NovelToon NovelToon
Dendam Membawa Cinta

Dendam Membawa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Harem / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: SNUR

Angel hidup dengan dendam yang membara. Kakaknya ditemukan tewas mengenaskan, dan semua bukti mengarah pada satu nama
Daren Arsenio, pria berbahaya yang juga merupakan saudara tiri dari Ken, kekasih Angel yang begitu mencintainya.


bagaimana jadinya jika ternyata Pembunuh kakaknya bukan Daren, melainkan Pria yang selama ini diam-diam terobsesi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SNUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mulai kagum

Adrian menutup map merah itu, lalu membungkuk singkat sebelum berbalik keluar dari ruang Daren. Begitu pintu tertutup, langkahnya langsung melambat. Wajahnya yang semula tenang kini terlihat tegang.

Ia berhenti di sudut koridor yang sepi, lalu mengeluarkan ponsel, dan mengetik pesan cepat.

"Angel, Daren sudah cek latar belakangmu. Untuk sekarang aman, tapi dia menaruh kecurigaan yang teramat sangat besar. Sangat . Aku rasa di akan mulai mengawasimu dengan ketat. Jangan membuat kesalahan sekecil apa pun. Ingat Angel hati-hati. "

Pesan terkirim. setelahnya Adrian memasukan kembi handphone nya ke dalam saku, mengaku dengan tenang menuju ruangannya sendiri.

Di luar ruang CEO, Angel baru saja duduk di mejanya. Ia membuka laptop, mencoba kembali untuk mengerjakan laporan yang di minta Daren. saat sedang fokus meneliti angka-angka di komputer ponselnya bergetar pelan.

Ia melirik layar.

Mata Angel menyipit saat nama Adrian muncul. Tangannya terhenti sesaat di atas keyboard. dengan segera ia membaca pesan Adrian.

Daren curiga…

Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.

Wajahnya kembali datar tenang, dan menunjukan keprofesionalan.

“Baik,” gumamnya pelan. “aku harus benar benar berMain rapi mulai saat ini.”

Angel memasukkan ponsel ke laci, lalu mulai tenggelam dalam tumpukan berkas. Jadwal rapat, laporan keuangan, agenda CEO semuanya ia kerjakan dengan fokus tinggi. ia akan menunjukan kemampuannya pada CEO bermulut tajam itu bahwa ia seseorang yang mampu dan kompeten.

Jarinya menari cepat di keyboard. Setiap detail yang ia kerjakan ia periksa dua kali.

Tak ada ruang untuk kesalahan.semua harus sempurna.

Beberapa staf meliriknya, mereka terkejut melihat Angel yang tetap tenang setelah ketegangan tadi. Mereka tahu bahwa CEO nya mengamuk pada sekertaris barunya itu.

“Dia benar-benar profesional…”

“hmmm..Padahal katanya dimarahi CEO…”

"kalo gue jadi dia udah nangis kejer. ga kebayang setajam apa mulut pak Daren. "

Angel tidak peduli. ia harus fokus pada tujuannya.

Di balik ketenangannya, pikirannya memikirkan banyak hal ia sudah bersiap dengan segala resikonya.

Sedikit ceroboh saja…maka aku akan tamat.

Namun ia tersenyum tipis, senyum penuh kendali.

" saat dia mulai menaruh curiga, aku harus sempurna dan membuat dia terkesan hingga mulai menaruh kepercayaannya padaku. " gumam angel dalam hati.

Daren menatap ke arah jendela, mmatanya jatuh tepat ke meja sekretaris yang berada di hadapan ruangannya. ia melirik arloji di tangannya, jam sudah menunjukan pukul sebelas siang. hari ini dia ada janji meeting dengan salah satu tekan bisnisnya.

Daren berdiri lalu merapikan jasnya, berjalan dengan langkah tegap dan penuh wibawa

“Angel.”

Suara itu singkat, namun begitu tegas.

Angel segera berdiri lalu sedikit membungkuk “Ya, Tuan?”

“Kita ada meeting di luar. Siapkan berkas kontrak proyek Orion.”

Daren mengamati isi meja angel, cukup rapi untuk seseorang yang masih beradaptasi. “Sekalian makan siang.” lanjutnya lagi.

Angel mengangguk cepat. “Baik tuan.”

Dengan segera angel membawa dokumen yang tadi sempat ia periksa, melangkah dengan cepat menyusul kaki daren yang sudah mulai menjauh.

mereka berdua turun bersama ke parkiran khusus CEO.

Angel sedikit terkejut saat Daren membuka pintu mobil yang sama mobil hitam elegan dengan kaca gelap.

“Naik,” ucap Daren tanpa menoleh.

Angel ragu sepersekian detik, lalu masuk dan duduk di kursi penumpang. Aroma maskulin yang khas langsung menyeruak tenang, mahal, dan dingin. Ia merapikan map di pangkuannya, berusaha untuk tetap menjaga jarak aman agar tidak menambah rasa curiga daren.

Mobil melaju perlahan meninggalkan gedung Castello Corp.

Di dalam mobil, suasana sunyi. tidak ada yang berniat membuka percakapan lebih dulu. Hanya terdengar suara mesin yang halus dan riuhnya pengendara yang memadati jalanan.

Daren menatap jalan dengan fokus, lalu melirik Angel sekilas.

“Sepertinya kamu cukup berpengalaman bisa beradaptasi denganingkungan baru. yahh walau sudah mrmbuat beberapa kesalahan. " Nada suara daren dingin. ia sengaja bertanya untuk menggulik lebih dalam tentang sifat sekertaris barunya.

“Terima kasih, Tuan,” jawab Angel profesional. “Saya hanya menjalankan tugas.”

“Hm.”

Nada Daren datar, tapi matanya kembali mengamatinya. mencari setiap celah di sana.

“ternyata saat ini kamu cukup pendiam berbeda saat pertama kali interview.”

Angel tersenyum tipis. “Sejujurnya Saya lebih nyaman bekerja dengan hasil. Bukankah itu keinginann anda tuan.”

Jawaban itu membuat sudut bibir Daren terangkat samar nyaris tak terlihat.

"ya. karena perushaan ku bukan tempat untuk menjual selangkangan. melainkan tempat untuk bekerja. "

Sngel tidak menjawab ucapan Daren. ia hanya diam mengamati jalanan.

Tak sampai satu jam mereka tiba di restoran yang sudah di janjikan.

Angel membuntuti Daren dari belakang, menyesuaikan kaki kecilnya dengan langkah lebar milik daren.

"Selamat siang Pak Theo. " Daren menyapa tekan bisnisnya yang sudah duduk di meja terlebih dahulu. ia berjabat tangan sebenatr lalu mulai duduk.

"selamat siang Pak daren. " rekan bisnisnys terlihat masih sangat muda bahkan jauh di bawah daren. mungkin umurnya sekitar usia 24 atau 25 tahunan.

"Maaf aku sedikit terlambat. "

"tidak masalah. " pria itu menatap angel lalu mengernyit namun dengan cepat angel menggelengkan kepala dengan pelan. selalu membuat tanda agar tidak berbicara.

"sekertaris baru ya. " saat mendengar pertanyaan Theo Daren menatap angel lalu mengangguk singkat.

Meeting berlangsung singkat namun intens. Angel mencatat dengan cepat, sigap menyerahkan berkas saat dibutuhkan. Beberapa klien bahkan sempat meliriknya kagum.

Setelah meeting selesai, Daren melirik jam tangannya.

“Kita makan.” angel hanya mengangguk patuh dan kembali mengekori tuannya.

Mereka berhenti di sebuah restoran eksklusif, Daren mengambil ruang privat ia tidak terlalu menyukai keramaian . karena suara suara berisik dari mulut orang lain hanya membuat kepalanya semakin pusing saja.

Angel sempat ingin menolak, tapi Daren sudah melangkah lebih dulu.

Di meja makan, jarak mereka berhadapan.

Angel duduk tegak, sopan. berusaha tetap profesional sebagai sekertaris daren

“Kamu terlihat tegang,” ujar Daren sambil membuka buku menu.

“ahh tidak tuan. ” jawab Angel tenang.

Daren tersenyum tipis. “Santai saja. Aku tidak menggigit… kecuali memang perlu.”

Kalimat itu membuat Angel mendongak. Tatapan mereka bertemu sesaat hening, intens.

namun dengan cepat ang mengalihkan pandangan, menyembunyikan degup jantungnya yang terasa mulai menggila. ada apa ini?

Tenang, Angel. Ini hanya bagian dari rencana.

1
nur
angel ini ternyata punya dendsm
nur
lumayan seru thor
nur
😄😄
Anonymous
ceritanya seru, tidak membosankan
Anonymous
ken😍😍
Anonymous
udah mulai seru thor
arka
hihii kayanya benih benih kenyamanan sudah mulai muncul
heliuna
makin seru👍👍
heliuna
crazy update thor
Sugi Arto
👍
Sugi Arto
menarik
Honjes Vrikytew
gimama ga marah orang lagi panas panasnya
arka
angel sayang banget sama si ken
trian
👍👍
Sela Nuraeni
👍
trian
menarik
trian
ken sadis
heliuna
seruu👍👍
arka
kem cinta mati sama si angel
arka
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!