NovelToon NovelToon
Di Balik Kontrak Ibu Susu

Di Balik Kontrak Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Pernikahan Kilat / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah / Ibu susu / Pengasuh / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆JUARA YAAW PERIODE 3 2025 TEMA KREATIF "IBU SUSU"🏆

Dituduh pembunuh suaminya. Diusir dari rumah dalam keadaan hamil besar. Mengalami ketuban pecah di tengah jalan saat hujan deras. Seakan nasib buruk tidak ingin lepas dari kehidupan Shanum. Bayi yang di nanti selama ini meninggal dan mayatnya harus ditebus dari rumah sakit.

Sementara itu, Sagara kelimpungan karena kedua anak kembarnya alergi susu formula. Dia bertemu dengan Shanum yang memiliki limpahan ASI.

Terjadi kontrak kerja sama antara Shanum dan Sagara dengan tebusan biaya rumah sakit dan gaji bulanan sebesar 20 juta.

Namun, suatu malam terjadi sesuatu yang tidak mereka harapkan. Sagara mengira Shanum adalah Sonia, istrinya yang kabur setelah melahirkan. Sagara melampiaskan hasratnya yang ditahan selama setelah tahun.

"Aku akan menikahi mu walau secara siri," ucap Sagara.

Akankah Shanum bertahan dalam pernikahan yang disembunyikan itu? Apa yang akan terjadi ketika Sonia datang kembali dan membawa rahasia besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Suasana rumah keluarga Leon berubah. Bukan lagi sehangat dulu. Setiap kali Shanum datang berkunjung bersama si kembar dan Sagara, Mami Kartika selalu menyambut dengan senyum yang dipaksakan. Senyum yang tampak lembut di permukaan, tetapi dingin di balik sorot matanya.

“Shanum, taruh saja anak-anak di ruang bermain,” kata Mami Kartika suatu pagi, tanpa menatap wajah Shanum sedikit pun. Nada suaranya sopan, namun tidak lagi memiliki kehangatan seorang ibu mertua.

Shanum menunduk, menuruti tanpa membantah. Ia tahu, sejak Sagara mengumumkan pernikahan siri mereka, Mami Kartika masih sulit menerima.

Sagara memperhatikan perubahan itu. Ia tahu Shanum terluka. Setiap kali istrinya menunduk terlalu lama, ia bisa membaca air mata yang ditahan di balik senyum lembut itu. Entah kenapa, setiap luka Shanum, justru menambah dalam kasih sayang dan cinta kepadanya.

Hari itu, selepas makan malam, Sagara memanggil Shanum ke ruang tamu.

“Duduklah di sini,” katanya lembut, menarik tangan Shanum untuk duduk di sampingnya.

Shanum menunduk, masih gugup setiap kali diperlakukan lembut oleh suaminya di depan orang lain.

“Mas tahu kamu tertekan,” ucap Sagara dengan nada dalam. “Mami memang belum bisa menerima semuanya. Tapi, jangan biarkan sikapnya mengubah caramu tersenyum.”

Shanum terdiam. Suara detak jam dinding terdengar jelas di antara hening yang menekan dada.

“Mas, aku tidak ingin membuat hubungan Mas dengan Mami dan Papi renggang,” bisik Shanum. “Aku hanya ingin menjadi istri yang baik dan ibu yang layak untuk Arsyla dan Abyasa.”

Sagara menatapnya lama, lalu menyentuh pipi istrinya dengan lembut. Tatapan matanya hangat dan senyumnya menenangkan.

“Kamu sudah lebih dari layak, Shanum. Kamu penyembuh dan penyemangat dalam hidupku.”

Nada suara Sagara bergetar.

“Aku kehilangan arah setelah Sonia pergi. Tapi kamu datang, mengisi rumah ini dengan cahaya baru. Aku tidak akan biarkan siapa pun memadamkannya.”

Kata-kata itu membuat dada Shanum sesak. Ia menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh.

Perlahan, Sagara memeluknya. Sentuhan itu membuat waktu seolah berhenti.

Shanum bisa merasakan degup jantung Sagara, berat dan stabil, seakan menjadi tempatnya bersandar. Entah kenapa wanita itu merasa tenang.

***

Sagara semakin terbuka menunjukkan perasaannya kepada Shanum. Tiada hari tanpa cinta dan kasih sayang untuk wanita itu. Kebahagiaan semakin terlihat dalam kehidupan rumah tangga mereka.

“Mas, ini masih hangat,” kata Shanum suatu pagi, menyodorkan secangkir kopi.

Sagara tersenyum, lalu menggenggam jemari istrinya. “Terima kasih, Sayang. Kamu tahu? Rasanya seperti minum kebahagiaan setiap kali kamu yang membuatkan.”

Shanum tertawa pelan. Tawanya bening dan jujur.

"Mama!" teriak Abyasa yang sedang makan cemilan bayi.

"Papa!" teriak Arsyla tidak kalah nyaring sambil mengangkat gelas minumnya.

Shanum dan Sagara tertawa melihat kedua anaknya aktif dan sudah pandai beberapa kosakata, walau belum bisa merangkai kalimat, jika diajak berbicara.

Namun, di sela kebahagiaan itu, bayangan dingin Mami Kartika tetap menghantui. Setiap kali mereka berkunjung, Shanum selalu bisa merasakan tatapan menilai.

Bahkan ketika ia berusaha sebaik mungkin menyajikan teh, membantu di dapur, atau menenangkan si kembar yang rewel. Mami Kartika tetap memandangnya seperti duri yang menancap di mata.

Sampai suatu hari, Shanum tak sengaja mendengar percakapan Mami Kartika dengan Papi Leon di ruang tengah.

“Wanita itu terlalu cepat menguasai hati Gara,” ucap Mami Kartika pelan, tapi tajam. “Aku takut, dia hanya memanfaatkan rasa kehilangan anak kita.”

Papi Leon hanya menghela napas. “Mungkin benar, tapi aku melihat Gara tampak bahagia, Kartika. Kita tidak bisa memaksakan luka lama terus berdarah.”

“Bahagia sesaat tidak sama dengan tenang seumur hidup,” balas Mami Kartika. “Aku hanya takut dia bukan cinta sejati Gara, tapi pelarian.”

Shanum berdiri di balik pintu dengan napas yang tercekat. Kata-kata itu seperti sembilu yang menggores pelan dadanya. Dia ingin masuk dan menjelaskan, tapi sadar bukan tempatnya untuk membela diri. Yang bisa ia lakukan hanya menahan air mata dan tersenyum saat keluar dari ruangan, seolah tak mendengar apa pun.

Malam itu, Sagara menemukan Shanum duduk di balkon, memandangi langit tanpa suara.

Udara malam terasa dingin, tapi wajah istrinya justru tampak pucat dan sendu.

“Kenapa belum tidur?” tanya Sagara, mendekat. Lalu, memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya yang mulus.

Shanum menunduk, menggenggam kedua lututnya. “Aku hanya sedang berpikir, Mas. Apa aku pantas berada di sini, Mas?”

Pertanyaan itu seperti jarum yang menusuk hati Sagara. Ia membalikkan tubuh Shanum sehingga mereka saling berhadapan, menatap lurus ke mata istrinya.

“Jangan pernah bicara seperti itu lagi.”

Nada suara Sagara tegas, tapi lembut di telinga.

“Kamu bukan orang asing di rumah ini, Shanum. Kamu bagian dari aku. Kalau kamu pergi, separuh hidupku juga ikut hilang.”

Shanum menggeleng, air matanya jatuh. “Aku tidak ingin merebut kasih Mami dan Papi darimu.”

Sagara menyentuh dagunya, memaksa Shanum melihat kepadanya. Kedua pasang mata itu saling menatap.

“Cinta tidak bisa dibagi seperti warisan, Sayang. Mami dan Papi adalah orang tuaku. Kamu adalah istriku. Mereka bisa tidak menyukaimu, tapi aku akan tetap melindungimu.”

Lalu, Sagara memeluk Shanum dengan erat. Pelukan itu begitu hangat, seolah menutup semua luka yang selama ini menekan dada Shanum.

***

Beberapa minggu setelah itu, hubungan mereka semakin hangat. Shanum tidak lagi sedih atau gelisah, karena ada Sagara dan anak-anak yang menjadi kekuatannya.

Di setiap pagi, Sagara selalu menyempatkan diri memeluk Shanum sebelum berangkat kerja.

Kadang hanya sesederhana mencium kening dan bibirnya, tetapi cukup untuk membuat Shanum tersenyum sepanjang hari.

Lalu, di malam hari di balik temaram lampu kamar, cinta mereka semakin mekar dalam kehangatan. dan gelora asmara.

Sagara memperlakukan Shanum seolah ia ratu dalam istananya. Setiap sentuhan, setiap belaian, bukan sekadar hasrat, tetapi penegasan kasih yang tulus.

Sagara sering menatap Shanum lama setelah mereka terbaring berdampingan, mengusap rambutnya yang berserak di bantal, dan berbisik, “Aku tidak tahu bagaimana aku bisa hidup tanpamu.”

Shanum hanya tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Baginya, cinta Sagara adalah anugerah sekaligus ujian. Ia tahu kebahagiaan ini belum sepenuhnya diterima, tapi hatinya sudah terlalu dalam untuk berpaling.

Sementara itu di belahan dunia lain, Soraya melipat tangan di dadanya. Ekspresi wajahnya terlihat cemberut.

“Bagaimana mungkin tidak ada sedikit pun informasi tentang Sonia? Dia bukan orang yang suka pergi tanpa izin,” ucap seorang wanita paruh baya yang sedang berbaring di atas brankar rumah sakit.

"Mommy, Sonia itu sudah besar. Dia punya pikirannya sendiri. Mungkin dia pergi karena tidak bahagia bersama Gara,” balas Soraya dengan nada kesal.

“Hei, Sonia itu sangat mencintai Gara. Dia bahkan rela tinggal di Indonesia sendirian agar bisa dekat dengan Gara," bakal Nirmala dengan sorot mata tajam.

“Di mata Mommy, Sonia itu baik tanpa cela. Sementara aku selalu di cap anak liar," balas Soraya, lalu pergi meninggalkan ibunya seorang diri di ruang rawat inap.

1
Erna Lubis
saya suka alur ceritanya
Sandisalbiah
lagian Shanum itu ibu kandung Abyasa, jelas dia punya hak penuh atas anknya mengingat Aby masih balita dan itu gak bisa di tuntun perwaliannya atau gak asuhnya apalagi kondisi Sahnum yg mendukung dgn segala finansialnya.. Elia kan cuma nenek dan dia pun gak punya pekerjaan harusnya pengadilan udah bisa jadikan itu semua sebagai pertimbangan utk menentukan hak asuh.. aneh..
Sandisalbiah
karakter Shanum itu baik dan lemah lembut tp terlalu lemah, seakan gak punya niat buat belah diri ... jelas Elia dan Alana yg berbuat buruk padanya tp di tetap diem seakan semua fitnah yg mereka sebarkan itu kebenaran yg dia Terima dgn kediamannya itu.. hah.. gemes juga jadinya
Sandisalbiah
hadehh.. gerah banget setiap baca bab yg ada dua anomali gak jelas ini.. buruk sifat, akhlak, prilaku.. lengkap semua keburukan di borong.. mana awet lagi gak langsung di eliminasi dr cerita..
Sandisalbiah
dasar maruk.. keadilan buat Alvin atau sekedar niat buat memuaskan ego anda.. nyonya Eli..
Sandisalbiah
ibu dan adik almarhum Alvin juga banyak dosa pd Shanum tp mereka tetap hidup dan semakin sombong dgn mulut beracun mereka itu.. apa gak ada tuh azab buat dua perempuan demit itu
Sandisalbiah
Sonia ingin melepaskan Sagara buat Shanum sebagai bentuk kasih sayang terakhir utk org² yg dia cintai.. suami dan juga saudara kembarnya... Shanum yg pertama mengalah utk kebahagiaan Sonia dan kini Sonia ingin menyerahkan kebahagiaan utk Shanum dlm detik terakhir hidupnya
Sandisalbiah
dua org polisi tdk sanggup menahan satu perempuan yg tangannya sudah terborgol...? itu Soraya yg sring banget atau polisinya lemah.. ampun deh
Sandisalbiah
manusia kalau hatinya di penuhi rasa iri dan dengki maka dia tdk akan pernah mensyukuri apa yg dia punya, apa yg ada di sekelilingnya tp hatinya akan tetap di penuhi ambisi utk memiliki dan mengalahkan yg lain sampai meng halalkan segala cara
Sandisalbiah
dan korbannya adalah ayah kandung Abyasa.. suami Shanum... kudu di hukum yg berat itu perempuan sundal
Sandisalbiah
Soraya.. ih.. pengen banget itu betina segera mendekam di hotel prodio
Sandisalbiah
jelas Soraya jd tersangka utama... dan semoga kasusnya segera terungkap
Sandisalbiah
Soraya ini hatinya penuh dgn kelicikan dan culas... jgn bilang kalau dia lah dalang di balik hilangnya Sonia paska melahirkan... krn dia sepertinya juga terobsesi pd Sagara
Sandisalbiah
setidaknya Shanum memiliki Abyasa..
Sandisalbiah
keputusan Sagara dgn menikah lagi emang salah, dan gak ada perempuan yg mau di madu seperti yg nyonya Kartika katakan itu benar tp pembelaan mereka yg terkesan berlebihan utk seseorang yg jelas² meninggalkan suami dan menelantarkan anaknya sendiri.. itu aneh...
Sandisalbiah
dan biasanya setelah saling terbuka dan membuka hati itu anomali lama bakal muncul menghancurkan semuanya... sosok Sonia yg lama menghilang bakal kembali dan ujungnya Shanum kembali menjadi sosok terbuang dgn luka hati dan laranya
Sandisalbiah
bab ini juga ada typo Thor... tertulis " ada tawa dr tiga laki² " kan si kembar cewek cowok ya..
Sandisalbiah
Shanum harus tetap menempati kamar pengasuh dan bila minat Sagara akan mendatanginya dgn alasan agar dia tdk di cap sebagai wanita penghilang dan menanggung malu, terus kalau sampai Shanum hamil emang gak bakalan jd bulan²an mulut org.. mikir gak itu laki yg punya nafsu besar tp gak punya hati
Sandisalbiah
takdir Shanum yg selalu di genangi lautan air mata.. miris banget, dia tetap akan jd yg tersisi
Sandisalbiah
kenapa ank kembar Sagara justru mirip dgn Shanum dan almarhum suaminya, jgn bilang mereka di tukar pas Shanum melahirkan krn dia yg dlm kondisi tdk sadar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!