Diusia Kania yang sudah menginjak angka 2, tepatnya 22 tahun dia dihadapkan dengan pernikahan kedua ayahnya dan yang lebih mengejutkannya lagi, ibu tirinya sendiri adalah atasan di perusahaan ayahnya bekerja.
Ibu tiri Kania mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya yang bernama Putra Aditya Nugraha yang usianya lebih muda 5 tahun dari Kania. Berarti saat ini usia adik tiri Kania masih 17 tahun.
Bagaimana kehidupan Kania bersama keluarga baru dan adik tirinya yang mulai beranjak remaja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Just Amel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Happy Wedding, No! Happy Annivesary~
Malam ini Permata dan Hendra merasa tegang dan juga excited karena besok mereka akan kembali menyandang status sebagai suami dan istri untuk kedua kalinya.
Meskipun mereka pernah menikah sebelumnya tapi tidak mengurangi ketegangan mereka menyambut momen sakral pernikahan.
Tapi Permata dan Hendra tidak tahu kalau ada yang lebih excited dengan acara besok.
...----------------...
...[Via Video Call] ...
^^^Kania: Udah hampir jam 12^^^
^^^Kania: Kamu belum ngantuk?^^^
Aditya: Belum, aku engga bisa tidur
Aditya: Aku gak sabar nunggu besok!
Aditya: Soalnya besok kita engga perlu lagi ngumpet dari Mami dan Om Hendra kalau mau mesra-mesraan~
^^^Kania: Tapi setelah aku pikir-pikir, lebih baik kita kaya gini aja terus^^^
(Wajah antusias Aditya langsung berubah serius)
Aditya: Maksud kamu...
Aditya: Kamu engga mau kalau Mami dan Om Hendra tahu hubungan kita
Aditya: Ah, aku tahu, kamu pasti malu kan kalau sampai ada orang yang tahu kamu pacaran sama anak SMA
Aditya: Makanya kamu juga engga mau temen-temen kamu tahu hubungan kita
(Aditya udah ngambek duluan padahal Kania tidak serius dengan ucapannya, dia cuma menjahili Aditya yang terlalu excited)
^^^Kania: Honey~ jangan ngambek~^^^
^^^Kania: Aku cuma--^^^
Aditya: Udah lah, aku ngerti koq
Aditya: Terserah kamu aja deh
Aditya: Selamat malam
(Aditya langsung menyudahi video call itu tanpa mendengar dulu penjelasan Kania)
...----------------...
"Padahal gue engga serius, gue juga mau Ayah dan Tante Permata tahu hubungan gue sama dia soalnya gue gak enak terus bohongin Ayah."
"Kenapa hari ini dia baperan banget ya? Tahu begini mending tadi gue gak ngomong kaya gitu deh, huuuh...," ucap Kania penuh penyesalan.
...****************...
Aditya memeluk gulingnya. Terlihat cairan bening sudah menggenang di bawah matanya yang masih terbuka.
"Gue tahu gue lebih muda dari dia, gue masih harus sekolah satu tahun lagi sedangkan dia udah mau lulus kuliah."
"Setelah lulus kuliah nanti dia pasti bakal cari kerja terus bakal sibuk sama pekerjaannya dan gak ada waktu buat gue kaya Mami...."
"Sejak Mami kerja gantiin posisi Papi, gue selalu sendirian di rumah padahal dulu waktu Papi masih ada setiap gue pulang ke rumah gue selalu lihat Mami di meja makan lagi siapin makanan buat gue."
Cairan bening itu pun akhirnya menetes.
"Kenapa dia lahir lebih dulu dari gue? Kenapa juga gue bisa jatuh cinta sama dia?"
"Padahal dulu gue gak pernah serius sama cewek, gue gak peduli kalau cewek itu putusin gue tapi sekarang gue jadi takut, takut kalau nanti gue diputusin."
Aditya semakin erat memeluk gulingnya. Dadanya terasa sesak sehingga membuat cairan bening terus keluar dan membasahi pipinya.
Dia mulai memejamkan matanya dan tanpa sadar sudah tertidur.
...****************...
Paginya mata Aditya pun jadi sembab.
"Mata kamu kenapa bengkak? Kamu abis nangis ya?" selidik Permata.
"Engga koq Mi, mungkin aku kurang tidur," jawab Aditya lirih.
"Kurang tidur? Kamu begadang main game?"
Aditya cuma diam.
"Pantesan kamu susah dibangunin, kamu lupa hari ini ada acara penting, Mami kan udah ingetin kamu bangun pagi-pagi."
Tentu aja aku engga lupa Mi, hari ini adalah hari annivesary satu bulan pacaran dengan Kak Kania tapi... Kak Kania inget gak ya?
"O iya, kenapa waktu itu kamu maksa banget Mami buat nikah tanggal 17?"
"Karena aku suka aja sama tanggal 17."
"Ayo Mi kita berangkat sekarang nanti terlambat." Aditya mengalihkan topik pembicaraan supaya Permata tidak bertanya lebih jauh.
Sebenarnya Aditya tidak keberatan memberitahu Permata arti tanggal 17 baginya tapi dia ingat ucapan Kania untuk tetap merahasiakan hubungan mereka.
"Iya kamu benar, ayo kita berangkat."
Permata dan Aditya pun bergegas keluar dari rumah dan dengan diantar supir, mereka pergi menuju gedung tempat acara pernikahan akan dilaksanakan.
...****************...
Saat Permata sampai, dia disambut pihak WO dan langsung membawanya menuju ruangan khusus yang sudah disiapkan untuknya.
Begitu Permata duduk di kursi, bagian make up segera beraksi memoles wajah Permata yang sudah cantik jadi semakin cantik.
Sedangkan Aditya duduk di kursi lain yang ada di ruangan itu menunggu gilirannya. Meskipun Aditya laki-laki tapi dia tetap harus di make up agar wajahnya tampak lebih segar.
Sambil menunggu, Aditya mengecek handphone nya. Dia membuka aplikasi chatnya dan terus melihat satu nama, Kania.
Dia inget gak ya kalau hari ini adalah hari annivesary satu bulan pacaran? Dari kemarin dia kelihatan biasa aja, malah semalam dia minta gue buat tetap merahasiakan hubungan gue sama dia...
Permata tidak sengaja melihat wajah Aditya yang tampak sendu dari pantulan kaca di depannya.
Aditya kenapa ya? Padahal dia yang paling semangat dan meminta ku untuk segera menikah dengan Hendra tapi kenapa dia kelihatan sedih? Apa dia inget sama Papinya?
Tak berapa lama, pintu ruangan itu terbuka.
Aditya pun langsung melihat kearah pintu tapi ternyata orang yang datang bukan orang yang dia tunggu.
Hendra masuk berjalan menghampiri Permata.
"Kamu cantik sekali Sayang."
"Masa? Make upnya belum selesai loh Mas," ucap Permata terkekeh.
"Tanpa make up kamu tetap cantik."
Kata-kata manis dari Hendra sudah membuat kedua pipi Permata merona.
"Om datang sendiri?" tanya Aditya.
"O iya, dimana Kania?" Permata baru sadar kalau Kania tidak ada di ruangan itu.
"Dia--"
Belum sempat Hendra menjawab pertanyaan Aditya dan Permata, pintu ruangan itu terbuka.
Aditya pun segera memalingkan wajahnya kearah pintu dan kali ini orang yang datang adalah orang sudah dia tunggu kehadirannya.
Kania masuk dan melihat mata Aditya yang masih sembab.
Kenapa matanya bengkak? Apa dia habis menangis? Jangan-jangan dia menangis karena masalah kemarin malam...
"Kania, kamu darimana?" tanya Permata.
"Tadi aku ke toilet dulu Tante."
"Kamu juga tegang ya?"
"Iya Tante," jawab Kania sambil tersenyum canggung.
Bagian make up pun kembali melanjutkan merias wajah Permata.
Kania lalu berjalan dan duduk di samping Aditya untuk menunggu gilirannya di make up.
"Dit soal semalam aku--"
"Engga apa-apa, aku ngerti Kak."
"Kakak tenang aja, aku engga akan beritahu Mami soal kita...," lanjut Aditya lirih.
Kania sedih melihat Aditya yang tidak seceria biasanya ditambah lagi dia lah penyebabnya.
"Aditya...," panggil Kania lembut.
"Aku engga keberatan kalau Kakak engga mau orang-orang tahu tentang hubungan kita asalkan Kakak engga ninggalin aku...," ucap Aditya lirih sambil meremas celananya.
Kenapa gue jahat banget? Gue udah nyakitin hati Aditya, cowok yang sangat mencintai gue sampai dia rela terus backstreet sama gue asalkan gue engga ninggalin dia... Engga, gue harus buat dia senyum lagi dan gue tahu caranya.
Kania tersenyum tipis lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
Aditya sedikit terkejut saat Kania meletakkan sebuah kotak berwarna hitam di atas pangkuannya.
"Apa ini?" tanya Aditya kebingungan.
"Buka saja."
Aditya pun membuka kotak itu dan melihat jam tangan di dalamnya.
"Jam tangan?"
"Aku bingung mau kasi kamu kado apa terus aku ingat kalau jam tangan kamu rusak jadi aku kadoin kamu jam tangan aja."
"Kak Kania ingat hari ini hari apa?"
"Tentu saja aku ingat, hari ini tanggal 17 tepat kita satu bulan pacaran. Happy annivesary."
Aditya merasa terharu, dia pun langsung memeluk Kania.
Wajahnya yang sendu berubah sumringah.
"Makasi Baby! Aku seneng banget!"
Saking bahagianya Aditya bahkan tidak peduli kalau ucapannya terdengar oleh orang-orang di ruangan itu termasuk Permata dan Hendra.
"Baby?"
Kania langsung melepas pelukan Aditya dan tersenyum canggung.
Gawat! Gimana nih?! Apa gue harus bilang sekarang soal hubungan gue sama Aditya? Tapi mereka belum nikah, gimana kalau nanti mereka malah gak jadi nikah setelah mereka tahu hubungan gue sama Aditya.
...****************...
Nah loh, Aditya lebay banget sih senengnya 😒
Ini lah yang dibilang "Manusia cuma bisa berencana tapi akhirnya Tuhan juga yang menentukan"
Makasi ya like dan dukungan kalian yang terus ngikutin cerita iniii ❤️❤️❤️❤️❤️
Ketemu lagi di bab selanjutnya yaa 😉
. bila perlu kurung diri kalian atau sekalian cari pulau yg ga berpenghuni sekalian/Sly/
mau heran tapi yaudahlah ya
1.ada Type yang dengan kita menolak perasaan dengan baik pasti dia juga akan terima dengan baik dan cepat melupakan dan menjelani hidupnya dengan baik juga tanpa menimbulkan luka untuk kedua belah pihak.
2. ada juga yang Type yang di tolak dengan tegas tapi sulit melupakan tapi tidak mengganggu mungkin salah satu yang tersakiti
3. ada juga type yang perasaan nya sama tapi menolak untuk bersama terakhir kedua bela pihak sama sam tersakiti dan sulit untuk melupakan.
Nah sekarang si kania ini termasuk type yang menolak orang kategory apa berapa ini?
1. cara kania tolaknya perasaan lawannya tidak Tegas. tegas tapi seakan memberikan harapana kepada orang tersebut.
2. Kania tolak Gani udah Tegas Tapi Masih kata TAPI aku menyanyangimu sebagai teman kecilku terus Gali Histeris + sambil nagis maafin aku gak bermaksud menyakitimu+ mau pelukan
3. udah di tolak tapi masih sempat sempatnya bawa makanan + nyariin
jadi Kania ni type menolak perasaan kategory apa sih aku bingung?
ya lu banyangin aja gini lo suka sama seseorang trus wanita itu seakan akan jawabannya menolak tapi seakan akan iya kejar aku lagi ya. udah gitu maaf ya udah menyakitimu baru pelukan lagi,gua rasa kania ini bego atau gimana sih. lu nolak oarang tapi lu nangis,minta maaf trs mau sempatnya mau meluk. seakan akan lu punya perasaan buat dia. cara nolak kaya gitu emang bodoh. ya klau mau nolak nolak aja bila perlu biar dia ada rasa sakit jadi dengan itu dia bisa move on. suer deh kalau ada di dunia nyata udah ku gampar orangnya udah kaya cewek plin plant.
mau jawab takut nikah tapi masuk perangkap sendiri/Facepalm/ .. tiba tiba aja nanti udah sah/Grin//Facepalm/
dan baru sadar dari semuanya /Chuckle//Facepalm/
Gokil ga tuh sat set udah honeymoon aja
ngakak gw comennya/Hey//Grin//Facepalm/
pantasan aja mantannya beci banget ya lu banyangin aja gimana sakit hatinya dia pas tau kalau terima dia cuman karena penyakit ga bisa menolak, yaiyalah secara u tu memberikan harapan ke orang tersebut. klau gak suka Tolak, dan juga memberikan kesempatan untuk orang lain.
apalagi si Gali apalah itu,sifatnya aja yang dewasa tau taunya niat menikung ihhh gak bamget, pokoknya semangat bila perlu patahkan aja mereka yang jadi hama.
1. Gali udah tau kalau adit itu pacarnya kania tapi aja masih sok Caper ingat itu.
2. Kania Udah tau pacarnya posesif minta ampun tapi masih kagum Sama Gali. Klau aja Adit yang sama Ara jangan dekat udah meraung stegah mampus jadi wajar dong kalau adit juga marah Heran. Giliran aja adit posesif peduli bahkan cemburu, itu wajar * aja itu tandanya dia syg lu, karena hanya sifatnya yg kekanankan itu dia tunjukan buat orang yang benar benar dia sayang, jadi hargai itu.
3. Adit juga salah karena tidak bisa mengontrol emosinya. Tapi ya wajar aja sih adit marah Kan Gali yang Kang mancing duluan. yaelllahhhh . Hei tidak semua orang yang mempunyai mental yang emosia sama kekasinya itu bisa bersabar dan mencoba untuk tidak menyakiti. Bahkan dia saat emosi saja masih sempatnya minta maaf tdk mengukuti emosinya. bahkan disaat mapanya mintaa maaf ke rekannya tapi dia lebih meminta maaf ke GFnya. gk semua orang bisa kaya Gitu.
yang Hina adit kalau sifatnya kaya Anak Kecil. Hei dia itu baru umur belasan jadi wajar klau dia masih Labil karena itu cara dia mengungkapkan rasa Cintanya Dia .
gua mendingan Adit yang labil dan cara dia menunjukan cintanya itu dengan apa adanya.. Jangan Cuman Lihat dari Luarnya aja yang sikapnya bijak sana tapi menyembunyikan sifat aslinya.
Makanya kalau baca itu jangan matanya diplototin aja tapi baca juga harus berimajinasi juga supaya dapat kesannya