NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: gustikhafida

Cahaya, wanita berusia 21 tahun. Sikapnya yang ceria dan periang, kini seketika menjadi diam pada suaminya yang bernama Rian Pamungkas.

Pernikahan yang selama 3 tahun mereka hiasi dengan kebahagiaan, seketika sinar di mata Cahaya.

Air mata terus mengalir saat tak sengaja melihat suaminya bermesraan dengan sahabatnya yang bernama Vina.

Sahabat yang tidak pernah dia sangka akan menjadi duri di dalam rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustikhafida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Kamu kenapa bisa keluar, Ay? Bukankah, kamu bilang, kalau kamu tidak akan keluar dulu dari rumah suamimu? Apa kalian bertengkar atau--"

"Vina datang ke rumah. Dan aku tidak sanggup lagi menahan rasa sakitku. Ibu mertuaku juga bersikap dingin padaku. Jadi, untuk apa aku bertahan di rumah yang seperti neraka, Mas?" potong Aya.

"Tapi, apa suamimu mengizinkanmu, Ay? Tadi, aku tidak sengaja melihat mobilmu dan mobil suamimu."

"Mau mengizinkan atau tidak, semua itu tidak ada gunanya lagi untukku. Aku tidak bisa tinggal satu rumah dengan Vina, Mas. Sakit! Sakit, Mas! hiks ... hiks ... mereka benar-benar jahat. Kenapa mereka melakukan semua ini padaku, Mas? Apa salahku! Masalah anak? Siapa juga yang mau seperti ini, Mas! Siapa! Aku sudah berusaha yang terbaik. Aku sudah melakukan program hamil, tapi memang Tuhan belum memberiku kepercayaan. Aku harus apa?"

"Ay, tenangkan dirimu, dulu. Kita ke caffe dan beli minuman dingin untukmu. Aku mau, pikiranmu tenang. Okeh!"

"Tidak perlu, antarkan aku ke rumah saja, Mas. Aku ingin ketenangan. Aku tidak mau di ganggu siapa pun."

"Ya sudah, kita beli makan untukmu. Kamu belum makan, kan? Kelihatan bibirmu yang kering!" ajak Fajar.

"Aku tidak mau, Mas. Aku tidak napsu makan, aku malas makan, hidupku sudah hancur. Hatiku hancur! Hancur, Mas! Yang aku butuhkan sekarang, adalah kasur dan bantal. Aku ingin menangis dan melampiaskan semua amarahku ke kasur!" ujar Aya meremas jemarinya.

Tak ingin melihat emosi Aya semakin berkobar. Fajar lebih memilih untuk diam. Dia mengarahkan mobilnya ke kediaman rumah baru teman wanitanya.

Setelah sampai di halaman rumah baru, Aya. Aya langsung turun dari mobil di ikuti oleh fajar di belakangnya.

"Tunggu, Ay. Aku cari kuncinya dulu!" ucap Fajar meraba saku celananya, "Ini kunci rumah dan kunci mobilmu. Kamu masuk dan istirahat. Aku mau pergi, tapi aku akan datang lagi sambil membawa makan siang untukmu!" ucap Fajar.

"Kamu tidak perlu datang lagi, Mas. Aku tidak lapar, dan pegang ini!" titah Aya memberikan satu kunci cadangan rumah barunya, "Kamu pegang kunci rumahku juga."

"Kamu mempercayaiku, Ay?" tanya fajar tak percaya, dia menerima kunci cadangan rumah Aya. "Terimakasih!"

"Cuma kamu yang aku punya, Mas. Dan aku memberikan kunci cadanganku, karena aku tidak tahu ... apa yang akan terjadi ke depannya denganku. Jadi, aku minta kamu pegang kunci cadangan rumahku!"

"Jangan melakukan hal yang aku benci, Ay. Aku tidak suka, kamu mencelakai dirimu sendiri!" ucap fajar tegas.

"Aku masuk dulu. Dan terimakasih sudah mengantarku. Aku akan pesankan taksi online untukmu!"

"Tidak perlu, mobilku sudah di dalam perjalanan menuju ke sini. Kamu istirahat saja. Ingat! Jangan berbuat macam-macam. Atau, aku akan membawamu untuk tinggal bersamaku!" ancam Fajar membuat Aya tersenyum lalu masuk ke dalam rumah barunya.

Setelah Aya masuk ke dalam rumahnya. Aya langsung berlari menuju kamarnya. Dia menangis sesenggukan, "Argkh! Kenapa hidupku se pahit ini! Kenapa! hiks ... hiks!" pekik Aya melempar selimutnya sampai tak sengaja memecahkan beberapa hiasan kaca di atas meja.

Prang!

Suara pecahan kaca terdengar sampai telinga Fajar, membuat Fajar terkejut. Dia berlari masuk menuju rumah baru Aya.

"Ay, ada apa denganmu!" pekik Fajar membuka pintu kamar Aya.

Hiks ... hiks ....

"Kenapa semua ini terjadi padaku. Kenapa? Aku mencintaimu, Mas! Sangat mencintai!" gumam Aya di selingi isak tangisnya, "Ternyata, aku tidak sanggup berpisah denganmu. Aku hancur, Mas!"

"Ay, kamu jangan seperti ini, aku mohon. Tenangkan dirimu, dulu!" titah fajar memeluk tubuh Aya. "Aku yakin, kamu bisa melewati semuanya, Ay. Aku yakin," ucap fajar.

"Aku tidak sanggup, Mas. Aku tidak sanggup melihat kebahagiaan mereka. Hatiku hancur, aku sudah menganggap Vina seperti keluargaku sendiri. Tapi, dia malah menikung ku dari belakang. Lebih baik, aku mati, Mas. Aku tidak sanggup!"

"Ay, aku tahu, perasaanmu sedang hancur. Tapi, tidak dengan cara seperti ini."

"Pergi, Mas! Aku ingin sendiri!" usir Aya.

"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri di sini, Ay. Kita ke ruang tamu. Kita tenangkan dirimu di sana." ajak Fajar.

Sedangkan di satu sisi, setelah sampai di kediaman rumahnya. Rian berjalan masuk menuju rumahnya. Dia bisa melihat ibu serta istri siri nya yang sedang menunggu ke pulangannya.

"Mas, kamu sudah pulang!" ucap Vina berjalan ke arah Rian.

"Stop! Jangan bergerak!" ujar Rian membuat Vina menghentikan langkahnya.

"Tapi, kenapa, Mas? Aku cuma mau peluk suamiku. Apa aku tidak boleh memeluk suamiku sendiri?"

"Stop, bicara seperti itu! Asal kamu tahu, aku muak denganmu. Muak, Vin! MUAK!" bentak Rian.

"Rian, apa yang kamu lakukan, ha! Kamu sudah membentak istrimu. Dia sedang hamil anakmu, tidak seharusnya, kamu membentaknya! Cepat minta maaf!" ketus Iris.

"Ibu diam! Aku malas bicara dengan siapapun!"

"Rian!" pekik Iris, "Kamu benar-benar keterlaluan!"

"Aku, keterlaluan? Dari mana aku keterlaluan, Bu! Dari mana? Di sini, yang keterlaluan itu kalian! Kalian sudah membuat rumah tanggaku hancur. Kalian sudah membuat istriku, orang yang sangat aku cintai pergi dari sisiku. Kalian yang keterlaluan!" pekik Rian.

"Istri? Mas, aku juga istrimu. Aku juga hamil anakmu!" timpal Vina.

"Iya, kamu memang istriku dan sedang mengandung anakku. Tapi, aku tidak mencintaimu, Vin. Orang yang aku cintai, sangat cintai itu Aya! Cahaya! Istri Sah ku, bukan kamu! Jadi, lebih baik kamu pergi, Vin. Kamu pulang ke rumahmu!"

"Ibu meminta Vina untuk tinggal di sini, dia yang akan menggantikan posisi Aya di rumah ini!" ketus Iris.

"Tidak, tidak ada yang bisa menggantikan posisi Aya di rumah ini. Dan tidak ada yang boleh menempati kamarku selain aku dan Aya. Pulanglah! Aku sudah membelikanmu rumah. Jadi, pulang!" pekik Rian membuat Vina ketakutan.

Melihat menantunya ketakutan, Iris berjalan beberapa langkah menuju putranya.

Plak!

Tamparan mendarat mulus di pipi Rian, "Cukup, Rian! Dia istrimu. Kamu sudah membuatnya ketakutan!"

"Pergilah! Kalian pulang ke rumah masing-masing. Aku ingin sendiri!"

"Tapi, Mas--"

"Pergi, Vin. Apa telingamu rusak, ha! Atau, perlu aku usir kamu dari rumahku ini!"

"Aku pergi, Mas. Maaf," jawab Vina pasrah.

"Jangan pergi, Vin. Ibu tidak mengizinkanmu pergi dari rumah ini." cegah Iris.

"Lebih baik, ibu juga ikut pergi. Aku malas berdebat dengan kalian! Pergi!"

"Ingat, Vina ini juga istrimu. Sudah saatnya kamu melupakan Aya."

"Jangan harap, aku melupakan Aya. Dia istriku dan sampai kapanpun akan tetap menjadi istriku! Sebagai sesama perempuan, seharusnya ibu mengerti perasaan Aya!" ujar Rian.

"Terserahmu Rian. Tapi, ibu tidak mengizinkan Vina pergi!"

"Okeh, aku sendiri yang akan mengusir Vina!" geram Rian menarik paksa tangan Vina.

1
Rosnah Yusuf
Luar biasa
Mince Mince
endingnya kurang bagus
Jetty Eva
10 bab aq skip tp topik tetap pertengkaran Aya Rian..Fajar yg ngintil Aya..Lidya yg sok nagtur RT org....tak ada kemajuan apapun...
Jetty Eva
kalimat beulang...DI SATU SISI...🙄🙄🙄
Jetty Eva
ini cerita sampai sejauh ini hanya muter" di sini saza ..aya rian ktm beratem ga da yg lain...
Jetty Eva
astagaaaa...apa wanita serendah itu..?? knapa mau nolong sih..CINTA BOLEH BODOH JANGAN...👹👹👹
Jetty Eva
RIAN LELAKI PENGECUT..HIDUP DIBAWAH KETEK 'MAKX
Lidya Langit
Luar biasa
Anonymous
Sya bodoh lemah,
Susi Yanti
aya hrs berfikir gmn klo dia sendiri ternyata hamil anak Rian dong
Yuni Harti
Luar biasa
helmi
bab bak yang aku skip berharap bab selanjutnya sudah cerai..eh tahu2 masih belum juga...
helmi
astaga kayaknya cerainya ini pas mau selesai🤣🤣
helmi
sudah sampai bab 50 belum juga cerai.
ichapurie
cerita yg bisa menjadi inspirasi buat yg pengen jadi pelakor, karena disini pelakor yg seperti wc umum, diterima apa adanya oleh penghianat, /Facepalm/
Daryati Idar
d sini yg menang pelakorny
ichapurie
Ceritaya tentang pelakor dan penghianat yg menang, untung lgsg baca ending, gak zonk
Rochma Wati
Luar biasa
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
lebay baget si Aya,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!