NovelToon NovelToon
Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Rebirth For Love / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Laki-Laki Misterius Mulai Terlibat

Cahaya pagi menembus jendela istana, menyinari aula tempat persiapan untuk inspeksi mingguan dimulai.

Arvella duduk di pangkuan Liora, matanya merah bersinar, mencondongkan tubuh ke arah lorong belakang istana.

Di sana, bayangan samar seorang laki-laki tampak bergerak—Kael, Ksatria Anjing yang pernah dilihat Arvella dalam penglihatan masa lalu.

Bayi itu mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk ke arah Kael, seakan mengisyaratkan bahwa hari ini, bantuannya akan sangat dibutuhkan.

Liora menoleh, “Arvella, kau… melihat dia lagi?”

Bayi itu menepuk kainnya, matanya merah menyala, memberi isyarat bahwa Kael akan memainkan peran penting dalam mencegah masalah yang akan muncul.

Kael melangkah perlahan, matanya biru bersinar, menatap Arvella dengan rasa kagum dan rasa ingin tahu yang samar.

“Bayi ini… sungguh berbeda dari semua yang pernah kutemui,” gumamnya, mendekat dengan hati-hati.

Hari itu, ancaman kecil muncul di dapur istana: sebuah perabotan tua yang kurang stabil hampir runtuh dan menimpa beberapa pelayan muda.

Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke arah bahaya.

Kael segera bergerak cepat, menahan perabotan itu dan menstabilkannya, sementara Liora menenangkan pelayan yang ketakutan.

Bayi itu menggeliat, matanya bersinar, puas—kerja sama mereka mencegah bencana kecil berhasil.

Tidak lama kemudian, Arvella mencondongkan tubuh ke arah lorong gelap di ujung aula.

Ia membaca energi tamu yang baru datang—seorang bangsawan dengan maksud tersembunyi.

Kael memperhatikan gerakan Arvella, matanya biru menyorot dengan tajam.

“Bayi ini… bisa membaca niat orang,” bisiknya pelan, “dan sepertinya aku harus ikut membantu.”

Tiba-tiba, seorang pelayan salah meletakkan nampan berisi minuman, hampir menumpahkan teh ke pakaian bangsawan yang penting.

Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke Kael.

Kael segera bergerak, menahan nampan itu dengan sigap, dan menatap bayi itu dengan senyum tipis.

“Sepertinya aku sudah menjadi bagian dari tim kecil ini,” bisiknya.

Arvella menggeliat, matanya merah bersinar, menandakan bahwa tindakan Kael tepat sasaran.

Seiring waktu berlalu, aula menjadi semakin ramai.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, menepuk kain ketika beberapa tamu mulai bergerombol di dekat lorong sempit.

Kael mengamati, segera mengarahkan tamu agar tidak saling bersinggungan, sambil tetap menjaga pandangan pada bayi kecil itu.

Liora tersenyum samar, melihat kerja sama yang terjadi secara alami antara bayi dengan Ksatria Anjing.

Namun, masalah nyata muncul ketika seorang pelayan tak berpengalaman hampir menumpahkan lilin ke karpet mahal yang baru dibersihkan.

Arvella mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk ke Kael.

Kael bergerak cepat, menyingkirkan lilin dan menahan pelayan agar tidak panik.

Bayi itu menepuk kain, matanya merah bersinar—bahaya berhasil dicegah lagi.

Di tengah semua itu, Kael menyadari sesuatu.

Bayi ini bukan hanya melihat bahaya secara fisik, tapi juga membaca energi orang dewasa, niat tersembunyi, dan potensi masalah yang belum muncul.

Ia menatap Arvella, matanya biru bersinar, dan tersenyum kagum.

“Jika aku tetap di sisimu, kita bisa mencegah masalah besar yang mungkin terjadi,” bisiknya pelan.

Ketika malam tiba, aula besar diterangi lilin dan lampu gantung, suara musik mengalun lembut.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, membaca energi tamu-tamu yang mulai bersosialisasi.

Beberapa tamu tampak gugup, beberapa tersenyum tapi menyembunyikan maksud, dan beberapa tampak menunggu kesempatan untuk menciptakan intrik.

Kael berdiri di samping bayi itu, matanya biru menatap sekeliling, siap menindaklanjuti setiap isyarat yang diberikan Arvella.

Tiba-tiba, seorang bangsawan muda mencoba menyelipkan komentar sinis kepada tamu lain.

Arvella mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk ke Kael.

Kael segera menengahi, mengubah percakapan dengan sopan, menjaga agar konflik sosial tidak berkembang menjadi perselisihan nyata.

Bayi itu menepuk kain, matanya bersinar puas—strategi diplomasi berhasil.

Seiring malam berjalan, Arvella mulai membaca pola interaksi tamu, merasakan siapa yang berpotensi menyebabkan masalah di masa depan.

Kael terus mendampingi, menenangkan tamu, dan belajar dari bayi kecil itu tentang cara membaca niat tersembunyi.

Liora menatap keduanya, tersenyum, menyadari bahwa Arvella bukan lagi sekadar bayi biasa—ia adalah pusat strategi diplomasi dan mencegah masalah sebelum terjadi.

Menjelang akhir malam, Arvella mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk ke lorong gelap di sisi aula.

Kael menatap bayi itu, matanya biru bersinar, tersenyum tipis, “Sepertinya tantangan kita belum berakhir.”

Bayi itu menggeliat, matanya merah bersinar, siap menghadapi misteri baru dan intrik yang akan muncul besok.

1
Passolle
lanjut ka
LOL #555
Hebat banget ,baru lahir udah bisa buka mata ,mendengar, ngendaliin kekuatan magis , serba bisa , kayak budak koporat
LOL #555: gak sih kak , biasanya juga kalau reinkarnasi gini ,baru lahir udah bisa ngalahin naga 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!