NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:45.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 ~ Terbelenggu Perasaannya Sendiri

Menjatuhkan dirinya di sofa, dadanya berubah sesak dan kepala yang pusing. Apa ini? Kenapa dia seperti ini? Seharusnya dia senang dengan kepergian Raina, karena itu yang dia inginkan sejak awal. Tapi, ketika tahu jika Raina bahkan tidak kembali lagi ke rumah ini sejak persidangan selesai, dan langsung pergi begitu saja, dadanya terasa sesak dan sakit. Seperti benar-benar ada yang hilang dalam dirinya.

"Minum dulu Tuan" Mbak Eni yang merasa panik karena melihat Marvin yang seperti ini, langsung membawakan segelas air untuknya. "Tuan tidak papa? Mau saya panggilkan Dokter saja?"

Marvin menggeleng pelan, dia meminum air. Menenangkan dirinya sendiri setelah minum. "Aku hanya kecapean saja, aku akan ke kamar sekarang"

Marvin berjalan perlahan menaiki anak tangga, masih seperti kehilangan sesuatu yang membuatnya hampa dan bahkan tidak tahu kenapa dia bisa seperti ini. Ketika masuk ke dalam kamar, dia menatap figura foto dirinya dan Amira, duduk di pinggir tempat tidur sambil memperhatikan foto itu.

"Sebenarnya apa yang terjadi padaku, Amira? Kenapa aku seperti ini setelah perpisahan ini terjadi. Bukankah kamu akan lebih marah jika aku terus mengikat adikmu dalam pernikahan ini. Tapi sekarang, aku bahkan tidak tahu lagi ada apa dengan diriku"

Marvin memijat pelipisnya yang terasa pening. Perceraian dirinya dan Raina baru saja selesai, dan sekarang ketika dia pulang ke rumah, tiba-tiba merasakan kekosongan dan kehampaan lagi dalam hatinya. Membuatnya banyak bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya, dan apa yang sebenarnya dia inginkan?

Setelah mandi, Marvin akhirnya duduk diam di tempat tidur. Hanya merenung memikirkan tentang dirinya sendiri, perasaannya yang tiba-tiba hampa dan dunia yang seperti tidak sama lagi.

Sebuah dering ponsel menyadarkannya dari segala lamunan tak menentu. Lalu dia mengambil ponsel dan menerima telepon dari sahabatnya itu.

"Hallo Bar, ada apa?"

"Datang ke rumah kita malam ini. Aku pikir kau butuh hiburan setelah resmi bercerai"

"Hmm, ya aku akan datang"

Marvin benar-benar merasa hidupnya berubah hanya karena perceraian itu. Padahal dia sendiri yang menginginkan ini, dia yang ingin Raina pergi agar tidak terus terikat dalam penjara pernikahannya.

Akhirnya pergi ke rumah kita, tempat dimana lima sekawan ini akan berkumpul dan menikmati dunia mereka yang selalu penuh dengan masalah dan penat atas pekerjaan juga.

"Benar sudah berpisah, dan kau sudah bisa mencari perempuan lain, Vin" ucap Davin dengan terkekeh meledek sahabatnya sendiri.

"Diam kau!"

Marvin benar-benar terlihat tidak bersemangat hari ini, bahkan hanya terus minum sampai dia mabuk. Ada sebuah perasaan yang mengganjal dalam dirinya yan tidak bisa Marvin utarakan.

Bayu duduk di samping Marvin, menepuk bahu pria itu. "Bagaimana setelah Raina benar-benar pergi dari hidupmu? Semoga ini sesuai dengan keinginanmu ya"

"Melihat dari wajah frustasinya, aku pikir tidak sesuai dengan keinginannya" ucap Andreas dengan wajah serius. "Sepertinya akan ada yang terbelenggu perasaannya sendiri"

Bayu hanya tersenyum, dia sudah tahu soal ini dan menduganya. Hanya saja Marvin yang tidak pernah menyadari apa yang sebenarnya dia rasakan dan apa yang sebenarnya dia inginkan. Sebuah ego dan kebencian membuatnya buta akan perasaannya sendiri.

*

Hampir tengah malam, Raina baru sampai di tempat tujuan. Sebuah kota kecil yang sudah menjadi tujuannya sejak awal. Dia turun dari mobilnya, mengeluarkan koper dan beberapa tas berukuran sedang berisi barang-barang miliknya.

"Ternyata aku bisa juga mengendarai mobil dalam jarak jauh seperti ini"

Meski beberapa kali berhenti, karena bayangan saat kecelakaan dengan Amira tiba-tiba terlintas. Raina benar-benar pergi ke kota kecil yang mungkin tidak akan ditemukan siapapun orang-orang yang mengenalnya. Berharap seperti itu, karena dia ingin memulai hidup baru disini.

Sebuah rumah sederhana yang akan menjadi tempat tinggalnya yang baru. Bahkan dia sudah memberikan surat pengunduran diri ke Kantor jauh-jauh hari, mungkin Marvin belum mengetahui soal ini.

"Baiklah, ayo kita mulai hidup baru disini"

Membawa barang-barangnya ke dalam rumah saat si pemilik rumah ini datang dan menyerahkan kunci. "Semoga betah ya Neng, kalo ada apa-apa kabari Ibu atau Wahyu anak Ibu ya"

Raina mengangguk, dia mengucapkan terima kasih pada Ibu dan Wahyu yang sudah membantunya memindahkan beberapa barang.

"Mau makan dulu, Bu, Pak Wahyu? Biar saya pesan makanan"

"Tidak perlu, sudah larut juga, biar kami pulang saja" ucap Ibu, sementara Wahyu sudah membuka mulut untuk menjawab mengiyakan. Namun, Ibu sudah keburu mencegahnya.

"Ah, baiklah. Terima kasih ya sudah membantu pindahan malam-malam begini"

"Iya Neng sama-sama, lagi pula kenapa juga Neng pindahnya malam-malam begini?"

"Perjalanan dari kota cukup jauh dan terjebak macet juga, jadi ya cukup lama di perjalanan Bu, Pak"

"Jangan panggil saya Pak atuh Neng, saya belum setua itu. Panggil Kang Wahyu saja"

Raina mengangguk pelan, dia tersenyum penuh ketulusan seperti biasa pada setiap orang yang membantunya. "Ah, baiklah Kang Wahyu"

"Kalau begitu kami permisi pulang ya Neng"

"Iya Bu, sekali lagi terima kasih"

Setelah kepergian mereka, Raina menatap barang-barangnya yang masih harus di rapikan. Tapi karena hari sudah terlalu larut, jadi dia memutuskan untuk melanjutkan besok pagi saja. Sekarang dia hanya mengeluarkan handuk, peralatan mandi lainnya dan juga baju tidur untuk malam ini. Segera bersih-bersih dan istirahat.

Rumahnya kecil, hanya ada satu kamar, satu ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Tapi setidaknya masih mempunyai cukup halaman untuk menyimpan mobilnya. Selesai mandi, Raina membaringkan tubuh di tempat tidur yang sudah tersedia dan semuanya bersih. Sepertinya Ibunya Wahyu sudah membersihkan rumah ini sebelum Raina sampai disini.

Menatap langit-langit kamar dengan tatapan menerawang. Entah kenapa sulit sekali untuk tenang di saat sendiri seperti ini. Padahal dia hanya ingin beristirahat tanpa mengingat apapun lagi. Tapi, lintasan bayangan-bayangan saat masih bersama Marvin, orang tuanya, dan beberapa orang di Kota, membuat rasa kantuk hampir lenyap dan hilang.

"Aku yang memutuskan pergi meninggalkan semua orang tanpa ada yang tahu kemana aku pergi. Semuanya aku lakukan agar mereka tenang, mereka tidak perlu merasa terganggu lagi karena kehadiranku"

Raina meraih guling di sampingnya dan memeluknya. Mencoba untuk memejamkan mata dan tertidur untuk melupakan sejenak dari hal yang terus mengganggu pikirannya.

Disini, Raina akan memulai hidupnya yang baru. Tanpa orang tua, Marvin, dan orang-orang yang mengenalnya. Dia benar-benar harus melupakan semua yang terjadi pada dirinya di Kota, dan fokus pada kehidupannya disini sekarang.

Bersambung

1
Djuniati 123
smoga lekas sembuh sehat dan bs berkarya lagi Kak💪
Pujiastuti
syafakillah kak author
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
yaAllahh,,,,lekas sehat yah thor,,,ku pikir lg sibuk,,,ternyta lg sakit,,
Rohmi Yatun
semoga cepet sembuh ya Thor..
Mita Paramita
semoga cepat sembuh Thor 😘 semangat 🔥🔥🔥
ria rosiana dewi tyastuti
lekas sembuh author biar bs update lg
Kar Genjreng
astoge 😁lekas sembuh kasian tak tunggu pokonya sembuh dulu sehat dulu baru nulis lagi,,,👍👍❤️
leahlaurance
semoga cepat sembuh🙏
Erni Noviyanti
cepet sehat y kk
astr.id_est 🌻
gws yaa mbak author
Oma Gavin
semangat kak semoga cepat sembuh dan sehat kembali
Reni Anjarwani
semoga cpt sembuh thor
Ani Basiati
semoga lekas sembuh thor
Dew666
Cepat sembuh ya thor..
dika edsel
kita2 reader setia thor... kesehatan nomer satu, semoga lekas sembuh ya../Heart/
Kostum Unik
Oalaaah.. Cepat sehat kak biar bisa berkarya lagi 💪
Nurminah
syafakillah Thor
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Dew666
💜💜💜💜
astr.id_est 🌻
nah benar banget eyang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!