Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'
Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.
Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5 : Pilihan
...Happy reading^^...
...💮...
Aku merasakan dingin menyelimuti tubuhku dan...
Perasaan hampa.
Aku mengira akan merasakan perasaan hangat dan bertemu dengan kedua orangtuaku di Akhirat. Tapi yang kudapatkan adalah perasaan hampa.
Apa yang terjadi?
Apa aku benar-benar mati?
Tapi kenapa aku merasakan kesepian di sini?
"Di mana aku?"
Tanyaku pada diriku sendiri.
"Kamu ada di tempatku sekarang,"
"Apa? Siapa yang berbicara?"
"Aku yang bicara, buka dulu matamu itu!" perintahnya. Tapi aku tidak tahu siapa dia.
Aku mulai membuka mata, tapi tidak bisa.
Aku mulai panik. "Kenapa mataku tidak bisa dibuka?!" seruku panik.
"Hei! Tenanglah! Tenangkan dulu dirimu! Tenang! Lalu tarik nafas dan hembuskan, kemudian buka matamu perlahan-lahan!"
Suara itu memberikan perintah dan membantuku tenang. Baiklah, aku akan mengikuti perintahnya.
Pertama, aku harus menenangkan diriku dulu.
Kedua, tarik nafas dan hembuskan.
Ketiga, membuka mataku secara pelan-pelan.
Begitu membuka mata, aku hanya melihat kegelapan.
"KOK GELAP!" aku mulai semakin panik. Apakah aku buta sekarang? Tapi kan aku memang sudah mati( ・ั﹏・ั)
"Hei! Kubilang tenang! Kedipkan matamu sebanyak tiga kali setelah kau tenang. Kau sudah membuka matamu sekali, tutup dan buka lagi matamu sebanyak dua kali!"
Tanpa banyak protes aku mengikuti perintahnya.
Begitu mataku terbuka untuk kedua kalinya, mataku silau oleh cahaya yang menusuk mataku. Lalu aku tutup lagi mataku.
Begitu mataku terbuka untuk ketiga kalinya, barulah penglihatanku kembali normal.
Tapi...terlihat hal aneh di sekelilingku, di sekitarku semuanya tampak gelap. Hanya ada cahaya yang ada di atas kepalaku yang memberikan mataku sinar cahaya.
Aku juga melihat kalau aku masih memakai pakaian yang tadi, yaitu pakaian olahraga. Kaos hitam kebesaran, jaket kulit berwarna hitam dan sepatu olahraga berwarna putih serta rambutku yang diikat ekor kuda.
"Di mana saya?"
"Di tempat pertemuanmu denganku,"
"Huwahhh!" aku terkejut! Sungguh! Ternyata suara itu masih ada. Aku melihat ke arah cahaya di atas kepalaku. Dari sanalah suara itu berasal.
"Astaga! Saya kira anda tidak ada!"
"Kau mendengar suaraku, kan? Itu artinya aku ada!,"
"Ya, baiklah. Maafkan saya!"
"Maafmu diterima,"
Aku menatap sekitaranku yang gelap, lalu pada cahaya di atas kepalaku.
"Saya ada di mana, ya? Dan anda siapa?"
"Kau berada antara hidup dan mati," jawab suara itu.
Mataku melotot. "Apakah saya sudah mati?"
"Belum," jawab suara itu. Seketika membuatku menghela nafas lega dan tersenyum lebar.
"Kalau begitu saya masih hidup dong!" ucapku dengan masih tersenyum.
"Tidak, kau sudah tidak hidup lagi." jawaban kali ini membuat senyumku pudar.
"LALU?! APA YANG TERJADI PADA SAYA KALAU SAYA GAK HIDUP? APAKAH SAYA SUDAH DIKUBUR DI TANAH?"
"Tidak, kau belum dikubur. Tapi kau sekarang masih koma di Rumah Sakit," jawaban kali ini memang membuatku lega sekaligus was-was.
"Lalu saya harus apa?"
"Pilihanmu ada di antara milih hidup atau milih mati,"
Aku terhenyak mendengar pilihan itu.
"Jika saya pilih hidup?"
Suara itu menjawab. "Maka kau harus melaksanakan perintah ini dengan sangat tepat, jika kau berhasil maka kau akan bangun dari tidur panjangmu di Rumah Sakit."
Aku terdiam sesaat untuk mencerna maksud kalimat itu.
"Kalau saya milih mati?"
"Maka detik ini juga tubuhmu akan dibuat menghembuskan nafas terakhir, agar kau bisa tenang menuju akhirat."
Kedua pilihan ini membuatku bingung.
"Maaf, saya mau mengajukan beberapa pertanyaan sebelum memilih. Apakah boleh?"
"Silahkan,"
"Jawab pertanyaan saya tadi yang belum anda jawab,"
"Siapa anda?" aku bertanya dengan wajah sangat penasaran. Jangan bilang ini seperti apa yang aku pikirkan?
"Jangan bilang anda iblis yang ingin menyesatkan saya?"
"BERANINYA KAU MENUDUHKU SEBAGAI MAKHLUK TERKUTUK ITU!" suara itu menggelegar karena kemarahan.
Aku sangat terkejut merasakan kemarahannya. "Maafkan saya! Saya tidak tahu, lalu anda siapa? Jangan-jangan anda Tuhan seperti yang ada di novel-novel?"
"Bukan! Aku tidak bisa disandingkan dengan yang maha kuasa. Tapi yang pasti, aku juga bukan makhluk terkutuk itu!"
"Lalu anda siapa? Dan mengapa saya yang dipilih untuk memilih pilihan ini?"
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Tapi yang pasti, aku diperintahkan yang maha kuasa untuk menolong orang-orang sepertimu. Dan aku memilihmu karena memang kamu terpilih, ini adalah permintaan orang yang akan digantikan olehmu." Aku terkejut mendengarnya.
"Apa?! Orang yang akan saya gantikan? Lalu bagaimana dengan dirinya bila saya menggantikan dirinya?"
"Orang itu akan melebur dengan dirimu, dia dan kau akan menjadi satu. Rohnya akan menyatu dengan dirimu, karena dia dan dirimu adalah satu orang. Yang pasti, orang ini hanya ingin dirinya dan keluarganya bahagia. Kau harus melakukan itu jika memilih pilihan 'ingin hidup'," jelas suara itu yang menjelaskan panjang lebar.
Jadi, aku harus memilih pilihan ingin hidup atau mati? Jika memilih ingin hidup, maka aku harus menggantikan peran seseorang di kehidupannya sendiri dan aku harus membuat kehidupannya bahagia dan happy ending bersama keluarganya, ya walau aku dan dia intinya sama orang tapi beda dimensi? Tapi jika aku memilih ingin mati, maka detik ini juga aku akan mati? Tapi aku rasanya memang ingin mati menyusul kedua orangtuaku. Tapi bagaimana dengan kakakku, kakak Iparku dan Keponakan tampanku?
Mengingat mereka bertiga membuatku sedih, tanpa aku duga air mataku menetes merindukan mereka. Tapi langsung saja aku menghapus air mataku.
"Kenapa menangis? Apa yang akan kau pilih?" suara itu menyadarkanku.
"Satu lagi pertanyaan saya, orang mana yang akan saya gantikan kehidupannya?" suara itu terdiam cukup lama setelah kuajukan pertanyaan ini.
"Kau pernah membaca sedikit kisah hidupnya,"
Aku mengerjapkan mataku. "Kapan?"
"Kau akan menggantikan satu karakter tokoh sampingan dari salah satu novel yang kamu baca,"
"YANG MANA!" seruku heboh. Karakter yang mana yang akan aku perankan? Ah! Rasanya seperti menjadi Persefone(◕ᴗ◕✿)
"Kau akan tahu sendiri setelah memilih," suara kali ini kudengar penuh dengan penekanan.
"Berarti saya dan karakter ini sebenarnya adalah satu orang beda dimensi?"
"Itu benar. Kau hanya perlu menggantikannya karena sudah melihat kisah hidupnya,"
"Jika saya memilih 'ingin hidup' bagaimana bisa saya kembali membuka mata dari koma kalau aku jadi orang lain?"
"Banyak sekali pertanyaanmu, ya!"
Aku hanya terkekeh mendengarnya. "Harap makhlum hehehe."
"Setelah kau memilih 'ingin hidup' dan menjalani kehidupan karakter ini dengan baik. Kau akan kembali bangun dari komamu itu, setelah mati dengan tenang, tapi kalu dilarang bunuh diri!"
Aku mengangguk-angguk kepalaku mendengar penjelasan itu. "Saya tidak sebodoh itu untuk bunuh diri!"
"Ya siapa tahu kau di sana jatuh cinta dengan seorang pria, lalu pria itu berselingkuh dan kau bunuh diri."
"Ih! Amit-amit! Sepertinya saya akan memilih hidup melajang selamanya bersama dengan keluarga orang ini,"
"Yakin? Zaman orang itu bukan zaman modern, loh. Di mana perempuan hanya diberi pilihan untuk menikah, ya kecuali perempuan yang terlahir dengan gelar bangsawan tinggi. Udah pasti hidupnya terjamin,"
Aku kembali terdiam mendengar penjelasan tersebut. Aku lupa kalau novel-novel yang aku baca kebanyakan bertemakan fantasi kerajaan. Di mana aku tidak akan menjadi tokoh utama perempuannya, masih mending kalau orang yang akan kugantikan ini adalah putri raja atau bangsawan kelas atas. Bagaimana jika aku menggantikan sosok gadis dengan gelar bangsawan rendah atau bahkan rakyat jelata? Bahaya sekali bagi diriku yang perempuan. Apalagi kalau tidak ada keluarga yang melindungi.
"Lalu apa yang harus saya lakukan untuk mengubah kehidupan orang itu?" tanyaku lagi.
Aku mendengar helaan nafas lelah. "Jika mau mengubah kehidupan gadis itu lebih baik, maka kau harus bekerja keras membuat keluarganya sukses agar dapat melindungimu. Jika kau ingin ya kau bisa temukan seorang pria, punya anak bahkan cucu. Lalu mati dengan tenang tanpa penyesalan apalagi bunuh diri. Begitu bangun, kau akan kembali menjadi sosok dirimu ini dan bangun dari koma."
"Ck, menikah maksudnya? Tapi saya kan masih perawan!" seruku tidak terima.
"Kau pikir aku peduli? Jadi, apa pilihanmu?"
Aku kembali berpikir lagi untuk memilih setelah mendengar penjelasan sampai akhir suara itu.
Jika aku memilih mati, maka tubuhku yang koma akan menyerah dan menghembuskan nafas terakhir. Aku akan meninggalkan ketiga anggota keluargaku yang tersisa, meninggalkan Kak Diro bersama keluarga kecilnya. Dan aku akan ketemu dengan kedua orangtuaku di akhirat tanpa perlu bersusah payah.
Tapi jika aku memilih hidup, maka aku harus menggantikan peran seseorang di hidupnya. Karena kehidupannya ada di novel, aku bisa menggunakan informasi novel untuk melindungi dan menjaga keluarga serta membuat kehidupannya lebih baik dibandingkan akhir hidupnya di novel. Begitu menyelesaikan tugasku, akan akan mati dengan tenang dan bangun dari komaku.
Apa yang harus aku pilih?
"Apakah saya yang pertama memilih?"
"Bukan hanya kau, ada banyak orang yang berikan kesempatan sepertimu ini." aku menganggukkan kepalaku lagi.
"Pilihanmu?"
"Saya memilih ingin hidup!"
"Kalau begitu tutup matamu lalu buka matamu."
Aku pun menutup mataku.
...💮...
...Bersambung....
...Thanks For Reading My Story^^...
...Dipublikasikan pada tanggal 22 Januari 2026....