Ayla Beyza. gadis kelahiran jerman dan sekarang memilih menetap di sebuah negara yang mayoritasnya islam sunni. setelah menyelesaikan studynya. Ayla menyambung hidupnya di turki dengan bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi.
Ayla berumur 27 tahun, single, cantik, kecantikannya tidak perlu melihat dua kali untuk menilai. di gilai banyak pria bahkan beberapa aktor dan pengusaha muda bisa di buat kecewa oleh si gadis cantik tersebut. bulu matanya yang panjang dan lentik, semakin memperindah parasnya apalagi bibirnya yang kecil membuat para pria ingin melumatnya. tapi sayang semua harus kecewa karna sang empunya hati tersebut hanya menyukai satu laki laki dan cintanya berada di tempat yang salah.
"mungkin benar kata orang'perasaan cinta datang tidak di undang' namun di sini hatiku.... ". Ayla.
Deniz Selim. Seorang dokter spesialis bedah mulut dan juga menjabat sebagai seorang di rektur di sebuah rumah sakit besar milik keluarganya. Deniz pria berdarah turki asli dengan ketampanan yang tidak bisa di ragukan lagi di sertai jenius dan cerdas, sudah berstatus sebagai seorang suami. Deniz sudah memiliki seorang istri yang sangat di cintainya dan pernikahan mereka selalu bahagia dan indah meski mereka belum di karunia seorang anak.
Bagaimana pertemuan dan jalinan cinta keduanya? di saat mereka memiliki kehidupan masing masing. next...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dandelion_me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
New Berlin Jerman. Jam 8:10
Terlihat sebuah rumah besar, megah dan mewah dengan luas perkarangan rumah 60 hektare dan luasnya rumah mencapai 130.000 meter persegi. di dalam rumah terdapat 3 dapur, 29 kamar tidur dan 30 kamar mandi.
Memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, 4 baris bowling dan lapangan basket serta tempat fitness, kolam renang, meja foosball dan tv di ruang utama dengan panjang 9 meter serta tempat khusus keluarga untuk mengobrol dengan televisi raksasa dan satu pantry besar di sana lengkap dengan beberapa pelayan.
Di belakang rumah mewah tersebut dengan halaman luas dan memiliki taman bunga dan taman bermain sebagiannya.
Pagi hari dengan matahari yang masih hangat membuat seorang wanita di sana betah dan sangat menikmati cuaca tersebut. ia duduk di ayunan dengan ayunan yang terus mengayunkan tubuhnya sedangkan wajahnya mendongak ke atas menikmati cahaya matahari yang menyinari wajah cantiknya. rambutnya yang panjang tergerai ke bawah ikut terayun bersamanya dengan dirinya mengunakan baju piyama khas seorang princess yang berwarna pink.
"nona? nyonya memanggil nona untuk sarapan". panggil seorang pelayan yang menggunakan baju khas pelayan di rumah Mr. Okan, berwarna biru campur putih bercelana panjang dan berlengan panjang terkadang ada pelayan yang mengunakan hijap dan ada yang tidak, bagi Mr. Okan dan Mrs. Okan itu terserah mereka.
Ayla membuka matanya menegakkan tubuhnya dari rebahan menoleh menatap seorang gadis di sampingnya yang umurnya bisa di katakan lebih tua ayla.
"mine? semua sudah di sana...?".
Mine adalah salah satu dari 3 pelayan pribadi ayla yang khusus hanya melayani ayla dan menyiapkan semua hal yang di butuhkan ayla baik mau mandi atau mau ganti baju atau hal lain sebagainya.
Mine menunduk sopan.
"iya nona? semua sudan di sana".
Ayla tersenyum dan bangkit berdiri.
"beberapa hari ini aku tidak sempat menanyakannya mine?...apa kalian merindukanku? sudah sangat lama aku tidak di sini". tanya ayla sembari melangkah yang di ikuti mine dari belakang.
"tentu saja nona? kami sangat merindukan nona, tidak ada nona kami merasa sangat sepi".
"dan tidak ada kerja? ". ayla menoleh melihat mine lalu ia terkekeh geli karna ucapannya hanya untuk bercanda. mine ikut tersenyum.
"itu juga iya nona? sehari hari kami hanya di suruh nyonya merawat semua fasilitas yang nona tinggalkan".
"ah...terima kasih mine, mom bilang kamu merawat dengan baik bunga bungaku dan mereka mau denganmu, buktinya mereka mekar dengan baik".
Mine membulatkan matanya.
"benarkah nona? ".
Ayla berhenti melangkah berbalik menatap mine.
"kamu belum melihatnya? ".
"saya tidak berani nona? karna nona sudah di sini kami di larang masuk ke sana".
Ayla terdiam. ia yakin itu perintah dari mommynya.
"bagaimana kalau nanti sore ikut dengan ku? ajak yang lain juga, kita lihat sama sama".
Mine tersenyum senang.
"terima kasih nona, saya sangat senang".
Ayla terkekeh geli dan kembali melangkah. mereka memasuki rumah dari pintu belakang dan langkah mereka terus membawa mereka ke dalam rumah besar tersebut dengan fasilitas tidak perlu di pertanyakan lagi, setiap sudutnya terlihat indah dan mewah dengan tangga putar dan berukiran megah serta 2 lift dari samping tangga.
"oh princess? kemarilah, duduk di tengah tengah kami di sini". seorang pria yang berwajah tampan dan berkulit putih menepuk kursi di sampingnya tepatnya di tengah tengah pria satu lagi yang wajahnya tak kalah tampan darinya.
"benar princess, kami sangat merindukanmu".
Ayla mendengus kesal.
"tidak terima kasih, aku yakin jika aku duduk di sana, kalian akan memperlakukan ku seperti anak kecil, mau ini itu kalian akan menyuapiku dan tidak membiarkanku makan sendiri, kalian menyebalkan, tapi btw...anak istri kalian mana...? mereka tidak di bawa? ". ayla memilih duduk di kursi lain tepat berhadapan dengan daddynya.
"lupakan itu, princess...? tidak rindukah kau pada kami? kedua kakakmu ini yang sangat merindukanmu namun harus mengurungnya karna pekerjaan laknat yang terus menyerang kami, jika saja Mr. gokhan tidak melarang kami untuk menjengukmu mungkin kami tidak akan gila". ucap keduanya serentak.
"hahh".
Ayla bernafas tidak percaya. bagaimana bisa mereka berbicara sangat kompak begitu...? iya iya, anak kembar memang beda.
"haruskah aku berterima kasih ke kakek?". ujar ayla sembari memakan sarapannya.
Okan dan Ayse terkekeh geli mendengar dan melihat interaksi ketiga anaknya, sedangkan si bungsu sudah berangkat ke sekolahnya pagi pagi sekali.
"lakukan itu malam ini". ujar omer lalu memulai memakan sarapannya.
Ayla sontak melihat okan dan ayse. sedangkan okan dan ayse mengumpat omer kesal karna mulutnya tidak bisa di jaga padahal mereka sudah tahu berencana tidak akan bilang ke ayla dan hanya akan membawanya ke sana tanpa dia tahu dia mau di bawa ke mana.
"apa maksudnya mom, dad...?". ayla melihat kedua orang tuanya menunggu jawaban.
"beyza...? kakek sudah lama tidak melihatmu, mengertilah kalau dia sangat merindukanmu, seharusnya kakek bisa mengunjungimu namun karna mengingatmu yang sangat susah dalam melarikan diri, kakek menahan diri, kamu bisa mengerti itu kan? ". ayse berbicara pelan dan perlahan berharap putrinya mengerti dan tidak akan marah.
Sedangkan yang lain bernafas lega saat melihat ayla melunak dan tidak jadi marah.
Ayla mengerjapkan matanya.
"di rumah kakek? ".
Ayse dan semua mengangguk.
"semua akan hadir? ".
"hanya keluarga kita...arghhh....Z sakit...? ". jawab omer cepat dan langsung saja mendapat pukulan di kepala yang di lakukan oleh Z abangnya.
Kedua bola mata ayla sontak saja membulat. dalam keluarga mereka jika di sebut kata keluarga kita, itu artinya keluarga besar Emre yang juga termasuk teman bisnis mereka yang setia dan dari berbagai negara akan datang itu artinya...
"kalian tahu, aku tidak suka acara acara begitu". geram ayla kesal.
Z dan Omer menalan ludahnya dengan susah payah. jangan bilang gadis ini tidak akan datang besok karna jika iya, ia sungguh tidak akan berani menatap wajah kakek setelahnya karna ia yakin acara yang khusus di adakan untuk menyambut cucu tercintanya Princess Beyza, akan jadi acara rata dengan lantai.
"beyza! tenangkan dirimu ya? tidak akan ada wartawan atau kamu tidak akan lama, hanya seperti biasa...ayolah sayang? kamu tahu bagaimana kakekmu, jika sudah menyangkut denganmu, suara daddy dan mommymu tidak ia peduli". ujar okan yang sudah menghentikan sarapannya.
Ayla menghela nafas kesal.
"aku akan ke rumah kakek dan menyuruh kakek untuk membatalkannya". ayla bangkit berdiri. semua di sana sontak saling melihat lalu ke empatnya dengan cepat melompat dari kursi dan memeluk kaki ayla.
"beyza...?". Okan dan ayse memanggil memohon ke anaknya untuk membatalkan niatnya.
"princess...? ". kedua kakak laki lakinya merengek di kaki ayla dan tidak mau melepaskan.
Ayla menggoyang goyang kakinya agar terlepas dari kedua kakaknya sedangkan ayse memegang tangan anaknya dan daddynya memeluk dari belakang.
"lepaskan, aku enggak mau tahu, aku harus bicara dengan kakek! mom? dad? kak...?". rengek ayla supaya di lepaskan namun ke empatnya sontak menggeleng kuat.
"beyza? sayangilah daddymu ya? kamu tahu kan? apa yang akan kakekmu lakukan jika kamu menolak idenya? begitu juga dengan kakakmu, aku yakin kamu masih ingat". ayse merayu putrinya.
Omer dan z sontak mengangguk membenarkam dan kejadian itu sungguh sagat membuat mereka ketakutan.
Ayla melihat ke bawah menatap ke dua kakaknya lalu ia teringat saat di mana ia menolak untuk datang dalam acara makan malam di salah satu restoran mewah di sini dan kakeknya yang mengajak, saat itu kakeknya marah lalu kakek menculik daddy dan kedua kakaknya.
Kakek membawa ke rumahnya namun menempatkan di tempat yang beda. daddynya di arena latihan kakeknya karna kakeknya juga ahli dalam bela diri yang berada di lantai bawah tanah rumah Gokhan sedangkan kakaknya di bawa oleh 2 orang pengawal pribadi kakeknya yang sangat kuat dan bela dirinya tidak perlu di coba lagi, kakaknya aja yang bisa bela diri melebihi darinya bisa kalah dan babak belur. kakaknya saat itu di bawa ke halaman belakang rumah Gokhan dan di sana ada lapangan football maka di sanalah kakaknya di hajar sampai babak belur berhenti saat ada jawaban darinya bahwa ia akan datang. begitu juga daddy baru di lepaskan. kekejamannya tidak pandang bulu bahkam anaknya sendiri di hajar olehnya sendiri.
Ia sempat dengar saat itu kata daddy dan kedua kakaknya kalau mereka sempat beradu dan bertarung namun karna bela diri mereka masih lemah yang kalah totak hingga mereka tidak sadarkan diri dan berhasil di rawat di rumah sakit sampai 3 hari.
"princess...? sayangilah kakakmu ini? meskipun kakak latihan setiap hari, percayalah kakak tetap tidak bisa mengalahkan 2 pengawal itu princess...😭😭😭?". Omer dan Z merengek di kaki ayla.
Ayla hanya bisa berdecak kesal dan menyentak kakinya.
"ya beyza...? bela diri kakekmu luar biasa, dia guru daddy yang paling daddy benci, dia tidak kenal murid dengan anaknya beyza...?".
Ayse menahan tawa melihat suaminya. ia teringat di mana suaminya sebelum menikah dengannya selalu dihajar oleh Mr. Gokhan lalu kembali di hajar lagi jika jika apa yang di mintanya tidak di setujui oleh cucu tercintanya maka sasaran pertama Mr. Gokhan adalah Putranya Mr. Okan. Dia tidak akan membiarkan orang lain menghajar anaknya karna dia lebih memilih menghajar sendiri meski sampai mengeluarkan darah di dalam mulut. itulah di katakan keturunan Emre kuat kuat.
💓💓💓
"kamu bilang tadi malam tuan muda deniz pulang kesini? ". mami deniz selma berdiri di bawah tangga bersama seorang bibi pembantu rumahnya. ia heran saat berada di dapur bibi bibi pembantu rumahnya berbicara tentang anaknya. akhirnya ia pun bertanya, ada apa dengan tuan muda deniz. bibi yang berdiri di depannya menjawab kalau deniz semalam pulang ke sini, di jam yang lewat tengah malam, jam 3 pagi.
Wajah selma terlihat cemas. ia khawatir anaknya akan kembali ke kondisinya beberapa tahun yang lalu di mana saat itu deniz harus di rawat di rumah sakit jiwa. apalagi dengan kedatangan Mr. Okan dan Mrs. Okan kemarin. ia yakin sedikit jiwa anaknya terguncang dan terkejut, di tambah Mr. Okan yang membahas pertemuan mereka beberapa tahun yang lalu. untuk memperbesar bisinis kakeknya ia sangat yakin deniz menahan kuat keinginan dirinya untuk bertanya bagaimana ke adaan wanitanya.
Bagi bibi bibi pembantu di sini merasa aneh dan heran kalau deniz mau pulang dan nginap di sini karna semenjak menikah dengan ceyda deniz tidak mau lagi pulang dan nginap di sini. dia...seperti sedang mengubur masa lalunya dan di sini...dia memiliki masa lalu yang sangat menyakitkan dan baginya, harta dan kekayaan papi dan kakeknya sama sekali tidak bisa membantunya dalam meraih wanitanya, itu yang membuat deniz marah ke semua orang saat itu hingga sikap dan sifat deniz berubah, bisa di katakan deniz sekarang bukanlah deniz anaknya yang dulu.
Deniz sekarang bisa di katakan deniz kejam, beringas, egois dan dingin. tapi sikapnya akan lembut dan penuh kasih sayang hanya akan kepada ceyda. karna itu, ia dan papinya menyetujui pernikahan deniz dan ceyda meski kakek awalnya menolak keras.
"iya nyonya".bibi pembantu tersebut membenarkan.
"dimana dia sekarang? "
"di kamarnya nyonya". selma melihat ke lantai atas ke lantai 2 di mana kamar putranya. ia melangkah ke sana.
Ckleck...
Selma membuka pintu secara perlahan sedangkan matanya menatap ke dalam namun yang ia lihat hanyalah kegelapan.
Kedua alis selma menyatu. 'apa dia masih tidur? '. selma menghidupkan lampu dan kedua bola matanya sontak melebar. ia dengan cepat berlari ke arah deniz yang duduk meringkuk di lantai di bawah ranjangnya.
'jangan katakan akan terulang lagi'.
"selim...? nak? kenapa duduk di sini huhhh...ayo mami bantu". selma meraih tangan deniz untuk ia bantu tidur di ranjang.
Deniz menghentikan maminya dan menatap selma dengan air mata memenuhi wajahnya.
Selma lagi lagi melebarkan matanya. tadi deniz menelungkup wajahnya jadi ia tidak melihat. jantung selma berpacu cepat ia ketakutan dan rasa panik menyerangnya. putranya kembali ke kondisinya beberapa tahun yang lalu, menangis dan menangis.
"mami...? tolong selim...mam? selim mau dia...? selim rindu dia mam...? selim tidak mau dia jadi milik orang lain mam...? ...dia...dia harus jadi milik selim mam...? DIA MILIK SELIM MAM? ". teriak deniz di depan wajah selma.
Kedua mata selma membulat lebar.
Deg...
'kata kata itu lagi! '. batin selma. 'dia...ia tahu siapa dia, Ayla beyza si putri dari jerman, seorang putri yang sulit untuk anaknya raih bahkan tidak mungkin tunggu...Ayla...Beyza...? bukankah...nama ini sangat mirip dengan...ah, pantas saja ia pernah mendengar nama ini ternyata sama dengan nama...seorang putri yang sangat di cintai anaknya ini'.
"selim dengar...? itu masa lalumu sayang...? sekarang kamu ingat ceyda ya...? kamu sangat mencintai ceyda, kamu tidak maukan? ceyda terluka melihatmu begini...? sekarang kita naik ke atas dan tidur ya...? nanti mami akan hubungi ceyda untuk menjemputmu".
Deniz menatap maminya tajam. jika saja batinnya masih menyadari kalau wanita yang ada di depannya sekarang adalah maminya orang yang sudah melahirkannya jika tidak, mungkin sudah di cekik oleh deniz. itulah deniz yang sebenarnya, ia akan marah besar jika wanita lain di sebut selain kekasih hatinya. dialah yang sudah menduduki dan merayapi dirinya bagian dalam bahkan tidak ada lagi tempat untuknya untuk mencintai diri sendiri.
"tidak ada masa lalu untuk dia di dalam hidupku mam...? dia selalu bersamaku, selalu kubawa kemanapun aku pergi, selalu ada mengisi tubuhku ini, kemanapun, dimanapun dia...selalu bersama selim". deniz menatap maminya tajam.
Maminya mendesah lelah. untuk berhadapan dengan anaknya yang berkondisi begini ia harus kuat.
"baiklah sayang? dengar sekarang! bukankah dia sudah menikah dengan pria lain dan mungkin juga mereka sudah mempunyai anak dan kamu...sudah menikah dan sudah hidup dengan ceyda melebihi dari 5 tahun lalu apa di sebut jika bukan masa lalu...?".
Deniz yang diam mendengarkan ucapan maminya namun sedetik kemudian ia tertawa ngakak.
Selma heran melihat putranya yang tertawa tiba tiba.
"benar mam? mami sangat benar, dia sudah menikah dan...". deniz tersenyum keji saat mengingat kalau sekarang ayla sedang hamil dan hamil ayla adalah...anaknya. deniz tertawa terbahak lagi persis seperti orang gila.
Deniz kembali menatap maminya.
"dan sebentar lagi...mereka akan punya anak! ya, sebentar lagi mereka akan punya anak! beyza, akan selalu menjadi beyzanya mam...? dan...". deniz kembali teringat surat kecil ayla. ia sontak menangis.
"selim merindukannya mam...? mami harus bantu selim untuk melihatnya lagi...mami harus...?". deniz merengek layaknya anak kecil ke maminya.
Selma ikut menangis melihat kondisi putranya tersebut.
"selim...?".
Deniz menggeleng. suara getaran hp deniz di dalam kantong celananya membuat deniz berhenti menangis. ia meraih dan mengangkatnya.
"bagaimana refat? kamu sudah mempersiapkan semuanya? ". ujar deniz yang sudah bangkit berdiri. ia sudah berencana akan terbang ke berlin jerman hari ini ketika semua keperluan yang ia butuhkan siap. kata refat ia bisa masuk ke sana jika refat berhasil menyuap salah satu pelayan di rumah itu setelahnya ia akan menyusup dan mencari sendiri dimana kamar beyza.
"sebelumnya, kamu punya cara dimana kamu tidak perlu menyusup namun bisa masuk dengan bebas".
Kedua alis deniz menyatu.
"apa maksudmu". geram deniz marah karna ia sendiri tidak bisa lagi menahan rasa rindunya yang sudah menggebu di dalam dirinya.
Selma menatap deniz dengan kedua alisnya berkerut. 'apa yang sedang di rencanakan putranya? mempersiapkan apa?'.
"resyad".
Satu alis deniz naik. "resyad? ada apa dengan resyad".
"kita di bodohi olehnya atau kita yang terlalu bodoh untuk tahu deniz...? resyad adalah sepupu jauh queen bisa di katakan dia...keluarga besar Emre, kamu tahu kata itu bukan...?".
Kedua bola mata deniz sontak membulat. kepalanya langsung saja terlintas bagaimana sikap resyad ke ayla dan bagaimana resyad sangat penurut ke ayla.
"queen...princessnya keluarga Emre, itu artinya...princess resyad! ". deniz berkata putus putus.
Refat menghela nafas.
"aku yakin kamu punya no resyad, hubungi dia sekarang...".
"lupakan itu tetap jalankan rencana awal".
Refat mengerutkan keningnya. 'ada apa dengan pria ini? di kasih jalan mudah tapi malah mengambil jalan payah, ya jika tidak ketahuan tapi jika ketahuan...ia tidak bisa membayangkan'.
"deniz kamu tahu bagaimana konsekuensi jika masuk ke sana dan ketahuan bukan...? bisa bisa aku dan kamu bisa membusuk dalam pencara dan aku sangat yakin keluarga kita bahkan tidak bisa mengeluarkannya".
Deniz menatap ke depan dengan manik matanya yang tajam.
"matipun...aku tidak peduli lagi! ". jawab deniz tajam.