Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesalah pahaman menjadi nyata
"Rianaa! Awas!!" panggil Seseorang dengan panik dari jauh
Riana pun menoleh ke orang itu, namun tiba tiba terdorong seseorang
PIPPPP!!!!
BRUKK !!!
"Itu salahmu!"
"Tidak! Kakak sudah gila! Makanya dia bunuh diri!!"
Pandangan Riana kabur, melihat seorang pria berjalan ke arahnya dengan mata berkaca kaca
"Bertahan lah... Aku tidak mau kau mati.. Aku belum sempat menyatakan cinta padamu.. Riana..."
Siapa? Siapa yang mendorongku..? Dan pria ini siapa?..
.
.
Mata riana pun terbuka perlahan lalu membuka mata sepenuhnya, memperlihatkan seorang pria yang duduk di tepi ranjangnya dengan Kemeja putih yang sedang membaca buku yaitu Zane
Riana mengedipkan matanya, namun setelah ia melihat zane. Ia terkejut, Langsung Bangun dari tidurnya
"Apa yang kau lakukan disini?!" Ucap riana sambil mundur ke Kepala ranjang
"Ini kamarku, Bodoh" Jawab zane dengan tenang, masih Menatap bukunya
Riana terdiam, Ia kebingungan lalu menatap Sekeliling ruangan itu. Wah.. Ternyata kamarnya lebih mewah, ya? "Oh.. Maaf, untung aku belum sempat Memukul mu"
"Memang bisa?" Tantang Zane, menatap riana dengan peansaran
"Wah.. Aku benci Di remehkan, sekarang. Jam berapa?"Tanya Riana sambil memegang selimut yang menutup sebagian tubuhnya
Zane pun mengambil jam saku "Ini sudah Jam 11 siang"
Riana terkejut, Ia langsung Beranjak berdiri dari ranjangnya dengan panik "aduh! Kenapa kau tidak membangunkan ku sih!??"
Zane menghela nafas "Aku melihatmu tidur seperti kebo, jadi aku Malas membangunkan mu"
Riana pun melihat dirinya di kaca dengan terkejut, tampak Panik lagi karena Ia masih memakai gaun kemarin malam "sialan.. Apa kau ada Baju Seorang wanita, gitu?"
Zane Pun mengangkat satu alisnya "Ada"
"Mana??"
Zane pun menunjuk ke lemari sebelah "di lemari itu, Ada baju kakak perempuan ku semua disitu"
Riana pun terdiam "Kau punya kakak?"
Zane mengangguk "Ya"
Riana hanya mengangguk lagi, Membuka lemari nya dan melihat gaun gaun yang sangat mewah. Namun yang membuat ia terpana adalah seragam Jenderal
"Kakakmu.. Pernah menjadi Jenderal?" tanya riana sambil memegang kain seragam itu
Zane Mengangguk lagi "tapi dia sudah Turun dari pekerjaannya karena Sudah menikah dan memiliki anak"
Riana pun tersenyum lembut menatap Seragam itu, Ia tahu ada banyak kenangan yang menurut kakak Zane berarti di baju itu "Pasti dia bahagia bersama Keluarganya, ya?"
Zane pun menghela nafas, menaruh bukunya "Ya, dia sudah menjadi permaisuri di Negara spanyol"
"aw.. Manisnya, tapi apa boleh aku memakai bajunya?" Tanya riana dengan yakin
"hm, kakak ku sudah membuang nya" Jawab zane dengan dingin
"terima kasih, Aku bersyukur dengan pertolongan Kalian"
Beberapa saat kemudian
"Nah, sudah. Oke.. Sekarang Aku masih di istana?" tanya riana
"ya, dan kau bisa-" Zane menoleh ke riana dengan wajah yang sedikit terpana dengan kecantikan Riana yang memakai gaun Kakaknya
"Apa? Bisa apa?"
Zane pun langsung mengalihkan pandangannya "Kau bisa langsung pulang, tidak usah kembalikan gaun itu"
Riana hanya mengangguk "ohh.. Gitu ya, bagaimana kita ke taman?"
Zane pun kebingungan"Buat apa?"
"sepertinya aku ingin memetik bunga di taman kerajaan" Ucap riana
"Baiklah, ayo"
Disisi lain.
"Apa kau sudah menemukan anak sialan itu?" Tanya duke verios ke ajudannya
"Sudah tuan, dia ada di kerajaan istana" Jawab ajudan sambil memberi informasi lebih lanjut
"anak sialan itu... Cepat jemput dia!" perintah duke verios dengan Kejam
"Baik, tuan"
Ajudannya pun pergi, Membuka pintu dan menutup kembali ketika sudah keluar.
"Bisa Aku yang menjemput nya?" tanya Lisa dengan tersenyum
"Nona? Anda seharusnya..."
"Saya bisa, kok! Lagian.. Saya akan bertanggung jawab karena kemarin lengah untuk mengawasinya.." Ucap lisa dengan wajah manja
Yeuu, padahal palsu 🤮
"tapi.. Tuan duke Marah.." Ucap Ajudan dengan gugup.
"tidak apa apa, saya akan menjelaskan nya padanya" ucap Lisa sambil tersenyum
Ajudan itu gugup untuk menerima, tapi Permintaan nya tidak bisa di bantah "Baiklah, nona.."
"terima kasih!" Lisa pun langsung pergi, Sambil berpikir untuk rencana Buruknya lagi
Kereta kuda disiapkan, Berjalan ke istana.
"Riana.. Aku akan membuatmu malu.. Pasti dia tidur bersama pelayan disana.." Gumam lisa dengan tersenyum jahat
Sesampainya di istana
Lisa pun turun dari Kereta kudanya dan masuk ke dalam kerajaan. lisa kebingungan Kenapa perajurit kerajaan Tidak menghalangi, tapi yasudah lah. Lisa tidak memperdulikan nya
Ia pun masuk ke dalam Istana itu, lalu menanyakan Para pelayan tentang keberadaan seorang gadis yang berambut coklat dengan mata berwarna hijau
Pelayan itu mengangguk lalu mengatakan ada di taman belakang istana
Lisa pun mengangguk, lalu pergi. Kembali dengan wajah aslinya
"Berani juga ya, dia" Gumam Lisa
Ketika sampai, Ia terkejut melihat pemandangan Taman dengan Riana bersama Seorang pria
Lisa terdiam dengan Pemandangan yang tidak ia harapkan, Dengan Zane?! Bermesraan?!
Lisa ingin sekali mendekati Keluarga kerajaan tapi Riana dengan gampangnya Mendekati Zane yang dingin itu!? Dan Dia malah tersenyum!??
Lisa pun mendekati mereka berdua "kak.." panggilnya dengan lembut
Riana pun menoleh ke lisa, begitu juga zane yang mulai memasangkan wajah dinginnnya di depan Lisa
"Hm? Wah, apa sekarang kau menjadi tamu kerajaan juga?" Tanya riana sambil memegang Bunga yang tadi Zane Memberikan nya
"Aku.. Ingin menjemput Kakak, Ayah sudah marah sekali.." Ucap lisa dengan wajah khawatir
"Ow.. Pak tua itu ya, Aku nanti akan pulang bersama Zane. Iyakan?" Senggol Riana ke zane
Zane mengangguk dengan santai namun dingin "ya, nona lisa. Kakak anda akan saya antar nanti"
Lisa pun terkejut, Amarahnya dan iri dengki mulai menguasai Dirinya. Tapi ia tetap menahannya sambil tersenyum "Tapi kak.. tuan duke verios Ingin anda pulang bersama saya, ayah anda khawatir karena takut kau Ditiduri oleh pria asing.."
Riana Mengangkat satu alisnya lalu menyeringai "Oh ya? Pak tua itu Khawatir Aku ditiduri? Bagaimana ya.. Kalau Pak tua itu tau yang meniduri ku adalah.." Tiba tiba ia Menggenggam tangan Zane dengan seringai "Pria ini?"
DEG!
lisa sudah mulai menunjukkan keterkejutan sedikit di wajahnya
Apa apaan... dia berhasil mendapatkan Keluarga kerajaan. Dan Keluarga kerajaan yang ia dapat adalah Zane?!
"Kak.. Jangan begitu.. panglima Zane Tidak seperti-"
Zane pun memotong dengan tegas "Saya memang yang Meniduri nya, kenapa?"
DEG!!!
Dada lisa serasa di bakar oleh api iri dengki yang besar, Tidak mau Menerima kenyataan bahwa Riana sudah benar benar mendapatkan Panglima zane..
"A.. Jika itu benar.." Lisa menunduk, Menggenggam Gaunnya dengan erat. "Bagus lah.." Lisa pun tersenyum lembut "Saya pergi dulu ya, maafkan Aku Kalau mengganggu kalian"
"Ya, tidak masalah. Aku tahu Kau tidak bisa berpikir jernih" Ucap riana sambil balas senyumannya
Lisa tersenyum, ia berbalik badan lalu pergi. Melanjutkan rencana Jahat lagi
Setelah Lisa pergi, Rena menghela nafas. "Untung saja berhasil, dasar malaikat yang licik" Ucapnya sambil menyeringai
riana pun tiba tiba sadar lalu kembali ke Zane "Oh ya, Ini yang kedua kalinya aku Melibatkan mu ke Masalah ku lagi.."
Zane menggelengkan kepalanya "Tidak masalah, Walaupun nanti ada rumor Tentang hubungan kita. tidak apa apa"
Riana pun tersenyum kecil "Makasih ya" Riana pun baru menyadari "APA?! Membiarkan rumor Bahwa kita bercumbu? aku mengharapkan rumor itu tidak akan ada"
Zane pun tertawa kecil "Kenapa, hm? takut?"
Riana pun menghela nafas "tidak, Tapi jika rumor itu Masuk ke telinga raja.. Nanti kau Harus menikah denganku"
Zane pun mengangguk "Tidak masalah, kita bisa membuat Pernikahan kontrak"
Riana Pun tersenyum lebar "Boleh! Itu bisa menjadi rencana Ke dua jika rumor itu menyebar"