NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Persaingan Mafia
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyerangan Lagi

​Suasana sunyi paviliun terasa mencekam bagi Grace. Setelah hukuman lima cambukan di punggungnya selesai, tubuhnya terasa panas dingin. Sebuah tangan kekar terulur di hadapannya saat ia masih mencoba mengatur napas di lantai ruang bawah tanah yang lembap.

​Grace mendongak, menatap pria yang selama ini menjadi tangan kanan kepercayaan keluarga Hadi. "Terima kasih, Tuan Miller."

​"Panggil Miller saja, kita sama-sama pesuruh di keluarga ini," sahut Miller dengan suara rendah, membantu Grace berdiri.

​Grace meringis kecil. Bekas luka cambukan di punggung dan betisnya berdenyut perih, meninggalkan jejak kemerahan yang mulai membiru. Ia berjalan tertatih, namun tetap berusaha menjaga harga dirinya sebagai pimpinan Blackrats.

​"Terima kasih, Grace," ucap Miller tiba-tiba saat mereka berjalan menyusuri lorong paviliun.

​"Untuk?" tanya Grace singkat.

​"Membuat Tuan Muda peduli. Selama sepuluh tahun aku menjaganya, aku jarang melihatnya berteriak membela seseorang seperti tadi. Kau membawa perubahan, meski risikonya besar." Miller menatapnya dengan pandangan penuh arti.

​"Oh." hanya itu respon Grace. Baginya, kepedulian Andreas justru adalah beban tambahan.

​Miller mengantar Grace sampai ke pintu kamarnya. "Beristirahatlah. Besok pagi kamu harus siap jam setengah enam pagi. Tuan Muda ada kunjungan ke kantor pusat perusahaan."

​"Baik."

​Setelah pintu tertutup, Grace segera melepas seragam taktisnya. Ia hanya mengenakan tanktop hitam, membiarkan kulit punggungnya terpapar udara agar rasa perihnya sedikit berkurang. Ia duduk di pinggir tempat tidur, meraih ponselnya.

​Wallpaper ponsel itu masih menampilkan foto Zavian. Sosok pria yang sebulan ini menghilang tanpa jejak. "Bang... bagaimana kabarmu? Apa kamu makan tepat waktu? Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?" bisik Grace lirih.

​Ia ingin sekali menekan tombol panggil, atau sekadar mengirim pesan singkat. Namun, harga dirinya menahan jemarinya. Perpisahan itu adalah keputusan Zavian untuk "memantaskan diri", dan Grace tidak ingin mengganggu proses itu. Dengan rasa rindu yang menyesakkan dada dan luka fisik yang berdenyut, Grace akhirnya terlelap dalam kegelapan.

​Satu mobil Alphard putih dan dua mobil CRV hitam dengan spesifikasi antipeluru sudah berbaris rapi di halaman utama kediaman Hadi. Miller memeriksa setiap sudut kendaraan dengan detektor logam.

​"Miller, apa semua sudah dipastikan?" Andreas muncul dengan setelan jas navy yang sangat mahal, rambutnya tertata rapi, dan aroma parfum maskulin yang kuat menguar darinya.

​"Sudah, Tuan Muda. Beberapa pengawal sudah ditempatkan di sepanjang rute perjalanan," lapor Miller.

​"Aku tidak mau kejadian seperti kemarin terulang, Miller. Beruntung ada Grace yang memiliki kemampuan luar biasa. Di mana dia?" mata Andreas menyapu barisan pengawal.

​"Dia ada di mobil paling depan, Tuan Muda."

​"Suruh dia berada di mobil ini. Aku hanya percaya dengan kemampuan Grace," perintah Andreas mutlak.

​Miller menghubungi Grace melalui earpiece. Tak lama kemudian, pintu mobil depan terbuka. Grace keluar dengan kunciran ekor kuda yang tegas, wajahnya tenang meski sebenarnya punggungnya masih terasa sangat kaku. Miller melihat sebuah senyuman tipis tersungging di bibir Andreas saat melihat Grace mendekat, sebuah fenomena langka bagi "Pangeran Es" keluarga Hadi itu.

​Grace masuk ke dalam mobil yang sama dengan Andreas, duduk di kursi depan di samping sopir.

​"Kamu baik-baik saja, Grace?" tanya Andreas tiba-tiba. Suaranya terdengar lembut, membuat Miller yang duduk di belakang mengangkat sebelah alisnya karena terkejut.

​"Baik, Tuan Muda," jawab Grace tanpa menoleh.

​"Ckckck... tetap menyebalkan," Andreas mendengus, namun ia tidak terlihat marah.

​Mobil melaju menuju pusat bisnis Jakarta. Blue Diamond Corp, gedung pencakar langit yang menjadi simbol kekayaan ratusan triliun rupiah milik keluarga Hadi. Begitu mobil berhenti, ratusan karyawan sudah berbaris menyambut. Andreas berjalan masuk dengan langkah angkuh, diikuti Grace dan Miller tepat di belakangnya.

​Asisten Romi, orang kepercayaan Kakek Hadi, menyambut di lobi. "Selamat datang di perusahaan, Tuan Muda. Tuan Besar sedang berada di Swiss mengurusi bisnis industri kimia barunya."

​"Semuanya saja pergi! Apa gunanya aku dikirim ke perusahaan ini jika mereka semua keluyuran? Bukannya diam di rumah, sudah tua bangka masih saja cari proyek," umpat Andreas kasar.

​"Tuan Muda, tolong jaga bicara Anda," tegur Romi pelan.

​"Berisik kamu, Miller! Eh, maksudku Romi!" Andreas mendengus kesal.

​Saat Andreas akan melangkah menuju lift eksekutif, ia tidak sengaja menyenggol seorang petugas kebersihan (OB) yang sedang mendorong kereta air kotor. Cipratan air mengenai sepatu hand-made milik Andreas.

​"Heh! Apa kamu tidak punya mata?!" Andreas memaki. "Orang rendahan sepertimu tidak becus bekerja!"

​Petugas itu tetap menunduk, namun tangannya bergerak cepat di bawah kain pel. Grace yang memiliki insting tajam melihat kilatan logam dari balik lengan baju petugas tersebut.

​"TUAN MUDA, AWAS!"

​SLAAAASSH!

​Grace melompat, tangannya menahan bilah pisau tipis yang hendak menembus punggung Andreas. Darah merembes keluar dari celah sarung tangan taktis Grace, namun ia tidak melepaskan cengkeramannya. Dengan gerakan akrobatik, Grace memutar tubuh petugas itu dan menghujamkan pisau lipat kecil dari lengannya tepat ke arah dada kiri atas lawan untuk melumpuhkannya.

​"Gezzz!" Miller dan tim keamanan lainnya segera mengepung.

​Namun, sebelum sempat diinterogasi, pria yang menyamar jadi petugas itu menggigit sesuatu di dalam mulutnya. Detik berikutnya, tubuhnya kejang, darah hitam mengalir dari mulut dan hidungnya.

​"Gawat!" Grace segera memeriksa nadi dan pupil mata pria itu. Ia membuka mulut korban dengan paksa. "Dia sudah tewas. Bunuh diri dengan sianida yang disembunyikan di dalam gigi palsu. Ini pembunuh bayaran profesional, Tuan Muda. Dia sudah dipersiapkan untuk mati jika gagal."

​Andreas terpaku. Wajahnya yang rupawan tampak pucat. Ia menatap mayat di bawah kakinya dengan pandangan kosong.

​"Miller, bereskan sampah ini. Membuat sial saja," Andreas mencoba kembali angkuh meski suaranya sedikit bergetar. Ia menoleh ke arah mayat itu lagi, "Kirimkan saja mayat ini ke kantor Paman Gio sebagai paket hadiah. Pasti dia sangat menyukainya."

​"Baik, Tuan Muda."

​Andreas tiba-tiba tersadar. Ia melihat telapak tangan Grace yang berlumuran darah. "Grace... tanganmu?"

​Grace melirik tangannya yang teriris. "Ah, tidak apa-apa, Tuan Muda. Ada sarung tangan pelindung, lukanya tidak dalam."

​"Cih! Dasar wanita robot!" umpat Andreas kesal, menyembunyikan rasa khawatir yang luar biasa di balik makiannya.

​Di ruang tengah yang nyaman, Nalea sedang merajuk. Ia merebahkan kepalanya di pangkuan Mutiara, ibunya. Sudah sebulan ia tidak mendapatkan kabar dari Zavian.

​"Mah, Kak Vian benar-benar tidak apa-apa kan? Apa jangan-jangan dia bunuh diri karena putus dari Grace?" tanya Nalea cemas.

​Mutiara mengusap rambut putrinya dengan sayang. "Vian baik-baik saja, sayang. Mamah yakin dia tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Dia itu anak yang kuat."

​"Tapi Nalea takut, Mah. Pria bucin seperti Kak Vian itu punya standar kewarasan yang di bawah rata-rata kalau sudah urusan hati. Apalagi Grace sekarang malah bekerja sebagai bodyguard pewaris Hadi." Nalea menghela napas.

​"Jangan berpikir yang tidak-tidak, Nalea. Mamah tahu, anak sulung Mamah itu sedang menempa dirinya di luar sana. Dia ingin menjadi pria yang bisa berdiri tegak di samping Grace tanpa merasa lemah. Itulah caranya mencintai," ucap Mutiara bijak.

​Nalea terdiam. Ia tidak tahu bahwa saat ini, kakaknya sedang memegang kunci rahasia besar yang bisa mengubah Grace dari seorang "nona gangster" menjadi "putri mahkota" yang sebenarnya. Namun, Nalea juga tahu, semakin tinggi kasta seseorang, semakin banyak nyawa yang mengincar. Dan saat ini, Grace sedang berada di pusat badai itu.

​"Semoga mereka cepat bertemu lagi, Mah. Nalea nggak tega lihat Grace menahan rindu sampai sesak begitu," gumam Nalea sebelum akhirnya terpejam.

1
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎𝐌𝐎𝐍𝐀𝐋𝐈𝐒𝐀🍁❣️
tuan Hadi sepertinya kau harus siap siap melihat Zavian mau menghajar cucumu Andreas🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
SENJA
mau ketemu zavian kek 😄
SENJA
ini orang kok ndablek bener 🤔
Tiara Bella
wah br nongol lg ini
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎𝐌𝐎𝐍𝐀𝐋𝐈𝐒𝐀🍁❣️
wihhhh Zavian mau melibas Andreas karena sudah membuat Grace trauma parah tapi nanti bagaimana dengan tuan Hadi 🤔
SENJA
weeh aku mau liat zavian balas dendam wakaaka sedahsyat apasih🤭
SENJA
laaah tau kata takut juga kau 🤭
Valencia
Nah ksn grace jadi gak sadar lagi, ini semua gara2 ksmu andreas, lagian sakit hazi sama cewek kok mabuk2an
Valencia
Aduh Andreas main sosor aja, gimana kalau sampai Zavian tau grace di cium coeok lain🙈
Valencia
Astaga Andreas sampai segitunya mau merubah penampilan grace, sampai manggil penata rias sehals🤣
Valencia
Wahh Zavian keren gak sia2 mengjilang dan belajar bels diri di swis
Valencia
syukurlah Zaviang datang tepat waktu dan busa membantu grace melawan tikus2 got itu, semoga aja zavian terus menjadi pelindung
Valencia
Wahh untung ada grace coba gak bakal ketipu tuh si Andreas, pasti andreas tambah kagum sama Grace
Valencia
wahh ternyata yang jadi pembunuh bayaran paman nya andreas adalah penerus lyus, jadi lenasaran apakah mereka akan berhasil menghabisi Andreas
Valencia
Grace benar2 hebat bisa mengwtahui niat musuh, dan untungnya cuma grace cuma luka lecet
Valencia
wkwk ngakak kasihan Andreas udah cerita banyak tapi grace tetap pads pendiriannya tetap dingin dan gak kepo sama urusannya si tuan muda🤣
Valencia
Wahh ada saingan Zavian nih,jadi penasaran gimana kalai Zavian lihat andreas bersama grace
Valencia
wajar sih kalau Grace takut secara biasanya Zavian ngomel2 mulu kek mak2, ini tiba2 mellow kan Grace malah takut🤣
Valencia
Bagus lah kalau kamu sadar diri zavian emang itu yang harus kamu lakukan, menjadi pelindung buat grace
Valencia
nah kan akhirnya kamu tau kevenarannya Zavian, percuma kamu nyesel sekarang grace juga belum sadar, makanya jadi cowok itu jangan terlalu posesif dan selalu marah2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!