hamil itu meraih oksigen sebanyak-banyaknya, suaminya seperti orang kesetanan
"Kakak mau ngapain?"