Setelah ibu mertuanya meninggal, Zara Hafizah dihadapkan pada kenyataan pahit. Suaminya, yakni Jaka telah menceraikannya secara tiba-tiba dan mengusirnya dari rumah. Zara terpaksa membesarkan anaknya yang masih berusia 6 tahun, seorang diri
kehidupan Zara semakin membaik ketika ia memutuskan hijrah dan bekerja di Ibu Kota.
Atas bantuan teman dekatnya,
Suatu hari, Zara bertemu dengan Sagara Mahendra, CEO perusahaan ternama dan duda dengan satu anak. Sagara sedang mencari sosok istri yang dapat menjaga dan mencintai putrinya seperti ibu kandungnya.
Dua orang yang saling membutuhkan tersebut, membuat kesepakatan untuk menikah secara kontrak.
Sagara membutuhkan seorang istri yang bisa menyayangi Maura putrinya dengan tulus.
Dan Zara membutuhkan suami yang ia harap bisa memberinya kehidupan yang lebih baik bagi dirinya serta Aqila putrinya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka selanjutnya, akan kah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari pelaku
Sagara benar-benar sangat panik ketika Zara di bawa ke ruang IGD.
"Dokter, pasien telah mengalami lemahnya detak jantung yakni di bawah 60 kali/ menit Dok." ucap salah satu Assisten Dokter yang sedang memeriksa kondisi Zara
Kemudian dokter memeriksa pasien tersebut dengan hati-hati.
" pasang alat ventilator dan pacu jantung untuk menstabilkan denyut jantung pasien." perintah nya.
Dengan segera para tenaga medis mulai melakukan tindakan cepat agar nyawa pasien bisa segera di selamatkan.
Sagara terus saja mondar mandir di depan pintu masuk Ruang IGD Rumah Sakit, ia terlihat begitu cemas dengan kondisi Zara.
Jhon sendiri tidak menyangka jika Tuannya akan begitu mencemaskan Zara, ia jadi teringat saat mendiang Nyonya Naura sekarat pasca melahirkan maura.
Kemudian Jhon mendekati Tuannya sambil memberinya sebotol air mineral, agar Tuannya bisa jauh lebih tenang.
Sekitar kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Sang Dokter yang memeriksa kondisi Zara keluar dari Ruang IGD, Sagara buru-buru menghampiri nya.
"Dokter, bagaimana kondisi pasien?"
"Maaf apakah orang tersebut adalah Nona Zara Hafizah?" tanya Sang Dokter.
"Betul sekali Dokter!" jawabnya terlihat cemas.
"Alhamdulillah pasien bisa di selamatkan meskipun denyut jantungnya masih lemah, usahakan pasien jangan terlalu banyak bicara, karena bisa memicu melemahnya denyut jantungnya!" terang Sang Dokter
kemudian Sagara bergegas masuk ke dalam Ruang IGD, dimana di atas tempat tidur pasien ia melihat Zara masih menutup kedua matanya dengan posisi tubuh masih terbaring lemas tak berdaya.
Entah kenapa Sagara merasa sedih akan kondisi Zara saat ini.
"kenapa kau bisa terjebak di gudang itu Zara? Aku yakin ada yang sengaja ingin mencelakai mu!" ucapnya bermonolog.
Kemudian Jhon datang menghampiri Tuannya.
"Sebaiknya kita melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya Tuan, akan tetapi alangkah baiknya kita menunggu Nona Zara sadar terlebih dahulu, agar kita bisa segera mengetahui kronologi kejadiannya!" usulnya, lalu Jhon memutuskan untuk menunggu di luar Ruangan IGD.
Kini Sagara duduk di kursi yang sudah di sediakan, dan kini posisinya tepat berada di samping Zara, di tatapnya wajah Zara dari dekat.
"Kenapa kau mirip sekali dengan Naura, hanya saja kau jauh lebih berisi ketimbang Naura Istriku, aish kenapa aku mulai membandingkan Zara dengan Naura, ini tidak boleh terjadi, hatiku hanya untuk Naura seorang kau tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun, meskipun kini aku dan mendiang istriku sudah berbeda alam." ujarnya kembali bermonolog.
Namun entah kenapa lagi-lagi detak jantungnya berdebar cukup kencang, bahkan wajahnya sampai merona, Sagara mencoba menepuk-nepuk kedua pipinya agar ia kembali tersadar dengan kondisi nya saat ini, Sagara berusaha terus menepisnya, meskipun dari lubuk hatinya ia sudah memiliki rasa terhadap Zara, sayangnya ia terus saja menyangkalnya akibat rasa gengsinya yang tinggi.
Hampir tiga puluh menit, akhirnya Zara mulai tersadar, kemudian ia perlahan mencoba membuka kedua kelopak matanya.
zara sempat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini di hadapannya.
"T tuan Saga! Ucapnya terkejut
"bagaimana dengan keadaanmu Zara, apa sudah mendingan?" Tanyanya terlihat cemas.
Zara hanya mengangguk, kemudian memalingkan wajahnya.
Sedangkan Sagara terus saja menatapnya tanpa berkedip, Zara sempat melirik ke arah Sagara.
'kenapa tuan Saga terus menatapku seperti itu?' ucapnya dalam hati.
Kini susana mendadak menjadi hening, keduanya malah saling diam membisu.
Hingga akhirnya Saga mulai memecahkan keheningan dengan menanyakan apa yang telah terjadi padanya.
Zara pun tidak bisa berbicara dengan suara yang cukup keras, apalagi kata Dokter jika dirinya tidak di bolehkan banyak bicara.
"Kalau boleh saya tahu, kenapa kau bisa terjebak di dalam gudang?" tanyanya sudah tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari Zara.
Kemudian Zara mencoba mengatakan sesuatu namun suaranya terlalu pelan, hingga pada akhirnya Saga mencoba mendekat ke arahnya, namun lagi dan lagi detak jantungnya berdegup cukup kencang, akan tetapi itu semua tidak begitu Sagara hiraukan, ia tetap harus tahu kronologi kejadiannya.
Merasa jarak Sagara terlalu dekat, Zara mencoba menggeser tubuhnya perlahan, otomatis Saga menjadi kesal di buatnya.
"Hey wanita menyebalkan, kenapa kau malah menggeser tubuhmu? Kau jijik dekat denganku hah?"
"M maaf Tuan, jangan terlalu dekat, kita bukanlah muhrim." jawabnya perlahan.
"Aish, kau sungguh merepotkan sekali, ayo cepat katakan lah apa yang telah terjadi!" pintanya memaksa.
Akhirnya Zara pun menceritakan kronologi kejadiannya, sampai-sampai nafasnya tersengal karena kebanyakan berbicara.
"Yasudah cukup, aku sudah paham semuanya! Sekarang kau istirahatlah, jangan pernah memikirkan hal yang tidak-tidak, agar kau bisa segera sembuh!" ucapnya yang kemudian kembali menatap wajah Zara dengan tatapan yang berbeda.
'Sial, kenapa aku ingin sekali mengecup keningnya? Ayo Sagara, buang semua perasaan aneh mu itu, ini tidak boleh di biarkan berlarut-larut!' gumamnya sambil menggerutu.
Kini Sagara memerintahkan Seluruh anak buahnya untuk mencari tahu siapa pelaku atas kejadian naas yang telah menimpa Zara, alias kekasih bohongannya.
Dan kali ini yang memimpin investigasi di Hotel Raflesia adalah Jhon atas perintah langsung dari Tuan Sagara.
Sedangkan Sagara masih setia menunggu Zara di rumah sakit, rupanya berita mengenai musibah yang telah menimpa Zara, kini tercium oleh Nyonya Jelita lewat anak buahnya yang di tugaskan untuk selalu memantau putranya, dan tanpa di sengaja percakapan antara dirinya dengan anak buahnya terdengar oleh Maura, sontak Maura pun kaget tidak percaya, dan ia berencana untuk memberitahu Lala dan pergi ke Rumah Sakit berbarengan dengannya. Awalnya Nyonya Jelita tidak ingin sampai Maura tahu, namun apa mau dikata, sepertinya antara Maura dan Zara telah memiliki ikatan batin, meskipun pertemuan mereka sangatlah singkat, sebenarnya ini adalah hal yang aneh, namun bisa juga di artikan bahwa inilah jembatan antara putranya dan Zara untuk bisa bersatu menjadi pasangan suami dan istri, dan Nyonya Jelita pun berharap itu semua bisa menjadi kenyataan.
Hotel Raflesia.
Kini Jhon melakukan penyelidikan di sana, beberapa bukti CCTV sudah ia amankan. Dan Jhon pun cukup kesulitan untuk menemukan pelakunya.
"Tuan, sebaiknya kita ngopi dulu sejenak, biar bisa lebih Fresh, siapa tahu setelah meminum kopi, kita bisa menemukan pelakunya!" usul Rian, kaki tangannya Jhon.
"Ide yang bagus Rian, yasudah kau segera buatkan aku secangkir kopi hitam tanpa gula!"
Rian pun mengangguk kemudian bergegas menuju Pantry.
Saat dirinya berada Di Pantry, entah kenapa ia melihat ada dua orang wanita dengan gerak dan gerik yang mencurigakan, niatnya yang tadinya ingin membuat kopi akhirnya ia urungkan dan lebih memilih membuntuti dua wanita yang menurutnya cukup mencurigakan.
Sambil mengendap-endap, kini Rian berada di bangunan tua Hotel Raflesia yang sudah tidak terpakai lagi.
Kemudian, datang dua orang pria yang mengenakan seragam karyawan Hotel ini, Rian pun semakin di selimuti rasa curiganya.
"Aduh Aryo, elo kenapa sih minta sisanya di bayarannya di sini? Gimana coba kalau sampai ada yang lihat?" tegur nya sangat cemas.
"Alah gampang saja kalau ada yang lihat, bilang saja kita lagi pacaran, bener gak Don?" tanya Aryo kepada Dony.
"Aish, itu sih maunya elo,ck!" balas nya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sudah..sudah! Ini sisa bayaran atas pekerjaan kalian berdua hari ini, pasti Nyonya Viona akan senang dengan pemberitaan ini, karena saingannya telah kita beri pelajaran serta kita kerjain habis-habisan, biar kapok dia, baru juga jadi pegawai baru, tapi sudah bertingkah." umpatnya begitu kesal.
"Gue heran sama elo Lin? Kenapa elo benci banget dengan Zara? Padahal dia wanita baik dan juga cantik tentunya, kau tahu saat ia jatuh pingsan di gudang, aku berfikir untuk mencicipi tubuhnya, namun itu semua aku urungkan, mengingat situasi dan kondisi nya yang tidak memungkinkan!" keluhnya penuh rasa penyesalan.
Ternyata secara diam-diam, Rian telah berhasil merekam adegan tersebut, ia pun merasa senang, akhirnya para pelaku telah di temukan.
Lalu ia buru-buru mengirim rekaman video tersebut kepada Jhon, namun naas saat dirinya akan kembali ke Pantry, ada yang memukulnya dengan balok kayu dan berukuran cukup besar.
"Aarrrkkhhh....!" dengan sekali pukulan, kini Rian jatuh tersungkur. Dan langsung tidak sadarkan diri, kemudian pelaku yang telah memukul kepala Rian, buru-buru mengambil ponsel tersebut, lalu mencoba menghapus kiriman video yang telah Rian kirim kepada Jhon
"Dasar bedebah, hampir saja ketahuan!" ucap pelaku yang telah memukul kepala Rian, ia pun bergegas pergi.
Beruntungnya pesan tersebut yang berisikan Video para pelaku telah berhasil di lihat oleh Jhon, dan ia pun segera mengirimkan video tersebut kepada Tuan Sagara.
Rumah Sakit Seruni
Sagara yang terlihat kesal karena ibu dan juga putrinya telah datang ke rumah sakit, di susul oleh Aqila dan juga Dewi.
Ketika notifikasi pesan singkat di dalam ponsel miliknya berbunyi, Sagara buru-buru membuka isi pesan tersebut, berharap Jhon memberikannya kabar yang sangat ia tunggu sedari tadi.
Dan benar saja, ketika Sagara melihat isi pesan dari Jhon lalu memutar video tersebut, tiba-tiba saja rahang nya menjadi mengeras, kedua telapak tangannya ia kepalkan, bahkan darahnya seolah telah mendidih.
"Kurang ajar, berani-beraninya mereka melakukan hal ini terhadap Zara, awas saja akan aku balas perbuatan kalian, jeruji besi akan siap menanti para cecunguk seperti kalian ini, dasar sampah!" ucapnya dengan sorot matanya yang tajam.
Bersambung...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
sabar saga tunggu halal 😁