Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersama
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Berhari-hari ku coba untuk mengikuti kata hati bertahan pulang balik, cuman pinggang semakin enggak tahan dengan macetnya perjalanan, ya sudah aku memilih membeli barang baru ketimbang harus angkat barang-barang dari rumah. Bang Dean juga enggak minta sewa kan, ku beli tempat tidur yang tidak begitu luas, lebih luas kasur di rumah. Terus itu sangking murahnya sudah satu set sama lemari hias dan lemari pakaian, aku menyusun sesuai isi hatiku, lemari dekat dengan pintu kamar mandi dan ada lemari hias dekat dengan kasur. AC sudah terpasang lama hadiah dari developer perumahan kata bang Dean. Bang Dean tidak ikut untuk kali ini,
Kesibukan masing-masing membuat kami berjarak, walaupun aku tetap melaporkan kegiatan rumah kepada bang Dean. "Terakhir bapak cuman mau bikin carport sih Bu yang terpenting, kalau sisanya serahin ke ibu."
Seriusan nih aku dipercaya untuk bentuk satu rumah, oke-oke cuman dirumah bang Dean aku bisa bikin inovasi gila-gilaan. Kalau rumah ku mah sudah bangun mati enggak bisa di apa-apain, semakin dirombak semakin sempit. "Aku mau bikin dapur set di depan kamar Ketiga tu pak, jadi halaman belakang yang sisa jadiin taman-taman kecil aja. Terus ini kan ruang tamu, kamar belakang atau kamar Ketiga bisa di sekat ya, sekat nya bikin pijakan buat aquarium aja... Ini, disini nih di perbatasan kamar 2 dan 3, jadi ada space untuk buat dapur disini. " Kata ku menjelaskan titik letaknya sebelum berangkat ke kantor.
Bang Dean sering belikan mereka makanan, katanya biar lebih semangat bekerja nya, untuk kamar pertama. Kamar yang ku tempati itu sudah cukup rapi dan memang hanya sedikit perombakan.Sampai malam para pekerja masih mempertahankan pekerjaan nya, aku salut dengan mereka tidak kenal lelah. Bahkan beton semen untuk pijakan aquarium selesai sesuai dengan permintaan ku. "Baru pulang Bu," sapa mandornya kepada ku, ia datang dengan tergesa-gesa menyambut ku.
"Iya pak, waduhhh semangat benar nih." Ku lihat bang Dean sudah memberikan mereka makanan lewat pesanan online, ku ajak mereka makan malam bareng dengan hal yang sama, yaitu makan pesan go food. Mereka amat senang dengan traktiran ku, bahkan ketika mereka kembali pulang, senyuman itu masih meletak di wajah mereka.
Bang Dean datang selaku mandor satu, memeriksa kerapian selagi aku masih dikamar, pintu memang gak dikunci sama mereka. Hanya pintu kamar yang terkunci.
Bang Dean dengan seragam cokelat nya nampak baru pulang, lanyard itu jadi tanda ia langsung kesini. "Sudah 80% " semua alat disusun pada tempatnya.
"Baru mandi?" Handuk masih sangkut di kepala, ya aku baru selesai mandi setelah mereka pulang. Bang Dean tidak ingin masuk ke dalam kamar, katanya masih fokus pada hasil kinerja tukang yang hampir 1 bulan. Keliling sampai baju cokelat itu tak lagi dipakai, malah pakai kaos polos putih. Melihat-lihat sesuatu mungkin mengubah sebagian sketsa rumah, ia mulai berdiri dan mengetik sesuatu sambil memandangi arah taman mini ku, aku terus mengintip lewat pintu.
Kegiatannya tidak berhenti disitu malah ambil alih buat bangunan khas tangannya modal internet, semen mortar jadi hasil seni yang menakjubkan. "Gantilah baju mu bang" ku datangi dia memberikan minuman, jalan-jalan melihat hasil karyanya berupa jalanan dari batuan menuju sudut dinding, pijakan serta batuan menambah estetika taman mini impianku. "Ini nanti bangun pembatas taman khusus mawar cantik." Ia masih mengaduk semen sementara adzan magrib sudah berkumandang.
Aku hanya duduk menonton, ia masih sibuk dengan karya seninya, aku juga menikmati dengan dokumentasi video sama foto. "Ah kau ini... Nungguin tukang enggak siap-siap ini," mukanya nya berubah judes. Ia sibuk sementara aku duduk.
"Bukain dong" handphone bang Dean ada di genggaman ku, banyak DM masuk tapi tidak di gubris satu pun jika itu dari perempuan jalang, ada pencarian. Dan tontonan kartun one piece kesukaan nya, dan ada lagi foto-foto keluarga mereka. "Apanya kau buka," dia marah cuman gak ambil handphone itu dari ku, malah kasih handphone satu lagi untuk di periksa. "Nah, kodenya sama ya." Katanya menyerahkan dengan penuh percaya.
Keuangan nya juga sehat, benar-benar keinginan ku di dukung hebat olehnya, taman mini impianku sebentar lagi jadi, tinggal tambah bunga-bunga aja.
"Pesan kan aku makan, daging bebong ya." Ku cari tercepatnya di jam segini, bang Dean masuk kerumah mencari sesuatu untuk membersihkan badan, badannya bau makanya dia gak mau masuk ke dalam kamar. "Mau mandi tapi enggak ada baju." keluh nya, kami kembali duduk melihat hasil tangan bang Dean, rapi dan tertata.
"Satu."
"Kau?" Gelengan kepala ku menolak tawarannya, ia malah cek-out makanan lebih banyak.
"Pinjam motor mu." kunci ku serahkan, entah kemana dia pergi. Pesanan nya sudah datang tapi orang nya belum kembali. Kemana ya kira-kira bang Dean aku sibuk dikamar, eh orang nya pulang. Motor dimasukkan begitu mati mesin langsung pintu kamar diketuk.
Yahh dia belanja sabun-sabun dan juga baju untuk dipakai tidur, celana pendek kaos polos dan daleman dari supermarket. "Pake handuk mu," mintanya kepada ku, ku serahkan handuk baru untuk dipinjam bang Dean.
Ku siapkan segala peralatan makan untuk bang Dean makan didalam kamar, dia pakai parfum ku, skincare ku sebagian— duduk bersama menemani nya makan layaknya pasangan baru. Ku tatap pria dihadapan ku, entah memang tabiat gander sebelah ya kalau makan itu mirip orang yang enggak pernah dikasih makan. Aduh bisa-bisanya kejadian seperti ini ku alami, bang Dean tidak memperdulikan sekitar menonton film kartun kesukaannya dan lanjut scroll medsos. Bahkan menawarkan kembali pun tidak, "Akhh... Dari tadi lihatin aja kerja mu, minta enggak mau." Katanya mendulang kan satu suapan di mulut ku.
Ampun rasanya nikmat sekali, apa karena suapan ini cita rasanya jadi berbeda. Tetibanya bang Dean memberikan bekas minum nya kepada ku, tujuannya apa coba.
"Kenyang" Ku pikir jiwa- jiwa patriarki ada di bang Dean, laki-laki yang ku suka ini ternyata tidak begitu. Ia yang bereskan dan sapu pel bekas makan tadi, katanya biar kamar ini tetap wangi dan bersih.
Ia tidur disebelah ku, tidak mengenakkan baju tambahan malah ketiduran. Bangunkan tidak ya, sudah lah biarkan dia menginap disini, toh ini juga rumahnya.
Dengkuran itu sedikit menganggu, ia tidur dengan posisi yang salah kah kenapa seperti susah nafas begitu. Lampu mati jadi enggak bisa lihat apa yang terjadi, lucunya satu malam ini ia tidur amat nyenyak sampai alarm kami berbunyi mengatakan bahwa waktu nya bersiap mencari uang.
Bang Dean langsung pulang, karena akan lanjut bekerja. Dia tidak pamit langsung berhubung aku mandi, dan dia harus pergi
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰