NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Kengerian Sihir Ungu dan Krisis Perut Sang Putri

Hutan Misti berubah menjadi ladang pembantaian berskala kecil dalam hitungan detik.

Darah memercik ke batang-batang pohon saat sebuah gada kayu raksasa yang diayunkan oleh White Goblin menghantam perisai seorang ksatria. Terdengar bunyi retakan logam yang memekakkan telinga, disusul jeritan pilu sang ksatria yang terlempar sejauh lima meter, zirah dadanya penyok ke dalam hingga meremukkan tulang rusuknya.

"Tahan formasi! Jangan berpencar!" teriak Klethar, menebas leher seekor goblin hijau yang mencoba menerkamnya dari titik buta.

Namun, para pengawal bangsawan Rejerson yang terbiasa berlindung di balik tembok kastil kini kehilangan akal sehat mereka. Mereka membayangkan goblin sebagai makhluk kerdil yang lari ketakutan jika digertak, bukan prajurit terorganisasi yang menggunakan taktik penyergapan, formasi, dan... monster raksasa.

Wakil kapten ksatria menebas membabi buta, napasnya tersengal. "Berapa banyak dari mereka?! Mengapa makhluk rendahan ini berani menyerang kita?!"

"Mundur! Perlahan tarik mundur barisan!" Klethar memperingatkan. Matanya yang tajam menangkap anomali di balik rimbunnya semak. Udara di sekitarnya mendadak terasa panas, dan bau belerang menyengat hidung.

Dari balik kegelapan hutan, sesosok goblin tua yang tubuhnya dibalut jubah kumal melangkah maju. Kulitnya berwarna ungu pekat. Makhluk itu mengangkat tongkat kayu besarnya, menggumamkan mantra dalam bahasa guttural yang menggetarkan udara.

Goblin Shaman! Jantung Klethar nyaris berhenti berdetak.

Sebuah bola api raksasa-sihir mematikan tingkat dua-terbentuk di ujung tongkat sang Goblin Ungu, menerangi hutan yang remang, lalu melesat bagai meteor menuju barisan manusia.

"Berlindung!" jerit Klethar seraya melompat ke balik batang pohon raksasa.

BLAAARRR!

Ledakan dahsyat mengguncang tanah, menyapu tiga orang pengawal bangsawan dalam pusaran api yang membakar zirah dan daging mereka hidup-hidup. Jeritan keputusasaan memecah keheningan Hutan Misti. Pasukan penyelamat itu hancur secara mental. Tanpa menunggu perintah lebih lanjut, sisa ksatria yang masih hidup berbalik dan berlari tunggang langgang, meninggalkan rekan-rekan mereka yang meregang nyawa.

Serangan pertama manusia telah dipukul mundur dengan kekalahan telak.

Jauh di dalam kedalaman gua, Altair perlahan membuka matanya. Rona emas di pupil merah rubinya meredup seiring terputusnya koneksi mental dengan para goblin pengintai.

Ia menang. Namun, tidak ada senyum kemenangan di wajahnya. Altair tahu betul sifat dasar manusia; mereka mungkin mundur hari ini karena terkejut, namun begitu berita kekalahan ini sampai ke telinga Earl Rejerson, manusia akan kembali dengan pasukan yang jauh lebih besar, membawa ksatria tingkat tinggi dan penyihir sungguhan.

Ini baru permulaan.

Altair bangkit dan berjalan menuju bilik tempat Lyra berada. Saat ia membuka tirai kulit yang menutupi pintu, pemandangan di dalamnya membuat kening Altair sedikit berkerut.

Gadis bangsawan yang biasanya makan dengan anggun itu kini tengah melahap seekor kelinci panggang utuh hingga ke tulang-tulangnya. Tangannya berlumuran minyak, dan napasnya sedikit memburu.

Mendengar langkah kaki Altair, Lyra tersentak. Ia segera menjatuhkan sisa daging di tangannya, wajahnya bersemu merah karena malu.

"Maaf... aku... aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa sangat lapar," cicit Lyra, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Perutku... terasa aneh."

Altair mendekat, tatapannya melembut. Ia duduk di tepi ranjang dan meletakkan telapak tangannya yang hangat di atas perut Lyra. Hanya dalam waktu beberapa hari, perut gadis ramping itu mulai terasa mengeras dan sedikit menonjol. Kehamilan goblin memiliki siklus yang jauh lebih cepat daripada manusia biasa, dan benih dari Golden Emperor menyerap energi kehidupan ibunya dengan kecepatan yang mengerikan.

"Makanlah sebanyak yang kau mau," ucap Altair lembut. "Anak kita membutuhkan kekuatan untuk tumbuh."

Lyra menelan ludah. Mendengar kata 'anak kita' dari bibir makhluk berwajah dewa di hadapannya membuat hatinya berdesir aneh-perpaduan antara ketakutan yang tersisa dan ilusi romansa magis yang perlahan mencuci otaknya. Ia menyandarkan kepalanya ke lengan Altair, mencari kenyamanan yang entah bagaimana terasa begitu adiktif.

[Nilai Harapan Lyra Rejerson: 23]

Nilai itu belum berubah. Lyra masih berharap keluarganya akan datang menyelamatkannya, meskipun tubuh dan pikirannya mulai menyerah pada situasi.

Namun, Altair memikirkan masalah lain yang lebih pragmatis: Krisis Pangan.

Jika Lyra memakan porsi sebanyak ini setiap hari, dan bayi di dalam kandungannya terus menyerap nutrisi, cadangan daging di sarang ini akan habis dalam waktu tiga hari. Goblind-goblin bawahannya tidak bisa dibiarkan mati kelaparan, sebab mereka adalah tameng hidup yang akan menahan gelombang serangan manusia berikutnya. Berburu ke wilayah luar terlalu berisiko karena akan menarik perhatian predator buas atau pasukan manusia yang sedang berjaga.

Altair menatap Lyra yang perlahan jatuh tertidur dalam pelukannya. Otak sang Kaisar berputar cepat, menyusun siasat bertahan hidup.

Jika kita tidak bisa berburu daging... maka kaumku harus belajar memakan apa pun yang disediakan oleh tanah dan semak belukar. Altair membulatkan tekadnya. Akar beracun, serangga, rerumputan liar. Aku akan mengajari mereka cara bertahan hidup layaknya iblis kelaparan.

Malam itu, Sang Kaisar anomali bersiap melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh pemimpin goblin mana pun dalam sejarah: merombak rantai makanan kaumnya demi kelangsungan hidup sebuah kekaisaran yang baru lahir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!