NovelToon NovelToon
Jodoh Ku Mas Kades

Jodoh Ku Mas Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / CEO / Perjodohan
Popularitas:48.7k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Anggika Rosalia, gadis cantik berusia 27 tahun, baru kembali dari Jakarta dan harus menerima kenyataan dijodohkan dengan calon kepala desa. Luka hatinya belum sembuh setelah ditinggal menikah sang kekasih, ditambah gosip kejam yang melabelinya perawan tua. Demi kepentingan masing-masing, Rosalia akhirnya menikah kontrak dengan Mario Langit Pradana, pria tampan yang membutuhkan pasangan untuk maju sebagai lurah. Lalu, bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka? Saksikan kisah selengkapnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iri hati

Rendy mengusap wajahnya dengan kesal, lalu menoleh ke arah istrinya seolah mencari pembelaan.

“Uang itu Mas pinjam dulu buat biaya pernikahan kita,” katanya sambil menunjuk ke arah Sisy. “Kamu sendiri yang ingin pesta yang meriah dan mahar yang besar. Masa kamu lupa, Sy?”

Sisy mengangkat bahu, tidak merasa bersalah.

Anggika menatap keduanya dengan wajah tegang.

“Sekarang kalian sudah tau, kan?” ucapnya pelan namun tegas. “Jadi aku cuma mau tanya… kapan kalian mengembalikan uang itu?”

Sisy langsung menukas dengan nada dingin.

“Kalau ceritanya uang itu dipakai buat pernikahan kita, berarti yang sebenarnya berutang itu Bapak sama Ibu. Jadi tagih saja ke mereka, bukan ke Mas Rendy.”

Rendy ikut mengangguk, seolah setuju dengan ucapan istrinya.

“Iya benar. Kamu saja minta ke Bapak sama Emak. Karena yang minjem mereka bukan,Mas.”

Anggika menatap kakaknya tak percaya.

“Mas… serius ngomong begitu?”

Sisy menggendong bayinya sambil berdiri.

“Sudahlah, Mas. Percuma diladenin. Adik kamu ini ternyata perhitungan sekali sama kakaknya sendiri.”

Ia berjalan menuju kamar.

“Ayo masuk saja.”

Rendy ikut berdiri dan mengikuti istrinya.

“Iya, daripada ribut terus.”

Pintu kamar tertutup.

Anggika masih berdiri di ruang tamu, wajahnya pucat karena menahan perasaan.

“Kenapa mereka bisa bicara seperti itu…?” gumamnya lirih.

Matanya mulai berkaca-kaca.

“Padahal waktu itu Mas Rendy sampai memohon-mohon pinjam uang… Bapak dan Emak juga yang menyuruh aku memberikannya.”

Ia menunduk, hatinya terasa perih.

“Kenapa sekarang semuanya malah seperti ini…?”

Mario menatap pintu kamar Rendy yang sudah tertutup rapat. Wajahnya tenang, tapi sorot matanya terlihat memahami situasi.

“Kalau sudah soal uang,” katanya pelan, “banyak orang bisa berubah. Saudara, pertemanan bisa hancur jika sudah berhubungan dengan uang.”

Anggika menghela napas panjang.

“Tapi ini lima puluh juta, Rio… bukan uang sedikit.”

Belum sempat menahan emosinya, Mario sudah lebih dulu menariknya ke dalam pelukan.

“Percuma kamu terus menagih kalau mereka memang belum berniat bayar,” ujar Mario lembut. “Yang penting kamu sudah menyampaikan. Kalau mereka tidak menepati janji, itu urusan mereka nanti.”

Anggika terdiam.

“Kamu ikhlaskan saja dulu,” lanjut Mario. “Kalau perlu… nanti aku yang bayar hutang nya. ”

Anggika langsung mendongak.

“Kenapa kamu yang bayar? Yang pinjam kan mereka.”

Mario tersenyum tipis.

“Aku cuma gak mau kamu bertengkar terus sama kakakmu gara-gara uang. Nanti yang sakit hati tetap kamu.”

Anggika menggeleng pelan.

“Gak usah, Rio. Itu kewajiban mereka. Bukan kamu.”

Belum sempat Mario menjawab, suara Herry terdengar dari arah dapur.

“Gi… sini sebentar bantu Bapak.”

Anggika menoleh.

“Bentar ya, Mas. Aku bantu Bapak dulu.”

Mario mengangguk.

“Iya, sana.”

Anggika berjalan ke dapur.

“Iya, Pak. Anggi bantu apa?”

Herry yang sedang menata belanjaan menoleh ke arahnya dengan wajah sedikit bersalah.

“Bapak dengar tadi kalian ribut soal uang.”

Anggika menunduk.

“Iya, Pak… tapi gak apa-apa.”

Herry menghela napas.

“Maafkan Bapak ya. Dulu Bapak yang menyuruh kamu kasih uang itu ke Rendy.”

Anggika buru-buru menggeleng.

“Bapak gak salah. Anggi juga waktu itu ikhlas kok.”

“Nanti Bapak bicara lagi sama Rendy supaya dia bayar,” kata Herry tegas.

Wajah Anggika sedikit lega.

“Makasih, Pak.”

Tiba-tiba suara Kulsum terdengar dari arah kamar mandi.

“Gak usah dibesar-besarkan begitu,Gi!”

Kulsum keluar sambil mengeringkan tangan.

“Emak saja yang nanti bayar hutangnya Rendy.”

Anggika mengerutkan kening.

Kulsum melanjutkan dengan nada kesal.

“Kamu juga, Gi. Baru mau nikah sama Mario saja sudah begitu lagaknya. Nagih hutang di depan banyak orang. Kasihan kakakmu, pasti malu.”

“Sudah, Sum…” Herry mencoba menenangkan.

“Diam kamu, Pak!” potong Kulsum. “Anak kamu ini makin hari makin gak bisa dinasihati.”

Anggika akhirnya angkat bicara.

“Anggi salah apa sebenarnya, Mak? Kenapa Mak selalu membela Mas Rendy?”

Kulsum langsung melotot.

“Kamu berani melawan orang tua?”

Anggika menahan diri.

“Anggi gak melawan. Anggi cuma bertanya.”

“Sudah, sudah,” sela Herry cepat. “Jangan ribut lagi. Di luar banyak orang.”

Ia menepuk bahu Anggika.

“Anggi, kamu makan saja sana sama Mario. Emak biar lanjut masak.”

Anggika akhirnya mengangguk pelan lalu kembali ke ruang tamu.

Mario yang melihat matanya langsung tahu sesuatu terjadi.

“Kenapa? Sedih lagi?” tanyanya sambil menarik Anggika ke pelukannya dan mengusap air matanya.

Anggika menghela napas.

“Biasa… Emak tetap membela Mas Rendy.”

Mario tersenyum kecil, mencoba mencairkan suasana.

“Sudah, jangan dipikirkan. Kita makan saja dulu.”

Anggika menatapnya.

“Kamu lapar?”

Mario mengangguk dramatis.

“Bukan lapar… tapi aku denger cacing di perut kamu sudah konser dari tadi.”

Anggika langsung menoleh heran.

“Kamu dengar?”

Mario tertawa.

“Kencang banget bunyinya. Siapa juga yang gak dengar.”

Anggika menyipitkan mata.

“Kamu ilfil gak sih sama aku?”

Mario pura-pura berpikir.

“Ilfil? Sama kamu?”

Ia lalu menggeleng cepat.

“Gak lah. Wong kemarin aku kentut di depan kamu gara-gara sakit perut habis makan sambal, kamu juga gak ilfil.”

Anggika langsung memukul lengannya.

“Ih! Aku sudah lupa, malah kamu ingetin lagi.”

Mario tertawa kecil.

“Ayo makan.”

Ia menggandeng tangan Anggika menuju meja makan. Mereka duduk berhadapan.

Mario mencicipi sup jahe buatan Anggika lalu matanya langsung berbinar.

“Ini enak banget.”

Anggika menatapnya ragu.

“Masa sih?”

Mario mengangguk sambil menyuap lagi.

“Setelah nikah nanti kamu harus masakin aku tiap hari.”

Anggika tertawa kecil.

“Lebay banget kamu.”

Mario menatapnya sambil tersenyum hangat.

“Aku serius, Sayang. Mas suka banget.”

Sisy keluar dari kamar dengan langkah pelan agar tidak membangunkan suami dan anaknya yang masih terlelap. Ia menutup pintu kamar perlahan, lalu berjalan menuju ruang tengah.

Namun langkahnya terhenti saat matanya menangkap pemandangan di ruang tamu.

Anggika dan Mario sedang duduk berdekatan di sofa. Mario tampak merangkul bahu Anggika dengan lembut, sementara Anggika menyandarkan kepalanya di dada pria itu.

Keduanya terlihat begitu mesra.

Seketika dada Sisy terasa sesak.

"Kenapa Anggika bisa dapat suami sekaya dan setampan Mario..." gumamnya pelan, matanya tak lepas menatap pasangan itu.

Tangannya mengepal tanpa sadar.

"Sedangkan aku..." lanjutnya dalam hati dengan nada getir. "Aku malah dapat Rendy... anak mami yang kerjanya malas. Mobil saja beli dari uang Papa ku..."

Ia menggigit bibir bawahnya menahan rasa iri yang tiba-tiba muncul.

Tatapannya kembali tertuju pada Mario. Pria itu terlihat begitu perhatian pada Anggika. Sesekali Mario mengusap rambut istrinya dengan lembut sambil tersenyum.

Pemandangan itu membuat hati Sisy semakin panas.

"Seandainya dulu aku tidak hamil duluan..." batinnya dengan perasaan menyesal. "Mungkin aku bisa menikah i,Mario."

Sisy menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya.

Namun rasa iri itu tetap menggerogoti hatinya.

"Kenapa hidup Anggika selalu lebih beruntung dariku..." bisiknya lirih, sebelum akhirnya ia memalingkan wajah dan berdiri terpaku di sudut ruangan, menatap mereka dengan perasaan yang bercampur antara cemburu dan penyesalan.

1
Nabila Nabil
ya namanya aja sedarah seorok🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Betul sekali kalau gak sama justru dimanfaatkan haha
total 1 replies
Nabila Nabil
nah ini.... aku jengkel banget pas kulsum bilang kamu anak haram... gak ngacaaaa.....
Prettyies: Orang manipulatif emang gitu kak bikin capek☺
total 1 replies
Nabila Nabil
naaaahhhhhh..... bener... si Rendy enak banget kawin modal dari Anggika trus masih minta warisan eh tapi bukan anaknya Herry.... trus yg disusahin sekarang malah Anggika.... disuruh bayar ini itu..... 😤😤😤
Prettyies: Percayalah ini inspirasi dari dunia nyata🙈 ada orang seperti mereka wkwk
total 1 replies
putri
lnjt thor
putri
lanjut
putri
luar biasa
Scarlett Rose
lanjut
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Mario mendorong anggi jadi lebih tegas. bagus!
Prettyies: betul suami emang seharusnya begitu
total 1 replies
Anita Rahayu
adik kulsum sama dgn kakaknya lintah darat😠😠😠😠😠
Prettyies: namanya juga satu keluarga🙈
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semua bisa nya cuma nyusahin anggita aja.
Prettyies: betul sekali
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
doanya maryono.. 😁😁..
Prettyies: doa nya memang mujarab
total 1 replies
Nabila Nabil
kan kan nyusahin semua... kapan sih Anggika bahagia..... kasihan banget Anggika....
Prettyies: cepet tamat nanti😂
total 1 replies
Nabila Nabil
saya berharapnya malah biar gak sembuh... takutnya penyakit hati iri dengki ngeselinnya kumat lagi....
Prettyies: hehe ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Nabila Nabil
si kulsum masih sehat nyusahin sakit tambah nyusahin.... kasihan Anggika... manten anyar malah ngurus yg bukan urusannya...
Prettyies: Iya kasian banget padahal harunya ngurusin suaminya aja😂
total 1 replies
Nabila Nabil
ALHAMDULILLAH.... EH.... SUBHANALLAH...... 🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Inalilahi gak sih kak😂
total 1 replies
Nabila Nabil
ya karna cowoknya yg bikin cewek mendesah... ntar kalo gak mendesah dibilang gak menikmati.... 🤣🤣🤣
Prettyies: wkwk 🙈
total 1 replies
Nabila Nabil
kan kan otaknya Mario kotor terus.... 🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: dia emang gragas😂
total 1 replies
Nabila Nabil
muter muter aja dulu... takutnya nanti sampai tempat malah diterkam buaya liar.... 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: buaya buntung kata si Anggi wkwk
total 1 replies
Nabila Nabil
kayak kasus polisi kan si Mario aturan curang... 🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: "Ssttt...jangan kenceng-kenceng nanti Anggi denger." kata Mario menutup bibinya dengan telunjuk.
total 1 replies
Nabila Nabil
lebih cepat lebih baik untuk mengetahui alasan kenapa dia gak tau kamu ada...
Prettyies: betul sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!