Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Kacamata Analisis dan Rahasia Malam
Malam di lembah itu terasa begitu sunyi, hanya diiringi oleh suara jangkrik dan gemericik air dari kolam spiritual yang memantulkan cahaya rembulan. Di dalam gubuk, napas teratur Lin-er dan sesekali igauan kecil Ling Yue terdengar sayup-sayup. Kenzo, seperti biasanya, memilih untuk tetap berada di luar. Baginya, atap terbaik adalah hamparan bintang yang tak terbatas.
Ia berbaring di kursi malasnya, kedua tangannya menumpu kepala. Xiao Mao meringkuk di bawah kursinya, mendengkur halus seperti suara mesin yang stabil.
"Sistem, buka Toko." bisik Kenzo.
Layar biru transparan muncul di hadapannya, menerangi wajahnya yang tenang. Dengan poin yang terkumpul dari melempar anak dan membunuh tetua cerewet tadi siang, saldo poin Kenzo kini mencapai angka yang cukup fantastis.
"Aku butuh sesuatu yang berguna untuk mataku. Menatap teleskop sniper terus-menerus mulai melelahkan." gumamnya.
Ia mulai menggeser-geser menu kategori Equipment. Matanya melewati berbagai macam barang aneh: Topi Anti-Petir, Sandal Kecepatan Cahaya, hingga Masker Oksigen Luar Angkasa. Hingga akhirnya, jemarinya berhenti pada sebuah ikon berbentuk kacamata hitam yang sangat elegan.
[Item: Tactical Analysis Glasses (V-Class)]
[Fungsi:]
Radar Deteksi: Menandai musuh dalam radius 10 km, bahkan yang bersembunyi di balik dimensi.
Kalkulator Probabilitas: Menghitung persentase keberhasilan serangan atau... keberuntungan gacha.
Mode Malam & Tembus Pandang: Mempermudah pengawasan tanpa cahaya.
Analisis Ranah: Melihat inti kekuatan musuh dan titik kelemahannya secara instan.
[Harga: 1.200 Poin]
Kenzo menyipitkan mata. "Tembus pandang? Sistem, jangan coba-coba memberiku fitur mesum yang akan membuat Ling Yue mengamuk."
[Ding! Menjawab Kreator: Fitur tembus pandang hanya berlaku untuk objek padat seperti dinding, gunung, dan perisai Qi. Tidak berlaku untuk pakaian manusia... kecuali Kreator membeli modul tambahan seharga 5.000 poin.]
"Lupakan modul tambahan itu. Aku masih ingin hidup tenang tanpa dikejar-kejar Ling Yue dengan pedang pinguin." kata Kenzo sambil menekan tombol Beli.
Sring!
Sebuah kacamata dengan bingkai hitam tipis bermaterial karbon jatuh ke pangkuannya. Kenzo memakaikannya di wajahnya. Seketika, pandangan dunianya berubah total. Malam yang gelap kini terlihat terang seperti senja berwarna neon.
Ia menatap ke arah gubuk.
[Target Terdeteksi: Ling Yue (Entitas Sistem)]
[Status: Tidur Nyenyak - Mimpi: Memukul Kenzo dengan bantal]
[Titik Lemah: Leher (Sensitif terhadap cubitan)]
Kenzo mendengus pelan. "Bahkan dalam mimpinya pun dia masih ingin menyerangku."
Lalu ia mengarahkan pandangannya ke Lin-er.
[Target Terdeteksi: Lin-er (Manusia/Keturunan Terpilih)]
[Status: Tidur Nyenyak - Mimpi: Makan cokelat gunung]
[Potensi: Tak Terbatas]
Kenzo tersenyum tipis. Ia mengalihkan pandangannya ke hutan di seberang kolam. Dengan kacamata itu, ia bisa melihat aliran Qi di dalam pepohonan dan hewan-hewan kecil yang sedang bersembunyi. Namun, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang menarik di kejauhan, jauh di balik pegunungan.
Ada sebuah pilar cahaya ungu yang sangat tipis, hampir tidak terlihat oleh mata telanjang, namun kacamatanya memberikan peringatan merah.
[Peringatan: Terdeteksi Anomali Energi Kuno]
[Kemungkinan: Pembukaan Makam Kaisar Langit]
[Jarak: 150 km]
Kenzo menyandarkan tubuhnya kembali, membiarkan kacamata itu tetap terpasang. Ia tidak terburu-buru. Baginya, harta karun atau makam kuno hanyalah tempat berisik yang penuh dengan kultivator rakus.
"Makam Kaisar, ya? Pasti banyak poin di sana." gumam Kenzo. Ia mematikan layar sistem dan membiarkan kacamata itu masuk ke mode Relaxing Mode, yang secara otomatis memutar musik lo-fi pelan di telinganya.
Sambil menatap bulan, Kenzo mengunyah sebatang rumput manis. Hidup di dunia ini memang aneh. di ingatannya, seorang pembunuh bayaran di kehidupan lainnya, dan kini ia adalah seorang ayah sekaligus target buronan sekte-sekte.
"Setidaknya kacamata ini keren," ucapnya pelan sebelum akhirnya terlelap di bawah sinar rembulan, sementara kacamata hitamnya terus memindai setiap gerak-gerik di hutan, memastikan tidak ada satu pun serangga yang berani mengganggu tidur tuannya.
sebentar😅😅