semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SALAH PAHAM
jOn melanjutkan mobilnya meninggalkan pemandangan yang tidak sedap dipandang itu.. bisa saja jon menghampirinya namun ada pasien darurat yang harus dia tangani saat ini.
"makasi bang!! " ucap Rara ,saat keluar dari tokoh Rara terpleset dan hampir terjatuh hafiz lngsung memegang tangan Rara namun tepat saat itu jon lewat dan melihat kejadian tersebut.
"dok.. apa dokter baik baik saja?? " tanya asisten nya
"oh.iya aku baik baik saja.. mari kita lanjutkan! " jawab jon sebisa mungkin jon mengabaikan pikiran nya tentang apa yang dia lihat dijalan tadi, jon menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskan pelan pelan setelah merasa legah jon melangkah menuju rung operasi , beberapa jam kemudian jon keluar dri ruang operasi operasinya berjalan dengan lancar kakinya terus melangkah menuju ruangan pribadinya setelah membersihkan diri jon memeriksa beberapa data yng ada di atas meja dan sesekali menyugar rambutnya pikirannya terus melayang pada kekasihnya, matahari mulai tenggelam rencananya jon akan menyibuk kan diri untuk mengalihkan pikirannya
"ini tidk bisa dibiarin.. aku bisa gila " jon meraih ponselnya lalu mencari nomor kontak rara
"tok tok tok" suara ketukan pintu , jon meletak kan kembali ponselnya
"masuk"
Pintu terbuka dan muncul lah wajah yang yng seharian ini menghantui pikiran jon
"eh.. sayang?? " perasaan yang tadi mengganggunya sedikit hilang setelah kedatangan Rara
"haai... belum pulang ya?? " tanya Rara masuk ke dalam sambil membawa sebuah kantongan
"belum... ada apa.. tumben kamu datang gak ngabarin dulu?? " tanya jon matanya melihat kearah tangan Rara
"oh.. ini.. mau mampir aja.. ini aku bawa buah.. ku pengen makan buah tapi ku malas ngupas nya" jawab Rara sedikit menggoda, dn benar saja jon tersenyum
"sini.. biar ku yang kupasin.. duduklah!! " pintar jon klau menarik sebuah kursi dan mempersilahkan kekasihnya untuk duduk, Rara pun tersenyum lalu duduk
Dengan pelan jon mengupas apel , lalu meletakkan di sebuah piring kecil
"wah... segitunya mau di kupasin. sampai sampai dari pisau dan piring pun di bawa !! " ucap jon sambil tersenyum
"hehe.. maaf kalau merepotin,, "
"gak apa apa sayang.. "
"oh ya... tadi aku bertemu sama hafiz di tokoh buah" seketika jon menghentikan gerakan tangannya mengupas buah apel tersebut..
"dia bilang apa" tanya jon sedikit kepo dan cemburu pasalnya dia tau kalau temannya itu juga menyimpan perasaan terdapat Rara
"dia hanya nanyain kabar dan cerita beberapa hal.. dia juga sempat dorongin troli belanjaan saya,, dan waktu keluar dari tokoh aku kepleset dan hampir terjatuh.. untung hafiz langsung nangkap saya.. " jon mengerutkan kening.. ooh jadi seharian ini dia sudah salah paham.. batin nya
"hei,, heeei" Rara melambai tangan di depan wajah jon yang sedang terdiam menatap kedepan
"eeh.iya.. ada apa? "
"ngelamunin apa sih.. Aku cerita loh dari tadi jangan jangan gak kamu dengerin.. kamu lagi mikirin apa sih.. lagi ada masalah ya?? "
"aah enggak kok sayang.. sudah lah.. jangn dibahas lagi.. ini apelnya masih mau aku kupasin?? "
"sudah.. kamu pulang nya jam berapa?? "
"bentar lagi.. kenapa emangnya.. ? "
"aku mau makan bareng sama kamu"
"tumben banget... "
"iih.. dah ah.. aku tunggu di sini ya" ucap Rara sambil tersenyum
Jon pun ikut tersenyum lalu berdiri dari kursinya
"mau kemana? "
"makan.. katanya mau makan bareng! "
"lah.. emang sudah selesai kerjaannya? "
"sudah" Rara mengangguk lalu ikut berdiri
"kamu naik apa kesini? " tanya jon saat sudah berada diluar rumah sakit.
"naik taksi! "
"ooh.. yaudah kamu tunggu disini ya. aku ambil mobilnya dulu" jon pun berjalan menuju mobilnya di parkiran dan menjemput rara di depan rumah sakit