mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 perasaan yang terasa begitu dalam
Xyra hanya diam dan diam di sepanjang perjalanan.
Ia tak tahu harus bersikap bagaimana, saat ini ia hanya memikirkan Yari.
Ia merasa sangat bersalah kepada suaminya itu.
Bryan terus melajukan mobilnya memasuki kawasan puncak.
Setelah hampir satu jam perjalanan laki laki itu membawa mobilnya masuk ke area pelataran sebuah restauran bertema out door yang lengkap dengan arena out doornya.
Xyra masih melepas sabuk pengamannya ketika Bryan telah turun lebih dulu kemudian membukakan pintu untuknya.
" awas dressmu..." ucap Bryan sambil membungkuk memegangi dress Xyra yang hampir terinjak olehnya sendiri.
Xyra benar benar di buat tertegun oleh perlakuan laki laki berwajah dingin itu kepadanya.
" kita cari makan dulu...
kamu belum makan sejak siang tadi...." ucap Bryan sambil melangkah mendahului Xyra.
Xyra melangkah di belakang Bryan dengan menundukkan kepalanya.
Hatinya begitu sedih,
Ia seorang istri, tapi ia berada di luar rumah bersama pria lain.
Ia seperti sedang berselingkuh. Ia malu pada dirinya sendiri.
Ya Tuhan...
Maafkan ketidak berdayaanku....
Cicit Xyra di dalam hati.
Bryan memesan sebuah ruangan privat, ia mencoba untuk memahami kondisi Xyra saat ini.
Mungkin bukan hal yang biasa bagi seorang seperti Xyra itu berada di luar rumah bersama laki lali lain yang bukan suaminya.
" mau pesan apa ?! " tanya Bryan pelan walau masih terkesan datar dan dingin.
Bryan benar benar sosok yang dingin sedingin kulkas tujuh pintu.
" terserah anda..." jawab Xyra sambil menatap ke arah luar jendela di sisinya yang menyajikan pemandangan alam berupa hamparan sawah yang menguning secara rata.
Tak bertanya lagi, Bryan pun memesan makanan.
Keheningan terasa mencekam di dalam ruangan yang di pesan oleh Bryan itu.
Bryan hanya menatap Xyra yang sejak tadi juga hanya diam menatap hamparan sawah dari jendela ruangan itu tanpa berniat bertanya.
Bryan terus menatap wajah cantik Xyra tanpa berkedip sama sekali.
Seolah ia sedang menikmati wajah ayu nan lembut di hadapannya itu.
Sungguh tak pernah ia duga sama sekali jika dirinya akan terjebak ke dalam perasaan yang sangat ia hindari itu.
Apalagi ia sadar...
Perasaan itu justru tumbuh pada seseorang yang tak seharusnya.
Istri orang....
Ya....Bryan menyadari sejujurnya perasaannya kepada Xyra itu salah.
Masih banyak wanita lajang yang lain tapi ia justru memaksakan diri kepada wanita yang telah berstatus istri orang.
Pesanan Bryan datang,
Bryan segera mengambil satu piring dan mengisinya dengan nasi.
" mau makan lauk apa ?! " tanyanya sedikit lembut kepada Xyra.
Xyra menoleh menatap Bryan, ia tertegun melihat laki laki itu mengisi piring untuknya.
" saya bisa ambil sendiri " ucap Xyra canggung.
" aku tanya...lauk apa ?! " tanya Bryan
Xyra tergagap,
sungguh sikap dan perlakuan Bryan membuatnya merasa entah.
Terkesan dingin dan datar namun perhatiannya terasa nyata.
" sayur oseng saja...tuan muda..." jawab Xyra kemudian dan tak lagi mendebat Bryan. Bryan pun mengambilkan apa yang Xyra mau kemudian menambahkan beberapa lauk ke piring Xyra.
" makan yang banyak....aku ingin kau cepat hamil setelah kita menikah nanti " ucap Bryan frontal.
" uhuk uhuk...." seketika Xyra terbatuk karena kaget.
Bryan menatap Xyra tajam.
" biasa saja....kehamilan setelah menikah itu hal yang biasa kan ?! " omel Bryan.
Xyra terdiam,
Tak lama Wajah Xyra berubah kian muram.
Dan hal itu tak lepas dari tatapan mata Bryan karena memang sejak tadi netra Bryan tak beralih sedikitpun dari Xyra.
Bryan bukan tak paham apa yang saat ini tengah wanita itu rasakan.
Tapi apa boleh buat...
ia juga tak bisa berdamai apalagi mengalah untuk tak berusaha memiliki wanita itu.
Apalagi setelah ia tahu perlakuan buruk yang di terima wanita itu selama ini dari keluarga laki laki yang telah mengikatnya dalam ikatan pernikahan itu.
Jujur...
Ia juga tak paham, kenapa perasaannya terasa begitu kuat dan mendalam pada sosok di hadapannya itu,
padahal mereka belum lama saling bertemu.
Bryan tak menyuap sedikitpun makanannya karena ia hanya sibuk memperhatikan Xyra saja.
" apakah itu enak ?! " tanya Bryan.
ia melihat Xyra sedikit lahap menyuap sayuran di piringnya.
Sejak pagi Xyra memang belum makan nasi sedikitpun.
Dan Bryan yang sengaja memesan makanan rumahan karena ia pikir pasti perawat sang nenek itu suka masakan rumahan, membuat Xyra berselera makan.
" iya..." jawab Xyra singkat
" suapi aku...aku ingin tahu rasanya " ucap Bryan setelah ia menggeser tubuhnya dan mendekat kepada wanita itu.
Xyra sontak canggung,
" pakai sendokmu saja...
tidak usah mengambil sendok lagi " ucap Bryan lagi ketika ia melihat Xyra hendak mengambil sendok lagi.
" ta..ta...tapi..."
" a..."
Akhirnya mau tak mau Xyra menyuapkan nasi dan sayuran dari piringnya kepada Bryan.
Bryan mengerutkan keningnya sambil mengunyah makanan yang di suapkan Xyra.
" sayur apa ini ?! Kenapa rasanya aneh tapi...enak..." cicit Bryan dengan wajah yang nampak sekali jika ia kesulitan mengartikan rasa makanan yang sedang ia makan itu.
" tumis pakis " jawab Xyra singkat,
melihat raut wajah Bryan yang berusaha mendiskripsikan rasa makanan di mulutnya Xyra merasa agak lucu.
Wajah Bryan yang selalu nampak kaku dan dingin jadi terlihat sedikit aneh menurutnya.
" jangan mengejekku...rasa sayuran ini memang aneh...
Tapi...aku suka...
Lagi...a...." Bryan kembali membuka mulutnya minta di suapi Xyra.
Suapan demi suapan akhirnya masuk ke dalam perut Bryan melalui tangan Xyra.
Wajah laki laki itu terlihat lebih manusiawi saat ini.
Bryan merasa nyaman dan damai saat Xyra menyuapinya.
Rasanya ia seperti kembali kepada masa kecilnya dulu di mana ia selalu makan dengan di suapi sang mama.
Rasa makanan yang ia makan terasa lebih nikmat ketika itu berasal dari suapan sang mama.
Sama seperti saat ini.
Suapan dari tangan Xyra terasa begitu mampu membuat hatinya terasa menghangat.
Bryan terus mengunyah makanannya dengan terus menatap Xyra.
" kenapa aku tak menemukanmu lebih dulu di banding dia..." cicit Bryan dengan tatapan tak berkedip kepada Xyra.
Xyra mendongak menatap Bryan.
Mata keduanya saling bertemu....
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.