NovelToon NovelToon
Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:51.1k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Demi warisan ibunya, Zelia nekat menikahi tukang parkir bernama Arelion—pria asing yang pernah menyelamatkannya.

Malam sebelum pernikahan impiannya, ia memergoki tunangannya selingkuh dengan adik tirinya, dan ayahnya ternyata ikut merencanakan perebutan perusahaan.

Pernikahan kontrak ini adalah balas dendam sekaligus pelindung terakhirnya.

Tapi di balik sikap dingin dan penampilan sederhana Arelion, tersimpan rahasia besar yang akan mengubah segalanya... termasuk hati Zelia yang sudah hancur..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Kontrak Nikah dengan Tukang Parkir

Zelia menekan password apartemen Fero. Namun langkahnya melambat ketika melihat sepatu wanita, jas, dan ikat pinggang yang berceceran di lantai menuju kamar sang tunangan. Degup jantungnya tiba-tiba tak beraturan.

"Ah..ahh... Faster.. Baby..."

"F-fero... Ahh..."

Suara itu terdengar samar dari balik pintu yang setengah terbuka.

Napas Zelia tercekat. Dadanya naik turun, tubuhnya terasa berat seolah digantungi sesuatu yang tak terlihat.

Dengan tangan gemetar, ia menutup mulutnya. Dari celah pintu, ia melihat dengan jelas, Desti, adik tirinya, berada di atas tubuh Fero.

Dunia seakan berhenti.

“Nggak… nggak mungkin…”

Matanya buram. Air mata jatuh tanpa suara ketika tubuhnya merosot bersandar di dinding. suara lengu han panjang terdengar menusuk dan menjijikan di telinga Zelia.

“Kamu memang selalu paling bisa membuatku senang,” suara Fero terdengar puas.

“Jelas,” sahut Desti manja. “Aku bukan Zelia yang sok suci itu.”

Jantung Zelia terasa diremas.

“Tunggu saja sampai hartanya jatuh ke tangan kita,” lanjut Fero dingin.

Saat itu juga, sesuatu dalam diri Zelia hancur berkeping-keping, dan di saat yang sama, sesuatu yang lain mulai bangkit.

Dari dalam kamar, suara Desti terdengar jelas.

“Selama ini aku dan Mama sudah muak padanya. Kami cuma pura-pura manis setiap menerima tas, pakaian, dan perhiasan darinya.”

“Sebentar lagi kamu nggak perlu berpura-pura lagi, Baby,” sahut Fero santai.

“Kau benar,” jawab Desti puas.

Lalu suara tawa mereka kembali terdengar. Tawa yang terasa seperti pisau di telinga Zelia.

"Menjijikkan."

Zelia berbalik pergi dengan langkah goyah. Dadanya sesak, seolah ada sesuatu yang diremas tanpa ampun. Ia keluar dari apartemen itu dengan hati yang hancur.

Di dalam mobil, pandangannya kabur.

"Tidak. Aku nggak boleh hancur. Aku nggak akan membiarkan mereka menguasai harta Mama."

Ia mengusap wajahnya kasar, mencoba menahan gemetar di tangannya.

"Aku harus memberi mereka pelajaran."

Namun jalan di depannya mulai buram.

Tiba-tiba sebuah motor muncul dari arah berlawanan, menyalip bus dengan berbahaya.

“Tiin—!”

Refleks, Zelia membanting setir.

BRAK!

Mobilnya menghantam tiang listrik. Suara kendaraan dan klakson terasa menjauh.

Napasnya tercekat. Lampu mobil masih menyala, mesin berdengung pelan.

Zelia hanya duduk diam, seolah otaknya belum mampu memproses apa yang baru saja terjadi.

Tok. Tok. Tok.

Ketukan di kaca membuatnya tersentak.

“Hei! Kamu baik-baik saja?” suara pria terdengar dari luar. “Buka pintunya!”

Zelia menekan kunci otomatis, tapi tetap tidak membuka pintu. Tubuhnya masih kaku, pikirannya kosong.

Beberapa detik kemudian, pintu mobil terbuka dari luar.

“Kamu lagi,” ujar pria gondrong dan brewok mengenakan topi.

Dengan hati-hati ia membantu Zelia keluar, lalu mendudukkannya di bangku depan minimarket. Setelah itu, ia memindahkan mobil Zelia ke area parkir. Tak lama ia sudah kembali ke sisi Zelia.

“Minum dulu.” Ia menyodorkan botol air mineral yang baru dibukanya.

Zelia menerimanya dan meneguk perlahan, mencoba menenangkan napasnya.

“Masih syok?”

Ia tak menjawab.

Pria itu duduk di sebelahnya, menghela napas pendek. “Kemarin nyebrang hampir ketabrak, sekarang nabrak tiang listrik. Serius, otakmu ketinggalan di rumah, ya?”

Nada suaranya terdengar ketus, tapi sorot matanya penuh kekhawatiran.

Zelia menoleh. Ia ingat pria ini. Orang yang pernah menyelamatkannya saat hampir dilecehkan. Ia tak pernah meminta imbalan, tak pernah mencoba mendekat, hanya muncul lalu pergi.

"Kenapa justru orang asing yang selalu menolongku?"

Hening beberapa detik diantara mereka.

Lalu, sebelum sempat berpikir lebih jauh, Zelia berkata pelan. “Maukah kamu menikah denganku?”

Are, tukang parkir minimarket di area pertokoan pinggir jalan yang selalu ramai itu, refleks menoleh. Satu alisnya terangkat.

“Apa kepalamu kejedot setir? Otakmu geser?”

“Aku serius,” ucap Zelia lirih. “Menikahlah denganku. Besok.”

Are tertawa pendek. “Kau gadis paling aneh yang pernah aku kenal. Baru patah hati?” tebaknya.

Zelia tak peduli nada ketusnya. “Kalau kamu mau jadi suamiku, aku akan menafkahimu. Aku bisa kasih kamu modal usaha. Kamu nggak perlu jadi tukang parkir lagi. Satu tahun. Kita nikah kontrak.”

Senyum Are akhirnya terbit, sinis. “Kau memang nggak waras.”

Zelia meraih tangannya. “Kumohon… perusahaan ibuku akan dikuasai para pengkhianat itu kalau besok aku nggak menikah.”

“Lepas.” Are menepis tangannya. “Nikah kontrak? Kau pikir aku apa? Cari aja pria lain.”

“Aku nggak akan pergi kalau kamu nggak mau menikah denganku.”

“Aku nggak mau.” Are berbalik hendak pergi.

Namun Zelia tiba-tiba bersimpuh, memeluk kakinya. “Aku mohon…”

Are mengusap wajahnya kasar. Orang-orang yang keluar masuk minimarket mulai melirik penasaran.

Tiba-tiba suara langkah cepat terdengar.

“Are! Are!”

Seorang pria cungkring berlari tergopoh menghampiri.

“Ada apa?” tanya Are.

“Ibu… ibumu…” napasnya tersengal.

Jantung Are seakan berhenti. “Kenapa dengan ibuku?”

“Kecelakaan… tabrak lari… parah…”

“Apa?!”

“Ibumu sudah dibawa ambulans ke Rumah Sakit Harapan,” ujar Jaka terengah.

Tanpa menunggu lagi, Are langsung melangkah cepat.

“Tunggu!” Zelia berlari mengejarnya. “Pakai mobilku biar lebih cepat.”

Tanpa banyak bicara, Are masuk ke kursi pengemudi. Zelia dan Jaka menyusul.

“Pakai sabuk pengaman,” ucap Are datar sambil menyalakan mesin. “Aku nggak jamin kalian selamat tanpa itu.”

Nada suaranya membuat Zelia dan Jaka refleks menurut.

Klik.

Belum sempat mereka bernapas lega—

Brumm!

Mobil melesat masuk ke jalan raya.

“Akhh!” pekik Zelia spontan.

“Kampret! Pelan-pelan, Are!” teriak Jaka panik.

Lampu jalan dan deretan kendaraan seperti garis kabur di mata mereka. Are menyalip mobil demi mobil dengan presisi yang membuat napas keduanya tercekat.

Zelia mencengkeram sabuk pengaman dan handle pintu erat.

“Are… aku nggak mau mati. Mereka bakal senang kalau aku mati dan hartaku jatuh ke tangan mereka…”

“Kalau begini caranya, bukan cuma ibumu yang masuk rumah sakit,” kata Jaka dengan suara gemetar. “Kita bisa masuk kubur duluan!”

Namun wajah Are tetap tenang, matanya fokus ke jalan, tangannya mantap di setir seolah situasi ini bukan hal baru baginya.

Mobil terus melaju menembus malam. Hingga akhirnya memasuki area parkir rumah sakit.

Wajah Zelia pucat setelah perjalanan menegangkan itu.

Jaka turun sambil memegangi kepalanya yang terasa berputar, perutnya mual.

“Aku mabuk tanpa minum,” gumamnya sambil berpegangan pada bodi mobil agar tidak jatuh.

Namun Are sudah berjalan cepat menuju UGD tanpa menoleh.

Zelia dan Jaka menyusul meski kaki mereka masih terasa lemas.

“Suster, saya keluarga Bu Wina,” ucap Are saat melihat seorang perawat keluar.

“Kebetulan,” kata perawat itu serius. “Ibu Anda mengalami perdarahan di kepala dan harus segera dioperasi.”

Jantung Are seperti di pukul telak.

“Kami butuh persetujuan keluarga dan deposit awal sekitar seratus juta rupiah sebelum operasi bisa dilakukan.”

Are terdiam. Angka itu terasa seperti palu yang menghantam kepalanya.

"Aku gak punya uang sebanyak itu. Tapi ibu harus diselamatkan."

Tangannya mengepal, rahangnya mengeras.

Saat itulah suara Zelia terdengar pelan di sampingnya.

“Kalau kamu mau menikah denganku besok… aku akan bayar semua biaya rumah sakit ibumu.”

Are menoleh. Tatapan mereka bertemu. Beberapa detik terasa begitu panjang. Akhirnya Are mengangguk pelan.

“Demi ibuku,” ucapnya lirih.

“Mulai besok, kau suamiku.”

 

...✨“Dia menikah demi ibunya. Aku menikah demi balas dendam.”...

...“Kontrak satu tahun. Tapi takdir tidak pernah punya batas waktu.”✨...

.

To be continued

1
anonim
Woooo ternyata yang menggagalkan translator untuk datang mereka berdua - Atyasa dan Fero.

Masih mau cari cara lain apa Fero. Gak bakal menang melawan Are.

Yang bermasalah itu kalian berdua - Atyasa dan Fero.

Sekarang pun Atyasa ambisius - ingin menguasai perusahaan yang bukan haknya.

Sayangnya fondasinya terlalu kuat, Atyasa. Mana mungkin bisa menghancurkan Are.

Atyasa, Dian, Desti, dan Fero barisan orang-orang licik.

Atyasa mau mencari celah di Gala dinner.

Fero - Galacdinner mau dijadikan ajang menjatuhkan seseorang. Jatuh sendiri kau Fero.

Dian ini seorang Ibu bisa punya pemikiran jahat begitu.

Pantes Desti sebelas dua belas kelakuannya sama dengan Emak-nya, Dian.
Cicih Sophiana
Are aq pada mu boleh nggak yah Zelia 🤭😂😂
Cicih Sophiana
ayo Zelia miskin kan papa mu yg tak berakhlak itu...
Anitha Ramto
good Are gercep,karena Are bukan orang sembarangan jadi ngurus kaya gitu cepat banget, jadikan mereka gelandangan,setelah semua asetnya pindah ke Zelia berharap Are akan membuka jati dirinya,biar si Atyasa tau kalo ia sudah salah lawan🤣
anonim
Di ruangan Zelia - akhirnya Zelia merasa lega - aura CEO runtuh dalam sekejab.

Zelia seperti biasa, kalau sudah merasa lega dalam menghadapi peliknya pekerjaan dengan bantuan Are, tanpa aba-aba ia meloncat ke tubuh Are.

Are sudah siap, sepertinya Are sudah hafal apa yang bakal terjadi. Are menangkap tubuh Zelia tanpa goyah.

Zelia semakin berani - mengecup pipi Are.
Oma Gavin
bikin atyasa, dian dan desti kembali ke asalnya kere
anonim
Ada pujian untuk pasangan Are dan Zelia.

Presentasi yang sangat baik - begitu ucap salah satu direktur sambil bertepuk tangan pelan. Beberapa lainnya ikut mengangguk.

Komentar-komentar positif dibalas Zelia dengan menunduk ringan dengan mengucapkan teima kasih.

Are juga mendapat pujian dalam kemampuannya berbahasa Jepang.

Atyasa no comment. Hanya menatap putrinya lalu berpindah ke Are.

Zelia pamit, bersama Are keluar ruangan.

Pintu tertutup.

Komentar-komentar positif untuk Zelia dan Are masih berlanjut.

Mereka saling melengkapi.
Bahkan semua setuju kecuali Atyasa - kalau duet seperti itu dipertahankan, target enam bulan bukan hal mustahil.
anonim
Klien dari Jepang ingin memajukan meeting satu jam dari jadwal semula.

Penerjemah yang seharusnya mendampingi meeting tidak bisa datang.

Klien Jepang menolak menggunakan penerjemah daring.
Klien Jepang hanya ingin berdiskusi dalam bahasa Jepang.

Are menguasai bahasa Jepang.

Zelia tidak menyerahkan meja negoisasi pada Are, tapi menjalankan bersama.

Zelia mempertaruhkan reputasinya pada pria yang menikahinya tanpa cinta.

Zelia memilih percaya pada Are.

Are dan Zelia sudah duduk di ruang meeting.

Atyasa terlalu banyak bicara - sepertinya meragukan meeting berjalan tanpa kehadiran translator.

Semua perkataan Atyasa jelas ditujukan pada Zelia.
love_me🧡
kalau Are sudah bertindak gaspol gercep sat set GPL
abimasta
atyasa tidak punya hati pada anak kandungnya yang ada di otaknya hanya harta
Puji Hastuti
Pembalasan lebih kejam tuan atyasa.
Yuli Ana
bagus Thor buat orang tua gila itu jadi miskin lagi seperti dulu sebelum menikah dengan ibu zelia,orang tua gila tidak punya malu
Yuli Ana
lanjut thor bagus orang tua gila itu SDH di pecat,kalau bisa di miskin kan thor
Puji Hastuti
Apa zelia tega narik semua aset ya?? Entahlah
abimasta
are benar zelya tarik semua asetmu dari atyasa biar nyahok sekalian
Anitha Ramto
Percaya diri sekali kau Atyasa jika Zelia yang akan jatuh, padahal kau yang aka jatuh,tinggal tunggu sedikit lagi
love_me🧡
yaaah gak ada adegan h*t ya thor, puasa yak 😂😂
Cicih Sophiana
orang tua macam apa anda Atyasa mau menghancurkan anak sendiri...
Cicih Sophiana
akhir nya Zelia menyerah...
Cicih Sophiana
knp mau Zelia kan mo di kasih ena 🤭😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!