Menikahi pewaris gila (spin off MBPB) Ini adalah spin off dari novel sebelumnya (Mengandung benih pria beristri) silakan baca novel itu dulu untuk mengerti alurnya. Menceritakan kisah Sagara davitra Fernandez, buah hati dari Citra dan David dan seorang gadis bernama Azalea kirana, disini akan banyak diceritakan bagaimana cerita setelah ending pernikahan David dan citra di novel sebelumnya, Sagara yang di cap sebagai “pewaris gila” harus di hadapkan dengan intrik dan konspirasi yang kejam demi kekuasaan di dalam keluarganya sendiri setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya yang ia anggap pengkhianat dan meninggalkan nya sendirian saat kecil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Sementara itu, di sebuah rumah tua yang jauh dari kemewahan kediaman keluarga Fernandez, seorang perempuan duduk di tepi ranjang dengan kedua tangan saling mengennggam erat.
Dialah Aminah.
Sejak sore pandangannya tak pernah benar-benar lepas dari pintu kamar tempat ia dan Rania dikurung. Sesekali ia bangkit, mencoba memutar gagang pintu, lalu kembali terduduk ketika mendapati pintu itu tetap terkunci dari luar.
Ini bukanlah kamarnya, melainkan sebuah ruangan rahasia milik Darto yang berada di lantai bawah tanah, entah sejak kapan rumah ini memiliki ruangan pengap seperti ini, Aminah sendiri pun baru mengetahui nya ketika Darto menyekap mereka disini.
Sudah berapa lama mereka berada disini? Ia tak tahu pasti. Aminah hanya berharap, di luar sana putrinya baik-baik saja dan benar-benar mendapatkan perlindungan yang seharusnya diperlukan.
“Bu, kak Aleah bakal pulang kan?”
Suara kecil Rania membuat Aminah menoleh. Putri bungsunya itu duduk di atas kasur, memeluk lutut dengan wajah pucat.Sejak mereka dikurung disini, gadis itu terus menanyakan kakaknya, seolah dengan hanya mengulang pertanyaan yang sama, ia biss memastikan Aleah baik-baik saja.
Aminah memaksakan senyumnya. “Pasti, nak.”
“Kapan?”
Deg! Kali ini bibir Aminah terkatup.
Ia ingin menjawab besok, atau lusa, atau mungkin beberapa jam lagi. Ia juga ingin memberikan kepastian yang bisa membuat putrinya itu tidur dengan tenang.
Namun, bagaimana mungkin ia menjanjikan sesuatu yang bahkan tak mampu ia pastikan sendiri?
Akhirnya yang bisa Aminah lakukan adalah merengkuh Rania dalam pelukannya. “Kakak mu anak yang kuat. Ibu sudah mengajarinya untuk bertahan bukan?”
Rania mengangguk kecil di dada sang ibu. “Tapi, Rania kangen kak Aleah.”
Mata Aminah seketika memanas. “Ibu juga, sayang.”
Ia memejamkan mata, menahan air mata agar tak jatuh di hadapan putrinya.
Aleah seharusnya sedang beristirahat malam ini. Seharusnya gadis itu tak perlu menghadapi ketakutan seorang diri, apalagi dijodohkan dengan laki-laki tua yang sepantaran dengan ayahnya.
Namun, keadaan telah memaksa nya mengambil keputusan yang begitu kejam.
Mengirim Aleah pergi adalah satu-satunya cara yang ia pikir bisa menyelamatkan putrinya tersebut. Sekarang ia hanya bisa berharap semoga Tuhan mengiringi dan melindungi perjalanan putrinya dalam menemukan pertolongan yang sedang dicari nya.
Tiba-tiba suara langkah terdengar dari balik pintu. Aminah langsung menegakkan tubuh, sementara Rania merapat padanya.
Darto masuk dengan senyum puas. “Kau ingin tahu tidak kabar tentang Aleah sekarang?”
Aminah tertegun, menatapnya dengan waspada. “Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan pada Aleah?”
“Tenang saja. Putri mu sekarang sudah menikah.” Darto terkekeh. “Bukan dengan sembarang pria,Erika. Dia menikah dengan pewaris tunggal keluarga Fernandez.”
Mata Aminah membelalak seketika. “Apa?!”
“Terkejut?” Darto menyeringai. “Bayangkan gadis kampung seperti dia sekarang menjadi istri pewaris keluarga kaya raya. Siapa tahu nasib kita juga ikut berubah.”
Aminah tidak menjawab. Otaknya berpikir cepat, mencoba memahami bagaimana Aleah bisa terseret dan tiba-tiba menjadi istri pewaris keluarga Fernandez.
Dan jika dugaan dia benar, berarti putrinya itu menikah dengan putra nya Citra, sang sahabat?
“Ya Allah, apa yang terjadi padanya disana? Bagaimana Citra—“
Kalimat itu terputus. Namun Darto sudah terlanjur mendengar nya. “Citra? Bagaimana bisa kau mengenal nyonya Fernandez yang sudah lama menghilang itu.”
Aminah kembali tercengang. “‘Menghilang? Apa maksud mu?”
Darto menyilangkan tangannya di dada. “Setahuku Citra adalah istri nya tuan David Fernandez, dia sudah lama menghilang dan suaminya juga sudah mati bertahun-tahun lalu. Kau sendiri tahu dari mana soal nyonya Citra?”
Aminah tak mengindahkan pertanyaan Darto, wajahnya memucat, syok luar biasa. “Bagaimana semua ini terjadi? David sudah lama meninggal dan Citra hilang entah kemana?t- tidak mungkin, tidak mungkin.”
Darto berjengit. “Hei ada apa dengan mu? Kau sudah gila ya sampai- sampai jadi begini?” Pria itu ngeri sendiri melihat kelakuan istrinya, ia mengangkat bahunya lalu melengos, sebelum pergi ia melontarkan ancaman nya.
“Apapun itu, jangan pernah lagi berbuat macam-macam di belakang ku. Sekarang putri mu sudah hidup nyaman di istana yang megah, jangan pernah menganggunya atau tidak habis kalian di tangan ku.”
Setelah itu pria tersebut benar-benar pergi, meninggalkan bayangan yang sempat Aminah lihat di balik pintu.
Citra. Sahabat yang pernah menjadi bagian penghuni dalam hidupnya, yang dulu pernah sangat berkoban sampai- sampai ia tak tahu bagaimana harus membalas budi nya.
Kini ia hanya bisa mengenang semua kebaikan itu dan momen- momen diantara mereka.
Dan jika suaminya sudah meninggal dan dirinya juga menghilang bagaimana dengan putra nya? Dan mengapa Aleah bisa menikah dengan pewaris tunggal Fernandez itu?
Aminah berpikir cepat, lalu kemudian ia segera menggeser bantal tipis di belakang tubuhnya. Dari celah kain yang dijahit nya sendiri, ia mengeluarkan ponsel kecil yang selama ini ia sembunyikan dari Darto,
Awalnya ia ingin menggunakan ponsel ini untuk meminta pertolongan di luar sana namun selalu gagal karena Darto selalu mengawasi dan sekarang ia menggunakan nya untuk mencari informasi membuktikan kebenaran dari ucapan suaminya.
Tangannya gemetar ketika menyalakan layar. Ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Citra dan siapa pria yang kini menjadi suami Aleah.
Namun, entah mengapa, kalimat terakhir pria itu justru terasa seperti tantangan yang baru saja dilemparkan ke dalam hidupnya.
Dengan koneksi internet yang masih tersisa, Aminah mengetik nama keluarga Fernandez di kolom pencarian.
Berbagai berita muncul seketika. Tentang perusahaan mereka, kekayaan keluarga itu, hingga sosok pewaris yang selama ini menjadi pusat perhatian media.
Aminah membuka salah satu berita.
Foto seorang pria berwajah dingin terpampang jelas di layar. Rahangnya tegas, tatapannya tajam, dan namanya tercetak besar di bawah foto tersebut.
Sagara Davitra Fernandez.
Aminah membaca judul berita itu sekali lagi.
Pewaris Fernandez yang Dijuluki Gila: Tragedi Kematian Davidson Fernandez dan Misteri Sang Ibu.
Napas Aminah tercekat.
Ia membuka berita tersebut dengan jari gemetar. Setiap kalimat yang dibacanya membuat wajahnya semakin pucat. Kematian Davidson, juga Citra yang menghilang secara misterius dan tuduhan yang selama bertahun-tahun melekat pada perempuan itu terpampang semua,
“Tidak mungkin…” bisiknya.
Ponsel hampir terlepas dari genggamannya.
Jika pria dalam foto itu benar-benar putra Citra, berarti Aleah kini berada di tengah keluarga yang menyimpan tragedi masa lalu sahabatnya.
Dan yang lebih mengerikan, suami Aleah mungkin adalah seorang pria yang memiliki riwayat cacat mental.
Aminah menutup mulutnya, menahan isak yang nyaris pecah. Ia ingin segera menemui Aleah, memperingatkannya agar menjauh dari keluarga itu.
Namun, ia bahkan tak tahu di mana putrinya berada. Matanya kembali menatap foto Sagara. “Ya Allah… Aleah, apa yang sudah terjadi padamu?”
Di pangkuannya, Rania bergerak kecil dalam tidurnya.
Aminah segera mematikan layar ponsel dan menyembunyikannya kembali. Untuk saat ini, ia tak boleh membiarkan Darto mengetahui apa yang baru saja ditemukannya.
Sebab kini ia menyadari satu hal.
Pernikahan Aleah bukan sekadar jalan keluar dari kehidupan mereka yang menyedihkan.
Pernikahan itu mungkin telah menyeret putrinya ke dalam rahasia yang seharusnya terkubur bersama masa lalu dan jelas ia harus membawa pergi putrinya dari neraka baru yang berusaha menjeratnya itu.
….
Bersambung