NovelToon NovelToon
Luka Yang Tak Bersuara

Luka Yang Tak Bersuara

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Romantis
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: wnd ayn

Alice selalu terlihat biasa-biasa saja di mata semua orang—culun, pendiam, dan mudah dibully.

Tak ada yang tahu bahwa di balik senyumnya, ia menyimpan luka… dan sebuah rasa yang tak pernah terucap.

Danzel, sahabat yang selalu ada di sisinya, menjadi satu-satunya tempat Alice merasa aman. Namun, Danzel tak pernah menyadari bahwa kehadirannya adalah alasan Alice bertahan selama ini.


Mencintai dalam diam, terluka tanpa suara.

Bisakah perasaan yang tak terbalas menemukan jalannya?

noted: terbagi dua season

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wnd ayn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Di sebuah kafe terkenal di kota, suasana malam begitu hangat dengan lampu-lampu temaram yang memancarkan suasana romantis.

di halaman depan, Rey dan Rania baru saja tiba. Rania terlihat sangat berbeda malam ini. ia mengenakan baju yang sangat cantik dan pas di tubuhnya membuatnya tampak elegan dan mempesona. Rey saja tiada hentinya memuji dan kagum dengan penampilan Rania.

Rania yang biasanya percaya diri, malam ini tampak sedikit gugup. dan merasa ini terlalu berlebihan,

Rey lah yang mengajaknya dan memaksanya untuk pergi,  ia juga tidak enak hati karena Rey yang membelikannya pakaian ini, mulai dari sepatu hingga aksesoris lainnya.

Beberapa kali Rey selalu menyakinkan Rania jika dia memang pantas mendapatkan semua itu darinya.

pada saat itu Rania tersipu dan merasakan hal yang berbeda. ia merasakan perasaan aneh yang baru pertama kali dirasakannya.

Rey juga mengajak Alice untuk menemani Rania, tetapi sepertinya Alice sedikit terlambat.

Sebenarnya Rey sedikit khawatir jika teman-teman nya itu tidak menerima kehadiran Alice dan Rania, Tetapi Rey memastikan akan melindungi mereka berdua.

**

Stella, Megan, dan Mike sedang menunggu kedatangan Rey. mereka duduk di meja sudut ruangan dengan suasana yang sedikit santai.

Tidak lama kemudian Rey sudah datang bersama Rania. mereka terlihat sangat mesra dan serasi.

Stella, Megan dan Mike terkejut melihat Rey datang bersama seorang gadis cantik di sampingnya. siapa gadis itu?

Sedangkan Rania yang tadinya tidak mengetahui jika Rey mengajaknya bertemu dengan teman-temannya, saat ini sedikit kecewa, walaupun belum pernah bertemu, Rania tahu betul sifat dari mereka, tentu saja karena cerita dari Alice.

"Hei, kalian sudah lama menunggu?" tanya Rey sambil tersenyum lebar, namun ketiganya hanya melirik Rania dengan tatapan tidak bersahabat.

Stella menyilangkan tangannya di dada. "Tidak terlalu lama," jawabnya dingin, matanya masih tertuju pada Rania.

Rey, yang menyadari suasana tidak nyaman, segera mengenalkan Rania. "Oh ya, kenalkan, ini Rania. Teman dekatku."

Megan dengan nada setengah sinis, berkata, "Teman dekat, ya? Sepertinya kita harus lebih banyak tahu tentang teman barumu ini."

Rania tetap tenang meskipun merasakan ketidakramahan itu.

"Mau tahu tentang apalagi Megan, aku sudah tahu tentangnya."sahut Mike 

"Dia adalah gadis jalanan yang biasanya menjual bunga keliling dengan sepedanya. aku selalu melihatnya berjualan di pinggir jalan."lanjutnya 

Saat kedatangan Rania, Mike berusaha mengingat wajah Rania yang tidak asing baginya.

Megan melotot, tatapannya dipenuhi kejijikan. "Apa? Gadis jalanan?" pekiknya dengan nada merendahkan.

"apakah tidak ada gadis lain yang lebih pantas untuk kau bawa Rey? setidaknya pilihlah yang lebih berkelas."Stella ikut menimpali

Rania mendengarkan kata-kata itu dengan wajah yang tetap tenang, meskipun jelas bahwa perasaan tidak nyaman merayap di dalam dirinya.

"Kalian tidak tahu apa-apa tentang Rania, dan kalian jelas tidak punya hak untuk menilainya begitu saja." ucap Rey membela

"Ya kita memang tidak tahu tentangnya, tapi kita tahu yang pantas untukmu. gadis sepertinya tidak cocok bersanding denganmu Rey, kau bagaikan seorang pangeran sedangkan dia...dia hanya pantas menjadi pelayan."hina Stella

"Walaupun kau memungutnya dari jalanan dan merubahnya menjadi putri, tetap saja tidak mengubah jati dirinya sebagai gadis kotor dan miskin."lanjutnya 

Deg!

ucapan yang dilontarkan Stella terasa sangat menyakitkan untuk Rania, selama ini dia sudah terbiasa mendapatkan hinaan maupun cemohan tentang statusnya sebagai gadis jalanan.

Tetapi kali ini, entah mengapa saat Stella membandingkan status sosialnya dengan Rey, dia merasakan sesak yang luar biasa.

Rania yang biasanya berani menyangkal dan membalas ucapan pedas, kali ini terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.

"Cukup Stella, ucapanmu benar-benar sudah keterlaluan."bentak Rey menatap tajam ke arah Stella 

Stella tak mau kalah, ia membalas tatapan Rey dengan sengit 

Di tengah ketegangan itu, Mike membisikan sesuatu kepada Rania.

"berhati-hatilah dengan Rey, aku tahu persis dia pria seperti apa. bisa saja dia mendekatimu karena menginginkan sesuatu yang berharga darimu."

"Rey tak jauh dari pria brengsek yang memanfaatkan perasaan seorang gadis lalu dia akan meminta kepuasan dan setelah bosan dia akan meninggalkanmu."

Rania membeku, hatinya gusar saat mendengar ucapan Mike. apakah benar Rey seperti itu?

"Mike..!! jaga ucapanmu brengsek!"maki Rey yang ternyata mendengar bisikan itu

Rey mencengkram kerah baju Mike dengan emosi, Mike terkejut membulatkan matanya dan menelan salivanya pelan

Sedangkan Rania dengan perlahan ia memundurkan langkahnya dan pergi dengan perasaan marah, kecewa, dan sedih.

Menyadari kepergian Rania, Rey melepaskan cengkeramannya dari Mike dan bergegas pergi menyusulnya dengan langkah cepat.

Brakkk.....Stella menggebrak meja dengan kasar sehingga membuat Megan dan Mike terlonjak kaget

Sejak kedatangan Rania, Stella bisa melihat tatapan Rey yang terlihat menyimpan sesuatu kepada Rania. tatapan itu.

tersirat cinta di dalamnya. sudah lama Stella menunggu tatapan itu dari Rey tetapi ternyata tatapan cinta yang tulus dari mata Rey, dia berikan pada gadis lain dan itu bukan Stella.

Stella yakin, Rania bukan hanya sekedar teman dekat saja. pasti ada sesuatu di antara mereka.

rencananya sudah gagal karena kedatangan gadis itu, padahal dia sudah mempersiapkan segalanya dengan rapi, berharap di malam ini ia bisa menyatakan cintanya untuk Rey.

"Megan ikut aku, kita harus memberi pelajaran kepada gadis jalanan itu!"seru Stella penuh amarah 

Megan mengangguk setuju dan mengikuti Stella meninggalkan Mike yang sendirian disana. Mike hanya mengangkat bahunya acuh dengan apa yang terjadi. 

"Huhh sebenarnya aku lelah dengan semua ini."keluh Mike menghela nafas panjang 

"Aku akan menyusul mereka nanti, sekarang lebih baik aku makan saja. sayang sekali tidak ada yang menghabiskan makanan sebanyak ini."lanjut nya terkekeh kecil, masa bodo dengan apa yang akan terjadi

Tanpa di duga, Alice berada disana sejak teman-teman nya itu menghina sahabatnya. melihat Rania pergi dan Rey yang menyusulnya, Alice juga bergegas mengikuti mereka berdua.

**

Stella megambil sebotol air keras berisi larutan asam yang pekat di dalam mobilnya. jika air itu menyentuh kulit akan menyebabkan rasa sakit yang parah dan bahkan luka bakar.

Stella memang sengaja menyimpan air itu disana karena sebagai perlawanan jika terjadi hal yang tidak di inginkan saat ada yang menghadangnya atau berniat macam-macam saat berkendara.

Stella dan Megan pun kembali melanjutkan langkahnya untuk menemui Rey dan Rania yang masih berada di halaman depan.

Sementara itu,

"Rania...."

"Rania...tunggu!"

Rey berusaha mengejar Rania yang terus melangkah cepat keluar dari kafe. sesampainya di halaman depan, Rey berhasil menghentikan Rania dengan menggenggam tangannya lembut.

"Apa maumu lagi, Rey?" suara Rania bergetar"Semuanya sudah cukup dan jelas. Kau mengajakku ke sini hanya untuk mempermalukan aku di depan teman-temanmu, kan?" 

Rey menggeleng keras, menatap Rania dengan rasa bersalah yang mendalam.

Rania tertawa kecil, sarkastik."Teman-teman mu memang benar, kau tidak pantas dekat-dekat denganku. Aku hanyalah gadis jalanan yang kotor dan menjijikan, aku tidak berpendidikan, hidupku penuh keterpurukan, dan aku sendiri di dunia ini."

"Sedangkan kau... kau adalah pria modern. Hidupmu serba mudah. Kau punya segalanya dan masa depan yang cerah. Kita berasal dari dunia yang berbeda Rey."

"Teman perempuanmu benar, seharusnya kau mencari teman yang berkelas agar pantas berdekatan denganmu."lanjut Rania

Rey merasa sesak mendengar kata-kata Rania."Tidak, Rania. Kau salah. Kau bukan gadis jalanan yang kotor. Kau kuat, pekerja keras, dan kau berjuang setiap hari untuk bertahan. Itu yang membuat istimewa. Bukan status atau harta yang membuat seseorang berharga, tapi hatinya."

Rania menggeleng pelan, perlahan melepaskan genggaman tangan Rey, dan tetap pergi meninggalkannya. 

Namun, Rey tidak menyerah. Dengan suara yang penuh emosi, ia berteriak, "Rania,

"ck....Rania...!"

"Aku mencintaimu!"

Deg!

1
Ophy60
Danzel....jangan datang membawa masalah untuk Alice.Selesaikan dulu hubunganmu sama Rachel...
Mundri Astuti
preeet lah danzel, kesalahan terberat kamu mengabaikan Alice saat Alice butuh bantuan kamu tuk bawa papanya ke RS, hingga papanya Alice meninggal dunia
Ophy60
Susah y Alice melupakan masa lalu..
Ophy60
Danzel jangan menemui Alice lagi. Yg ada nanti Rachel salah paham dan mengganggu Alice.
Nurhayati
ngapain jg dy dket2 sm kamu danzel, dy udh berdamai dgn diri sendiri. klo bs jgn ganggu dia deh ntar pcar mu tau rachel mlah ganggu alice. kan bahaya
Sari Nilam
up nya lama
Mundri Astuti
nih ya danzel klo kamu beneran nikah sama Rachel, kamu akan kehilangan harga dirimu, Krn kamu dibawah kuasa Rachel dan keluarganya, suatu saat kamu bermasalah sama Rachel, bisa abis harga dirimu diinjak" , secara kamu kerja di perusahaan keluarga rachel
Ophy60
Bingung kan Danzel.Ninggalin Rachel kerjaan dr keluarga Rachel,sama Rachel tapi ga benar² cinta sama Rachel.
partini
sekarang dulu masa bodoh,, mending balik deh yg dulu masih cinta biar ga terlalu banyak drama nanti kamu kerja aja lagi
Ophy60
Semangat pak Dokter...
Meski masih mengingat masa lalu paling tidak Alice sudah mulai berusaha menerima orang baru.
Ophy60
Maunya Alice sama orla thor.Enak saja udah ninggalin Alice,bahkan saat Alice dalam kondisi sangat terpuruk juga ga ada masa mau sama Alice lagi.
partini
si dokter tamvan mau bertempur dengan masa lalu ,cape loh dok harus siap kan mental dan kesabaran seluas samudra dan patah hati
Nurhayati
sperti komen ku yang eps kmrn ato yg eps sblumnya, aq gak rela klo Alice berjodoh sm danzel. klopun berjdoh aq berharap alice sm orang lain dlu bru ktemu danzel lg. klo bisa danzel lah yg berjuang u mndapatkan hati alice kmbli. bru impas pnderitaannya
partini
ye elah zel kamu jadi kacung keluarga pacar mu ,, penyesalan datang di Ahir kalau awal itu pendaftaran nama nya
hemmmm masa lalu itu berat bersaing dengan masa lalu melelahkan,jarang sih novel yg bisa move on jadi aku tebak pemenang nya masa lalu
Sari Nilam: aku sih timbya alice dengan doker ..lupakan danzel yang dengan mudah melupakanmu .
jadi pelayan kel pacar sendiri biarpun punya jabatan ...miris .tp itu pulihanmu zel..nikmatilah.
total 1 replies
Ophy60
Alice jangan sama Danzel y thor....buat Danzel menyesal.
Ophy60
Danzel cowo jd cowo ga tegas.
Mundri Astuti
yg berikutnya buat Alice bahagia dng dunia barunya thor, lebih sukses dan mandiri Thor, buat danzel tau Rachel yg aslinya
partini
S2 apa kaya gini juga Thor mengseddih terus
Nurhayati
aku kcewa smga alice tdak bejdoh sm danzel. wlo ibu danzel yg mnolong pun aq tak rela klo alice berjdoh sm danzel
partini
kamu akan menyesal seumur hidup mu zel.,semoga yg di katakan ayahmu betul nanti ada seseorang yg begitu sayang dan cinta padamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!