cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 1
sore itu ponsel aura berdering, baru beberapa menit setelah dia sampai ke apartemennya setelah pergi dari subuh sampai sore ini untuk bekerja banyak panggilan tak terjawab dari ibunya, dia tau apa yang ingin ibunya sampaikan dia hanya belum siap.
dia memutuskan untuk pergi membersihkan diri dulu setelah itu dia akan menghubungi ibunya kembali.
on call.
aura : iyaa buu baru sampe ini
ibu : masih inget jalan pulang? pulang ibu udh daftarin kamu kuliah disini, udah gap year mau nunggu sampe berapa tahun lagi
haura : iyaiya
end call.
aura menghembus nafas panjang menutup matanya lalu berbicara pada rekan kerjanya, yaa, saat ini dia berada di mess tempat dia berkerja lalu dia memberitahu teman-temannya malam ini dia akan pergi mungkin kedepannya tidak akan berkerja lebih lama seperti saat ini mungkin dia hanya akan ikut kerja pada weekend atau saat liburan kuliah saja.
sepanjang jalan tidak ada banyak perbincangan hanya ada dua orang di dalam mobil ini menyusuri jalan toll yang sepi, perjalanan antar kota ini kurang lebih memakan waktu 3 jam haura memutuskan untuk tidak tidur, dia ingin memulai pembicaraan tapi gengsi nya lebih tinggi.
“berapa lama kamu pulang”. lelaki itu yang pertama membuka suara
“selamanya”.
“terus kerjaan disini gimana”.
“aku freelance, kalo aku gada mereka bisa cari spg lain”.
“hubungan kita bakal makin jauh kalo ldr gini”. kali ini terdengar sedikit ke khawatiran.
aura tak menjawab dia hanya melirik lelaki yang saat ini memegang setir mobil itu dalam hatinya ingin berteriak bilang “KAMU BAHKAN GAK PERDULI KAN AKU SELAMA 6 BULAN INI” tapi dia memilih memalingkan wajahnya ke jendela.
*setelah sampai rumah*
jam menunjukan pukul 01.45 dini hari tapi ibunya terlihat masih segar menyambut kedatangan anak perempuan satu satunya itu beberapa makanan dan minuman hangat sudah tersusun rapih di meja tamu.
“alden nginep aja besok baru balik lagi, perjalanan jauh nanti ngantuk di jalan bahaya”. ibu bicara pada aden
lelaki yang mengantar aura dan lelaki yang bilang hubungan kita akan makin jauh jika kita ldr itu adalah alden mereka sudah 6 bulan bersama tapi mereka sudah mengenal dan dekat 2 tahun dia rekan kerjanya.
“iyaa bu paling ikut tidur sampe jam 6 aja terus balik lagi soalnya jam 12 udah mulai kerja lagi”.
“iya sok istirahat tidur di kamar atas”.
mereka mengobrol sebentar sementara haura memilih pergi ke kamarny dan tidur dia terlalu lelah dan malas beriteraksi lebih.
aura memang selalu cuek semenjak 3 bulan mereka dekat entah kenapa dia merasa hubungan itu tidak jelas terlebih lagi setelah muncul gosip di tempat kerjanya yang bilang kalau dia adalah “pelakor” karena mantan dari alden bicara pada semua orang kalau saat aura dan alden menjalin hubungan mereka masih bersama, dan alden saat itu hanya diam tak ada klarifikasi dia hanya bilang “udah biarin aja” itu membuat aura semakin cuek dan tidak perduli.
pukul 06.15 saat sedang lelap tiba tiba haura merasa terganggu karena dia merasa ada tangan yang menyentuh wajahnya dia membuka mata dia melihat alden tepat di depanya.
“maaf aku ganggu ya”. senyuman itu senyuman tulus itu lagi lagi selalu senyuman itu yang membuat haura luluh
aura lihat jam “udah mau pergi ya”
alden tersenyum lalu mengecup kening aura lembut seperti biasanya “aku akan sering pulang biar kita sering ketemu, aku bakal kangen kamu banget”
pulang? iyaa rumah alden juga sama di sekitar sini yaa bisa di sebut mereka satu kota tapi sama sama berkerja di luar kota.
“hati-hati”. aura
“iya sayang”. alden
mereka berpisah bermodalkan saling percaya dan perasaan hampa yang aura jalani dia mencintainya tapi ada sesuatu yang sampi saat ini masih mengganjal di hati aura mengenai alden.
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣