NovelToon NovelToon
Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Di dunia luar, Gabriel Alexius adalah ketua mafia paling ditakuti—dingin, kejam, dan tanpa ampun. Namun, takdir mempertemukannya dalam pernikahan rahasia dengan Aira, gadis biasa yang awalnya mengira suaminya hanyalah pria kaya yang polos dan sedikit konyol.

​Di rumah, Gabriel berubah drastis menjadi suami yang manja dan bucin setengah mati, bahkan rela bertingkah konyol demi membuat istrinya tersenyum.

​Semua kebohongan manis itu terbongkar saat Aira tak sengaja memergoki Gabriel dalam "mode monster" saat menghadapi musuhnya. Panik karena takut ditinggal, sang ketua mafia yang garang itu mendadak jadi panutannya yang paling penakut di hadapan sang istri.

​“Aira, aku bisa menghancurkan kota ini, tapi jangan minta aku hidup tanpamu!”

​Bagaimanakah kisah rumah tangga gadis biasa dengan pria paling berbahaya di dunia bawah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Umpan Palsu Dan Cemburu Sang Dark Lord

Pagi hari di kantor pusat Blackwood Corp. Suasana di lantai lima puluh terasa begitu tenang, namun di balik ketenangan tersebut, sebuah operasi jebakan tingkat tinggi sedang dirancang oleh sang Permaisuri Hitam.

​Aira berdiri di depan layar pantaian taktis berukuran besar, menggeser beberapa grafik data transaksi keuangan perbankan. Di sampingnya, Gabriel menyandarkan tubuh tegapnya di tepi meja kerja, memperhatikan setiap pergerakan istrinya dengan tatapan hangat nan penuh rasa bangga.

​"Sosok berinisial R ini sangat rapi," analisis Aira tenang sambil menunjuk satu jalur aliran dana yang mengalir ke rekening lepas pantai di Kepulauan Cayman. "Dia memanfaatkan celah otorisasi divisi investasi perbankan cabang Asia Tenggara untuk mengalirkan informasi internal kita ke faksi Rosewood."

​Felix yang berdiri di dekat pintu mengangguk setuju. "Benar, Nyonya Aira. Jika kita melakukan penggeledahan secara terbuka, dia pasti akan menghapus seluruh jejak digitalnya dan melarikan diri."

​Aira menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan kecerdasan militer. "Makanya, kita tidak akan menggeledahnya. Kita yang akan memancingnya menyerahkan bukti itu sendiri."

​Gabriel menaikkan sebelah alisnya, merangkul pinggang Aira dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu sang istri. "Bagaimana rencanamu, Permaisuriku tercinta?"

​"Kita akan menyebar dokumen 'umpan' berisi draf transaksi akuisisi tambang minyak faksi utara bernilai ratusan juta Dolar," jelas Aira tajam. "Dokumen itu hanya bisa diakses menggunakan kode otorisasi fisik yang akan diserahterimakan malam ini di acara pesta makan malam privat klub eksklusif The Onyx."

​Gabriel mendadak menegakkan tubuhnya, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Klub The Onyx? Bukankah itu klub eksklusif milik keluarga Raymond yang penuh dengan anak-anak pengusaha muda itu?"

​Aira menoleh, menatap Gabriel dengan binar mata jahat menantang. "Tepat sekali. Dan untuk memastikan si pengkhianat R memakan umpannya, aku yang akan menyusup masuk membawa kode otorisasi tersebut secara langsung."

​Seketika itu juga, raut wajah Gabriel berubah total. Aura cemburu buta yang sangat pekat meledak dari tubuh tegapnya!

​"Tidak boleh!" tegas Gabriel garang sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. "Di klub itu banyak pria-pria muda ganjen yang suka tebar pesona! Aku tidak rela kamu pergi ke sana sendirian!"

​Felix menepuk dahi pelan, menghela napas pasrah. "Tanda-tanda kumatnya Tuan Besar dimulai lagi..." batin Felix dalam hati.

​Aira tertawa renyah, melangkah mendekat dan merapikan kerah kemeja Gabriel. "Siapa bilang aku pergi sendirian? Kamu kan bisa memantau lewat earpiece dan kamera tersembunyi dari mobil komando di luar."

​"Tetap saja tidak mau!" cemberut Gabriel dengan wajah manja yang bertolak belakang dengan statusnya sebagai ketua mafia paling ditakuti. "Bagaimana kalau ada pria asing yang berani mengajakmu berdansa atau menawarkan minuman?"

​Aira berjinjit sedikit, mendaratkan ciuman manis di pipi suaminya. "Kalau ada yang berani mendekat, aku akan langsung mematahkan tangannya. Bagaimana?"

​Gabriel seketika memamerkan cengiran bahagianya, merona merah menahan rasa senang. "Janji ya? Patahkan tangannya sampai bunyi KREK!"

​Pukul sembilan malam.

​Klub eksklusif The Onyx dipenuhi oleh alunan musik jazz lembut dan lampu remang-remang yang mewah. Para taipan muda dan petinggi korporasi berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil.

​Aira melangkah masuk dengan sangat anggun. Malam ini ia mengenakan gaun malam berpotongan blazer warna hitam pekat (black tuxedo dress) yang memberikan kesan tegas, berwibawa, namun tetap sangat memikat. Di tangannya, ia membawa sebuah tas genggam berisikan flashdisk enkripsi khusus yang menjadi umpan utama.

​Di dalam mobil komando canggih yang terparkir dua ratus meter dari lokasi, Gabriel duduk di depan puluhan layar pantaian dengan earpiece terpasang. Matanya membelalak tajam menatap layar yang menampilkan sudut pandang Aira.

​"Felix," desis Gabriel dingin dengan jari gemetar menunjuk layar. "Pria berjas biru di sudut bar itu... kenapa dia menatap istriku sampai tidak berkedip begitu?! Suruh penembak jitu kita bidik keningnya sekarang juga!"

​Felix yang duduk di sebelahnya buru-buru memegang tangan bosnya. "Sabar, Tuan! Pria itu cuma pelayan yang mau menawarkan minuman! Jangan main tembak dulu!"

​Sementara itu di dalam klub, Aira duduk santai di area sofa VIP. Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya berkacamata tebal dengan setelan jas mahal melangkah mendekat. Di dadanya tersemat pin emas berlogo divisi investasi perbankan Blackwood cabang Asia Tenggara—Raymond, sang Direktur Keuangan.

​"Selamat malam, Nyonya Aira," sapa Raymond dengan senyuman ramah yang dipaksakan. "Suatu kehormatan melihat Anda hadir di klub kami."

​Aira menyilangkan kakinya anggun, menatap Raymond dengan pendar mata jernih namun penuh selidik. "Tuan Raymond. Saya membawa berkas enkripsi akuisisi minyak yang disinggung kemarin. Informasi ini sangat rahasia dan belum diketahui oleh Gabriel."

​Mata Raymond seketika berbinar ketakutan bercampur keserakahan. "A-Apakah berkas itu ada di dalam flashdisk yang Anda pegang?"

​"Tentu saja," jawab Aira tenang. "Tapi kodenya hanya bisa diakses jika Anda memindai kunci enkripsi ini ke server pribadi Anda malam ini juga."

​Aira meletakkan flashdisk emas itu di atas meja kaca. Raymond yang gelap mata langsung meraup flashdisk tersebut tanpa menyadari bahwa peranti tersebut sudah ditanami program trojan canggih buatan tim IT Blackwood yang secara otomatis meretas dan menyedot seluruh isi data pribadi serta bukti pengkhianatannya!

​Di dalam mobil komando, layar monitor Gabriel seketika menyala hijau dengan deretan angka data transaksi ilegal yang mengalir deras.

​"Proses peretasan selesai lima belas detik lagi, Tuan," lapor operator IT sigap.

​Gabriel menyunggingkan senyuman iblis yang membekukan darah. Ia menegakkan tubuhnya, merapikan sarung tangan kulit hitamnya.

​"Umpan sudah dimakan," ucap Gabriel dingin melalui earpiece ke telinga Aira. "Saatnya suamimu masuk dan membersihkan tempat itu, Permaisuriku."

​Aira tersenyum miring di balik gelas minumannya, siap menyaksikan eksekusi mutlak sang Dark Lord terhadap pengkhianat internal mereka.

​📌 Pojok Penulis (Rey Nanda):

​Aaaa! Taktik Aira bener-bener jenius! Pengkhianat internal berinisial R (Raymond) langsung masuk jebakan tanpa sadar! Tapi asli, Gabriel yang cemburu sama pelayan bar di mobil komando bikin ngakak banget! 😭🔥

1
Chenyu Wang
mantap awal cerita sudah seru..
Chenyu Wang: sama2
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!