Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
SELAMAT MEMBACA !!!
Setelah selesai makan malam bersama, Ibu ibu tadi langsung ke dapur untuk membuat jajanan untuk isi snack acara besok Sore .
Tiga jam sudah berlari isian snack sebagian besar sudah matang tinggal nunggu dingin, ketiga Ibu tetangganya Sarah berpamitan untuk pulang dan tidak lupa Sarah membawakan jajanan yang tadi dibuatnya .
" Ma, Vania sudah mengantuk tapi aku senang sekali disini Ma aku punya teman Mbak Tasya sama Mbak Riri yang sangat baik Ma dan besok kata Mbak Tasya mereka akan kesini lagi untuk main sama aku Ma. Vania mau disini saja ya Ma nggak mau kembali ke rumahnya Papa sekarang Papa jarang menemani Vania main kerja kerja dan kerja terus ."Ucap curahan hati Vania dia juga merasakan perubahan Papanya yang sekarang jarang ketemu dengan alasan kerja.
Keesokan harinya setelah sholat subuh Bu Leni sama Pak Imam pergi ke pasar untuk membeli bahan bahan masak untuk acara nanti sore .
" Nak, ayo bangun dulu sudah pagi lho nanti kalau Mbak Tasya sama Mbak Riri kesini masak Vania belum bangun kan malu !" Seru Sarah sambil mengusap pipi gembil anaknya .
Vania yang mendengar Mamanya menyebutkan nama Mbak Tasya sama Mbak Riri dia bangun mengedip ngedipkan matanya dan kini sudah terbuka lebar sambil mengacungkan tangan minta dimandiin oleh Mamanya .
Benar saja yang dikatakan Mamanya Vania baru keluar dari kamarnya setelah mandi Mbak Tasya sama Mbak Riri sudah datang bersama Ibunya .
" Mbak Tasya, Mbak Riri maaf Vania habis mandi !" Teriak Vania memanggil teman barunya itu .
" Mbak Tasya sama Mbak Riri apa sudah sarapan yuk kita sarapan bersama sama ." Ajak Vania sambil mengandeng kedua tangan temannya mengajaknya ke meja makan .
" Sini Nak, kalian makan dulu bareng sama Vania ya Nak , Mbok tolong temani mereka aku akan menyusul Mbak Leha ke belakang !" Seru Sarah sama Mbok Marni .
Jam delapan pagi Pak Imam sama Bu Leni baru pulang dari pasar membawa barang barang yang dibelinya sebabian masih dibawa bentor karena tidak membawanya sekalian .
Di belakang rumah Sarah yang baru , Bu Leni melihat ke lima tetangganya sudah datang dan membantu Sarah memasak nasi dan lainnya yang sudah dibelinya kemarin .
" Kalian sudah pada datang? Tolong bantuin aku membawa belanjaannya ke belakang dulu ya Bu ibu !" Panggil Bu Leni sama yang lain .
Waktu terus berjalan mereka memasak sambil bercerita jadi tidak terasa sudah jam dua belas siang , Mereka berhenti sejenak untuk makan siang dan sholat .
" Mbak Sarah snacknya semalam apa sudah dimasukan ke dalam dus snacknya Mbak ?" Tanya Bu Leha .
" Belum Mbak Leha, nanti saja Mbak makan dulu masih ada banyak waktu Mbak !" Seru Sarah dia juga tau sibuknya di dapur tadi .
Setelah selesai makan Bu Leha sama Bu Sindy memasukan snack ke dalam dus . Bu Rika sama Bu Prapti menata nasi di dalam box nasi sedangkan Bu Leni di dapur membantu Bu Meli sama Mbok Marni memasak .
Jam dua semua masakan yang dimasak Bu Meli bersama yang lain sudah selesai di masak dan sekarang semua orang lagi menata didalam box nasi yang sudah disiapkan oleh Freya semalam dibantu Bu Leni, Mbok Marni sama Pak Imam .
Sedangkan Pak Imam menemani tiga bocil yang sedang bermain di teras rumahnya .
Sore jam empat para tetangga laki lakinya sudah pada berdatangan rumah Sarah yang bagian depan sama teras rumah sudah dipenuhi para tetangga .
" Assalamualaikum ."
" Walaikumsalam !" serempak semua para tetangganya Sarah .
" Terima kasih sebelumnya sudah tangga ke rumahnya Sarah dan dia telah berhasil membeli rumahnya Pak Anton .Adanya Sarah mengumpulkan saudara semua itu untuk sekedar syukuran menempati rumah baru dan maaf sebelumnya saya sebagai perwakilannya sekali lagi mengucapkan terima kasih ."
Setelah sambutan dari Pak Imam kemudian dilanjutkan Pak Ustad yang akan memimpin doanya meminta keberkahan , keselamatan untuk Sarah dan keluarganya .
Doa dari Pak Ustad sudah selesai para pemuda yang hadir membantu membagikan nasi box sama snack kepada semua orang yang hadir tidak lupa yang nggak hadir dibantu membawakannya .
Para Ibu ibu yang membantu Sarah dibagikan nasi box, Snack sama amplop yang sudah diisi Sarah dengab beberapa lembar uang seratus ribuan tapi beda sama Bu Meli karena dia yang bagian masak maka Sarah melebihi isi dalam amplopnya .
" Mbak Sarah, Kami pamit pulang dulu ya terima kasih sudah dikasih banyak hampers ." Ucap Bu Leha.
" Sama sama Mbak Leha justru aku yang seharusnya berterima kasih sama kalian semua sudah mau membantu aku memasak besar untuk acara syukuran rumah aku ."
Akhirnya mereka berlima pulang bersama Tasya sama Riri anaknya .
" Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar, terima kasih ya Pak, Bu sudah dibantu sampai selesai , Pak sebaiknya Bapak berhenti saja dari kerjaan sana lebih baik menjaga rumah ini bersama Ibu kalau nanti keadaan di Jakarta tidak lebih baik maka kami akan segera tinggal disini dan akan membuka usaha disini Pak !" Seru Sarah kepada kedua orang tua angkatnya .
" Apa kamu sudah memikirkan baik dan buruknya Nak, Selidiki dulu Nak jangan gegabah, pikirkan juga Vania dia masih membutuhkan figur seorang Ayah Nak ?" Tanya Pak Imam yang memang sudah tau permasalahannya sehingga Sarah membawa anak sama Mbok Marni pergi kesini sambil mencari rumah .
" Aku juga sudah mempertimbangkannya Pak tapi kalau benar Mas Arya selingkuh aku nggak bisa memaafkannya Pak karena itu pasti akan menjadi kebiasaannya, Vania saja bisa merasakan perubahan sifat Papanya Pak yang dulunya selalu pulang tepat waktu sekarang pulang telat dan selalu mengambil lembur padahal kemarin aku tanya sama karyawan bawahannya Mas Arya dan dia berkata justru Mas Arya nggak pernah lembur dan pulangnya selalu cepat dari bawahannya Pak itu saja sudah membuat aku curiga Pak ." Ucap Sarah menjelaskan kepada Bapak angkatnya .
" Ya sudah terserah kamu saja Nak. Kamu yang menjalani Nak cuma pesan Bapak selesaikan dengan baik baik mau bagaimanapun dia tetap Ayah dari anak kamu Nak ." Ucap Pak Imam memberikan nasehat kepada Sarah .
Sarah berdiam dan memikirkan apa yang diucapkan Pak Imam dengan baik , benar juga sih bagaimanapun Mas Arya adalah Papanya Vania walaupun bagaimana sikapnya terhadap anaknya sendiri.
" Baik Pak, aku akan selalu mengingat pesan Bapak ." Balas Sarah lagi .
Keesokan harinya Sarah bersiap untuk balik ke Jakarta tapi Vania nggak mau diajak balik ke Jakarta .
" Lho kenapa Vania nggak mau pulang ke Jakarta Nak, kan disana ada Papa yang kangen sama Vania lho ?" Tanya Bu Leni sangat penasaran dengan jawaban Vania , Cucunya itu nangis nggak mau diajak ke Jakarta .