Jadi pacar idol? Siapa takut! Maksud hati ke Korea untuk menempuh pendidikan. Siapa sangka Yana bertemu dengan Max, idol yang sedang naik daun. Hubungan mereka harus ditutupi dari khalayak umum demi keselamatan Yana. Perjuangan kisah cinta orang biasa dan artis dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Pulang
Hari-hari berjalan seperti biasa. Yana masih sibuk kuliah dan mempersiapkan kelulusannya. Dia tak lagi bekerja sift malam di Sugar Bakery. Sebagai gantinya dia mengambil kerja full time sebagai editor majalah bisnis. Karena masih kuliah Yana tak perlu masuk kantor. Dia mengirim pekerjaannya lewat email. Sejauh ini tak ada masalah. Yana juga tak lagi kerja di percetakan buku ketika weekend. Akhir pekan adalah waktunya Max pulang ke apartementnya. Semua rahasianya, kebohongannya terutup dengan rapi.
"Kenapa kamu pindah Yana?" Tanya Jieun saat Yana hendak pindah.
"Itu apartement kenalan orangtuaku. Karena kosong mereka memintaku menjaganya.."
"Bolehkah aku dan Taejoon mampir kapan-kapan?"
"Tentu saja.."
Mereka berpelukan. Jieun dan Taejoon mengantarkan Yana pindah ke tempat yang baru.
Maafkan aku.. gumamnya lirih
-----
Sesuai dengan kesepakatan, Yana tidak akan menghubungi Max dulu kecuali Max yang menghubunginya. Orang lain akan mengira mereka bukan pacaran tapi lebih ke simpanan. Kepala Yana terasa nyeri jika memikirkan hal itu. Di dalam hatinya Yana selalu berteriak 'aku baik-baik saja..'
Sudah lima hari Max di Jepang. Semua media memberitakan karir solonya sekarang. Selain Max, Antony juga akan berkariri solo. Member yang dikeluarkan dan menjadi alasan bubarnya DAMN! adalah Gongmin. Diberitakan bahwa Gongmin mengkonsumsi narkoba. Tidak ada yang tahu bagaimana kabar dia selanjutnya, yang pasti Gongmin telah dikeluarkan dari IM Intertainment.
"Jieun!!" Teriak Yana keras.
Song Jieun berjalan dari arah gedung kuliahnya kemudian menghampiri Yana dan Taejoon.
"Maaf ya lama.." Ucap Jieun terengah-engah.
"Kita baru saja keluar kok.." Timpal Yana menepuk pundak Jieun.
"Kita berangkat sekarang?" Taejoon buka suara.
"Yes captain!" Jawab Yana dan Jieun kompak.
"Eh beneran tidak perlu belanja bahan-bahannya lagi?" Tanya Jiuen.
"Aku sudah belanja semuanya kemarin. Tenang saja.." Jawab Yana sambil tersenyum.
"Ok.."
Hari ini mereka berencana untuk mengadakan pesta kecil di apartement Yana. Merayakan telah selesainya ujian semester dan awal dari libur semester. Semester depan mereka akan magang dan setelah itu ujian kelulusan. Yana lega karena sebentar lagi akan lulus dan pulang ke Indonesia. Tapi, sekarang perasaannya jadi aneh mendekati akhir masa kuliahnya di Korea. Seperti tidak ingin pergi. Pasti karena Max.
"Kita butuh soju.." Celetuk Jieun.
"Beberapa saja tidak apa-apa kan?"
Yana menoleh mendengar ucapan Jieun. Pesta tanpa soju memang kurang lengkap. Tapi Yana tak ingin merusak esensi pesta malam ini dengan mabuk. Dia tidak punya kebiasaan menyimpan soju di kulkas jadi ketika Jieun membuka kulkas di mencari soju.
"Ya.. aku juga tak ingin kita mabuk dan pesta jadi berantakan.."
Kepala Jieun tenggelam di dalam kulkas. Mencari-cari botol soju.
"Aku tidak punya soju. Taejoon maukah kamu membelikannya? Ada supermarket di ujung jalan. Tak jauh dari sini.."
Taejoon yang sedang mengiris daun bawang segera berdiri.
"Berapa yang harus ku beli?"
"Tiga kurasa cukup.."
"Ok.."
"Taejoon beli eskrim juga ya.." Teriak Jieun.
"Ya.."
"Terima kasih Taejoon.." Yana ikut berteriak dari balik panci besarnya.
Pesanan ayam sudah datang. Yana sedang sibuk memasak sup kimchi sedangkan Jieun menggoreng telur. Pesta kecil-kecilan mereka akan diisi dengan makan dan senda gurau.
Max tidak ada menghubungi Yana lima hari ini. Berarti dia masih sibuk di Jepang dan tak ada tanda-tanda akan pulang. Itulah alasan Yana mengajak Jieun dan Taejoon untuk main kerumahnya. Tentu saja dengan menyimpan rapi barang-barang Max disuatu tempat. Apartement ini sudah menjadi rumah kedua bagi Max. Sebagian bajunya disimpan di apartement Yana. Kadang Max berangkat show dari rumah Yana. Saat itu Yana selalu was-was jika ada yang melihat. Mau bagaimana lagi, Max sangat keras kepala.
Tin tin tin.. ceklek
Suara pintu apartement terbuka.
"Itu pasti Taejoon.. kenapa cepat sekali sudah datang.. biar aku yang menghampirinya.."
Yana mendengarkan sambil lalu. Dia terfokus pada sup kimchi yang hampir matang.
"Astaga!!!"
"Apa.. apa? Ada apa?"
Yana berlari menghampiri Jieun yang mematung di depan pintu.
Max! Batin Yana berteriak.
Max menjulang tinggi di dalam pintu masuk apartement Yana dengan topi dan kacamata hitam di tangannya.
Astaga. Yana melupakan satu hal. Rahasianya. Kejadian semacam ini sangat mungkin sekali akan terjadi.
Bersambung...
Aku baca ulang yang entah ke berapa kaliik 💐
kereenn..kereenn..kereenn...👍👍👍
kenapa harus bilang spt itu, kalau cuma sandiwara...
yana....bagus...jaga harga diri kamu...