NovelToon NovelToon
Masalalu Yang Terulang

Masalalu Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Time Travel / Dikelilingi wanita cantik / Murid Genius / Mengubah Takdir / Jujutsu Kaisen
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: YuniPus

Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Bab 35 – Memancing Masalah

Akurasi dari panah Arya sangat tinggi. Kera Lengan Biru Raksasa yang ditembak olehnya menjerit dengan menyedihkan.

Kera Lengan Biru Raksasa tidak bisa menahan racun dari Rumput Kabut Ungu. Setelah mengangkat senjata di tangannya, Rian dan anak buah peringkat peraknya menebas pada Kera Lengan Biru Raksasa itu.

Psh psh psh!

Darah menyembur kemana-mana, membasahi Rian dan orangnya dengan merah darah.

Arya tau kalau Kera Lengan Biru Raksasa ini digunakan oleh Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual. Kecerdasan binatang iblis spiritual tipe kera sangat mengejutkan. Apalagi, kekuatan bertarung mereka sangat mengerikan.

Di kehidupan sebelumnya, ketika Lestari dan yang lain datang ke Peninggalan Kuno Kota Anggrek Tua, mereka tidak bertemu dengan binatang iblis tingkat spiritual sama sekali. Oleh karena itu, penampakan binatang iblis tingkat spiritual ini membuat Arya merasa sedikit tidak tenang. Arya dengan nekat mengolah kekuatan roh di dalam Dantiannya yang dia dapat dari Juna. Jika dia bisa mencapai Peringkat Perunggu 2-bintang, maka itu akan lebih aman.

“Kita akan memancingnya ke area benteng!” Arya mengangkat suaranya. Ukuran pertahanan benteng itu lebih ketat, oleh karena itu, mereka bisa menggunakannya untuk menghadapi Kera Lengan Biru Raksasa tingkat spiritual itu.

Roar!

Kera Lengan Biru Raksasa tingkat spiritual itu melompat, menyerbu ke arah mereka. Dia mengangkat lengan besarnya dan menghantam menuju salah satu orang Rian.

Boom!

Kera Lengan Biru Raksasa itu memukul pada abdomen orang itu. Orang itu menjerit, terbang keluar dan mendarat pada sebuah pohon besar. Darahnya tersembur ketika dia terjatuh.

Orang itu adalah Peringkat Perak 2-bintang. Kekuatan Kera Lengan Biru Raksasa sangat mengerikan. Dengan sebuah pukulan, dia membunuh seorang ahli Peringkat Perak 2-bintang. Tidak ada yang pernah mengalami pertarungan seperti ini sebelumnya, jadi, setelah melihat hal tadi, wajah mereka semua memucat.

Setelah membunuh satu, Kera Lengan Biru Raksasa itu tidak terburu-buru untuk menyerang. Kera Lengan Biru Raksasa itu menunggu di luar, seperti seekor macan yang mengawasi mangsanya.

“Shit, dia terlalu kuat! Apalagi, dia adalah pemimpin populasi Kera Lengan Biru Raksasa ini. Raungannya dapat menarik lebih banyak Kera Lengan Biru Raksasa!” Kata Arya sambil mengerut, “Kita adalah target yang terlalu besar, kita perlu menyebar!”

Rian mengerutkan alisnya sedikit, menurunkan suaranya dan berkata, “Baiklah, kita akan menyebar menjadi 6 tim dan bertemu kembali di benteng itu!”

Kelompok mereka segera menyebar.

Sarti Lanruo dan Lestari mengikuti Arya, bersama dua orang pelayan dan seorang gadis yang memiliki hubungan cukup baik dengan Lestari.

Sou sou sou enam tim berlari keluar ke enam arah berbeda.

Kera Lengan Biru Raksasa itu hanya berencana untuk membunuh kelompok ini perlahan satu demi satu. Namun, dia tidak menyangka kalau mereka akan berpencar menjadi enam tim, dan berlari ke arah yang berbeda. Dia terhenti sesaat kemudian mengejar kelompok Arya.

Arya tersenyum pahit, kenapa keberuntungannya begitu buruk. Dari enam tim, kenapa Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual ini harus mengejar mereka?!

“Kalian pergi dulu, cepat!” Arya berteriak, mengambil beberapa botol agen obat yang terbuat dari Rumput Kabut Ungu dari cincin interspasialnya.

Langkah Lestari sedikit terhenti. Melihat punggung Arya yang menghadapi Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual, membuat hatinya bergetar.

Mata Sarti Lanruo menjadi merah, pada saat berbahaya ini, Arya tidak memikirkan keselamatannya sendiri, tapi memutuskan untuk meng-cover mereka. Dia sangat tersentuh oleh tindakan Arya di hatinya.

“Cepat! Jangan membuang waktu! Jangan khawatirkan aku, aku punya caraku sendiri!” Geram Arya, “Berpencarlah dan lari, kalau tidak, kalian tidak akan keluar dengan selamat!”

Lestari dan Sarti Lanruo menggertakkan gigi mereka dengan air mata mulai terbentuk di mata mereka. Mereka ragu-ragu untuk sesaat, tapi kemudian memutuskan untuk berlari ke dalam hutan.

Roar!

Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu mengayunkan tangannya dan menghantam ke arah Arya.

Ketika lengan itu hampir mengenai tubuh Arya, dia tiba-tiba menunduk dan berguling di tanah.

Boom!

Telapak tangan besar dari Kera Lengan Biru Raksasa itu menghantam ke posisi awal Arya. Retakan muncul di tanah dan batu yang hancur terbang ke segala arah. pu pu Dua batu yang hancur menggores lengan Arya, membuat darah mulai mengalir keluar dari lengannya.

Kera Lengan Biru Raksasa itu memukul-mukul dadanya dan menghentakkan kakinya ke tanah. Sekali lagi, dia mengayunkan lengannya ke arah Arya.

Alis mata Arya sedikit berdenyut. Dia tau dimana kelemahan Kera Lengan Biru Raksasa. Kekuatan roh dilepaskan dari dalam tubuhnya, dan dia dapat segera merasakan roh yang berada di dalam pikiran Kera Lengan Biru Raksasa ini. Kekuatan roh Kera Lengan Biru Raksasa ini mirip dengan membran belahan bumi yang menyelimuti kepalanya.

“Hancur!” bentak Arya. Seluruh kekuatan rohnya berkumpul di satu titik, dan menusuk ke dalam pikiran Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu.

Boom!

Roh di dalam pikiran Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu bergetar tanpa henti. Pergerakannya juga terhenti.

Arya tau betul kalau dia bukan lawan bagi Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual ini, lagipula, dia baru saja menjadi Peringkat Perunggu 2-bintang. Bahkan sebuah pedang sekalipun tidak bisa memotong daging Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual ini. Oleh karena itu, dia hanya bisa menyerang menggunakan kekuatan roh. Memanfaatkan jeda Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu, Arya melompat, dan lari menuju hutan.

Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu tidak siap, dengan begitu Arya berhasil membombardir kekuatan rohnya ke dalam pikirannya. Ini membuat pikirannya kacau. Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu mengguncang kepalanya tanpa henti, dan, perlahan-lahan, mata yang bingung itu mulai kembali jernih.

Ketika dia sudah dapat melihat dengan jelas, Arya sudah kabur.

Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual meraung dengan ganas dan pergi menuju ke arah Arya. Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu seperti halilintar. Semua pohon yang berada di sepanjang jalannya dihancurkan.

Berlari dengan gila, melihat jarak antara dia dan Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual semakin dekat, hati Arya menjadi semakin cemas. Dia mencoba sebisanya untuk bersembunyi di wilayah hutan padat. Ketika Arya baru akan berlari keluar dari hutan, sekelompok orang masuk ke jarak pandangnya.

Kelompok ini mengenakan jubah hitam. Wajah mereka sepenuhnya tertutupi, hanya sedikit dari dagu mereka yang terlihat. Desain iblis hitam pada punggungnya terlihat sangar dan mengerikan.

Mata mereka terjatuh pada Arya, dan sedikit terkejut. Apa yang dilakukan bocah seperti Arya disini, terlebih lagi, bagaimana bisa seorang bocah bisa sampai ke tempat ini? Mereka terpancing oleh teriakan Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual dan mencari jejak kelompok Rian. Namun, mereka tidak menyangka mereka akan bertemu dengan Arya disini.

Melihat penampilan mereka, sebuah hawa dingin melewati mata Arya. Dia jelas mengenali pakaian hitam itu. Mereka adalah kelompok paling gelap dan paling hina, Perserikatan Gelap!

“Bocah ini mungkin saja keturunan bangsawan, tangkap dia!” pemimpin mereka, Pendeta Laksmo berteriak. Dua orang berjubah hitam itu maju untuk mengepung Arya. Melihat hal ini, Arya menunjukkan tanda-tanda senyuman aneh.

Gemuruh!

Tanah berguncang dengan kasar. Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu keluar dari hutan padat, berteriak dan menyerbu pada Arya.

Arya langsung lari. Dia berlari menuju arah kelompok jubah hitam itu.

Melihat Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual menyerbu, orang-orang berjubah hitam itu segera membentuk formasi, dan bersiap untuk menahan tabrakan Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual.

Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu meraung. Dia telah melihat orang-orang ini dan berpikir mereka adalah kelompok Arya. Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu melompat dan menerkam pada Arya. Melihat Kera Lengan Biru Raksasa itu hampir mencapainya, Arya segera melompat ke samping. Telapak tangan Kera Lengan Biru Raksasa itu menggores punggung Arya. Dia dapat merasakan punggungnya terbakar oleh ciutan angin kuat.

Untung saja, reaksi Arya cukup cepat, jadi dia tidak diterkam. Kalau tidak, Arya pasti akan terluka parah.

Kera Lengan Biru Raksasa itu berguling menuju ke orang-orang berjubah hitam setelah gagal mengenai Arya.

“Bunuh dia!” teriak Pendeta Laksmo dengan dingin. Orang-orang berjubah hitam itu mengayunkan pedang mereka pada Kera Lengan Biru Raksasa.

Bang bang bang! Sebuah konfrontasi dimulai.

Melihat pertarungan antara Kera Lengan Biru Raksasa dan para jubah hitam itu telah dimulai, Arya mengambil nafas dalam dan sebuah senyuman terbentuk di mulutnya, “Aku akan memberikan Kera Lengan Biru Raksasa itu sebagai hadiah untuk kalian! Aku pergi dulu!”

Mengabaikan luka pada tubuhnya, Arya melompat menuju hutan.

Kekuatan Kera Lengan Biru Raksasa itu sangat kuat. Orang-orang dari Perserikatan Gelap itu tidak akan bisa membunuhnya dalam waktu singkat dan hanya bisa melihat Arya melarikan diri dari mereka.

Wajah Pendeta Laksmo menjadi abu. Dia sebenarnya tertipu oleh seorang bocah. Ini tidak bisa dibiarkan!

Pada saat ini, Arya tiba-tiba melihat sebuah figur muncul dari dalam semak. Jika itu bukan Lestari, siapa lagi?

“Kenapa kau masih disini?” Tanya Arya, sambil berkerut. Lestari tidak mendengarkan kata-katanya lalu pergi.

“Aku khawatir kau akan dalam bahaya, jadi aku disini bersiap untuk membantumu!”

Dia melihat ke luka berdarah di tubuh Arya, wajahnya menunjukkan ekspresi khawatir.

Arya tau, pada saat ini, Lestari tidak memiliki perasaan romatis padanya. Namun, ketika dia (Arya) menemui bahaya, dia (Lestari) datang kembali dan tidak pergi. Ini membuat Arya mengingat kembali apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Setelah Kota Gemilang hancur, dia mengikuti kelompok besar untuk keluar. Arya pada saat itu masih lemah dan dia tersesat. Itu adalah Lestari yang datang kembali dan menyelamatkannya.

Karakter Lestari yang mulia pada waktu itu, telah menawan Arya.

Setelah itu, mereka berdua semakin sering berhubungan. Meskipun, perbedaan kekuatan mereka berdua sangat besar, mereka berdua tetap jatuh cinta.

Arya merasa tersentuh di dalam hatinya, tapi tidak mengatakan apa-apa.

“Kita harus segera pergi, kalau tidak, mereka akan mengejar kita!”

“Mereka?” Lestari terdiam sesaat.

“Perserikatan Gelap, mereka sedang mencegat Kera Lengan Biru Raksasa itu!” kata Arya sambil menarik tangan Lestari lalu lari.

Mereka berdua berlari di dalam hutan. Karena tangannya digengam oleh Arya, pipi Lestari memerah. Dia mencoba untuk melawan, tapi tidak bisa melepaskan diri, dan hanya bisa membiarkan Arya melakukan apa yang dia inginkan. Lestari mengadahkan kepalanya untuk melihat pada wajah Arya, tidak tau apakah Arya sengaja atau tidak. Sejak muda, ini adalah pertama kalinya tangannya ditarik oleh seorang laki-laki. Kehangatan tangan Arya memberinya sedikit perasaan aman.

Keduanya terus berlari dan pergi menuju lokasi yang ditentukan. Ketika langit mulai gelap, raungan makhluk buas dapat terdengar sewaktu-waktu dari kedalaman hutan, memberikan tempat ini sebuah suasana mengagumkan.

Pada saat ini, dari dalam hutan di kejauhan, air mata Sarti Lanruo terjatuh. Dia kembali untuk mencari Arya dan mencari selama beberapa jam, tapi dia tidak dapat menemukan jejaknya. Ketika langit sudah gelap, dia hanya bisa mengikuti orang-orang yang pergi menuju lokasi yang ditentukan.

Tadi, ketika dia mengumumkan dia ingin mengejar Arya, itu hanya karena dia tidak yakin dan tidak suka kalah. Dia bahkan berpikir untuk membuang Arya setelah mendapatkannya, meninggalkannya menangis dan mengemis padanya. Hingga, Arya mengorbankan dirinya untuk menolong mereka. Setelah itu, dia (Sarti Lanruo) menyadari kalau dia sudah tidak memiliki keinginan itu lagi. Dia hanya ingin Arya baik-baik saja.

Namun, Arya mengorbankan dirinya untuk menolong bukan hanya dia, tapi juga Lestari. Tapi Sarti Lanruo, sudah jelas, mengabaikan Lestari di hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!