NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zane Terguncang

Suasana di ruang tamu kediaman Ashford perlahan berubah menjadi sunyi yang menyesakkan setelah Phoenix diseret keluar oleh para penjaga.

Hanya terdengar suara napas Zane yang berat dan tidak beraturan, seperti mesin yang masih panas setelah dipacu di lintasan balap. Tubuh atletisnya masih gemetar hebat karena adrenalin dan amarah yang belum tuntas.

Salena tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya melingkarkan lengannya di pinggang Zane, menyandarkan kepalanya di dada pria itu, membiarkan detak jantung Zane yang liar perlahan melambat.

Mereka berpelukan cukup lama di tengah kekacauan ruangan itu. Salena bisa merasakan hangatnya kulit Zane dan aroma keringat serta darah yang bercampur sebuah pengingat betapa brutalnya konfrontasi tadi.

Setelah beberapa menit, Salena menuntun Zane untuk duduk di sofa. Dengan jemari yang masih sedikit gemetar, ia mengambil kotak P3K. Dengan sangat lembut, Salena mulai membersihkan luka di sudut bibir Zane yang pecah dan pipinya yang mulai membiru.

Zane hanya diam, menatap kosong ke lantai, membiarkan Salena mengobatinya. Namun, ketenangan itu hanyalah kulit luar. Saat kapas alkohol menyentuh lukanya, Zane tidak meringis karena sakit fisik, melainkan karena rasa sakit di jiwanya yang mendadak meluap.

"Aku tidak memaafkannya, Salena," bisik Zane dengan suara yang sangat lirih, hampir seperti desis angin yang tajam. "Kali ini, dia benar-benar sudah mati bagiku."

Salena menghentikan gerakannya, menatap mata biru Zane yang kini dipenuhi dengan luka yang lebih dalam daripada luka fisik mana pun.

"Dia sudah sepenuhnya termakan omongan Kharel," gumam Zane lagi, rahangnya kembali mengeras. "Bagaimana mungkin... bagaimana mungkin dia menuduhku tidur dengan Kharel? Sahabatnya sendiri? Saudaranya sendiri?"

Zane tiba-tiba mendongak, menatap Salena dengan tatapan yang sangat intens dan penuh kejujuran yang telanjang.

"Berciuman saja baru kulakukan denganmu, Salena!" teriaknya tiba-tiba, suaranya menggema di ruangan yang luas itu. Frustrasi terpancar jelas dari nada suaranya. Bagi Zane, kesucian yang ia jaga bukan karena ia kolot, tapi karena ia tidak pernah menemukan seseorang yang layak mendapatkan hatinya hingga ia bertemu dengan Salena.

"Lalu apa tadi? Dengan lancangnya dia meminta hal sampah seperti itu?" Zane mengepalkan tangannya hingga buku-bukunya memutih kembali.

"Dia memintamu seolah kau adalah benda yang bisa dibagikan? Setelah semua yang kulakukan untuk melindunginya dari Kharel selama bertahun-tahun di New York?"

Zane berdiri dengan sentakan kasar, berjalan mondar-mandir seperti predator yang terkurung. "Aku benar-benar marah padanya, Salena. Aku tidak hanya ingin menghajarnya... aku ingin membunuhnya. Aku ingin melenyapkan siapa pun yang berani menghinamu dan merendahkan hubungan kita seperti itu."

Salena berdiri, meletakkan kotak obatnya, dan menghadang langkah Zane. Ia memegang kedua bahu pria itu, mencoba memberikan kekuatan melalui sentuhannya.

"Zane, lihat aku," kata Salena dengan nada otoritas yang menenangkan. "Phoenix sedang sakit. Dia adalah korban dari manipulasi Kharel yang paling kejam. Kharel tidak hanya ingin menghancurkan aku, dia ingin menghancurkanmu melalui orang yang paling kau sayangi. Jika kau membunuhnya, atau jika kau membiarkan amarah ini menguasaimu, maka Kharel-lah yang menang."

"Tapi dia menghinamu, Sal!" Zane membentak pelan, matanya berkaca-kaca karena amarah dan rasa bersalah yang bercampur. "Dia merendahkanmu di depanku!"

"Aku tahu," sahut Salena dengan senyum pahit namun kuat. "Tapi kata-katanya tidak mendefinisikan siapa aku. Dan cintamu padaku tidak butuh pembuktian melalui darah Phoenix. Sekarang, kau harus tenang. Kita tidak akan membiarkan wanita gila itu melihat kita hancur. Justru sebaliknya, kita akan menunjukkan padanya bahwa tidak ada satu pun hasutannya yang bisa memisahkan kita."

Zane menatap Salena cukup lama, mencari kedamaian di mata gadis itu. Perlahan, bahunya yang tegang mulai turun. Ia menarik Salena kembali ke pelukannya, membenamkan wajahnya di leher Salena, menghirup aroma parfum Salena yang menenangkan.

"Maafkan aku, Salena... Maaf karena duniaku yang kotor ini harus menyeretmu sejauh ini," bisiknya penuh penyesalan.

Di luar sana, di bawah langit Islandia yang gelap, Kharel mungkin sedang tersenyum penuh kemenangan.

Namun di dalam rumah itu, sebuah ikatan baru saja ditempa dengan api yang lebih panas, membuat Salena dan Zane menjadi sekutu yang tak terpisahkan

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰😍

1
Xiao Lian Na ¿?
Baperrr😍
falea sezi
rencana sempurna
falea sezi
pdhl keluarganya zaen berpengaruh masak ngilangin benalu yg bunuh anak nya g bs lemah amat
falea sezi
phoenik goblok
falea sezi
Karel ini jalang bgt ya g bersukur dpet phoenik dan phoenik nya goblok kayak g ada cwek. lain aja
Epha Yusra
ceritanya bagus... berbeda...
Vina Vina
Sedihnyaaaa...../Sob/
falea sezi
Zane sebenarnya suka Karel. gk sih Thor
Anisa Muliana
padahal keluarga Vance berpengaruh di New York masak gk ada pembalasan utk si penabrak? kenapa rasanya kayak pasrah aja gtu..dan yg bergerak utk membalas malah Katiya..😌
Anisa Muliana
ditunggu update ceritanya thor..😁
Anisa Muliana
serius ceritanya seru thor😍 dan bikin deg"an bacanya Krn gk bisa nebak alurnya kyk gmna..
Anisa Muliana
sepertinya seru ceritanya thor😊
sakura
...
anggita
ikut dukung ng👍like sama iklan☝saja.
anggita
tato yg keren😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!