NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tak Pernah Diperiksa

Cinta Yang Tak Pernah Diperiksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Dokter / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lima tahun Arabella Reese bertahan dalam pernikahan sepi bersama Devano Altair Wren, seorang dokter forensik jenius yang lebih mencintai mayat dan masa lalunya daripada istrinya sendiri. Devan yang dingin dan kaku hanya menganggap pernikahan mereka sebagai hutang budi keluarga.
Puncaknya, di malam ulang tahun pernikahan kelima, dunia Ara runtuh dua kali. Ia menemukan bukti perselingkuhan Devan dengan Liliana, cinta masa lalu suaminya. Di saat yang sama, berita kecelakaan maut merenggut nyawa orang tuanya.
Ara memilih pergi membawa surat cerai, namun takdir justru memaksanya kembali bersinggungan dengan Devan. Saat kebenaran tentang konspirasi kematian orang tua mereka mulai terungkap melalui jejak forensik, Devan sadar ia telah kehilangan satu-satunya wanita yang tulus mencintainya. Kini, sang dokter harus memilih: membedah misteri masa lalu yang kelam, atau menjahit kembali hati istrinya yang telah ia hancurkan berkeping-keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan di Balik Mikroskop

Ruang sidang kembali riuh rendah setelah jam istirahat berakhir. Ara duduk dengan gelisah; ia baru saja mendapatkan salinan rekaman CCTV dari lokasi kejadian yang dikirim oleh informan anonim. Rekaman itu menunjukkan seseorang yang sangat mirip dengan kliennya masuk ke gedung pada jam kematian korban. Jika rekaman ini asli, argumen alibi yang ia bangun selama berbulan-bulan akan hancur lebur dalam sekejap.

Di seberang ruangan, Devan kembali duduk di kursi saksi. Namun, ada yang berbeda dari wajahnya. Ia tidak lagi menatap hakim, melainkan terus-menerus menatap layar tablet forensiknya dengan dahi yang berkerut dalam.

"JPU, ada tambahan bukti?" tanya Hakim Ketua.

"Ada, Yang Mulia. Kami baru saja menerima bukti digital berupa rekaman CCTV yang mengonfirmasi keberadaan terdakwa di lokasi," ujar Jaksa dengan nada kemenangan.

Ara merasakan jantungnya merosot. Ia melirik Alaska di bangku penonton yang tampak ingin merangsek maju untuk melindunginya. Ara berdiri, tangannya sedikit gemetar. "Yang Mulia, pembela memohon penundaan untuk memverifikasi keaslian rekaman ini."

"Interupsi, Yang Mulia," suara Devan memotong, dingin dan tajam. "Sebagai saksi ahli, saya baru saja menerima laporan metadata dari tim digital forensik kepolisian yang menganalisis sampel DNA yang saya paparkan tadi pagi."

Suasana mendadak senyap. Devan berdiri, menatap lurus ke arah Ara, namun tatapannya bukan lagi tatapan menantang, melainkan tatapan peringatan.

"Saya menemukan anomali pada sampel DNA di bawah kuku korban," lanjut Devan. "Meskipun DNA itu identik dengan terdakwa, struktur proteinnya menunjukkan tanda-tanda preservasi laboratorium yang tidak wajar. Artinya... DNA itu kemungkinan besar dipindahkan secara sengaja setelah korban meninggal."

"Apa maksud Anda, Dokter Devan?" Hakim Ketua condong ke depan.

"Maksud saya, ada pihak yang memanipulasi bukti medis ini," Devan mengalihkan pandangannya ke arah jaksa dan pengacara secara bergantian. "Dan lebih dari itu, rekaman CCTV yang baru saja disebutkan... metadata-nya menunjukkan bahwa file itu dibuat baru saja menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang sangat canggih. Seseorang tidak hanya ingin menjebloskan terdakwa, tapi seseorang ingin menghancurkan karier Pengacara Arabella dengan memberikan bukti palsu yang tampak sangat meyakinkan."

Perlindungan dalam Bayangan

Sidang ditunda secara mendadak. Kekacauan pecah di luar ruang sidang. Para wartawan mengerumuni Ara, menuduhnya menggunakan bukti palsu atau menjadi bagian dari konspirasi.

Alaska segera merangkul bahu Ara, mencoba membawanya keluar dari kerumunan. "Ayo, Ra! Jangan bicara pada mereka! Ini jebakan!"

Namun, sebuah tangan kuat menarik lengan Ara yang lain. Devan berdiri di sana, mengabaikan kilatan kamera.

"Ikut aku lewat pintu belakang, Ara. Alaska, bawa mobilmu ke gerbang utara sebagai pengalih. Mereka mengincar mobilmu," perintah Devan dengan nada otoritas yang tak terbantah.

Alaska sempat ingin membantah, namun ia melihat keseriusan di mata Devan. "Baik. Jangan sampai lecet sedikit pun, Devan. Atau aku sendiri yang akan mengotopsimu."

Devan menarik Ara melewati lorong rahasia para hakim menuju area parkir bawah tanah. Sesampainya di sana, Devan mengunci pintu akses. Hanya ada kesunyian yang berat di antara mereka.

"Mas... kenapa kau melakukan itu?" bisik Ara, napasnya tersengal. "Kau baru saja mempertaruhkan reputasimu dengan meragukan hasil laboratoriummu sendiri di depan publik."

"Karena kau dalam bahaya, Ara," Devan memegang kedua bahu Ara, memaksanya menatap matanya. "Siapa pun yang menjebak klienmu, mereka tahu kau akan menggunakan bukti CCTV itu. Mereka ingin kau mempresentasikan bukti palsu agar kau dicabut izin prakteknya dan dituduh melakukan manipulasi kasus. Mereka tidak hanya mengincar klienmu... mereka mengincarmu."

Ara terpaku. "Kenapa? Aku hanya pengacara kecil..."

"Karena kau adalah Arabella Reese," suara Devan melunak. "Dan seseorang di luar sana—mungkin sisa-sisa jaringan kakekku—ingin kau hancur sebagai bentuk balas dendam padaku. Mereka tahu menyerangmu adalah satu-satunya cara untuk membunuhku secara perlahan."

"Aku tidak butuh dilindungi, Mas," ucap Ara, mencoba melepaskan diri meski hatinya bergetar.

"Aku tahu kau tidak butuh, tapi aku harus melakukannya," Devan mendekat, jarak mereka kini begitu tipis hingga Ara bisa merasakan panas tubuh suaminya. "Lima tahun aku membiarkanmu menghadapi bahaya sendirian. Tidak untuk kali ini, Ara. Meskipun kau membenciku, meskipun kau lebih memilih Alaska... aku akan tetap menjadi dinding yang menghalangi setiap peluru yang menuju ke arahmu."

Tiba-tiba, suara langkah kaki bergema di parkiran yang luas itu. Devan segera menarik Ara ke balik pilar besar, mendekapnya erat. Ia meletakkan jari di bibir Ara, menyuruhnya diam.

"Mereka sudah di sini," bisik Devan di telinga Ara. "Pihak ketiga itu... mereka tidak menunggu sampai sidang besok."

1
umie chaby_ba
Alaska pergi /Panic/
tuh kan .... Ara mah emang kedemenan nya ama Devan /Sob/
umie chaby_ba
ga bakalan mati deh, pemeran utama soalnya si Devan mah🤭
umie chaby_ba
Romannya sih balikan dah ini...
kasian Alaska🤭
Rina Zulkifli
selalu ada keajaiban di tangan kk othor 😍
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏😍
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan... Devan ... bukan demen mayat doang dia mah🤭
umie chaby_ba
ini kisahnya Cinta datang terlambat, bikin penasaran,
ada 2 tim nih ,
tim Devan & tim Alaska
awalnya aku tim Alaska ....
pas dibaca terus kok ..... Devan berubah yaa...
/Chuckle//Chuckle/
Titin Nur
lanjut 💪💪👍👍
Titin Nur
💪💪💪🥰🥰😍😍
Nasi Goreng
Luar biasa
Ariska Kamisa
semoga ini bisa menghibur kalian juga yaa,
bantu vote.. /Chuckle/
Aidil Kenzie Zie
masih tanda tanya siapa musuh sebenarnya. soalnya baru mulai babnya langsung konflik yang kompleks
Aidil Kenzie Zie
bingung ceritanya apa
Ariska Kamisa: maafkan saya yaa.. nanti tak revisi lagi...
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Ara malam itu diculik saat kabut pekat gimana cara Alaska pasang GPS di mobil penculik itu 🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: Tanpa sepengetahuan Ara, Alaska telah menyelipkan micro-tracker (pelacak berukuran sangat kecil) di anting yang dipake Ara.
Ketika Ara ditarik dari belakang di tengah asap (Bab 7), Alaska tidak memasang GPS pada mobil penculik secara manual beb,
pelacakan terjadi melalui:
Smart Dashcam & Pengawal: Ingat bahwa Alaska datang dengan pengawal ke dermaga. Salah satu mobil pengawalnya sempat merekam plat nomor mobil penculik sebelum pintu rahasia diledakkan.
Akses CCTV Kota: Sebagai pengusaha berpengaruh, Alaska memiliki tim IT yang bisa meretas masuk ke jaringan CCTV jalan raya secara real-time untuk mengikuti rute mobil yang keluar dari Dermaga Barat menuju arah Puncak beb.
kih si Alaska wong sugih banget, semuanya gampang tinggal suruh orang, duit yang bicara. namun kasus pembunuhan yang rumit ini. seperti puzzle, Alaska ini orang luar tapi berpotensi kena juga karna menjaga Ara.
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
berarti dalangnya kakek sendiri
Ariska Kamisa: hmmm... kita ikutin aja yuk beb, soalnya bakal banyak kejutan sih /Chuckle/
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
apa Alaska yg ada di balik ini semua
Aidil Kenzie Zie
apa ada kembaran Devano?apa Merry sekongkol dengan jalang itu
Aidil Kenzie Zie
mampir
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏
total 1 replies
partini
good story
partini
cerita bagus tapi balik lagi ke suami yg bikin hancur berkeping-keping aku jadi esmosi dan sedikit boring so give star aja deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!