Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. ketemu lagi hal semacam ini
besok, Nova akan menjemput abang dan kakak iparnya di pelabuhan kapal cepat. sementara, semua persediaan di dalam kulkas juga sudah menipis. ikan dan udang, serta ayam yang di restocknya sudah habis, karena selalu rutin dimasak olehnya. lagi pula, kalau nggak dimasak takutnya akan rusak. walaupun itu sudah berada di dalam kulkas.
"aku pergi belanja ke minimarket aja dulu kali ya. lagi pula, aku juga sudah nggak bisa balik kampus lagi. sebentar lagi perkuliahan akan selesai. begitu aja lah! takutnya besok nggak sempat. karena, setelah kuliah selesai jam 05.00 sore, aku harus mengejar pergi ke pelabuhan." akhirnya, tanpa berpikir panjang lagi, Nova pun langsung segera pergi ke supermarket untuk belanja. tentunya yang ia datangi adalah supermarket-supermarket yang sangat lengkap dan besar.
Sesampainya di supermarket, dia langsung memarkirkan mobil barunya. Kemudian, masuk ke dalam supermarket. di sana, dia jalan sendirian sambil mendorong troli, sesekali matanya akan mengamati rak-rak yang penuh dengan barang-barang keperluan rumah tangga.
di sana, dia langsung mengambil beras satu karung lagi, walaupun dia tahu, di rumahnya masih ada beras. Tak hanya itu, dia juga beli gula, kopi, susu dan teh. juga beberapa kopi sachet lainnya. bergeser ke rak-rak lain, tak lupa di sana dia juga membeli kebutuhan wanita. baik itu kebutuhan bulanan, maupun kebutuhan skin Care dan perawatan sederhananya.
cukup lama berbelanja, akhirnya troli pun kembali ia dorong menuju kasir. di sana, sang kasir menghitung semua belanjaannya.
"total semua belanjaan 2 juta 500." tutur kasirnya. mendengar itu, Nova pun langsung mengeluarkan handphonenya dan membayar melalui QRIS.
"terima kasih ya kak.."
"Iya Kak sama-sama" Nova pun langsung bergegas keluar, dan bersamaan dengan suara sistem yang kembali terdengar.
Ting
"tuan rumah telah terdeteksi telah melakukan transaksi sebanyak 2.500.000. uang cashback senilai rp 125 juta telah masuk ke dalam rekening." mata Nova pun langsung berbinar-binar.
Setelah berbelanja banyak, dan memanen banyak keuntungan dari sistem, dia pun langsung kembali ke kontrakannya. entahlah, entah sudah berapa banyak uang yang ia hasilkan dari sistem. yang pasti, uang-uang itu sudah cukup untuk menanggung kehidupan mereka. bukan cukup lagi sih, tapi sudah sangat berlebih.
malam hari pun tiba, karena Nova dan teman-temannya ada urusan di luar, Mereka pun akhirnya menghabiskan waktu di luar malam ini. namun, karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam, akhirnya mereka menyudahi kegiatan mereka.
"balik yuk. ini sudah jam 12.00 malam. udah tengah malam banget.!" tutur Nova kepada teman-temannya.
"ran, Li. kalian menginap di kontrakan Aku aja ya. soalnya kalau harus nganterin kalian, ini sudah kemalaman banget. kalau kalian pergi berdua, takutnya terjadi apa-apa di jalan." mendengar itu, Rani dan Leli pun menganggukkan kepala mereka.
sementara Aulia dan Tiara, mereka tentu saja tidak ikut bergabung. karena ini adalah urusan kuliah Nova dengan teman-temannya.
"mm.. aku juga mikirnya begitu. kalau gitu, kita numpang di kontrakan kamu semalam ya.." Nova pun langsung menganggukkan kepalanya. Mereka pun langsung membereskan buku-buku mereka, bersamaan dengan datangnya pelayan cafe tersebut.
"maaf kakak-kakak!! kita sebentar lagi mau tutup.." tutur pelayan itu.
"oh iya kak! ini kita juga sudah mau pulang kok." pelayan itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. tak lupa mereka juga membayar tagihan tempat duduk mereka serta makanan dan minuman yang sudah mereka habiskan.
sampai akhirnya, mereka menghabiskan rp30.000 di masing-masing kepala. Nova kali ini tidak menawarkan diri untuk mentraktir, karena dia tahu teman-temannya pasti merasa tidak enak. dia juga sekaligus tidak ingin dianggap pamer dan meremehkan teman-temannya.
"ayo!! makasih ya Mbak.." Mereka pun langsung segera meninggalkan cafe tersebut. ketiganya langsung menuju parkiran, di mana hanya tertinggal beberapa mobil lagi di tempat parkir. termasuk mobil mereka.
ketiganya pun langsung naik, di mana Rani mengalah dan duduk di belakang. bukan mengalah sih, tapi mereka tentu sadar. Nova pun langsung menghidupkan mesin mobilnya dan segera meninggalkan cafe.
di perjalanan, mereka melewati supermarket yang masih buka 24 jam tentunya.
"eh kita singgah dulu ya! Aku mau beli beberapa cemilan. cemilan untuk besok, dan juga beberapa minuman yang tidak sempat aku beli waktu ke supermarket kemarin." tutur Nova.
"oh boleh-boleh!!" Nova pun langsung mengarahkan mobilnya dan berhenti di sana. kemudian mereka langsung masuk ke dalam supermarketnya.
di sana, mereka Langsung berbelanja banyak cemilan, dan juga minuman untuk disimpan di dalam kulkas baru miliknya. setelah selesai, Mereka pun langsung kembali untuk membayar.
"berapa kak ?" tanya Nova. kasirnya pun langsung menghitung semuanya.
"total semuanya rp580.000 Kak." tutur kasir itu sambil memberikan nota pembayaran.
Nova pun langsung mengeluarkan uang pecahan rp600.000, dan kemudian menyerahkannya kepada mbak-mbak kasirnya.
"makasih ya Kak.." tutur Mbak kasirnya sambil mengembalikan uang pecahan rp20.000.
"Iya Kak sama-sama.." ketiganya pun langsung segera kembali lagi ke dalam mobil. dan langsung kembali melanjutkan perjalanan pulang Mereka.
tapi sayang, di perjalanan mereka terkepung. terlihat ada beberapa orang yang terlihat sedang melakukan penyerangan. dan ada sekitar 3 orang yang terlihat sudah babak belur.
Rani dan Leli yang melihat hal itu langsung menjadi panik.
"astaghfirullahaladzim!! kita salah jalan nov." ucap Leli dengan cemas. mereka Langsung mengunci pintu mobil dan tidak berani untuk melajukan mobil mereka.
namun Nova yang sudah menguasai ilmu beladiri, tentu saja sangat geram melihat hal ini. bagaimana tidak, mereka melakukan kekerasan terang-terangan di tempat yang ramai seperti ini.
Nova pun langsung membunyikan klakson mobilnya.
Tin tin tin
"sialan!! mereka terang-terangan melakukan tindakan kriminal di tengah jalan seperti ini. kalian berdua tunggu di sini ya!" mendengar itu, Lely dan rani langsung mencegahnya. mereka tentu saja tidak ingin terjadi apa-apa dengan Nova.
"jangan keluar Nov!! please jangan keluar.!! ini berbahaya sekali!!" seru Leli yang langsung dibalas dengan anggukan kepala dari Rani.
"Iya Nov jangan keluar!! sebaiknya cari jalan aja untuk putar balik. kita tidak akan sanggup melawan mereka.!!" sambung Rani.
"kalian berdua tenang aja! kalian tunggu di sini dan jangan lupa kunci pintunya.!" Nova pun langsung bergegas keluar. sementara orang-orang yang melakukan tindakan kriminal tadi, tampang sudah menatap geram ke arah mobil mereka.
"sialan!! ternyata ada pahlawan kemalaman!!" ledek salah satu dari mereka.
"hahaha!!" terlihat, di tangan mereka ada pentungan, dan beberapa senjata tajam lainnya.
"lagi-lagi aku harus ketemu masalah yang seperti ini!! kalian benar-benar sudah bosan hidup ya. itu manusia loh bukan hewan!" seru nova dengan suara penuh dengan tekanan dan intimidasi.
"dan kami tidak peduli! tampaknya Kamu adalah anak orang kaya ya. lihat aja mobilnya. mahal dan juga mewah.! Jangan kasih kendor teman-teman, dia pasti bawa uang banyak.! kebetulan, kita dapat banyak mangsa hari ini.! ayo! tangkap dia dan jarah semua uangnya.!"
mereka semua pun langsung mendekati Nova. Lely dan Rani langsung menurunkan kaca mobil dan memintanya untuk naik. tapi Nova tidak peduli. dia langsung ikut maju, dan mengalahkan mereka semua hanya dengan tangan kosong saja.