NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengawas dan Pelanggaran

Kapal itu bukan kapal dalam pengertian manusia.

Ia muncul dari kedalaman seperti ikan prasejarah, badan hitam legam menyerap cahaya tanpa memantulkannya. Bentuknya asimetris dan cair, seperti tetesan raksasa merkuri yang membeku saat melaju. Tidak ada palka atau jendela yang terlihat. Hanya permukaan yang mulus dan gelap, berukuran sebesar kapal pesiar, bergerak tanpa suara menuju Laboratorium Alpha.

Udara di atas Pulau Pari berubah. Burung-burung laut terdiam. Ombak menjadi tenang secara tidak wajar. Tim Aeternum berdiri di dermaga, senjata mereka terasa seperti mainan yang konyol. Hanya suara dengungan rendah Hati Prometheus yang mengisi keheningan yang menakutkan itu.

"Itu... bukan dari Bumi," Dr. Arif berbisik, berdiri di samping Leo.

"Sektor 7-Gamma," gumam Leo, mengingat pesannya. Pengetahuan ilmiah yang digandakan dari berbagai ahli tidak memberikan jawaban. Ini di luar katalog mereka.

Kapal itu berhenti seratus meter dari dermaga. Sebuah sinar cahaya biru pucat—tidak seperti sinar laser mana pun yang pernah dilihat Leo—menyapu mereka dengan cepat, seperti pemindai. Leo merasakan gelombang hangat di marka gioknya, sebuah getaran resonansi yang dalam.

Kemudian, sebuah lubang terbuka di sisi kapal. Tidak ada pintu yang berputar atau bergeser. Materialnya hanya berubah fase, menjadi kabut keperakan transparan. Dari dalam, tiga figur melangkah keluar dan berjalan di atas air seperti di atas kaca yang tak terlihat.

Mereka humanoid, tinggi sekitar dua setengah meter, mengenakan balutan seragam abu-abu yang tampak tumbuh dari kulit mereka. Wajah mereka tanpa rambut, dengan fitur halus dan mata besar berwarna hitam legam tanpa pupil. Mereka tidak terlihat bermusuhan, tapi juga tidak ramah. Mereka hanya... ada. Seperti hakim yang datang untuk meninjau sebuah kasus.

Yang berada di tengah mengangkat tangan. Sebuah hologram tiga dimensi muncul di udara antara mereka dan Leo, menampilkan simbol Kardashev yang sama, diikuti oleh serangkaian simbol matematika yang berputar dengan cepat.

"Bahasanya tidak dikenal," kata Dr. Arif. "Tetapi strukturnya mirip dengan notasi kuantum..."

Leo tidak mendengarkan. Dia fokus pada perasaan yang datang dari Vault. Semua singularitas mikro dan bayangan kesadaran di dalamnya menjadi sangat aktif, bergetar, seolah-olah menyambut sesuatu yang akrab. Entitas dalam mimpinya—rasa laparnya—tiba-tiba menjadi sangat dekat, seolah-olah melihat melalui mata para pengunjung ini.

Figur tengah itu memiringkan kepalanya. Suara yang terdengar tidak berasal dari mulutnya, tapi langsung di dalam kepala Leo dan Dr. Arif, dalam bahasa Indonesia yang sempurna namun dengan intonasi yang datar.

"Kami adalah Pengawas untuk Kuadran Bima Sakti 3. Anda, Peradaban Bumi, Terdaftar sebagai Tingkat 0.73. Pembacaan energi anomali kami deteksi di sini mencapai 0.81 dengan tanda tangan teknologi Sektor 7-Gamma yang dilarang. Siapa pemilik teknologi ini? Siapa yang melanggar Mandat Pengembangan Primitif?"

Mandat Pengembangan Primitif. Istilah itu bergema dengan makna yang mengerikan.

"Kami tidak melanggar apa pun," kata Leo, berusaha menjaga suaranya tetap stabil. "Kami mengembangkan teknologi kami sendiri. Fusi."

"Fusi Termonuklir terkendali diklasifikasikan sebagai Teknologi Tier 0.9. Tanda tangan yang kami deteksi adalah pelepasan energi eksotis yang tidak sesuai dengan parameter Tier 0.9. Tunjukkan sumbernya."

Mata hitam figur itu tertuju pada tangan kanan Leo. Leo dengan insting menyembunyikan marka gioknya di balik punggungnya.

"Saya tidak tahu apa yang Anda maksud."

Figur itu tidak menjawab. Sebagai gantinya, salah satu dari dua figur lainnya mengangkat tangannya. Sebuah perangkat kecil, seperti kristal, muncul dari telapak tangannya dan memancarkan sinar ungu. Sinar itu mengenai Hati Prometheus di balik mereka.

Tidak ada kerusakan. Tetapi hologram yang muncul menunjukkan diagram energi internal reaktor. Dan di tengah medan plasma, terlihat seperti simpul gelap—sebuah titik di mana energi tampaknya lenyap menjadi kehampaan. Itulah jejak singularitas mikro yang digunakan untuk menstabilkan reaksi, sebuah trik yang ditemukan Leo untuk mencegah ketidakstabilan.

"Kontaminasi Dimensi Sub-Quantum," suara di kepala mereka berbunyi, sekarang dengan nada yang bisa diartikan sebagai... keprihatinan? "Teknologi Sektor 7-Gamma. Manipulasi struktur ruang-waktu dasar. Dilarang untuk semua peradaban di bawah Tier 2.0 karena risiko gangguan entropi dan menarik perhatian... entitas konsumen."

Entitas konsumen. Leo merasakan darahnya membeku. Itu adalah nama untuk apa yang ada di mimpinya.

"Kami tidak tahu," kata Dr. Arif dengan cepat. "Kami pikir itu hanya efek samping yang stabil!"

"Ketidaktahuan bukan pembenaran. Pelanggaran telah tercatat. Menurut Mandat Pengembangan Primitif, seluruh proyek ini akan dibubarkan. Semua perangkat terkontaminasi akan dinetralisir. Memori semua anggota akan dihapus sehubungan dengan insiden ini."

Figur itu mengambil langkah maju. "Anda tidak bisa!" teriak Dr. Arif.

Leo mengangkat tangannya. Marka gioknya terbuka, berpendar dengan cahaya hijau yang intens. "Sentuh mereka, dan saya akan membelah diri."

Ketiga figur itu berhenti. Mereka saling memandang, seolah-olah berkomunikasi secara diam-diam. Figur tengah itu menatap Leo dengan lebih dalam.

"Tanda tangan biometrik Anda cocok dengan sumber kontaminasi. Anda adalah operator teknologi terlarang. Dimana Anda memperoleh perangkat inti?"

Leo diam. Dia tidak bisa mengungkapkan giok itu. Itu adalah satu-satunya keunggulannya.

"Tidak menjawab. Maka Anda akan dinonaktifkan untuk penyelidikan lebih lanjut."

Figur di sebelah kanan mengangkat tangan, dan sebuah bidang energi transparan membungkus Leo, mengangkatnya dari tanah. Leo merasakan matanya—sebuah tekanan yang melumpuhkan setiap selnya. Dia tidak bisa bergerak, bahkan tidak bisa berteriak.

Tapi di dalam Vault, sesuatu bereaksi. Entitas yang lapar, terganggu oleh gangguan ini, murka. Melalui Leo, ia memancarkan gelombang keinginan primitif: KELAPARAN. TOLAK.

Dari telapak tangan Leo, tanpa perintah sadarnya, sebuah singularitas mikro—bukan yang kecil, tetapi yang sebesar kepalan tangan—termaterialisasi di udara di depan para Pengawas.

Figur-figur itu mundur selangkah, untuk pertama kalinya menunjukkan emosi: kengerian.

"Penghapus Stabil Makro! Bagaimana—"

Singularitas itu tidak diam. Seperti predator yang mencium mangsa, ia melesat ke arah figur di sebelah kiri. Medan energi di sekitarnya—yang membuat mereka berjalan di atas air—berkerut dan runtuh. Figur itu berteriak, suara mentalnya bernada tinggi dan panik, sebelum singularitas itu menyentuhnya.

Tidak ada ledakan. Hanya... penghapusan. Sepertiga dari tubuh figur itu lenyap, tepiannya sempurna. Figur itu jatuh ke air, tidak bergerak. Warnanya berubah dari abu-abu menjadi hitam legam.

Dua Pengawas yang tersisa bereaksi dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Sebuah bidang kekuatan terbentuk di sekitar mereka, berkilau dengan warna pelangi. Singularitas itu menabrak bidang itu dan terpental, menciptakan riak yang aneh di udara sebelum kembali mengapung.

"Entitas Konsumen telah diberi makan! Level ancaman meningkat! Memanggil Penguatan!" suara di kepala mereka berdering.

Kapal hitam itu mulai bergemuruh, suara pertama yang mereka hasilkan, suara rendah yang menggetarkan tulang.

Leo, masih terperangkap, merasa kehabisan tenaga. Melepaskan singularitas besar itu dengan paksa telah mengurasnya. Tapi dia juga merasakan... kepuasan yang mengalir kembali dari entitas mimpi itu. Kepuasan karena telah diberi makan.

Dr. Arif berlari ke arahnya. "Leo! Kamu harus menghentikannya!"

Tapi sudah terlambat. Bagian atas kapal itu terbuka, dan sebuah sinar cahaya putih murni memancar ke langit, menembus awan, seolah-olah mengirim sinyal.

Di kejauhan, di arah Jakarta, kilatan cahaya hijau yang kacau dan tidak teratur meledak di langit malam, diikuti oleh gelombang kejut yang bahkan bisa dirasakan di sini.

Rafael. Menggunakan gioknya. Dan entah bagaimana, itu merespons sinyal para Pengawas.

Dua Pengawas yang tersisa menatap ke arah kilatan itu, lalu kembali ke Leo.

"Ada operator lain. Situasi ini telah lepas kendali. Mandat darurat diaktifkan. Karantina planet akan diberlakukan hingga ancaman dinetralisir."

Mereka mundur ke arah kapal mereka, membawa tubuh rekan mereka yang rusak. Bidang di sekitar Leo menghilang, dan dia jatuh ke dermaga.

"Karantina... apa maksudnya?" tanya Dr. Arif, membantu Leo berdiri.

Leo melihat ke langit. Sinar putih dari kapal itu telah berubah menjadi kubah energi transparan yang luas, perlahan-lahan menyebar dari atas mereka, menutupi sebagian langit.

"Maksudnya," kata Leo, napasnya berat, "mereka akan mengunci kita di sini. Dan mereka akan membersihkan semua yang mereka anggap sebagai ancaman." Dia menatap marka gioknya, lalu ke arah kilatan hijau di Jakarta yang semakin menjadi-jadi. "Termasuk Rafael. Dan termasuk kita."

Perjalanan untuk naik ke Kardashev 1 tiba-tiba tidak lagi hanya tentang teknologi. Sekarang, ini adalah pertaruhan untuk bertahan hidup melawan penjaga alam semesta.

Dan di suatu tempat di luar kubah yang sedang tumbuh, sesuatu yang jauh lebih besar dari Pengawas mulai bergerak, tertarik oleh umpan yang baru saja dilepaskan Leo.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!