Season 1
Berawal dari sebuah pertemuan yang di penuhi pertengkaran hingga mereka berdua tanpa sadar sama-sama saling takut kehilangan. Namun, kisah mereka tidaklah mudah, Davino Alexander yang memiliki sifat tempramental jatuh cinta pada Aluna Salsabila yang memiliki sikap keras kepala yang tinggi. Banyak sepak terjang yang terjadi di hubungan mereka berdua. Sanggupkah Davino menghadapi tingginya sikap keras kepala dari Aluna dan sanggupkah pula Aluna merubah sifat Davino yang tempramental?
Season 2
Johan Saputra yang tidak lain asisten dari Davino, jatuh cinta dengan sahabat Aluna yaitu Mila yang memiliki otak yang sedikit gesrek. Kesabaran Asisten Jo di uji saat menghadapi sikap Mila yang benar-benar di luar wanita normal pada umumnya tetapi mampu membuat hari-hari Asisten Jo menjadi lebih berwarna.
Jangan lupa ikuti keseruan mereka dan tinggalkan jejak kalian.
Salam sayang dari Author Recehan 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Davin berjalan memasuki mansionnya. Namun, saat sampai di ruang keluarga, dia mendengar orang yang yang sedang berbincang-bincang, karena penasaran dia pun berjalan mendekat untuk melihat siapa yang sedang mengobrol.
"Bagaimana persiapan pernikahannya? Sudah berapa persen Lun?" Davin mendengar ibunya bertanya kepada Aluna.
Siapa yang mau menikah ? Tanya Davin dalam hati. Dia berjalan lebih mendekat untuk mendengar obrolan dua wanita itu.
"Hampir sembilan puluh persen Nyonya," jawab Aluna sopan.
"Panggil Tante saja jangan panggil Nyonya. Apalagi kalau kamu mau panggil saya Mommy seperti Davin, Tante bakal bahagia banget," ucap Nyonya Anita penuh harap. Davin pun hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Nyonya Anita.
"Maaf Nyonya saya tidak pantas,"
"Kata siapa Lun? Oke deh terserah kamu saja Lun, Tante tidak memaksa," kata Nyonya Anita kecewa tetapi Aluna hanya tersenyum simpul.
"Oh iya, pernikahannya kan tanggal dua lima itu bukannya jadwal kamu balapan kan?"
"Nyonya tahu kalau saya suka balapan?"
"Ya tahu dong. Semua tentang kamu Tante tahu semua," Aluna mengerutkan keningnya.
"Sudahlah jangan di pikir serius Lun, Tante juga tidak masalah kok. Terus Ronal kapan pulangnya?"
"Sekitar tanggal dua tiga, Nyonya."
"Kok mepet sekali?" tanya Nyonya Anita heran sedangkan Tuan Davin masih terus menyimak perbincangan mereka.
"Iya Nyonya, soalnya Kak Ronal masih repot menyelesaikan pekerjaannya dulu karena rencana Kak Ronal sehabis resepsi mau langsung bulan madu "
"Wahh so sweet sekali, pasti Ronal sengaja ngambil acara nikahan tanggal dua lima biar kamu gak ikut balapan ya?" Aluna hanya menjawab dengan senyuman.
"Semoga acara pernikahannya lancar ya Lun," kata Nyonya Anita tulus.
"Terima kasih doanya Nyonya,"
Mendengar pembicaraan mereka entah mengapa hati Davin merasakan sakit di relung hatinya yang terdalam. *A*pakah benar kata Jo kalau aku sudah jatuh cinta dengan gadis gila itu tapi aku belum menyadarinya? Pikir Davin. Davin pun menghela nafas panjang.
"Untuk apa aku mikirin orang gak penting kaya dia. Dia mau nikah sama pacar jeleknya itu atau mau apapun kek itu bukan urusan aku," gerutu Davin. Dia kemudian berjalan masuk melewati dua wanita itu. Nyonya Anita menatap Davin yang berjalan begitu saja tanpa menyapa nya.
"Kamu sudah pulang Vin?" Mendengar pertanyaan mommy nya Davin pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya dan menatap kedua perempuan itu bergantian.
"Sudah Mom. Aku capek sekali Mom, mau istirahat ya.Jangan bangunkan aku waktu makan malam Mom," jawab Davin, dia berlalu pergi ke kamarnya. Nyonya Anita memandang Davin yang sedang menaiki tangga dengan heran.
"Kenapa lagi itu anak?" tanya Nyonya Anita heran tetapi entah dia bertanya kepada siapa.
"Nyonya saya permisi ke kamar dulu, saya mau menghubungi Ardian dulu Nyonya," pamit Aluna.
"Oh iya, bagaimana kabar Ardian?" tanya Nyonya Anita saat Aluna hendak beranjak bangun dari duduknya.
"Alhamdulillah sehat Nyonya,"
"Kapan dia pulang? Coba kalau dia juga mau tinggal disini pasti mansion ini semakin ramai," kata Nyonya Anita sambil membayangkan rumahnya yang ramai lagi karena dia merasa sudah terlalu lama kesepian.
"Mungkin dua minggu lagi Nyonya karena sekarang kegiatan kuliah sedang padat-padatnya,"
"Ya sudah sana kalau mau istirahat Lun, Tante tahu kamu pasti capek," Mendengar ucapan Nyonya Anita, Aluna tersenyum getir. Entah mengapa, dia tiba-tiba merindukan pelukan dan perhatian dari ibunya. Aluna pun pamit undur diri dan masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
jangan lupa like dan vote nya ya gaess