NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!

Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.

Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.

Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.

Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.

tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.

mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.

CINTA TERLARANG

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21 perasaan yang terasa begitu dalam

Xyra hanya diam dan diam di sepanjang perjalanan.

Ia tak tahu harus bersikap bagaimana, saat ini ia hanya memikirkan Yari.

Ia merasa sangat bersalah kepada suaminya itu.

Bryan terus melajukan mobilnya memasuki kawasan puncak.

Setelah hampir satu jam perjalanan laki laki itu membawa mobilnya masuk ke area pelataran sebuah restauran bertema out door yang lengkap dengan arena out doornya.

Xyra masih melepas sabuk pengamannya ketika Bryan telah turun lebih dulu kemudian membukakan pintu untuknya.

" awas dressmu..." ucap Bryan sambil membungkuk memegangi dress Xyra yang hampir terinjak olehnya sendiri.

Xyra benar benar di buat tertegun oleh perlakuan laki laki berwajah dingin itu kepadanya.

" kita cari makan dulu...

kamu belum makan sejak siang tadi...." ucap Bryan sambil melangkah mendahului Xyra.

Xyra melangkah di belakang Bryan dengan menundukkan kepalanya.

Hatinya begitu sedih,

Ia seorang istri, tapi ia berada di luar rumah bersama pria lain.

Ia seperti sedang berselingkuh. Ia malu pada dirinya sendiri.

Ya Tuhan...

Maafkan ketidak berdayaanku....

Cicit Xyra di dalam hati.

Bryan memesan sebuah ruangan privat, ia mencoba untuk memahami kondisi Xyra saat ini.

Mungkin bukan hal yang biasa bagi seorang seperti Xyra itu berada di luar rumah bersama laki lali lain yang bukan suaminya.

" mau pesan apa ?! " tanya Bryan pelan walau masih terkesan datar dan dingin.

Bryan benar benar sosok yang dingin sedingin kulkas tujuh pintu.

" terserah anda..." jawab Xyra sambil menatap ke arah luar jendela di sisinya yang menyajikan pemandangan alam berupa hamparan sawah yang menguning secara rata.

Tak bertanya lagi, Bryan pun memesan makanan.

Keheningan terasa mencekam di dalam ruangan yang di pesan oleh Bryan itu.

Bryan hanya menatap Xyra yang sejak tadi juga hanya diam menatap hamparan sawah dari jendela ruangan itu tanpa berniat bertanya.

Bryan terus menatap wajah cantik Xyra tanpa berkedip sama sekali.

Seolah ia sedang menikmati wajah ayu nan lembut di hadapannya itu.

Sungguh tak pernah ia duga sama sekali jika dirinya akan terjebak ke dalam perasaan yang sangat ia hindari itu.

Apalagi ia sadar...

Perasaan itu justru tumbuh pada seseorang yang tak seharusnya.

Istri orang....

Ya....Bryan menyadari sejujurnya perasaannya kepada Xyra itu salah.

Masih banyak wanita lajang yang lain tapi ia justru memaksakan diri kepada wanita yang telah berstatus istri orang.

Pesanan Bryan datang,

Bryan segera mengambil satu piring dan mengisinya dengan nasi.

" mau makan lauk apa ?! " tanyanya sedikit lembut kepada Xyra.

Xyra menoleh menatap Bryan, ia tertegun melihat laki laki itu mengisi piring untuknya.

" saya bisa ambil sendiri " ucap Xyra canggung.

" aku tanya...lauk apa ?! " tanya Bryan

Xyra tergagap,

sungguh sikap dan perlakuan Bryan membuatnya merasa entah.

Terkesan dingin dan datar namun perhatiannya terasa nyata.

" sayur oseng saja...tuan muda..." jawab Xyra kemudian dan tak lagi mendebat Bryan. Bryan pun mengambilkan apa yang Xyra mau kemudian menambahkan beberapa lauk ke piring Xyra.

" makan yang banyak....aku ingin kau cepat hamil setelah kita menikah nanti " ucap Bryan frontal.

" uhuk uhuk...." seketika Xyra terbatuk karena kaget.

Bryan menatap Xyra tajam.

" biasa saja....kehamilan setelah menikah itu hal yang biasa kan ?! " omel Bryan.

Xyra terdiam,

Tak lama Wajah Xyra berubah kian muram.

Dan hal itu tak lepas dari tatapan mata Bryan karena memang sejak tadi netra Bryan tak beralih sedikitpun dari Xyra.

Bryan bukan tak paham apa yang saat ini tengah wanita itu rasakan.

Tapi apa boleh buat...

ia juga tak bisa berdamai apalagi mengalah untuk tak berusaha memiliki wanita itu.

Apalagi setelah ia tahu perlakuan buruk yang di terima wanita itu selama ini dari keluarga laki laki yang telah mengikatnya dalam ikatan pernikahan itu.

Jujur...

Ia juga tak paham, kenapa perasaannya terasa begitu kuat dan mendalam pada sosok di hadapannya itu,

padahal mereka belum lama saling bertemu.

Bryan tak menyuap sedikitpun makanannya karena ia hanya sibuk memperhatikan Xyra saja.

" apakah itu enak ?! " tanya Bryan.

ia melihat Xyra sedikit lahap menyuap sayuran di piringnya.

Sejak pagi Xyra memang belum makan nasi sedikitpun.

Dan Bryan yang sengaja memesan makanan rumahan karena ia pikir pasti perawat sang nenek itu suka masakan rumahan, membuat Xyra berselera makan.

" iya..." jawab Xyra singkat

" suapi aku...aku ingin tahu rasanya " ucap Bryan setelah ia menggeser tubuhnya dan mendekat kepada wanita itu.

Xyra sontak canggung,

" pakai sendokmu saja...

tidak usah mengambil sendok lagi " ucap Bryan lagi ketika ia melihat Xyra hendak mengambil sendok lagi.

" ta..ta...tapi..."

" a..."

Akhirnya mau tak mau Xyra menyuapkan nasi dan sayuran dari piringnya kepada Bryan.

Bryan mengerutkan keningnya sambil mengunyah makanan yang di suapkan Xyra.

" sayur apa ini ?! Kenapa rasanya aneh tapi...enak..." cicit Bryan dengan wajah yang nampak sekali jika ia kesulitan mengartikan rasa makanan yang sedang ia makan itu.

" tumis pakis " jawab Xyra singkat,

melihat raut wajah Bryan yang berusaha mendiskripsikan rasa makanan di mulutnya Xyra merasa agak lucu.

Wajah Bryan yang selalu nampak kaku dan dingin jadi terlihat sedikit aneh menurutnya.

" jangan mengejekku...rasa sayuran ini memang aneh...

Tapi...aku suka...

Lagi...a...." Bryan kembali membuka mulutnya minta di suapi Xyra.

Suapan demi suapan akhirnya masuk ke dalam perut Bryan melalui tangan Xyra.

Wajah laki laki itu terlihat lebih manusiawi saat ini.

Bryan merasa nyaman dan damai saat Xyra menyuapinya.

Rasanya ia seperti kembali kepada masa kecilnya dulu di mana ia selalu makan dengan di suapi sang mama.

Rasa makanan yang ia makan terasa lebih nikmat ketika itu berasal dari suapan sang mama.

Sama seperti saat ini.

Suapan dari tangan Xyra terasa begitu mampu membuat hatinya terasa menghangat.

Bryan terus mengunyah makanannya dengan terus menatap Xyra.

" kenapa aku tak menemukanmu lebih dulu di banding dia..." cicit Bryan dengan tatapan tak berkedip kepada Xyra.

Xyra mendongak menatap Bryan.

Mata keduanya saling bertemu....

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘳𝘺
shinta
waduh degdegan nih, dimana mereka akan bertemu, rumah sakit atau di pertemuan perusahaan. ahhhh kak Thara, gantung kita kayak jemuran iniiihhh
Widia Aldiev
jika Bryan ketemu baby Syakil jangan di persulit ya kak Tara 🙏🙏
Widia Aldiev
ayo Bryan selangkah lagi kamu bakal ketemu anak kamu ❤️❤️❤️
Titin Rosediana
wah.. nanggung bnyk up donkzz❤️❤️❤️🙏🙏🤭
nur hayati
makin seru
Widia Aldiev
ayo Bryan sedikit lagi kamu akan bertemu benihmu yg kini tumbuh menjadi Batuta yg tampan seperti kamu,semoga mereka bertemu di rumah sakit ❤️❤️❤️ g sabar nunggu nanti siang 🔥🔥
novi💜💜
berjuang bry,,,, ada bocil juga yg harus di perjuangin tuh
shinta
sepertinya perjuangan Bryan akan dimulai😍😍😍😍
novi💜💜
waaah suasana desa tempt tinggal xyra mengingatkanku di desa saat masa kecil thor, disana juga pada garap lahan milik perhutani di tanami jagung, ketela padi dan banyak lainnya.banyak tengkulak datng kesana untuk beli hasil panennya.tetep semangat thor
novi💜💜: aku orang jawa tengah ka, desa masa kecil persis banget kayak yg d cerita kaka ini
total 2 replies
Susanti
suka
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘺𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢🤔
Widia Aldiev
takdir benang merah masih terikat antara Xyra dan Bryan kalau sudah terhubung sejauh apapun Xyra berlari maka benang merah itu yg akan menuntun ya Kembali pada Bryan...yg buruk akan Tuhan singkirkan dan yg baik akan Tuhan dekatkan..karena semua sudah ada pada garis masing-masing ❤️❤️❤️
Siti Nurhasanah
aduuuhh...takdir oh takdir
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
shinta
bukankah itu perusahaan Bryan??
indy
senangnya Xyra sudah sukses. darah bisnis keluarganya mengalir deras pada xyra
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘹𝘺𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘬𝘴𝘦𝘴 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Siti Nurhasanah
benar. uang dari Yari berhasil membangun harga firi dan kehormatan Xyra. Semangat Xyra.
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘
khitara: makasih kakak🙏
total 1 replies
shinta
Xyra tetaplah kuat.... semoga Klian cepat dipertemukan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!